Beranda » Agama » Bahasa Arab » Sharaf » Tasrif Fi’il Madhi Kataba Dan Mudhori’nya Beserta Contoh Lengkap

Tasrif Fi’il Madhi Kataba Dan Mudhori’nya Beserta Contoh Lengkap

Tasrif Fi'il Madhi Kataba Dan Mudhari'nya Baik Istilahi Maupun Lughawi
<

jumanto.com – Tasrif Kataba. Belajar Bahasa Arab tanpa mempelajari nahwu dan sharaf itu sangat berbahaya, makanya pernah ada berita viral saat seseorang toko salah mentashrif kata kafaro. Belajar tashrif ini sangat penting jika kita ingin memahami teks berbahasa Arab, karena sumber agama kita memang berbahasa arab.

Di dalam pembelajaran bahasa arab dasar, kata yang sering digunakan sebagai contoh di antaranya adalah kataba, jalasa, washola, dhoroba, nashoro, dan beberapa fi’il madhi lainnya.

Contoh fi’il madhi yang diberikan biasanya mewakili 22 wazan dalam ilmu sharaf yang harus dihafalkan tasrifannya, termasuk kataba ini.

Kataba sendiri masuk ke dalam fi’il mujarrad yang tasrifannya bersifat sama’i sehingga untuk menentukan harakat ‘ain fiilnya saat fiil mudhari‘ dan bentuk mashdarnya harus melihat kamus.

Jika kita lihat di kamus, kataba ini mengikuti wazan fa’ala – yaf’ulu – fa’lan.

Ini gambaran shighat fiil mudhari’ dan mashdar yang saya ambil dari kamus bahasa Arab – Indonesia Al Munawwir.

Tasrif Fi'il Madhi Kataba Dan Mudhori'nya Beserta Contoh Lengkap
Tasrif Fi’il Madhi Kataba, Mudhari, Mashdar

Bentuk mashdar dari kataba bisa:

  • katban,
  • kitaaban, dan
  • kitaabatan.

Namun, sebelum membahas bagaimana tashrifan fiil madhi dan mudhari dari kata kataba, kita bahas dulu apa itu tasrif dan jenis pembagiannya.

Pengertian Tashrif

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h3″ img=”” question=”Apa itu tasrif?” img_alt=”” css_class=””] Tashrif adalah ilmu yang mempelajari perubahan asal kata (kalimah) kepada contoh yang berbeda-beda untuk menghasilkan makna yang diinginkan serta makna tersebut tidak mungkin bisa didapat selain dengan merubah kata tadi. [/sc_fs_faq]

Pengertian menurut bahasa

Arti tashrif menurut bahasa adalah التغيير yang berarti perubahan.

Tashrif sendiri merupakan shighat masdhar dari صَرَّفَ.

Di dalam kitab Jami’ud Durus Al Arabiyyah, definisi tashrif menurut istilah adalah:

واصطلاحاً هو العلمُ بأحكامِ بنْيةِ الكلمة، وبما لأحرُفِها من أصالةٍ وزيادةٍ وصِحّةٍ وإعلالٍ وإبدالٍ وشِبهِ ذلك

Tashrif secara istilah adalah ilmu tentang hukum-hukum struktur kata dan karakter-karakternya dari yang asli, tambahan, shahih, i’lal, penggantian, dan yang sejenis dengan itu.

Pembagian Tashrif

Tasrif dibagi menjadi dua macam yaitu tasrif istilahi dan tasrif lughawi.

Tasrif Istilahi

Tasrif istilahi adalah perubahan kata dalam bahasa arab dari satu shighat ke shighat lain mengikuti wazan yang ada.

Sebagaimana pernah saya contohkan di Materi Nahwu Shorof Dasar, saya contohnya tasrif istilahi dari dhoroba:

ضَرَبَ – يَضْرِبُ – ضَرْبًا – فهو ضَارِبٌ – وذاك مَضْرُوْبٌ – اضْرِبْ – لَا تَضْرِبْ – مَضْرَبٌ – مِضْرَبٌ

Susunan tasrif di atas adalah susunan perubahan dari fiil madhi dhoroba (paling kanan) dan ke kiri berubah menjadi fi’il mudhari’, mashdar, dan sebagainya sampai isim alat.

Tasrifan seperti ini yang disebut dengan tasrif lughawi.

Tasrif Lughawi

Tasrif lughawi adalah perubahan dhamir yang terdapat dalam fi’il mengikuti isim dhamir huwa huwa hum dan seterusnya.

Contonya, tasrif lughawi fiil madhi dari Dhoroba adalah: ضَرَبَ ضَرَبَا ضَرَبُوا ….. dan seterusnya, nanti akan kita contohkan di bawah.

Pengertian lengkap dari tashrif istilahi dan lughawi insya Allah kita bahas di artikel lain.

Tasrif Kataba Baik Madhi Maupun Mudhari’

Seperti pembagian tashrif di atas, maka akan kita baik tasrif kata kataba menjadi dua: Istilahi dan Lughawi.

Tashrif istilahi kataba:

Berikut ini adalah tashrif istilahi dari kataba mulai dari fiil madhi sampai isim alat.

كَتَبَ – يَكْتُبُ – كَتْبًا وَكِتَابًا وَكِتَابَةً – فهو كَاتِبٌ – وذاك مَكْتُوْبٌ – اكْتُبْ – لَا تَكْتُبْ – مَكْتَبٌ – مَكْتَبٌ – مِكْتَبٌ

  • Fiil madhi: كَتَبَ artinya (dia laki-laki) telah menulis.
  • Fiil mudhori‘: يَكْتُبُ artinya (dia laki-laki) sedang/akan menulis.
  • Mashdar: كَتْبًا وَكِتَابًا وَكِتَابَةً artinya tulisan/buku.
  • Isim Fa’il: كَاتِبٌ artinya orang yang menulis.
  • Isim Maf’ul: مَكْتُوْبٌ artinya Yang Ditulis.
  • Fi’il Amr: اكْتُبْ artinya tulislah!
  • Fi’il Nahi: لَا تَكْتُبْ artinya jangan kamu tulis!
  • Isim zaman: مَكْتَبٌ artinya waktu menulis.
  • Isim makan: مَكْتَبٌ artinya tempat menulis.
  • Isim alat: مِكْتَبٌ artinya alat menulis.

Tasrif kataba mengikuti wazan fa’ala – yaf’ulu – fa’lan. Tasrif kafara juga mengikuti wazan ini.

Tashrif lughawi kataba fi’il madhi

Selanjutnya, tashrif lughawi fi’il madhi dari kataba pernah saya tuliskan sebagai berikut:

tashrif fi'il madhi lengkap
tashrif fi’il madhi lengkap (kataba)

Info lengkapnya bisa dibaca di: fiil madhi mudhari’ amr.

Di situ sudah saya jelaskan arti masing-masing, mulai dari dhamir huwa, huma, hum sampai nahnu yang masuk ke fiil madhi kataba.

Contoh penggunaan katanya:

  •  كَتَبَ زَيْدٌ الرِّسَالَةَ.

Tashrif fi’il mudhari’ yaktubu (lughawi)

Sedangkan tasrif lughawi fiil mudhori’nya sebagai berikut:

tabel tashrif fi'il mudhari' lengkap dengan artinya
tabel tashrif fi’il mudhari’ lengkap dengan artinya

Contoh penggunaan katanya: الْمُسْلِمُوْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكُتُبَ. Para lelaki Islam sedang menulis kitab-kitab.

Kesimpulan

Kataba adalah fi’il mujarrad, yang mana untuk menentukan wazan tashrifnya, kita harus melihat kamus, guna menentukan harakat ‘ain fiilnya pada shighat fi’il mudhari’ dan juga bentuk mashdarnya.

Tashrif kataba baik istilahi maupun lughawi, fiil madhi maupun mudhari’ dapat dilihat pada contoh di atas. Lihat juga: Nadhom Alfiyah Ibnu Malik Full.