Penjelasan Lengkap Tajwid Surat Al Ma’un Ayat 1-7 Di Al Quran Juz Amma

jumanto.com – Tajwid Surat Al Ma’un. Surat Al Ma’un adalah salah satu surat pendek yang ada di Juz Amma atau Juz 30. Surat ini terdiri atas 7 ayat, dari ayat 1 sampai 7. Surat lain di Al Quran yang memiliki ayat berjumlah 7 adalah Surat Al Fatihah. Sepenglihatan saya, tidak ada surat lain yang berjumlah tujuh ayat selain Al Maun dan Al Fatihah.

Surat Al Ma’un sendiri berarti Barang yang berguna. Sesuatu yang bermakna. Kata Al Ma’un berada di akhir dari surat ini, di ayat 7.

Surat Al Maa’un merupakan surat ke 107 di dalam Al Quran.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan melihat hukum bacaan tajwid di dalam surat Al Maa’un yang terdiri dari 7 ayat tadi.

Jika ada yang kurang, kalian bisa menambahkannya ya di kolom komentar.

Mari kita lihat hukum tajwid dari ayat per ayat.

Sebelumnya, kalian bisa baca juga: Hukum nun mati atau tanwin bertemu huruf hijaiyah.

hukum bacaan tajwid di dalam surat al maun ayat 1-7 beserta alasannya lengkap
hukum bacaan tajwid di dalam surat al maun ayat 1-7 beserta alasannya lengkap

Hukum Bacaan Tajwid Dalam Surat Al Ma’un Ayat 1

Surat Al Maa’un Ayat 1 berbunyi:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

Adapun hukum tajwid yang ada di surat al maa’uun ayat 1 tersebut beserta alasannya sebagai berikut:

  1. idgham syamsiyah atau alif lam syamsiyah, di lafadz الَّذِيْ. Alasannya karena ada alif lam (ال) bertemu dengan huruf lam, dan cara bacanya adalah dengan memasukkan huruf lam ke huruf lam, sehingga dituliskan lam bertasydid.
  2. mad thabi’i atau mad ashli, di lafadz الَّذِيْ , alasannya karena ada kasrah bertemu dengan ya’ mati dan setelahnya tidak bertemu dengan hamzah, huruf sukun, bertasyid, atau tidak di tempat waqaf, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.
  3. idgham syamsiyah atau alif lam syamsiyah, di lafadz بِالدِّيْنِ karena ada alif lam bertemu dengan huruf dal.
  4. mad ‘aridh lissukun di lafadz بِالدِّيْنِ, alasannya karena ada mad thabi’i berada di tempat waqaf, sehingga dinamakan mad ‘aridh lissukun. Cara bacanya bisa 2 harakat, 4 harakat, atau 6 harakat.

Lafadz aroaita bisa dibaca mad layyin jika dia waqaf.

Hukum Tajwid di Ayat 2 Surat Al Maa’uun

Ayat dua surat al maa’uun berbunyi:

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

Beberapa hukum tajwid yang ada di ayat 2 di antaranya:

  1. mad thabi’i atau mad asli di kata ذٰلِكَ karena ada fathah ketemu alif, meskipun di sini alifnya tidak dituliskan, diganti dengan fathah berdiri. Selain itu, fathah ketemu alif tadi juga tidak bertemu dengan hamzah, huruf sukun, bertasyid, atau tidak di tempat waqaf. Cara bacanya, dibaca panjang 2 harakat.
  2. idgham syamsiyah, di lafadz الَّذِيْ, penjelasannya seperti di ayat pertama tadi.
  3. Mad thabi’i di kata الَّذِيْ, penjelasannya juga seperti di ayat pertama di atas.
  4. idzhar qomariyah atau alif lam qomariyah, disebabkan ada alif lam bertemu dengan huruf ya di lafadz الْيَتِيْمَۙ. Cara bacanya, lam mati dibaca jelas, tidak boleh diidghamkan ke huruf ya.
  5. mad ‘aridh lissukun, alasannya karena ada mad thabi’i berada di tempat waqaf/di akhir ayat, di lafadz الْيَتِيْمَۙ. Penjelasan seperti ayat pertama di atas.

Itulah hukum tajwid yang ada di ayat dua.

Hukum Tajwid Surat Al Ma’un di Ayat Ketiga

Ayat ketiga surat Almaun berbunyi:

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

Bacaan tajwid yang ada di ayat 3 surat almaun adalah:

  1. Mad thabi’i di kata لَا, alasannya karena ada fathah bertemu alif, cara bacanya dibaca panjang dua harakat. Penjelasan lengkapnya seperti di ayat sebelumnya.
  2. Mad thabi’i di kata عَلٰى, alasannya karena ada fathah ketemu alif.
  3. mad thabi’i di lafadz طَعَامِ, karena ada fathah ketemu alif.
  4. Izhar Qomariyah di lafadz الْمِسْكِيْنِ,karena ada alif lam bertemu huruf mim.
  5. Mad ‘aridh lissukun, karena ada mad thobi’i di akhir ayat di lafadz الْمِسْكِيْنِ.

Hukum Tajwid di ayat 4

Ayat 4 berbunyi sebagai berikut:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

Coba, ada bacaan tajwid apa saja?

Yap, kalian akan menemukan bacaan idgham bilaghunnah, idzhar qomariyah, dan mad ‘aridh lissukun.

  1. Idgham bilaghunnah di lafadz فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ, dikarenakan ada dhammah tanwin bertemu dengan huruf lam. Cara bacanya, tanwin dimasukkan ke huruf lam dan dibaca tidak berdengung. Baca lengkapnya: Contoh bacaan idgham bilaghunnah.
  2. idzhar qamariyah di lafadz لِّلْمُصَلِّيْنَ, alasannya karena ada alif lam bertemu dengan huruf mim. Kalian mungkin tidak melihatnya, karena huruf alifnya memang dibuang. Asal kata لِّلْمُصَلِّيْنَ adalah:  لِ + المصلّين. Lalu dibuang alifnya. Sehingga dituliskan seperti ayat di atas.
  3. mad aridh lissukun karena ada mad thobi’i di akhir ayat, di lafadz لِّلْمُصَلِّيْنَ .

Tajwid Di Ayat Kelima

Ayat Kelima berbunyi:

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

Bacaan tajwid apa saja yang ada di surat al maun ayat 5?

Coba cocokkan jawaban kalian dengan ulasan saya berikut ini:

  1. idgham syamsiyah di lafadz alladzi. penjelasan seperti ayat 1.
  2. mad thabi’i di lafadz الَّذِيْنَ . kasrah ketemu ya mati.
  3. idzhar syafawi, di lafadz هُمْ عَنْ. Alasannya karena ada mim mati bertemu dengan huruf ‘ain. salah satu hukum mim mati bertemu huruf hijaiyah adalah idzhar syafawi. cara bacanya, mim mati dibaca jelas tanpa berdengung sedikitpun.
  4. bacaan ikhfa haqiqi, di lafadz عَنْ صَلَاتِهِمْ, alasannya karena ada nun mati bertemu dengan huruf shad, cara bacanya nun mati dibaca samar-samar antara idzhar dan idgham.
  5. mad thobi’i di lafadz صَلَاتِهِمْ. fathah ketemu alif.
  6. bacaan idzhar syafawi di lafadz صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ karena ada mim mati bertemu dengan huruf sin.
  7. mad thabi’i karena ada fathah ketemu alif di lafadz سَاهُوْنَ
  8. mad ‘aridh lissukun karena ada mad thabi’i di akhir ayat/tempat waqaf: سَاهُوْنَ

Hukum bacaan di ayat 6

Ayat 6 bunyinya:

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

Hukum tajwid apa saja yang ada di sana, berikut ini penjelasannya;

  1. idgham syamsiyah di lafadz الَّذِيْنَ.
  2. mad thabi’i di lafadz الَّذِيْنَ.
  3. idzhar syafawi di lafadz هُمْ يُرَاۤءُوْنَ karena ada mim mati bertemu huruf ya.
  4. mad wajib muttashil di lafadz يُرَاۤءُوْنَ, karena ada mad thobi’i bertemu dengan huruf hamzah dan berada dalam satu kalimat. Cara bacanya dibaca panjang 5 harakat.
  5. mad ‘aridh lissukun karena ada mad thobi’i di akhir ayat يُرَاۤءُوْنَ.

Hukum bacaan di ayat terakhir, ayat 7

Ayat terakhir berbunyi:

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

kandungan tajwid di sana adalah:

  1. idzhar syafawi: وَيَمْنَعُوْنَ.
  2. mad thobi’i: وَيَمْنَعُوْنَ.
  3. idzhar syamsiyah: الْمَاعُوْنَ.
  4. mad thobi’i: الْمَاعُوْنَ.
  5. mad ‘aridh lissukun: الْمَاعُوْنَ. karena ada di tempat waqaf/akhir ayat.

Saya tidak menuliskan tulisan latin surat Al Ma’un ayat 1-7 karena ada pendapat di kitab fathul mu’in, menuliskan al Quran dengan selan tulisan arab hukumnya haram.

Untuk berhati-hati saja, meskipun tentu ada pendapat lain yang mungkin membolehkan.

Terjemahan Surat Al Maun ayat 1-7

Terjemah dari surat al maun ayat 1 sampai 7 di antaranya:

  1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
  2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.
  3. Dan tidak mendorong untuk memberi makan orang miskin.
  4. Maka celakalah orang yang shalat.
  5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.
  6. mereka orang-orang yang berbuat ria.
  7. dan enggan memberikan bantuan (sesuatu yang bermakna, bermanfaat)

Demikian penjelasan lengkap hukum bacaan tajwid di surat al ma’un ayat 1-7 berikut alasan dan terjemahannya. Baca juga: 100+ Contoh Bacaan Idgham Bighunnah.