Beranda ยป Kuliner ยป Kuliner Sroto Purbalingga Di 4 Lokasi, Resep Mana Paling Enak?

Kuliner Sroto Purbalingga Di 4 Lokasi, Resep Mana Paling Enak?

jumanto.com – Bagi para perantau asli Purbalingga, kalau lagi kangen biasanya bakalan nyari Sroto Purbalingga di Bekasi Jakarta misalnya, atau bahkan saya yang di Lampung pun suka hunting Soto Sokaraja. Sroto Purbalingga di Bekasi dan Jakarta tentu lebih mudah ditemukan dibandingkan di Lampung.

Orang Purbalingga sendiri lebih akrab dengan sroto kriyik, sroto klamud, dan sroto bancar, yang sudah terkenal menyajikan kuliner soto khas dari Purbalingga.

Untuk warga asli Purbalingga, sroto adalah kuliner khas yang rasanya akan berbeda kalau sudah dijumpai di kota lain.

Meskipun menggunakan resep bumbu dan bahan yang sama, rasa bisa beda, tergantung cara bikin dan tangan yang bikin juga hehehe.

Resep Cara Membuat Sroto Purbalingga Yang Lezat Tiada Tara

Cara membuat Sroto Purbalingga sebenarnya tidak terlalu ribet dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai di pasar.

Saat SMP dulu, saya pernah praktik tata boga di sekolah, dan praktiknya adalah bikin sroto.

Alhamdulillah jadi dan enak rasanya hehehe.

Untuk bahan yang diperlukan saat mau membuat soto khas Purbalingga, siapkan:

  • ayam (sesuai selera, mau banyak atau sedikit)
  • mie soun secukupnya
  • toge secukupnya
  • daun bawang secukupnya
  • kerupuk merah putih (orang Purbalingga bilang KARAG), secukupnya
  • 15 bawang merah
  • 2 bonggol kecil bawang putih
  • 7 butir kemiri
  • 3 buah pala
  • bagi yang suka rempah bisa ditambahkan kapulaga, cengkeh, bunga lawang, kayu manis
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 10 lembar daun salam
  • minyak goreng
  • masako sapi
  • garam secukupnya
  • 7 batang sereh besar
  • air secukupnya
  • kecap manis
  • bawang goreng
  • untuk penambah rasa, bisa ditambahkan 1 kg tulang sapi.

Yang paling penting untuk membuat sroto adalah, bahan-bahan untuk kuah sroto harus pas sesuai takaran agar rasanya lezat.

Sedangkan bahan lain kan tinggal direbus dan digoreng.

Selain kuah, sambal kacang untuk sroto juga punya peran penting untuk rasa. Maka, dalam membuat sambal juga harus pakai bahan terbaik.

Bahan membuat sambal kacang sroto:

  • 1/4 kg kacang tanah
  • 4 siung bawang putih
  • 6 biji cabe merah
  • cabe rawit setan (jumlah sesuai selera, untuk menyesuaikan tingkat kepedasan)

Cara bikin Sroto khas Purbalingga:

1. Merebus tulang sapi (jika pakai) dan ayam

  • Ayam dan tulang sapi dicuci bersih
  • taruh tulang sapi di panci, kasih air sampai terendam, rebus
  • jika sudah mendidih, buang air pertama
  • masukkan air lagi kurang lebih 4 lier, rebus lagi sampai mendidih
  • setelah mendidih, masukkan ayam ke rebusan tadi sampai empuk

2. Membuat bumbu kacang sambil menunggu rebusan matang

  • haluskan bawang merah, bawang putih, pala, dan kemiri.
  • sereh dan kalupaga digeprek.
  • siapkan daun salam, kayu manis, bunga lawang dan cengkeh.
  • panaskan minyak, tumis bumbu-bumbu di atas semuanya sebentar sampai kecoklatan dan sedikit kering.
  • tumisan tadi, kemudian dimasukkan ke rebusan tulang dan ayam
  • tambahkan merica bubuk, garam, masako sapi

3. Gorang ayam buat sroto

  • jika ayam sudah empuk, angkat lalu tiriskan.
  • goreng ayam sampai matang.
  • suwir-suwir ayam tadi buat dicampur ke bahan sroto nantinya.
  • simpan di wadah tertutup.

(siwir-siwirnya bisa sekalian nanti pas mau nyampur ke bahan lain)

4. Merebus bahan-bahan buat soto dan goreng kerupuk

  • rebus toge dan soun sampai matang.
  • iris daun bawang bulat-bulat.
  • goreng kerupuk merah putih (karag).

5. Buat sambal kacang sroto

  • gorang kacang, jangan sampai gosong.
  • tiriskan.
  • goreng cabe dan bawang putih.
  • tumbuk bahan tadi sampai halus.
  • taruh di mangkuk, kasih kuah sroto sedikit, aduk sampai rata.

6. Sajikan sroto buat dinikmati bersama keluarga

  • siapkan mangkok
  • masukkan soun rebus, toge rebus, ayam suwir, daung bawang, kerupuk diremas.
  • masukkan bawang goreng.
  • kasih kecap manis secukupnya.
  • kasih sambal kacang.
  • tuangkan kuahnya.
  • aduk-aduk sampai rata.

Kalau kurang pedas, atau kurang buket kata orang Purbalingga, tambah lagi sambal kacangnya hehehe.

Duh jadi ngiler kan?

Silakan kreasikan lagi jika dirasa kurang hasil resep sroto Purbalingga di atas, tambahkan atau kurangi yang tidak sesuai selera.

Makanan Wajib Kalau Mudik: Sroto

Sroto Purbalingga Dalam 4 Rasa, Siapa Mau Coba?.

Kayaknya judulnya terlalu berlebihan ya hehehe. Sebenarnya saya cuma mau bilang, ini adalah pengalaman saya merasakan sroto Purbalingga di 4 lokasi yang berbeda.

Ceritanya, mudik ke Purbalingga di pertengahan Desember 2016 kemarin, adalah balas dendam saya, setelah hampir satu tahun tidak merasakan nikmatnya sroto Purbalingga.

Jadinya begitu sampai di Purwokerto, saya pun langsung mencicipi kuliner khas kota Purbalingga, Purwokerto, dan sekitarnya, yaitu SROTO.

Saya adalah penggemar sroto sejati, penikmat sroto asli Purbalingga, apalagi sroto asli buatan masyarakat Desa Pelumutan ๐Ÿ™‚

Sroto, Salah Satu Makanan Khas Kota Purbalingga

Bagi masyarakat eks Karesidenan Banyumas, sroto pasti sudah familiar banget.

Di desa-desa hingga sampai di kota, makanan yang satu ini dijual di mana-mana. Sangat mudah menemukan sroto di Kabupaten Purbalingga, berbeda jauh dengan di Lampung.

Di Lampung, pernah beberapa kali menemukan warung bertuliskan “Sroto Sokaraja”, sayangnya selalu gagal memuaskan lidah saya.

Rasanya jauh berbeda dari sroto yang asli.

Tak heran, tiap saya pulang kampung, saya langsung memesan sroto, buat balas dendam karena lama gak bisa merasakan kuah sroto dengan bumbu kacangnya yang super nikmat.

Yang jelas, sroto adalah kuliner khas Kota Purbalingga yang harus terus dilestarikan, dan saya yakin kuliner ini akan terus bertahan tanpa tergerus oleh jaman, karena kenikmatannya yang tiada tara.

Gak percaya? Silakan coba sendiri. Rasa sroto ini benar-benar berbeda dari soto-soto yang ada di Indonesia.

Mencicipi Kuliner Sroto Purbalingga di 4 Warung Makan

Meskipun sebelum mudik, sempat mencicipi sroto sokaraja di Lampung, namun, karena kurang puas, begitu sampai Purwokerto, saya langsung terbayang-bayang sama sroto.

Oleh karena itu, begitu naik mobil, dan kebetulan mama juga sudah kelaparan, saya pun meminta sopir travel untuk mengantarkan saya ke warung sroto terdekat.

Secara keseluruhan, berikut ini 4 warung sroto yang saya cicipi selama mudik ke Purbalingga kemarin:

#1. Sroto Lama Purwokerto

sroto lama purwokerto
Gambar Sroto Purbalingga di warung sroto lama Purwokerto

Dari stasiun kereta api Purwokerto, kita diantarkan ke Warung Sroto Lama Purwokerto. Kita orang pun nurut saja, karena kita emang gak tahu warung sroto yang enak di Purwokerto.

Tidak menunggu terlalu lama, sroto pun akhirnya datang juga.

Pengunjung warung ini cukup ramai, berarti kayaknya enak.

Sroto pun tersaji di meja.

Saya langsung mengambil sambal kacang, sampai kuah sroto menjadi kental tercampur sambal kacang.

Makan sroto memang paling enak kalau kuahnya kental sama sambal kacang, kalau orang Purbalingga bilang “buket”.

Setelah saya aduk-aduk sampai buket, saya langsung mencicipi, dan rasanya?

Lumayan lah.

Cukup enak di lidah saya.

Sayangnya, kerupuknya gak pakai “karag”, jadi rasanya masih kalah sama Sroto Tirtawi Desa Pelumutan langganan saya.

Overall, rasa cukup enak, dan puas banget karena sambalnya bisa mengambil sepuasnya.

Mantap lah. Untuk harganya, menurut saya lumayan mahal, 15 ribu rupiah per porsi, tapi masih wajar karena di kota ๐Ÿ™‚

#2. Sroto Purbalingga di Kampung Kurcaci

sroto purbalingga di kampung kurcaci
foto sroto di kampung kurcaci Purbalingga, pakai karag

Hari berikutnya, setelah sampai di Purbalingga, kita memutuskan untuk jalan-jalan ke Kampung Kurcaci, tempat incaran utama saya di Purbalingga untuk saya kunjungi.

Setelah lelah jalan-jalan keliling Kampung Kurcaci dan Curug Lawang, perut mulai keroncongan, dan kita pun memutuskan untuk mencoba makan di warung-warung di kompleks Kampung Kurcaci Purbalingga.

Mama pesan mie ayam bakso, Alya dan Fiqih pesan popmie, sedangkan saya yang masih ingin balas dendam, kembali memesan sroto, my favourite food hehehe.

Berbeda dengan sroto lama Purwokerto, sroto di Kampung Kurcaci menggunakan krupuk karag, jadi original banget.

Sayangnya, kupatnya pakai kupat plastik.

Untuk rasa, lumayan lah, untuk ukuran kuliner di sekitar tempat wisata. Tapi, kurang banyak, jadi baru ganjal perut saja hehehe.

Harganya saya lupa, kalau gak salah antara 7-9 ribu rupiah per porsinya. Masih murah-murah para penjual di warung Kompleks Kampung Kurcaci.

#3. Sroto Pringgading, Senon, Purbalingga

sroto purbalingga di Pringgading, Desa Senon
sroto Pringgading, Senon, Purbalingga

Dua hari berikutnya, saya kembali ngidam sroto. Kali ini, sroto yang saya coba adalah sroto di Dukuh Pringgading, Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga.

Awalnya, saya mau pesan sroto langganan saya, Sroto Tirtawi Desa Pelumutan, tapi Bapak merekomendasikan sroto di Pringgading ini.

Akhirnya, saya bersama Lilik saya berangkat ke Pringgading dan makan sroto di sana.

Hmmm, di antara 4 sroto yang saya coba, sroto di Pringgading ini yang paling muantap.

Krupuknya pakai karag, porsinya mantap, dan sambal kacangnya juga kita ambil sendiri sepuasnya.

Recommended deh untuk dicoba kalau datang ke Purbalingga.

Rasanya memang enak, meskipun tetap lebih enak Sroto Tirtawi Pelumutan sih hehehe.

Harga per porsinya juga murah banget lho, cuma 9 ribu rupiah per porsi. Jauh banget sama sroto lama Purwokerto dan Sroto Bancar Pak Djoko.

#4. Sroto Bancar Pak Djoko

sroto bancar pak djoko
gambar sroto bancar Pak Djoko dekat SMP 5 Purbalingga

Setelah mengurus surat pindah untuk keperluan membuat KTP elektronik, saya pun pengin coba Sroto Bancar Pak Djoko di dekat SMP BM.

Warung ini sebenarnya bukan cuma menyediakan sroto, ada juga bakso dan mie ayam. Saya pesan sroto saja, sroto ayam, karena ada sroto sapi juga.

Hmmm, tempat ini paling mengecewakan buat saya.

Harganya mahal banget. Masa beli 1 porsi sroto ayam, 1 klanting kecil, dan es teh manis harganya 24 ribu.

Paling mahal di antara sroto-sroto yang pernah saya coba. Kapok deh.

Rasa juga biasa saja menurut saya. Karena bumbu kacangnya sudah dijatah, jadi gak bisa ngambil sampai “buket” kayak di sroto Lama Purwokerto atau Sroto Pringgading.

Hmmm, gak lagi-lagi deh makan sroto di Sroto Bancar Pak Djoko ini.

Nah, itulah pengalaman saya mencicipi Sroto Purbalingga di 4 tempat yang berbeda. Kapan-kapan, Sroto Tirtawi wajib saya kunjungi lagi, kemarin belum sempat hehehe.

Jika Ada Pertanyaan, Silakan Komen Di Bawah Ya