Beranda » Agama » Bahasa Arab » Mufrodat » Apa Perbedaan Jalasa (جلس) dan Qo’ada (قعد) Dalam Bahasa Arab?

Apa Perbedaan Jalasa (جلس) dan Qo’ada (قعد) Dalam Bahasa Arab?

Perbedaan Jalasa (جلس) dan Qo'ada (قعد) Dalam Bahasa Arab Plus Contoh
<

jumanto.com – Perbedaan Jalasa (جلس) dan Qo’ada (قعد) Dalam Bahasa Arab. Jika kita menerjemakan dari kedua tulisan arab tersebut ke dalam bahasa Indonesia, maka kita biasa menerjemahkannya dengan kata duduk. Dalam bahasa Indonesia sendiri, duduk ya tidak ada perbedaan, dari posisi awalnya seperti apa, namanya tetap duduk.

Namun, di dalam bahasa Arab, dikenal dua kata populer yang artinya duduk yaitu Jalasa (جلس) dan Qo’ada (قعد).

Dari saat saya ngaji dulu hingga sekarang, kedua kata ini selalu dimuradi dengan duduk atau lungguh dalam bahasa jawa.

Nah, belum lama ini, saya mendapatkan share gambar di facebook yang menjelaskan perbedaan antara kedua kata tersebut.

Meskipun terjemahannya sama, ternyata penggunaan kedua kata ini berbeda.

Saya baru tahu kalau qa’ada dan jalasa itu ternyata beda penggunaanya, seperti penggunaan kata mathor dan  ghaits yang artinya sama-sama hujan, tapi penggunaanya berbeda.

Perbedaan Antara Jalasa (جلس) dan Qo’ada (قعد) Dalam Bahasa Arab

Salah satu materi penting di dalam mempelajari bahasa arab adalah mufrodat atau menghafalkan kosa kata, selain belajar tata bahasa arab dan juga penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memperbanyak pengetahuan mufrodat, berikut ini bedanya qo’ada dan jalasa di dalam bahasa arab:

Qo’ada: duduk dari berdiri

Jika seseorang tadinya dalam keadaan berdiri, lalu kemudian dia duduk, maka kata yang digunakan adalah qo’ada, bukan jalasa.

Qo’ada digunakan untuk duduk, dari atas lalu ke bawah. Minal ‘ulwi ilal asfal.

Fi’il amr yang digunakan adalah: uq’ud (اقْعُدْ) yang artinya berdirilah kamu (laki-laki)!

Contohnya ada di Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

  {الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }آل عمران191

Di situ diungkapkan dalam keadaan qiyam dan juga qu’ud.

Posisi berdiri dibandingkan dengan duduk, yang maknanya qu’ud digunakan untuk mengungkapkan duduk dari posisi qiyam

Dan juga:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً }النساء103

Jalasa: duduk dari keadaan tidur/berbaring

Sebaliknya, jika kita ingin mengungkapkan duduknya seseorang dari posisi tertidur, atau dari bawah ke atas, maka kita menggunakan kata jalasa (جلس).

Fi’il amr yang digunakan adalah: ijlis (اجْلِسْ) yang artinya duduklah!

Dalam suatu forum disebutkan:

فأصل الجلوس لغة : الارتفاع في الشيء وهو يُطلق في حالة الانتقال من السفل إلى العلو .. والقعود هو الانتقال من العلو إلى الأسفل

Asal-usul julus secara bahasa adalah kenaikan dari suatu benda, yang disebutkan untuk mengungkapkan keadaan bergerak dari bawah ke atas. Sedangkan qu’ud adalah perpindahan dari atas ke bawah.

Baca juga: tashrif kata kataba.

Contoh penggunaan kata Julus Dalam Hadits

Fadhilah belajar ilmu.

Contoh penggunaan di dalam hadits tentang fadhilah atau keutamaan ilmu di dalam kitab Lubabul Hadits:

قال النبي صلى الله عليه وسلم لابن مسعود رضي الله عنه: {يَا ابْنَ مَسْعُوْدٍ، جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِيْ مَجْلِسِ العِلْمِ، لاَ تَمَسُ قَلَماً، وَلاَ تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ أَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ إِلىَ وَجْهِ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَسَلاَمُكَ عَلىَ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ}.

Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ibnu Mas`ud Radhiyallahu ‘Anhu: “Hai Ibnu Mas`ud, dudukmu walaupun sebentar di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu huruf pun adalah lebih baik daripada memerdekakan seribu budak, pandanganmu terhadap orang wajah orang ‘alim lebih baik daripada seribu kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah, dan salammu kepada orang alim lebih baik daripada ibadah seribu tahun“.

Baca juga: tashrif jalasa.

Kesimpulan

  • Dari berdiri kemudian kita duduk: pakai kata qo’ada.
  • Dari tidur/berbaring ke dudk: kita gunakan jalasa.
  • Jangan katakan kepada orang yang berdiri: ijlis (اجْلِسْ) yang artinya duduklah.
  • Jangan katakan kepada orang yang tidur atau sujud: uq’ud (اقْعُدْ) yang artinya duduklah.

Demikian penjelasan perbedaan antara jalasa dan qo’ada di dalam bahasa arab. Baca juga: materi dasar nahwu shorof.