Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Apa Itu Isim Dalam Bahasa Arab? Ini Pengertian, Pembagian dan Contohnya

Apa Itu Isim Dalam Bahasa Arab? Ini Pengertian, Pembagian dan Contohnya

Pengertian Isim Dalam Bahasa Arab, Ciri-ciri, Pembagian dan Contohnya
<

jumanto.com – Pengertian Isim Dalam Bahasa Arab, Pembagian dan Contohnya. Belajar Bahasa Arab harus dilakukan secara sistematis agar bisa cepat memahaminya. Salah satu cara belajar sistematis di dalam memahami Bahasa Arab adalah mengetahui jenis-jenis kalimah.

Sebelum membahas materi bahasa arab secara mendalam, siswa atau pelajar diharapkan bisa membedakan apa itu kalimah isim, kalimah fi’il dan huruf.

Seperti pernah saya tuliskan sebelumnya, pembagian kalimah di dalam bahasa arab dibedakan menjadi 3:

  1. kalimah isim.
  2. kalimah fi’il.
  3. kalimah huruf.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan belajar bersama, mengenal apa itu kalimah isim, apa ciri-ciri kalimah isim, apa saja pembagian kalimah isim, dan contoh kalimah isim di dalam Al Quran.

Berikut ini penjelasan mengenai kalimah isim selengkapnya.

Baca juga: Nahwu Shorof Bagi Pemula.

Pengertian Isim Dalam Bahasa Arab

Kalimah isim = kata benda

Secara bahasa, kalimah isim bisa diartikan sebagai kata benda di dalam Bahasa Indonesia.

Jadi, jika suatu kata menunjukkan arti benda, maka itu masuk dalam kategori isim.

Contohnya: sepatu, tas, makanan, bacaan, laptop, komputer, sepeda, mobil, itu semua adalah kata benda dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa arab, diartikan sebagai kalimah isim.

Selain berarti kata benda, isim juga bisa berarti:

  • kata sifat, misalkan: cantik, baik, pengasih, penyayang, pintar.
  • waktu, misalkan: pagi, siang, sore, malam.
  • kata yang jika diterjemahkan, menggunakan akhiran -an (mashdar), misalkan: perbuatan, bacaan, pekerjaan, ucapan.

Definisi isim menurut ilmu nahwu

Di dalam pelajaran ilmu nahwu, saat belajar Jurumiyah pertama kali dulu, saya diajarkan definisi isim dalah basaha arab sebagai berikut:

Isim adalah kalimah yang mengandung sebuah makna pada dirinya sendiri dan tidak berkaitan dengan waktu yang ada 3 (masa lampau, sekarang, dan akan datang).

Mengandung makna pada dirinya sendiri, ini untuk membedakan dengan huruf, dimana huruf tidak punya makna pada dirinya sendiri.

Sedangkan tidak berkaitan dengan waktu, itu untuk membedakan dengan kalimah fi’il, di mana kalimah fi’il berkaitan dengan waktu:

  • lampau = fi’il madhi.
  • sekarang dan akan datang = fi’il mudhari’.

Ciri-ciri Isim

Untuk mengetahui suatu kalimah masuk ke dalam kalimah isim atau yang lain, bisa dilakukan dengan dua cara:

  1. tahu arti dari kalimah tersebut, contoh: كِتَابٌ artinya buku. buku = kata benda. Kata benda = kalimah isim. berarti كِتَابٌ masuk ke dalam kategori kalimah isim.
  2. tahu dari tanda-tanda kalimah isim, seperti yang akan kita bahas kali ini.

Tanda-tanda kalimah isim di antaranya:

1. Didahului dengan al (alif lam /ال )

Tanda kalimah isim yang pertama adalah adanya al atau alif lam di awal kalimah.

Adanya al menunjukkan kalimah tersebut adalah isim ma’rifat dan ini akan kita bahas kemudian.

Contoh isim yang menggunaan al, di lafadz Bismillahirrahmanirrahim:

بسم الله الرحمن الرحيم

Kalimah arrahman ( الرحمن ) adalah kalimah isim, karena ada al di depannya.

Begitu juga dengan kalimah الرحيم.

2. Ada tanwin di akhir kalimah tersebut

Tanwin pasti selalu berada di akhir kalima isim, tidak mungkin di kalimah fi’il dan huruf, kecuali di dalam beberapa kondisi nantinya.

Meskipun demikian, nantinya ada isim yang tidak bisa menerima tanwin, yang dinamakan dengan isim ghairu munsharif.

Contoh isim yang ada tanwinnya: كِتَابٌ.

3. Didahului oleh huruf jer

Ciri-ciri isim selanjutnya adalah, didahului oleh huruf jer: من، الى ، عن، على، في، ربّ، ب، ك، ل.

Jika di depan kalimah ada huruf-huruf jer di atas, maka kalimah tersebut adalah kalimah isim.

Contohnya: .بِسْمِ اللهِ

lafadz بِسْمِ merupakan gabungan dari huruf jer بِ dan kalimah isim اسْمٌ.

Karena didahului huruf jer بِ , maka kalimah اسم merupakan kalimah isim.

4. Bisa dibaca jer (dii’rab jer)

I’rab jer hanya bisa masuk ke kalimah isim, tidak mungkin masuk ke kalimah fi’il.

Jika kalimah bisa dibaca jer, maka dipastikan itu adalah kalimah isim.

Contohnya: بسم الله.

Lafadz Allahi (اللهِ) dibaca jer, tanda jernya dengan kasrah. Hal ini karena menjadi mudhaf ilaih.

Karena bisa dibaca jer, maka dipastikan itu adalah kalimah isim.

5. Dimulai dengan مَ، مِ، مُ

Ini adalah tambahan dari seorang ustadz, saat saya mengikuti kajian beliau.

Salah satu tanda kalimah isim adalah adanya مَ، مِ، مُ ini.

Contohnya:

  • مَسْجِدٌ.
  • مِرْوَحَةٌ.
  • مُسْلِمٌ.

Meskipun isim bisa diketahui dengan ciri-cirinya, namun tetap ada kalimah isim yang tidak bisa diketahui dari tanda-tandanya, dan beberapa di antaranya harus dihafalkan, seperti isim maushul, isim isyarah, isim dhomir.

Pembagian Isim Dan Contohnya

Gambar Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab
Gambar Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab

Kalimah isim di dalam bahasa arab bisa dibedakan menjadi beberapa beberapa jenis sebagai berikut:

1. Jenis isim berdasarkan jumlahnya

Berdasarkan jumlahnya, isim dibedakan menjadi:

  • isim mufrad, yaitu isim yang bermakna satu, contohnya: مُؤْمِنٌ.
  • ism tatsniyah, yaitu ism yang bermakna dua, contohnya: مُؤْمِنَانِ.
  • jamak, yaitu kalimah isim yang bermakna lebih dari dua, contohnya: مُؤْمِنُوْنَ.

2. Pembagian isim berdasarkan jenis kelamin

Berdasarkan jenis kelaminnya, kalimah ism dibedakan menjadi:

  • mudzakar, yaitu kalimah isim yang menunjukkan makna laki-laki, contohnya: مُسْلِمٌ.
  • muannats, yaitu kalimah isim yang menunjukkan makna perempuan, contohnya: مُسْلِمَةٌ.

3. Macam-macam isim berdasarkan status kejelasannya.

Macam isim berdasarkan kejelasannya dibedakan menjadi:

  • isim nakirah, yaitu isim yang bermakna umum, contohnya: كِتَابٌ yang berarti buku, bisa buku apa saja, umum, tidak menunjuk ke buku tertentu.
  • isim ma’rifat, yaitu isim yang bermakna khusus, contohnya: الْكِتَابُ yang artinya buku (yang itu), sudah khusus menunjukkan ke buku mana. Salah satu tanda isim ma’rifat adalah adanya al di depannya.

4. Macam isim berdasarakan harakat akhirnya

Dibedakan menjadi:

  • isim mu’rab, yaitu isim yang harakat akhirnya bisa berubah sesuai dengan i’rabnya, contohnya: الْكِتَابُ. bisa dibaca الْكِتَابَ atau الْكِتَابِ, tergantung ‘amil yang masuk kepadanya.
  • isim mabni, yaitu isim yang harakat akhirnya tidak bisa berubah, contohnya هُوَ, terdiri atas:
    • Isim dhamir ( إسم الضمير )
    • Isim isyarah ( إسم الإشارة )
    • Isim maushul ( إسم الموصول )
    • Isim istifham ( إسم الإستفهام )
    • Isim syarat ( إسم الشرط )

5. Pembagian isim berdasarkan penerimaan terhadap tanwin

Dibedakan menjadi:

  • Isim munsharif, yaitu isim yang menerima tanwin, contohnya: مُحَمَّدٌ.
  • Isim ghairu munsharif, yaitu isim yang tidak menerima tanwin, contonya: رَمَضَانُ.

6. Isim berdasarkan alif/ya lazimah.

Berdasarkan alif/ya lazimah, isim dibagi menjadi:

  • isim manqush, yaitu isim yang diakhiri dengan ya lazimah dan sebelum ya tersebut, berharakat kasrah, contohnya: القَاضِى.
  • isim maqshur, yaitu isim yang diakhiri dengan alif lazimah dan sebelum alif tadi berharakat fathah, contohnya: الفَتَى.

7. Isim sifat

Pembagian isim yang selanjutnya adalah isim sifat.

Isim sifat nanti akan dibedakan lagi menjadi beberapa kelompok.

Contoh isim sifat: الرحمن ,الرحيم.

Kesimpulan

Secara umum, kalimah isim bisa diartikan menjadi:

  • kata benda.
  • kata sifat.
  • waktu.
  • kata yang berakhiran -an jika diterjemahkan dalam bahasa arab, contohnya: كِتَابٌ yang artinya bacaan (buku) dari kata fi’il كَتَبَ.

Kalimah isim dapat diketahui dengan:

  • mengetahui artinya.
  • mengetahui tanda-tandanya.

Demikian materi pembahasan pengertian isim dalam bahasa arab, pembagian, ciri-ciri dan contohnya. Baca juga: Ucapan Selamat Ulang Tahun Dalam Bahasa Arab.