Inilah Pahala Menyayangi Hewan Atau Binatang Dalam Islam, Luar Biasa

By | April 6, 2019

jumanto.com – Menyayangi hewan dan tumbuhan di dalam agama Islam adalah merupakan akhlak terpuji yang diperintahkan oleh Nabi. Rasulullah sendiri pernah bersabda, sayangilah makhluk yang ada di Bumi, maka Yang ada di langit pun akan menyayangimu. Di dalam hadits pun disebutkan juga mengenai pahala menyayangi hewan atau binatang, apa pun itu, termasuk kucing dan binatang lainnya. Menyayangi binatang dalam Islam dilakukan dalam banyak cara.

Saat kita mau menyembelih, menyayangi binatang dalam syariat penyembelihan adalah sesuatu yang harus dilakukan. Tidak boleh semena-mena saat akan menyembelih hewan, makanya kita harus menggunakan alat sembelih yang tajam.

Menyayangi binatang termasuk sifat terpuji, yang dilakukan juga dengan cara memberikan makan hewan peliharaan secara tepat waktu. Jangan sampai kita mengurung hewan lalu kita lalai memberikan makan.

Menyayangi binatang termasuk akhlak Muslim, oleh karena itu dilarang untuk membunuh hewan dengan cara dibakar misalnya. Membunuh hewan pun harus dengan cara yang baik.

Islam mengatur kehidupan ini dengan begitu indahnya, dengan lembah lembut, penuh kasih sayang, bahkan terhadap hewan dan tumbuhan pun kita diperintahkan untuk berbuat kasih sayang.

Contoh kasih sayang kepada binatang seperti tidak melukai, tidak menggunakan tenaga hewan secara berlebihan, tidak membunuh dengan cara yang menyiksa, memberi makan tepat waktu, dan sebagainya.

Pahala Menyayangi Hewan Atau Binatang Dalam Islam yang Luar Biasa

Jika kita mempunyai hewan peliharaan, kita punya kewajiban untuk memberi makan, jangan sampai kita telantarkan.

Misalkan punya burung, wajib memberikan makan kepadanya.

Tidak hanya kepada binatang peliharaan, terhadap hewan-hewan lain pun kita diperintahkan untuk kasih sayang.

Inilah Pahala Menyayangi Hewan Atau Binatang Dalam Islam, Luar Biasa
Ilustrasi Menyayangi Hewan Atau Binatang Dalam Islam

Berikut ini sebuah hadits tentang menyayangi hewan yang pahalanya luar biasa:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ.
(رواه البخاري)

Artinya:

Dari Abu Hurairah (w. 57 H) bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Pada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan melalui suatu jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menggigit tanah basah karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya; ‘Alangkah hausnya anjing itu, seperti yang baru ku alami.’ Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya.’ Para sahabat bertanya; ‘Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini? ‘ Jawab beliau: ‘Ya, setiap menyayangi makhluk hidup adalah berpahala. H.R Bukhari (w. 256 H)

Dari kisah di atas, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa seorang laki-laki yang menolong anjing yang kehausan, mendapatkan pahala berupa diterima amal serta diampuni dosa, apalagi kalau kita berbuat baik kepada hewan yang lebih mulia dari anjing, kucing misalkan.

Anjing yang merupakan hewan najis saja, jika ditolong karena kehausan, si penolongnya akan mendapatkan ampunan dari Allah.

Lalu, bagaimana jika kita menolong manusia, yang jelas lebih sempurna daripada anjing?

Nah, setelah membaca hadits ini, mudah-mudahan kita semakin termotivasi untuk menolong orang lain, termotivasi untuk berbuat baik kepada orang lain, terutama fakir miskin yang hidupnya serba kekurangan.

Memberikan minum kepada Anjing saja pahalanya begitu besar, apalagi memberikan makan minum kepada sesama.

Dari hadits ini juga kita bisa mengambil pelajaran, menyayangi hewan itu mendapatkan pahala, bukan sesuatu yang sepele, so berbuat baiklah kepada hewan, jangan menyiksa atau menyakiti.

Hewan yang dimaksud tentu saja hewan yang dihormati dan bukan hewan yang diperintahkan untuk dibunuh.

Kesimpulan

Seorang laki-laki yang memberi minum anjing yang kehausan mendapatkan pahala dari Allah. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, menyayangi hewan termasuk akhlak terpuji di dalam Islam.

Jika menyayangi binatang saja berpahala, apalagi menyayangi dan menolong sesama.

Demikian hadits tentang Pahala Menyayangi Hewan Atau Binatang Dalam Islam yang Luar Biasa. Baca juga: Wama Indallahi Khoir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *