Beranda » Bisnis » Pengertian Na’at Sababi Dan Na’at Haqiqi Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Na’at Sababi Dan Na’at Haqiqi Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Na'at Sababi Dan Na'at Haqiqi Beserta Contohnya Lengkap
<

jumanto.com – Pengertian Na’at Sababi Dan Na’at Haqiqi Beserta Contohnya Lengkap. Na’at dalam Bahasa Indonesianya adalah sifat, yang mensifati dari isim sebelumnya, atau isim yang berkaitan dengan isim sebelumnya.

Ditinjau dari sisi isim yang disifati, maka na’at dibedakan menjadi dua yaitu na’at sababi dan na’at haqiqi.

Pembagian na’at lainnya adalah: na’at mufrod, na’at jumlah, dan na’at syibhul jumlah, yang insya Allah akan kita pelajari di artikel lainnya.

Di artikel kali ini, kita akan belajar, apa itu na’at sababi, apa itu na’at hakiki, contohnya dalam Al Quran serta perbedaannya dengan mubtada khobar.

Pengertian Na’at Haqiqi

Seperti telah disebutkan di atas, na’at dibagi menjadi dua berdasarkan isim yang disifati, yaitu na’at haqiqi dan sababi.

Pertama kita akan bahas apa itu na’at hakiki.

Secara istilah ilmu nahwu Bahasa Arab, definisi na’at hakiki adalah sebagai berikut:

فالحقيقيُّ ما يُبيِّنُ صفةً من صفاتِ مَتبوعهِ، نحو “جاءَ خالدٌ الأديبُ

Na’at haqiqi adalah na’at yang menjelaskan salah satu sifat dari beberapa sifat matbu’nya (man’utnya), seperti جاءَ خالدٌ الأديبُ (Kitab Jami’ud Durus Al Arabiyah)

Matbu’ adalah yang diikuti, dalam hal ini adalah man’ut.

جاءَ خالدٌ الأديبُ

Khalid yang sopan telah datang.

الأديبُ menjelaskan man’utnya (خالدٌ ) secara langsung.

Sehingga dapat dikatakan, naat haqiqi adalah naat yang menjelaskan man’utnya secara langsung.

Na’at Harus Mengikuti Man’utnya Dalam 4 Keadaan

Saat belajar materi ini, biasanya kalian akan menemukan soal seperti ini: na’at haqiqi mengikuti man’utnya dalam beberapa hal dari berapa perkara sebutkan!

Yap, na’at haqiqi harus mengikuti hal hal dari 10 perkara, yaitu:

  • ma’rifat nakirohnya
  • mufrod tatsniyah dan jamaknya
  • mudzakkar muannatsnya
  • i’robnya (rofa’, nashob, jernya)

4 keadaan dari 10 perkara harus bercocokan antara na’at dan man’ut pada naat haqiqi.

Contoh Na’at Haqiqi Di Dalam Al Quran

  • Na’at dan man’ut dalam surat al fatihah ayat pertama: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. Arrahman dan arrahim adalah na’at haqiqi dari lafdzul jalalah Allah.
  • Contoh na’at man’ut pada surat al fatihah ayat 6: اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ, al mustaqim adalah na’at haqiqi dari lafadz ash-shiraatha.
  • Contoh na’at haqiqi dalam surat Al Baqarah ayat 7: وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ , adzim adalah na’at haqiqi dari عَذَابٌ.

Pengertian Na’at Sababi

Pengertian na’at sababi dalam kitab jami’ud durus al arabiyah:

والسَّببيُّ ما يُبيِّنُ صفةً من صفاتِ ما لهُ تَعلقٌ بمتبوعهِ وارتباطٌ به نحو “جاءَ الرجلُ الحسنُ خطُّهُ

Na’at sababi adalah na’at yang menjelaskan sifat dari beberapa sifat sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan matbu’nya dan berhubungan dengannya.

Contohnya: جاءَ الرجلُ الحسنُ خطُّهُ

Seseorang yang tulisan tangannya bagus telah datang.

الحسنُ disini adalah na’at tapi tidak menjelaskan sifat dari الرجلُ , melainkan menjelaskan sifat dari sesuatu yang berhubungan dengan الرجلُ  yaitu خطُّهُ.

Yang bagus bukan rajul, tapi tulisan tangannya.

Jadi, bisa dikatakan na’at sababi adalah na’at yang tidak menjelaskan sifat matbu’ secara langsung.

Na’at Sababi Selalu Mufrod

Na’at sababi yang tidak mengandung dhomir man’ut, selalu dalam keadaan mufrod.

Dia hanya mengikuti man’utnya dalam:

  • irobnya (rofa, nashab, atau jer).
  • ma’rifat atau nakirah.

Na’at sababi mengikuti mudzakkar muannats isim yang disifati.

Contohnya:

جاءَ الرجلُ الكريمُ أَبوه، والرجلانِ الكريمُ أَبوهما، والرجالُ الكريمُ أَبوهم، والرجلُ الكريمة أُمُّهُ. والرجلانِ الكريمةُ أُمُّهما، والرجالُ الكريمةُ. أُمُّهم والمرأةُ الكريمُ أبوها، والمرأتانِ الكريمُ أَبوهما، والنساءُ الكريمُ أبوهنَّ، والمرأَة الكريمةُ أُمُّها، والمرأَتانِ الكريمةُ أُمُّهما، والنساءُ الكريمةُ أُمُّهنَّ

Sedangkan na’at sababi yang mengandung dhamir man’ut, mengikuti man’utnya pada:

  • mufrod, tatsniyah, jamaknya
  • mudzakkar muannatsnya.
  • ma’rifat nakirahnya.
  • i’robnya.

Contoh:

جاءَ الرجلانِ الكريما الأبِ، والمرأتانِ الكريمتا الأبِ، والرجالُ الكرامُ الأبِ، والنساءُ الكريماتُ الأبِ

Contoh Na’at Sababi Dalam Al Quran

Contohnya ada di surat Al Baqarah ayat 69:

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ  

Tidak banyak contoh na’at sababi di dalam Al Quran, kalau gak salah, jumlahnya hanya ada 17.

Monggo dikoreksi jika salah.

Perbedaan Na’at Haqiqi dan Sababi

Definisi lainnya dari na’at haqiqi dan na’at sababi:

  • na’at haqiqi merofa’kan isim dhomir.
  • na’at sababi merofa’kan isim dhomir.

Penjelasan lebih lanjut insya Allah ada di artikel selanjutnya.

Baca juga: Kalimat Dalam Bahasa Arab.

Perbedaan Mubtada Khobar dan Na’at Man’ut

Mubtada khobar biasanya terletak di awal kalimat, sedangkan na’at man’ut bisa terletak di awal, tengah atau akhir.

Cara mudah membedakannya buat saya:

  • mubtada khobar diterjemahkan dengan: …. adalah ……
  • na’at man’ut diterjemahkan … yang ….

Khobar adalah penyempurna faidah dari mubtada. Mubtada tanpa khobar tidak akan sempurna.

Sedangkan na’at adalah yang mensifati man’utnya. Man’ut tanpa na’at tidak masalah.

Baca juga: Contoh na’at man’ut dalam Al Quran.

Kesimpulan

Na’at haqiqi merofa’kan isim dhamir, dia mensifati man’utnya secara langsung.

Na’at sababi merofa’kan isim dhohir yang jatuh setelahnya, tidak mensifati matbu’ secara langsung.

Demikian Pengertian Na’at Sababi Dan Na’at Haqiqi Beserta Contohnya Lengkap. Baca juga: Materi Nahwu Shorof Lengkap.