Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » 24 Mubtada Dari Isim Nakiroh, Penjelasan Dan Contohnya

24 Mubtada Dari Isim Nakiroh, Penjelasan Dan Contohnya

24 Mubtada Yang Berasal Dari Isim Nakirah, Penjelasan Dan Contohnya
<

jumanto.com – Mubtada Isim Nakirah. Seperti pernah saya singgung di artikel sebelumnya, bahwa definisi mubtada adalah isim ma’rifat, berkedudukan i’rab rofa’, yang jatuh di awal kalimat atau di awal jumlah. Namun, ada kondisi tertentu di mana isim nakirah bisa menjadi mubtada.

Sebab dibolehkannya mubtada’ berasal dari isim nakirah sebut dengan al musawwigh, dan jamaknya adalah al musaswighaat.

Jumlah al musawwighat sendiri ada banyak versi, ada yang menyebutnya 3 seperti di kitab annahwu at-tathbiqiy, dan di syarah Ibnu Aqil, jumlahnya ada 24.

Di dalam pembahasan tentang mubtada’ yang berasal dari isim nakiroh ini, kita juga nantinya akan bersinggungan dengan khabar muqaddam dan juga mubtada’ muakhor.

Nah, untuk penjelasan lengkapnya, silakan simak artikel ini sampai selesai.

Baca juga: contoh kalimat mubtada dan khobar.

Macam-macam Mubtada Yang Berasal Dari Isim Nakirah

Normalnya, mubtada adalah berupa isim ma’rifah, seperti isim dhomir, isim isyarah, isim maushul, isim alam, dan sebagainya.

Namun, terdapat muhallil, musawwighat, atau pengecualian di mana isim nakirah bisa berkedudukan sebagai mubtada.

Kondisi di mana isim nakiroh bisa menjadi mubtada yaitu sebagai berikut:

1. Isim nakirah bisa menjadi mubtada saat ada khobar muqoddam

Di dalam kondisi khobarnya didahulukan, atau dinamakan khobar muqoddam, dan mubtada’nya diakhirkan, atau dinamakan mubtada’ muakhor, maka mubtada bisa berasal dari isim nakiroh.

Khobar yang didahulukan ini biasanya berupa jar majrur atau dhorof.

Contohnya:

فِي الدَّارِ رَجُلٌ

فِي الدَّارِ adalah khobar muqoddam berupa susunan jer majrur.

Sedangkan رَجُلٌ adalah mubtada muakhor yang berasal dari isim nakiroh.

Contoh lainnya:

اَمَامَ الْفَصْلِ اُسْتَاذٌ

اَمَامَ الْفَصْلِ adalah khobar muqaddam berupa dhorof dan اُسْتَاذٌ adalah mubtada muakhor dari isim nakiroh.

Contohnya di dalam Al Quran Surat Ar-ra’du ayat 38:

لِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ

لِكُلِّ اَجَلٍ adalah susunan jer majur dan idhofah yang menjadi khobar muqoddam, sedangkan كِتَابٌ adalah isim nakiroh yang menjadi mubtada’.

Baca juga: Pembagian Isim.

2. Mubtada isim nakiroh didahului oleh nafi

Kondisi kedua dimana mubtada’ bisa berupa isim nakiroh adalah jika mubtada didahului oleh nafi.

Contohnya:

مَا رَجُلٌ قَائِمٌ

رَجُلٌ adalah isim nakiroh yang berposisi sebagai mubtada’.

Baca juga: Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab.

3. Didahului oleh kata tanya (istifham)

Jika mubtada didahului oleh kata tanya, maka bisa berupa isim nakiroh.

Contohnya di Surat An-Naml ayat 60:

ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ

اِلٰهٌ adalah isim nakirah yang berposisi sebagai mubtada’.

Baca juga: macam-macam mubtada.

4. Mubtada’ berupa nakirah disifati oleh sesuatu

Saat mubtada disifati oleh sesuatu, maka dia bisa berupa nakirah.

Contohnya di Surat Al Baqarah ayat 221:

وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ

عَبْدٌ di sini berposisi sebagai mubtada meskipun nakirah, karena disifati dengan مُّؤْمِنٌ .

Sehingga meskipun nakirah tetap dihukumi sebagai mubtada.

5. Saat mubtada’ berfungsi sebagai ‘amil

Jika mubtada punya pengaruh “kata kerja” kepada yang jatuh setelahnya, maka dia bisa berupa nakirah.

Contohnya di hadits nabi:

أَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقٌ

أَمْرٌ menjadi ‘amil bagi بِمَعْرُوفٍ  sehingga boleh dengan nakirah, dan نَهْيٌ menjadi amil dari عَنْ مُنْكَرٍ , keduanya adalah mubtada nakirah.

6. Mubtada berupa Mudhaf

Dalam kondisi normal, mudhaf tidak boleh memakai Al, sehingga berupa isim nakirah.

Jika susunan idhafah jatuh di awal jumlah, maka mudhafnya adalah mubtada meskipun berupa nakirah.

Contoh:

اُمُّ مُحَمَّدٍ جَميْلَةٌ

اُمُّ adalah mudhof yang menjadi mubtada.

7. Mubtada’ berupa syarat

Jika mubtada jatuh sebagai syarat, maka bisa berupa isim nakirah, contohnya:

مَنْ يَقُمْ اَقُمْ مَعَهُ

مَنْ di sini adalah syarath, dan juga mubtada nakirah.

8. Mubtada jatuh sebagai jawaban pertanyaan

Misalkan ada pertanyaan begini: مَنْ عِنْدَكَ ? (Siapa orang yang ada di samping kamu?)

Maka jawabannya: رَجُلٌ, sebagai mubtada’.

رَجُلٌ adalah isim nakiroh.

Taqdirnya adalah رجل عندي.

رَجُلٌ sebagai mubtada dan عندي sebagai khobar.

9. Lafadz yang umum, misalkan kullun

Lafadz kullun bisa menjadi mubtada’ nakirah seperti:

كُلٌّ يَمُوْتُ

Setiap orang pasti akan mati.

10. Isim nakirah digunakan untuk merinci, membagi, menyebutkan macam-macam

Jika kita sedang merinci sesuatu, atau membagi, atau menyebutkan jenis-jenis dari sesuatu dan itu menjadi mubtada, maka bisa memakai isim nakirah.

Contohnya:

كِتَابٌ قَرَأْتُ وَ كِتَابٌ أَحْفَظُ

lafadz كِتَابٌ  di atas menjadi mubtada nakirah.

11. Mubtada sebagai doa

Saat mubtada itu berupa doa, maka bisa menggunakan isim nakirah.

Contohnya:

سَلَامٌ عَلَيْكَ

سَلَامٌ adalah mubtada’.

12. Nakirah pada makna ta’ajjub

Untuk mengatakan “betapa” dalam bahasa arab, atau biasa disebut dengan ta’ajjub, maka mubtada’nya bisa menggunakan nakiroh.

Contohnya:

مَا اَحْسَنَ زَيْدًا

Betapa baiknya Zaid.

مَا (ma) di sini adalah ma ta’ajub.

13. Nakirah yang ditashghirkan

Jika mubtada’ ditashghirkan, maka bisa menggunakan nakirah.

Contohnya: رُجَيْلٌ عِنْدَنَا

رُجَيْلٌ adalah isim nakirah yang dikecilkan.

Makna dari kalimat di atas adalah: رَجُلٌ حَقِيْرٌ عِنْدَنَا.

Laki-laki yang miskin/hina/rendah/kotor itu ada di samping kita.

14. Nakirah sebagai penganti dari mausuf (yang disifati)

Contohnya:

مؤمنٌ خيرٌ من كافرٍ

Yang asalnya adalah رَجُلٌ مُؤْمِنٌ .

مُؤْمِنٌ adalah sifat dari رَجُلٌ .

15. Nakirah pada makna mahshur atau pembatasan

Contohnya:

شيء جاء بك

yang maksudnya adalah ما جاء بك الا شيء

16. Didahului oleh و hal

Contohnya ada dalam syair berikut ini:

سَرَيْنا ونَجْمٌ قَدْ أَضاءَ، فَمُذْ بَدا … مُحيَّاكَ أَخفَى ضَوْؤُهُ كُلَّ شارِقِ

ونَجْمٌ didahului oleh wawu haliyah.

17. Ma’tuf atas ma’rifah

Contohnya:

زَيْدٌ وَرَجُلٌ قَائِمَانِ

رَجُلٌ karena ma’tuf kepada isim ma’rifah زَيْدٌ  maka tetap dalam bentuk nakirahnya.

18. Nakirah ma’tuf atas washf (وصف)

Contohnya:

تميمي ورجل في الدار

19. Maushuf (موصوف) ‘athaf kepada isim nakirah tersebut

Contohnya:

رجل وامرأة طويلة في الدر

امرأة adalah maushuf yang disifati dengan طويلة  serta ma’thuf kepada isim nakirah رجل  yang menjadi mubtada isim nakirah.

20. Nakirah tersebut mubham (samar-samar)

Contohnya:

مرسعة بين أرساغه … به عسم يبتغي أرنبا

21. Mubtada’ isim nakirah jatuh sesudah لولا

Contohnya:

لوْلا اصْطِبارٌ لأّوْدَى كُلُّ ذي مِقَةٍ … لَمَّا استقَلَّتْ مَطاياهُنَّ لِلظَّعْنِ

22. Nakirah jatuh sesudah ف jaza’ (fa jawab)

Contohnya:

ان ذهب عير فعير في الرهط

jika keledai liar telah pergi, maka keledai tersebut ada bersama kelompoknya.

23. Nakirah yang dimasuki lam ibtida

Contohnya:

لَرَجُلٌ قَائِمٌ

24. Mubtada isim nakirah sesudah كم khabariyyah

Contohnya:

كم عمة لك يا جرير وخالة … فدعاء قد حلبت علي عشاري

Itulah beberapa kondisi mubtada yang berasal dari isim nakirah.

Referensi Bacaan Isim Nakirah Bisa Menjadi Mubtada

Beberapa referensi yang saya gunakan di antaranya:

  • Syarah Ibnu ‘Aqil, syarah kitab Alfiyah.
  • Kitab Jami’ud dursu al arabiyah.
  • An-nahwu at-tatbiqiy

Silakan bisa ditambahkan keterangannya jika kalian sudah membaca kitab di atas, bisa disampaikan di kolom komentar.

Baca juga: macam-macam khobar.

Kesimpulan

Secara normalnya, mubtada adalah berupa isim ma’rifah.

Namun, setidaknya ada 24 kondisi di mana mubtada berasal dari isim nakirah.

Selain 24 kondisi di mana isim nakirah bisa menjadi mubtada, tentu masih ada yang lainnya.

Terima kasih buat kalian yang mau menambahkan penjelasan tentang mubtada yang berasal dari isim nakirah, sebagai bahan diskusi kita. Baca juga: belajar nahwu shorof pemula.