Pengertian Mad Wajib Muttashil Beserta Contoh Bacaan Dalam Al Quran

jumanto.com –  Mad Wajib Muttasil. Di saat belajar ilmu Tajwid di bab mad atau bacaan panjang, akan kita kenal dua istilah mad, yaitu mad ashli dan mad far’i. Mad asli dikenal dengan istilah mad thobi’i, sementara mad far’i terdiri atas beberapa macam, di antaranya kita kenal dengan mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil, di mana pelajar sering kebingungan saat disuruh menyebutkan perbedaan mad wajib muttasil dan mad jaiz munfasil beserta contohnya.

Hukum mad wajib muttashil dengan mad jaiz munfashil tidak sama, cara bacanya juga berbeda.

Oleh karena itu, mari kita bahas secara lengkap apa itu mad wajib muttasil, cara bacanya, contoh bacaan dan hukum bacaan.

Baca juga: Tulisan Innalillahi yang Benar.

Pengertian Mad Wajib Muttasil

Jika dituliskan dalam tulisan arab, Mad Wajib Muttashil dituliskan sebagai berikut: مدواجب متّصل.

Definisi bacaan mad ini dari kata per kata kurang lebih sebagai berikut:

  • mad artinya panjang.
  • wajib artinya harus, tidak boleh tidak.
  • muttashil artinya bersambung.

Kenapa bersambung, nanti akan kita bahas di bawahnya.

Dari definisi kata per kata di atas, dapat kita simpulkan bahwa Mad Wajib Muttasil adalah bacaan panjang / mad yang bertemu dengan huruf hamzah di mana mad asli dan hamzah tersebut berada dalam satu kata (kalimah dalam bahasa Arab).

Jika diringkas, Mad Wajib Muttasil terjadi apabila bacaan panjang + hamzah dalam satu kata/kalimah.

Bacaan panjang atau mad asli sendiri ada 3:

  1. fathah ketemu alif contohnya مَا
  2. kasrah ketemu ya mati contohnya مِيْ
  3. dhommah ketemu wawu mati contohnya مُوْ.

Contoh Mad Wajib Muttasil Beserta Suratnya

Untuk mempermudah pemahaman, maka langsung saja kita masuk ke contoh di dalam Al Quran. Dari Juz 1 sampai 30, ada banyak sekali contoh mad wajib muttashil.

Jika disuruh untuk mencari 15 contoh mad wajib muttasil, gak akan kesulitan untuk menemukannya.

Contoh mad wajib muttasil dalam surah al-baqarah:

  1. أُولَٰئِكَ di dalam Surat Al Baqarah ayat 5. Perhatikan yang warna merah, ada bacaan panjang yaitu  لَٰ bertemu dengan hamzah. Ulaika merupakan satu kata/kalimah, sehingga bacaan tersebut dinamakan bacaan mad wajib muttashil.
  2. سَوَاءٌ di dalam Surah Al Baqarah ayat 6. Alasan kenapa mad wajib muttashil, karena ada bacaan panjang yaitu wa (وَا) bertemu dengan hamzah (ءٌ). Keduanya berada dalam satu kalimah/kata.
  3. السُّفَهَاءُ di dalam surah al-Baqarah ayat 13. Alasannya karena ada huruf mad/panjang yaitu هَا bertemu dengan hamzah ءُ dan berada dalam satu kata/kalimah.

Itulah 3 contoh bacaan mad wajib muttasil beserta alasannya di dalam surat Al Baqarah.

Contoh bacaan mad wajib muttashil di juz 30

Mad Wajib Muttasil [Pengertian, Contoh, Cara Baca, Hukum Bacaan]
Gambar Contoh Bacaan Mad Wajib Muttasil di Dalam Quran Juz 30
Di awal surat An Naba ada kalimah يَتَسَاءَلُونَ di mana ini juga merupakan contoh dari bacaan mad wajib muttashil dalam ilmu tajwid.

Alasannya, karena ada huruf panjang سَا bertemu dengan hamzah ءَ dalam satu kalimah.

Baca juga: Bismillahi Majreha Wamursaha artinya apa?

Hukum Bacaan Mad Wajib Muttashil (Cara Baca)

Di dalam ilmu tajwid, mad wajib muttashil ini harus di baca 5 harakat, atau 2 ½ alif. Itulah kenapa dinamakan mad wajib, karena harus atau wajib dibaca 5 harakat.

Sementara dinamakan muttashil, karena antara huruf mad/panjang dengan hamzahnya, bersambung dalam satu kalimah/kata, sehingga dinamakan muttashil.

Dengan demikian, sa di kalimah يَتَسَاءَلُونَ harus dibaca 5 harokat, saaaaa, baru lanjut ke hamzah. Kalau dituliskan latin, yatasaaaaa aluun.

Baca juga: Doa Kelancaran Berbicara.

Perbedaan Mad Wajib Muttasil dan Mad Jaiz Munfasil beserta Contohnya

Ada dua perbedaan pokok antara keduanya:

  • mad wajib muttasil wajib dibaca 5 harakat, sementara mad jaiz munfashil boleh dibaca 2, 3, 4, 5, atau 6 harakat.
  • mad wajib muttasil: bacaan panjang ketemu hamzah dalam satu kalimah/kata, sementaramad jaiz munfashil: bacaan panjang ketemu hamzah tidak dalam satu kalimah.

Atau untuk cara gampangnya, jika ada bacaan panjang ketemu ء, maka itu bacaan mad wajib muttashil, dan jika bacaan panjang ketemu ا, itu bacaan mad jaiz munfashil.

Contoh:

  • mad wajib muttashil: مَاءً, panjang ketemu ء. maa an itu satu kalimah.
  • mad jaiz munfashil: إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ . Ada bacaan panjang yaitu naa, bertemu dengan hamzah ( أَ). Inna satu kalimah tersendiri, dan andzarnaakum kalimah tersendiri. panjang ketemu hamzah tapi beda kalimat, itu yang dinamakan mad jaiz munfashil.

Untuk mudahnya lihat saja, jika panjang ketemu ء maka mad wajib dan jika bertemu ا maka mad jaiz.

Nah, dari sini tentu sudah tahu dong pengertian mad wajib muttashil, cara baca dan hukum bacaannya, serta contoh bacaannya di Al Quran. Silakan cari contoh lainnya, masih banyak banget. Baca juga: Tulisan Arab Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil.