Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Yang Benar dan Artinya Lengkap

jumanto.com – Kullu nafsin dzaiqotul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan menjumpai ajalnya. Entah itu tumbuhan, hewan, manusia, dan segala mahkluk yang bernafas, pastinya akan menemui kematian. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa lari dari takdir maut. Maut adalah keniscayaan.

Mengapa Allah menciptakan kematian? Setelah Ia menciptakan kehidupan? Lalu apa gunanya kehidupan jika ternyata akan ada kematian?

Allah sendiri telah menjelaskan di dalam Al Quran, mengapa Allah menciptakan kematian dan kehidupan, seperti firmanNya di dalam surat Al Mulk ayat 2.

Di dalam surat tersebut, Allah berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

(Allah) Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kalian, mana di antara kalian yang paling bagus amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Jadi jelas di ayat ini diterangkan, bahwa kematian itu adalah sebuah ujian untuk mengetahui, apakah semasa manusia hidup di dunia, dia beramal baik atau berbuat keburukan.

Setelah mati, Allah akan menghakimi manusia, dengan seadil-adilnya, dan manusia yang shalih, tentu akan mendapatkan rahmatNya.

Kematian dan kehidupan adalah ujian, untuk mengetahui, siapa yang amalnya paling baik di antara manusia.

Tulisan Arab Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Di Surat Al Ankabut Ayat 57 dan Artinya

Kullu nafsin dzaiqotul maut merupakan sebuah potongan ayat yang terdapat di dalam surah Al Ankabut ayat 57.

gambar Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Tulisan Arab, Arti, Surat dan Ayatnya
gambar Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Tulisan Arab, Arti, Surat dan Ayatnya

Adapun Ayat Al Quran (QS 29: 57) tersebut berbunyi lengkap sebagai berikut:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Arti dari ayat kullu nafsin zaiqotul maut kurang lebih:

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kemudian hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.”

Kullu nafsin artinya setiap yang bernafas, setiap yang bernyawa, setiap yang hidup, setiap jiwa.

Dengan demikian, kita tentunya sadar betul, kematian pasti akan menghampiri kita.

Jika ajal datang, kita tidak dapat menundanya walau hanya sebentar, dan kita juga tidak dapat mempercepatnya.

Meskipun kita berlindung di dalam benteng paling kokoh pun, tidak akan bisa menghalangi kita dari kematian, karena kematian adalah keniscayaan.

Ayat tentang Kematian Kullu Nafsin Zaikatul Maut Ada Di Surah Apa Lagi?

Ayat tentang kematian tersebut juga ada di surah Al Anbiya ayat 35 (QS 21: 35) yang berbunyi sebagai berikut;

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya “setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan Hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan“.

Manusia pasti akan diuji. Ujian itu bukan cuma keburukan, bahkan kebaikan pun bisa menjadi cobaan.

Misalkan saat seseorang diberikan kekayaan, itu juga sebenarnya bisa dimaknai sebagai ujian, apakah dengan harta yang melimpah ia masih ingat Allah dan orang-orang yang berhak atas sebagian hartanya itu.

Manusia akan mati. Hanya Allah yang kekal.

Segala sesuatu akan binasa, kecuali Allah.

Tajwid Di Ayat Kullu Nafsin Dzaaiqotul Maut

Untuk memperdalam ilmu tajwid kita, mari kita singgung juga kandungan hukum tajwid yang ada di ayat tersebut.

Untuk bacaan كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ, beberapa hukum tajwid yang ada di sana di antaranya ada:

  • bacaan ikhfa haqiqi, yaitu kasrah tanwin bertemu dza: نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ.
  • bacaan mad wajib muttashil, yaitu saat ada mad thabi’i bertemu dengan hamzah di kalimah: ذَاۤىِٕقَةُ.
  • bacaan idzhar qomariyah, di kata الْمَوْتِ, karena ada alif lam bertemu mim, dibaca idzhar.
  • bacaan mad layyin, karena ada fathah bertemu wawu mati di tempat waqaf, yaitu الْمَوْتِ.

Baca juga: izhar, idgham, iqlab dan ikhfa.

Kandungan Makna

Di penjelasan di atas, telah saya sebutkan kullu nafsin dzaiqotul maut ada di surat apa dan ayat berapa. Untuk memperdalam pengetahuan, mari kita pahami kandungan maknanya.

Jika kita baca pelan-pelan, dan kita resapi maknanya, kita akan menyadari, bahwa kita itu pasti akan mati, bisa jadi satu detik kemudian, satu menit kemudian, satu jam, satu hari, satu minggu, bulan, tahun, atau bisa lebih panjang lagi umur kita.

Kita harusnya selalu beramal baik di setiap hembusan nafas yang kita punya, karena ajal bisa menjemput kita kapan saja.

Dengan memperbanyak berbuat baik, makin besar peluang kita mati dalam keadaan sedang mengerjakan kebaikan.

Makin besar peluang mati khusnul khatimah.

Lebih enak mana saat bertemu Allah, mati dalam keadaan shalat atau dalam keadaan main gaple?

Enakan mana, mati dalam kedaan sedang menolong orang atau lagi dangdutan?

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْت
dalam bahasa Inggris (englihs) bisa diterjemahkan every soul shall taste death.

Mari benar-benar kita renungkan ayat ini, agar amalan sehari-hari kita bisa lebih baik lagi.

Mari sama-sama berdoa, agar Allah senantiasa membimbing kita dalam kebaikan.

La haula wala quwwata illa billah.

Itulah tadi info tulisan arab kullu nafsin dzaiqotul maut beserta surat, ayat dan arti serta kandungan maknanya mudah-mudahan bermanfaat. Baca juga: Tulisan Arab Rabbi La Tadzarni Fardan.