Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Mengenal Kalimat Dalam Bahasa Arab Beserta Contoh Dan Susunannya

Mengenal Kalimat Dalam Bahasa Arab Beserta Contoh Dan Susunannya

Kalimat Dalam Bahasa Arab Beserta Contoh, Cara Membuat, Susunannya
<

jumanto.com – Kalimat Dalam Bahasa Arab Beserta Contoh, Cara Membuat, Susunannya. Salah satu materi penting yang harus kita ketahui saat mempelajari bahasa arab adalah mengetahui susunan kalimat, cara membuatnya, dan tahu juga artinya.

Di materi kali ini, kita akan belajar materi kalimat dalam bahasa arab, pembagiannya, disertai dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari, misal terkait dengan sekolah, kalimat harapan, jam, kesehatan, dan rumah.

Namun, sebelum membahas mengenai kalimat bahasa arab, kita ketahui dulu perbedaannya dengan kalimah.

Perbedaan Kalimat dan Kata Dalam Bahasa Arab Dan Indonesia

Dalam Bahasa Indonesia kita mengenal istilah:

  • huruf
  • kata: gabungan dari huruf-huruf
  • kalimat: gabungan dari kata-kata

Dalam bahasa arab, istilah huruf, kata dan kalimat menggunakan:

  • huruf ⇒ huruf.
  • kata ⇒ kalimat/kalimah (كلمة)
  • kalimat ⇒ jumlah (جملة)

Nah, di kesempatan kali ini, pembahasan kalimat dalam bahasa arab yang kita maksud di artikel ini adalah pembahasan jumlah (yang saya kasih warna merah).

Bukan kalimat bahasa arab yang warna hijau (kalimah).

Untuk yang warna hijau, kalimat dalam bahasa arab terbagi atas tiga bagian yaitu isim fi’il dan huruf.

Sedangkan untuk yang warna merah, pembagiannya nanti dibagi menjadi dua saja.

Jumlah Mufidah, Kalimat Sempurna Dalam Bahasa Arab

Dalam Bahasa Indonesia, kita sebut dengan kalimat.

Dalam bahasa arab, disebut dengan Jumlah (جملة).

Kita kenal istilah jumlah mufidah dalam pelajaran ilmu nahwu, seperti di kitab nahwul wadhih.

Jumlah mufidah adalah gabungan dari dua kata (kalimah) dalam bahasa arab yang memberikan pemahaman yang sempurna kepada orang yang mendengarnya.

Contohnya:

الْبُسْتَانُ جَمِيْلٌ yang artinya kebun/taman itu cantik.

الْبُسْتَانُ adalah kata benda (kalimat isim) dan جَمِيْلٌ  adalah kata benda (isim).

Gabungan dari dua kata yang memberikan pemahaman sempurna kepada pendengarnya ini disebut dengan jumlah mufidah dalam bahasa arab.

Atau kalimat sempurna dalam Bahasa Indonesia.

Kita yang mendengarnya, tahu maksud dari perkataan tersebut.

Beda dengan kalau orang bilang: taman.

Atau bilang cantik.

Tentu kita tidak paham secara sempurna maksud perkataan orang tersebut.

Susunan Kalimat Dalam Bahasa Arab (Pembagian Jumlah)

Jumlah mufidah atau kalimat bahasa arab dibagi menjadi dua.

Berikut ini macam kalimat bahasa arab dan susunannya:

Jumlah Ismiyah (Kalimat Nominal)

susunan kalimat dalam bahasa arab jumlah ismiyah
susunan jumlah ismiyah

Susunan jumlah ismiyah terdiri dari:

mubtada + khobar.

Mubatada bisa berupa kalimah isim atau mashdar muawwal.

Khobar bisa berupa kalimah isim, susunan jumlah/kalimat (dalam kalimat majemuk), dan syibhul jumlah.

Contoh jumlah ismiyah:

  • هَذِهِ مَدْرَسَتِيْ, ini adalah sekolahku, هَذِهِ  adalah mubtada berupa isim isyarah dan مَدْرَسَتِيْ adalah khobar berupa susunan mudhaf dan mudhaf ilaih.
  • contoh kalimat majemuk bahasa arab: مُحَمَّدٌ يَقْرَءُ الْقُرْأٰنَ , di mana مُحَمَّدٌ  adalah mubtada dan يَقْرَءُ الْقُرْأٰنَ adalah khobar berbentuk jumlah fi’liyah.

Jumlah Fi’liyah (Kalimat Verbal)

susunan jumlah fi'liyah dalam bahasa arab
susunan jumlah fi’liyah dalam bahasa arab

Kalimat dalam bahasa arab yang diawali dengan kata kerja disebut jumlah fi’liyah.

Susunan jumlah fi’liyah bisa terdiri dari 2 macam:

  • Fi’il (kata kerja) + Fa’il (Subjek/Pelaku) ⇒ (Susunan Subjek Dan Predikat).
  • Fi’il (kata kerja) + Fa’il (Subjek/Pelaku) + Maf’ul Bih (Objek) ⇒ (Susunan SPO atau Subjek Predikat Objek)

Contoh kalimat subjek dan predikat bahasa arab: تَجِفُّ الْاَرْضُ. Artinya: bumi sedang/akan kering. تَجِفُّ  adalah fi’il mudhari’ dan الْاَرْضُ adalah fa’ilnya.

Contoh kalimat SPO bahasa arab: رَكِبَ اِبْرَاهِيْمُ الْحِصَانَ. Artinya: Ibrahim menunggangi kuda. رَكِبَ  adalah fi’il madhi (predikat), اِبْرَاهِيْمُ  adalah fa’il (subjek) dan الْحِصَانَ adalah maf’ul bih (objek)

Cara Membuat Kalimat Dalam Bahasa Arab

Untuk menyusun kalimat bahasa arab, kita sesuaikan dengan jenis kalimatnya.

Apakah jumlah ismiyah atau jumlah fi’liyah.

Secara umum, jumlah ismiyah bisa diartikan …. adalah …..

Contohnya: Aku adalah seorang murid: اَنَا تِلْمِيْذٌ. Aku (اَنَا ) sebagai mubtada, dan murid (تِلْمِيْذٌ) adalah khobar.

Sedangkan cara membuat jumlah fi’liyah, adalah dengan meletakkan kata kerja di depan, dan letakkan subjeknya (fa’il) setelah kata kerja (fi’il).

Kata kerja (fi’il) ada yang butuh objek (fiil muta’addi) dan ada yang tidak butuh objek (fiil lazim).

Jika butuh obyek, maka harus diberikan obyek.

Contoh yang butuh objek: يُحِبُّ الْوَلَدُ الْبُرْتُقَالَ. Anak itu menyukai jeruk.

Contoh yang tidak butuh objek: يَجْلِسُ الْاُسْتَاذُ. Pak guru sedang duduk. يَجْلِسُ  sebagai kata kerja diletakkan di depan. Jika diletakan di belakang, maka menjadi jumlah ismiyah (susunan mubtada khobar).

Baca juga: mubtada isim nakirah.

Contoh Kalimat Bahasa Arab Tentang Sekolah Dan Artinya

Berikut ini beberapa contoh kalimat sempurna tentang sekolah menggunakan bahasa arab beserta artinya:

  1. الْمَدْرَسَةُ قَرِيْبٌ عَنْ بَيْتِيْ artinya sekolah itu dekat dari rumahku, berupa susunan jumlah ismiyah (mubtada khobar).
  2. مَدْرَسَتِيْ جَمِيْلَةٌ artinya sekolahku cantik, contoh jumlah ismiyah.
  3. يَقْرَأُ الطُّلَّابُ الكُتُبَ فِي الـمَكْتَبَةِ artinya para siswa sedang membaca buku-buku di perpustakaan, contoh jumlah fi’liyah.
  4. كَتَبْتُ الدَّرْسَ فِيْ كِتَابِيِ artinya aku menulis pelajar di bukuku.

Baca juga: Hukum mubtada.

Contoh Kalimat Harapan Dalam Bahasa Arab

Kalimat harapan bisa menggunakan la’alla (لَعَلَّ) di depannya.

لَعَلَّ adalah saudara dari inna (اِنَّ) yang memiliki pengamalan tanshibul isma watarfa’ul khobar.

Jadi isim setelah لَعَلَّ  harus dibaca nashob.

Contohnya sebagai berikut:

  1. لَعَلَّ الْجَوَّ جَمِيْلٌ artinya mudah-mudahan cuacanya bagus. Perhatikan kata الْجَوَّ  di situ berharakat kasrah karena beri’rob nashob, sebagai isim dari la’alla. Baca: pengertian i’rob.
  2. لَعَلَّ هُوَ بِخَيْرٍ artinya mudah-mudahan dia dalam keadaan baik.
  3. لَعَلَّ الْاِخْتِبَارَ سَهْلٌ artinya mudah-mudahan ujiannya mudah.

Baca juga: Macam-macam Mubtada.

Contoh Lainnya

  1. contoh kalimat bahasa arab tentang jam: نَامَ الرَّجُلُ فِي السَّاعَةِ الثَّامِنَةِ , Lelaki itu tidur jam sembilan tepat.
  2. contoh kalimat bahasa arab tentang kesehatan: اَبِيْ طَبِيْبٌ, ayahku adalah seorang dokter.
  3. contoh kalimat bahasa arab tentang rumah: يَنَامُ خَالِدٌ فِي غُرْفَتِهِ, Khalid sedang tidur di kamarnya.

Baca juga: Contoh Mubtada Khobar dalam Al Quran.

Kesimpulan

Kalimat di dalam arabic disebut dengan jumlah.

Pembagian jumlah ada dua:

  • jumlah ismiyah: mubtada + khobar.
  • jumlah fi’liyah: fiil + fail atau fiil + fail + maf’ul bih, terkadang dikasih juga dhorof atau keterangan (SPOK).

Demikian susunan, cara membuat dan contoh kalimat dalam bahasa arab. Baca juga: Materi Nahwu Shorof Dasar.