Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Materi Lengkap Isim Tafdhil, Contoh, Wazan, I’rab Dalam Al Quran Dan Hadis

Materi Lengkap Isim Tafdhil, Contoh, Wazan, I’rab Dalam Al Quran Dan Hadis

Pengertian Isim Tafdhil, Contoh, Wazan, I'rab Dalam Al Quran Dan Hadis
<

jumanto.com – Apa itu Isim Tafdhil? Isim tafdhil adalah kata sifat yang menunjukkan arti “lebih” atau “paling” dalam Bahasa Arab. Dalam Bahasa Indonesia kita mengenal ada bentuk komparatif dan superlatif. Bentuk komparatif dan superlatif inilah yang dalam ilmu nahwu disebut dengan isim tafdhil.

Contohnya:

  • Fatih lebih tinggi daripada Khalid.
  • Jamal adalah anak paling tinggi di kelas 3.

Lebih dan Paling ini, dalam Bahasa Arab dinamakan dengan isim tafdhil.

Nah, di artikel ini kita akan belajar pengertian, wazan, i’rab, dan contoh isim tafdhil di dalam Al Quran dan juga hadits nabi.

So, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: isim mudzakkar.

Pengertian Isim Tafdhil

Secara bahasa

Isim berarti nama atau kata benda.

Sedangkan tafdhil berarti kelebihan.

Kata tafdhil berasal dari bentuk Fadhdhola – yufadhdhilu – tafdhiilan.

Secara istilah

Di dalam kitab nahwu “Jamiud Durus Al Arabiyah”, definisi isim tafdil sebagai berikut:

اسمُ التفضيل صفةٌ تُؤخذُ من الفعل لتدُلّ على أن شيئين اشتركا في صفة، وزاد أحدُهما على الآخر فيها، مثلُ “خليلٌ أعلمُ من سعيد وأفضلُ منه

Isim tafdil adalah sifat yang diambil dari fi’il untuk menunjukkan bahwa dua hal yang bersekutu dalam satu sifat yang sama, namun salah satunya lebih dibandingkan yang lain.

Contohnya dalam kalimat:

خَلِيْلٌ أَعْلَمُ مِنْ سَعِيْدٍ وَأَفْضَلُ مِنْهُ

Khalil lebih tahu dibandingkan Sa’id dan Dia lebih baik daripadanya.

Terkadang, isim tafdil juga digunakan untuk dua hal yang memiliki sifat berbeda.

Contohnya:

الصَّيْفُ أَحَرُّ مِنَ الشِّتَاءِ

Musim panas lebih panas dibandingkan musim dingin.

الصَّيْفُ, musim panas dengan panasnya, lebih panas, dibandingkan dengan الشِّتَاءِ dengan sifat dinginnya.

Baca juga: materi lengkap isim maushul.

Wazan Isim Tafdhil

Wazannya dibedakan menjadi dua kategori: mudzakkar dan muannats.

1. Wazan mudzakkar

Wazan yang pertama adalah mudzakkar, yaitu mengikuti wazan af’alu (أَفْعَلُ).

Contohnya:

  • lebih / paling dekat: اَقْرَبُ
  • lebih / paling indah: اَجْمَلُ
  • lebih / paling bagus: اَحْسَنُ

Ada 3 isim dengan wazan أَفْعَلُ yang dalam pemakaiannya hamzahnya dibuang:

  • خَيْرٌ aslinya adalah اَخْيَرُ lalu dibuang hamzahnya dan sukun serta fathahnya ditukar agar mudah diucapkan lisan, sehingga jadilah خَيْرٌ , karena likatsrotil isti’mal, banyak digunakan.
  • شَرٌّ aslinya adalah اَشَرُّ
  • حَبٌّ aslinya adalah اَحَبُّ

Selain membuang alifnya, bisa juga dengan tanpa membuang alif, menggunakan bentuk aslinya.

2. Wazan muannats

Wazan kedua adalah muannats, dengan timbangan: فُعْلَى (fu’laa).

Contohnya:

  • كُبْرَى artinya paling besar.
  • حُسْنَى artinya paling bagus.
  • صُغْرَى artinya paling kecil

Baca juga: tanda tanda isim.

Makna Isim Tafdil

Maknanya bisa dibagi menjadi dua:

Bermakna “lebih”

Makna lebih hanya didapatkan dari wazan tafdhil mudzakkar (أَفْعَلُ), bukan dari muannats.

Wazan muannats hanya punya arti satu: paling.

Contohnya:

الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Sholat adalah LEBIH BAIK daripada tidur.

Makna “lebih” atau bentuk komparatif didapatkan jika isim tafdhil diikuti dengan min serta tidak dimudhafkan.

Contoh lainnya yang bermakna lebih

  • Isim tafdhil dari طَوِيْلٌ adalah اَطْوَلُ
  • Isim tafdhil dari واسع  adalah اَوْسَعُ
  • Isim tafdhil dari kata كَبِيْرٌ  adalah اَكْبَرُ

Bermakna “paling”

Makna paling atau bentuk superlatif didapatkan dari wazan mudzakkar dan muannats.

Wazan muannats hanya bermakna paling.

Wazan mudzakkar bermakna paling jika tidak diikuti lafadz min.

Contohnya:

خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Paling baiknya manusia adalah yang paling bermanfaatnya mereka bagi orang lain.

Contohnya di dalam Al Quran:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (Paling Tinggi).

Baca juga: pembagian isim.

Cara Membentuk Isim Tafdhil

Beberapa syarat pembentukan isim tafdil adalah:

  1. Dibentuk dari fi’il tsulatsy, bukan ruba’i dan seterusnya
  2. Dari fi’il mutsbat bukan dari fi’il manfi’ (contoh fiil manfi: ما كتب).
  3. Dari fi’il mutasharif / bisa dishorof ( ﻧﻌﻢ , ﺑﺌﺲ dan ﻟﻴﺲ tidak dapat dijadikan isim tafdhil karena merupakan fiil dengan bentuk tetap (jamid), tidak bisa di-shorofi).
  4. Dari fi’il mabni ma’lum bukan majhul.
  5. Dari fi’il tamm ( ﻛﺎﻥ, صار dan fi’il naqish lainnya tidak dapat dijadikan isim tafdhil)
  6. Menerima untuk ditafdhil / dilebihkan (lafal ﻣﺎﺕ tidak dapat dijadikan isim tafdhil, karena mati cuma sekali sehingga tidak ada yang lebih mati).
  7. Tidak boleh dibuat dari lafal yang menunjukan warna, cacat, dan hiasan (seperti ﻛﺤﻞ , ﻋﻮﺭ , ﺳﻮﺩ ).

Baca juga: materi lengkap isim isyarah.

Keadaan Isim Tafdhil

Ahwal isim tafdil (أحوال اسم التفضيل) dibagi menjadi 4:

1. Terbebas dari Al (ألْ) dan Idhofah

Dalam keadaan tanpa al dan tidak idhofah, isim tafdil wajib:

  • mufrod
  • mudzakkar

Meskipun yang dibandingkan adalah perempuan, tasniyah, atau jamak.

Contohnya:

خالدٌ أفضلُ من سعيد،
وفاطمةُ أفضلُ من سعادَةِ،
وهذانِ أفضلُ من هذا
وهاتانِ أنفعُ من هاتين.
والمجاهدون أفضل من القاعدين.
والمتعلّماتُ أفضلُ من الجاهلات

 

2. Diawali dengan Al (ألْ)

  • Jika isim tafdil sudah diawali dengan al, maka tidak boleh diikuti dengan min (مِنْ).
  • Wajib bersesuaian dengan yang sebelumnya dari sisi mufrad tatsniyah dan jamaknya serta mudzakkar muannatsnya.

Contohnya:

هو الأَفْضَلُ،
هَيَ الْفُضْلٰى.
هُمَا الْأفْضِلَانِ.
الْفَاطِمَتَانِ هُمَا الْفُضُلِيَانِ.
هُمُ الْأَفْضَلُوْنَ.
هُنَّ الْفُضُلِيَاتُ

3. Idhofah kepada isim nakirah

Jika diidhofahkan kepada isim nakirah, maka wajib dalam keadaan mufrad dan mudzakkar serta dicegah penggunaan min (من).

Contohnya:

خالدٌ أفضلُ قائدٍ.
فاطمةُ أفضلُ امرأةٍ.
هذانِ أفضلُ رجلينِ.
هاتانِ أفضلُ امرأتينِ
والمجاهدُوْنَ أفضلُ رجالٍ
والمتعلِّماتُ أفضلُ نساءٍ

4. Idhofah kepada isim ma’rifat

Tidak bisa digunakan bersamaan dengan min (من).

Boleh dengan 2 perlakuan:

  • selalu dalam keadaan mufrod dan mudzakkar contohnya ولتجِدنَّهم أحرصَ الناسِ على حياةٍ, atau
  • harus sesuai dari sisi mufrod, tatsniyah, dan jamaknya serta mudzakkar dan muannatsnya, contohnya وكذلكَ جعلنا في كلِّ قريةٍ أكابرَ مُجرميها.

Baca juga: isim dhomir.

Catatan Bab Isim Tafdhil

1. Min tidak boleh didulukan dari isim tafdhil

Lafadz Min beserta majrurnya tidak boleh didahulukan atas isim tafdil, sama perlakuannya seperti mudhof ilaih yang tidak boleh didahulukan letaknya atas mudhof.

Kecuali jika majrur dari min tadi berupa isim istifham.

Contohnya: مِمَّنْ أَنْتَ خَيْرٌ؟

Kamu lebih baik dari siapa?

Maka min dan majrurnya diletakkan di depan isim tafdilnya.

2. Perbedaan isim tafdhil muannats dan mudzakkar

Wazan mudzakkar af’alu memungkinkan untuk dijadikan susuan idhofah dan juga na’at man’ut.

Sedangkan wazan muannats fu’laa hanya bisa dijadikan susuna na’at man’ut.

Contohnya:

Idhofah: 

اَكْبَرُ الْكُتُبِ artinya paling besarnya kitab.

Na’at man’ut:

التَّهْلِيْلُ الْاَكْبَرُ artinya tahlil yang paling besar.

الْاِسْتِغَاثَةُ الْكُبْرَى artinya istighotsah yang paling besar.

Baca juga: apa itu i’rob.

I’rab Isim Tafdhil

Isim tafdhil bisa dii’robi rofa’, nashab, atau jer, tergantung ‘amil yang jatuh padanya.

Contohnya:

  • Posisi rofa’: قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى
  • Posisi nashab: وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ
  • Posisi jer: وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ

Semuanya ada di Al Quran.

Baca juga: i’rob pada kalimat isim.

Contoh Isim Tafdhil Dalam Ayat Al Quran

Di Surat Al Baqarah, di antara yang saya temukan:

  1. Surat Al Baqarah ayat 243: وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ
  2. Surat Al Baqarah ayat 217 وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ
  3. Surat Al Baqarah 237 وَاَنْ تَعْفُوْٓا اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۗ
  4. Surat Al Baqarah ayat 263 قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى
  5. Surat Al Baqarah ayat 282 ذٰلِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ
  6. Surat Al Baqarah ayat 74 ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً
  7. Surat Al Baqarah ayat 115 وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ
  8. Surat Al Baqarah ayat 204 وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ
  9. Surat Al Baqarah ayat 85: وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ

Contoh Isim Tafdhil Dalam Hadits

Di Kitab Shahih Bukhari Nomor 2173:

أَنْ يَمْنَحَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْخُذَ شَيْئًا مَعْلُومًا

Artinya: “Seorang dari kalian memberikan kepada saudaranya (tanahnya untuk digarap) lebih baik baginya dari pada dia memungut bayaran tertentu“.

Dan tentunya masih banyak sekali contoh di dalam hadits lainnya.

Pertanyaan Tentang Isim Tafdil

Beberapa soal untuk makin menguatkan materi ini:

  1. Apa itu isim tafdil?
  2. Isim tafdhil mengikuti pola apa?
  3. Bagaimana i’rob isim tafdil?
  4. Bagaimana cara membentuk isim tafdil?
  5. Apa kegunaan dari menggunakan isim tafdil?
  6. Sebutkan contoh kalimat berunsur isim tafdil di dalam Al Quran dan Hadis!

Baca juga: mubtada isim nakirah.

Kesimpulan

Isim sifat yang menunjukkan makna lebih atau paling dalam Bahasa Arab disebut isim tafdil.

Wazannya dibagi menjadi dua: af’alu (mudzakkar) dan fu’laa (muannats).

Demikian materi lengkap tentang isim tafdhil berikut contoh, pengertian, wazan dan i’rabnya. Baca: materi nahwu shorof lengkap.