Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Isim, Fi’il, Dan Huruf Dalam Kitab Jurumiyah (Belajar Nahwu Dasar)

Isim, Fi’il, Dan Huruf Dalam Kitab Jurumiyah (Belajar Nahwu Dasar)

Isim, Fi'il, Dan Huruf Dalam Kitab Jurumiyah (Belajar Nahwu Dasar)

jumanto.com – Isim, Fi’il dan Huruf. Pada kitab Jurumiyah, pembahasan pertama di kitab tersebut adalah pembahasan pengertian kalam yang didefinisikan sebagai “lafadz yang tersusun dan memberikan faidah secara disengaja“.

Lafadz yang tidak tersusun, bukan kalam.

Demikian juga yang tersusun tapi tidak memberikan faidah baiknya diam, juga bukan kalam.

Di kitab ini, lafadz tersusun yang memberikan faidah tapi tidak dengan bil wadh’i (disengaja) bukan termasuk kalam, misalkan mengigau saat tidur.

Setelah membahas itu, pembahasan selanjutnya adalah tentang pembagian kalam menjadi 3: isim, fi’il dan harf, sebagaimana disebutkan di kitab ini sebagai berikut:

pembagian kalam dalam kitab jurumiyah menjadi isim fi'il dan hurf
pembagian kalam dalam kitab jurumiyah menjadi isim fi’il dan hurf

واقسمه ثلثة اسم وفعل وحرف جاء لمعنى

Pembagian kalam itu ada 3: ism, fi’il dan harf yang datang dengan memberikan makna (kepada yang lain).

Jika kita belajar Bahasa Indonesia, jenis kata setidaknya ada:

  1. Kata Benda (Nomina)
  2. Kata Kerja (Verba)
  3. Kata Sifat (Adjektiva)
  4. Kata Ganti (Pronomina)
  5. Kata Keterangan (Adverbia)
  6. Kata Bilangan (Numeralia)
  7. Kata Sambung (Konjungsi)
  8. Kata Sandang (Partikel)

Tapi di dalam bahasa Arab, jenis kalimat (kata) hanya dibedakan menjadi 3:

  1. kata benda (kalimat isim).
  2. kata kerja (fi’il).
  3. kata penghubung (harf/huruf).

Kalimat Isim dan Contohnya

Setelah membahas pembagian kalam, selanjutnya muallif menyebutkan tanda-tanda kalimat isim.

Ini ‘ibaratnya:

فالاسم يعرف بالخفض ولتنوين ودخول الالف واللام وحروف الخفض وهى :من والى وعن وعلى وفي ورب والباء والكاف واللام وحروف القسم وهى الواو والباء والتاء

Isim diketahui dengan khafdh (jer), tanwin, masuknya alif lam, dan huruf khafdh (jer). Huruf jer terdiri dari: من, الى, عن, على, في, رب, الباء, الكاف, اللام, dan huruf qosam (sumpah) yaitu الواو, الباء, dan التاء

Untuk perbandingan, baca juga: 5 tanda isim di kitab Alfiyah.

Penjelasan alamat/tanda kalimat isim selengkapnya di bawah ini:

#1. Khafdh (jer)

Isim bisa diketahui dari harakat huruf akhirnya.

Jika kalimat bisa dibaca khafdh atau jarr, maka dia termasuk isim.

Tanda jer sendiri bisa berupa:

  • kasrah
  • ya’
  • fathah

Ini akan dibahas selanjutnya di dalam kitab Jurumiyah, setelah materi pembagian kalam ini.

  • Contoh isim yang dibaca jer dan diharakati kasrah di surat Al Fatihah ayat 1: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. Perhatikan yang saya kasih warna merah, ism dibaca kasrah karena ada huruf jer ba’, Allah dibaca kasrah karena menjadi mudhaf ilaih dari ism, arrahman dan arrahim dibaca jer dengan kasrah karena menjadi na’at (sifat) dari Allah yang dibaca jer.
  • Contoh isim yang dibaca jer dengan tanda ya’ di Surat Al Maidah ayat 6: وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ. Lafadz الْكَعْبَيْنِ dibaca jer dengan ya karena berupa isim tatsniyah yang didahului huruf jer ilaa.
  • Contoh isim yang dibaca jer dan diharakati fathah di surat Al Baqarah ayat 185: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ. Lafadz رَمَضَانَ dibaca jer dengan tanda fathah karena berupa isim ghairu munsharif yang menjadi mudhaf ilaih dari lafadz syahru.

#2. Tanwin

Kalimat isim juga bisa diketahui dengan adanya tanwin yang ada pada kalimat tersebut.

Tanwin hanya bisa masuk ke dalam kalimat isim, kecuali pada beberapa kasus tertentu, terutama di syair-syair arab.

Untuk jelasnya, silakan baca: jenis-jenis tanwin.

Contoh isim yang ada tanwinnya di dalam Al Quran:

  • Surat Al Ikhlash ayat 1 dan 4: اَحَدٌ.
  • Surat Al Falaq ayat 3 dan 5: غَاسِقٍ، حَاسِدٍ.

#3. Masuknya alif lam / al (ال)

Cara untuk mengetahui kalimah isim selanjutnya adalah dengan adanya al atau alif lam.

Jika isim sudah diberikan al, maka tidak ditanwin.

Dengan melihat adanya al ini, sangat mudah menemukan contoh isim di dalam Al Quran.

Berikut ini contoh isim yang menggunakan al:

  • Surat Al Fatihah: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.
  • Surat An Nashr: اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُ.

#4. Huruf jer / khafdh

Kalimah isim yang keempat bisa diketahui dengan adanya huruf jer yang ada 12 di kitab Jurumiyah (sebenarnya gak cuma 12, bisa lihat di kitab nahwu lainnya).

من, الى, عن, على, في, رب, الباء, الكاف, اللام, dan huruf qosam (sumpah) yaitu الواو, الباء, dan التاء

Jika di depan kalimat ada huruf jer, maka dipastikan kalimat tersebut adalah ism.

Contoh ism dengan huruf jer di Al Quran:

  • Surat At-Tiin: وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ. Keduanya dibaca jer karena ada huruf qosam wa’ di sana.
  • Surat Al Qadr: اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.

Itulah tadi ciri-ciri isim di kitab Jurumiyah.

Baca juga: pengertian kalimat isim dan pembagiannya.

Kalimat Fi’il Dan Contohnya

Di kalimat selanjutnya, disebutkan mengenai tanda-tanda kalimat fi’il sebagai berikut:

والفعل يعرف بقد والسين وسوف والتاء التأنيث الساكنة

“Fi’il diketahui dengan qod (قد), sin (س), saufa (سوف) dan ta’ ta’nis sakinah”

Berikut ini penjelasan ciri fi’il yang ada di kitab Jurumiyah:

#1. Qod (قد)

Lafadz qod berarti sungguh-sungguh.

Lafadz ini bisa masuk ke dalam:

  • fi’il madhi: bermakna tahqiq (sungguh).
  • fi’il mudhari‘: bermakna taqlil (terkadang), tapi dalam hal tertentu juga bisa bermakna tahqiq.

Contoh di dalam Al Quran surat Al A’la: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى. Aflaha adalah kalimat fi’il karena didahului dengan qod.

#2. Sin Tanfis (س)

Sin tanfis bermakna akan, namun littaqrib (dekat waktunya).

Sin ini hanya masuk ke fi’il mudhari’, tidak ke fi’il madhi.

Contohnya di Al Quran, masih surat Al A’la: الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰى.

Yang artinya: (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

Yashla adalah kata kerja atau fi’il karena didahului oleh sin tanfis yang bermakna akan.

#3. Saufa taswif (سوف)

Saufa biasa diartikan dengan kelak, karena menunjukkan akan tapi lil ba’id (jarak waktu lama/jauh).

Saufa juga hanya masuk ke fi’il mudhari’.

Contohnya ada di surat At-Takatsur: كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ.

Ta’lamuun di situ adalah kalimat fi’il, tahu dari mana?

Karena ada tandanya, yaitu didahului oleh Saufa.

Artinya: Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).

#4. Ta’ Ta’nits Sakinah

Ta yang menunjukkan arti bahwa pelakunya adalah muannats (perempuan/dianggap perempuan) disebut dengan ta ta’nits sakinah.

Ta’ ini hanya masuk ke fi’il madhi, tidak ke fi’il mudhari’.

Contohnya di Al Quran Surat Al Insyiqaq: اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْ.

Insyaqqat adalah kalimah fi’il, diketahui dari tandanya berupa ta’ ta’nis sakinah.

Kalimat Huruf dan Contohnya

Setelah membahas ciri-ciri isim dan fi’il, selanjutnya dibahas ciri-ciri kalimat huruf.

والحرف ما لا يصلح معه دليل الاسم ولا دليل الفعل

Tanda kalimat huruf adalah apa yang tidak pantas baginya tanda-tanda isim dan fi’il.

Jika suatu kalimat tidak dapat disebut sebagai isim atau fi’il, maka itu disebut dengan huruf.

Contoh huruf di Al Quran: يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا.

Huruf nanti dibagi menjadi mabani dan ma’ani, dan pembagian huruf lengkapnya ada banyak sekali.

Beberapa pembagian huruf yang paling sering kita dengar di antaranya ada huruf jer, nida, dan qosam.

Kesimpulan

Kitab-kitab nahwu biasanya membahas bab awal mulai dari kalam, kalimat dan pembagiannya, termasuk kitab Jurumiyah ini.

Dengan mengetahui ciri-ciri isim, fi’il dan huruf, maka makin mudah untuk menganalisis teks berbahasa arab.

Kembali ke materi utama: panduan nahwu shorof.

Demikian penjelasan lengkap mengenai Isim, Fi’il, Dan Huruf Dalam Kitab Jurumiyah beserta contohnya lengkap. Baca juga: Pengertian Isim Mufrad.