Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Belajar Nahwu Dasar: 3 I’rab Yang Masuk Pada Kalimat Isim

Belajar Nahwu Dasar: 3 I’rab Yang Masuk Pada Kalimat Isim

i'rob yang bisa masuk pada kalimat isim
<

jumanto.com – 3 I’rab yang masuk pada kalimat isim. Kalimat isim adalah salah satu jenis kalimah di dalam bahasa arab yang ditafsirkan sebagai kata benda di dalam bahasa Indonesia. Kalimat isim sendiri terbagi menjadi dua, yaitu isim mu’rob dan isim mabni.

Isim mu’rab adalah kalimah isim yang memiliki tanda-tanda i’rab jika ada ‘amil yang masuk kepadanya, sedangkan isim mabni adalah isim yang tidak memiliki tanda-tanda i’rab.

Meskipun namanya isim mabni, dalam status hukumnya, isim mabni tersebut tetap berstatus i’rab, yang dinamakan dengan i’rab mahalli.

Jadi, semua kalimah isim pasti mempunyai kedudukan i’rab.

Lalu apa saja i’rab yang bisa masuk kepada kalimah isim?

Ini penjelasannya lengkap.

Baca juga: contoh kalimat isim mutsanna.

3 Jenis I’rob Yang Masuk Kepada Kalimat Isim

Jika kalian masih bingung, dari tadi ngomongin i’rob, memangnya makanan apa itu i’rob hehehe, silakan baca dulu materi ini: apa itu i’rob.

Secara ringkas, i’rab adalah perubahan harakat akhir kata.

Kenapa bisa berubah?

Karena ada ‘amil yang masuk kepadanya, dan ‘amil menuntut adanya perubahan tersebut.

I’rab sendiri dibagi menjadi 4 yaitu: rofa’, nashob, jer atau khofdh, dan jazm.

Nah, dari 4 i’rab tersebut, 3 yang masuk pada kalimah isim yaitu:

1. I’rob rofa’

I’rob rofa’ bisa masuk kepada kalimat isim dan kalimat fiil.

Untuk kalimat harf atau huruf, itu tidak bisa dii’robi.

Jadi huruf tidak memiliki kedudukan i’rab.

Tanda asli dari i’rob rofa’ adalah dhommah.

Isim-isim yang bisa beri’rob rofa‘ disebut dengan marfu’atul asma yang jumlahnya ada 7 yaitu:

  1. fa’il, contohnya: نَصَرَ مُحَمَّدٌ اَحْمَدَ. Muhammadun adalah fa’il karena merupakan isim yang jatuh setelah fiil mabni ma’lum, sehingga dibaca rofa’ dan tanda rofanya dengan menggunakan dhommah karena isim mufrod.
  2. naibul fa’il, contohnya نُصِرَ اَحْمَدُ. Ahmad di sini merupakan naibul fa’il karena merupakan isim yang jatuh setelah fi’il mabni majhul, sehingga harus dibaca rofa’, tanda rofa’nya menggunakan dhommah karena isim mufrod.
  3. mubtada, contohnya: مُحَمَّدٌ اُسْتَاذِيْ (Muhammad adalah guruku). Muhammad di sini merupakan mubtada’ sehingga dibaca rofa’ dan tanda rofa’nya menggunakan dhommah.
  4. khobar, contohnya: مُحَمَّدٌ مُسْلِمٌ. Muslimun adalah khobar.
  5. isimnya kana, contohnya di dalam Al Quran: وَكَانَ اللهُ سَمِيْعًا بَصِيْرًا. Allah sebagai isimnya kana dibaca rofa’.
  6. khobarnya inna, contohnya di Al Quran: اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ. Yang dikasih warna merah adalah khobarnya inna dan dibaca rofa’
  7. tawabi‘: bisa berupa na’at, ‘athof, taukid dan badal, contohnya: قَامَ زَيْدٌ عَالِمٌ. ‘alim menjadi na’at dari zaid yang dibaca rofa’ sehingga ‘alim dibaca rofa’ juga.

Penjelasan lebih detil insya Allah akan kita uraikan di artikel selanjutnya.

2. I’rob nashob

I’rob yang bisa masuk pada kalimat isim selanjutnya adalah nashob, yang bisa juga masuk kepada kalimat fiil.

Tanda asli dari i’rob nashob adalah fathah.

Ada 13 isim yang bisa dimasuki i’rob nashob yang disebut dengan manshubatul asma’.

Contoh i’rab nashab pada kalimat isim sebagai berikut:

  • نَصَرَ مُحَمَّدٌ اَحْمَدَ. Ahmad di situ berstatus sebagai maf’ul bih yang merupakan salah satu dari manshubatul asma. Dia harus dibaca nashob dengan tandanya berupa fathah.
  • وَكَانَ اللهُ سَمِيْعًا بَصِيْرًا. Dua lafadz yang saya kasih warna merah dibaca nasob karena menjadi khobarnya kana yang merupakan salah satu mansubatul asma, dengan tanda nashobnya berupa fathah.
  • اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ. Lafadz Allah dibaca nashob karena menjadi isimnya Inna dengan tanda nashobnya berupa fathah.

Baca juga: isim mudzakkar dan muannats.

3. I’rob yang khusus masuk kepada isim: i’rob jer

I’rab yang bisa masuk pada kalimat isim yang ketiga, dan memang hanya bisa masuk ke isim, adalah i’rob jer atau khofdh.

Kalimat fiil tidak mungkin beri’rob jer.

Tanda asli dari i’rob jer adalah kasroh.

Isim-isim yang dibaca jer disebut dengan majrurotul asma.

berikut ini contoh i’rob jer pada kalimat isim:

  • بِسْمِ اللهِ. Ismun dibaca jer karena didahului oleh huruf jer, dan tanda jernya dengan kasroh sehingga dibaca ismi. Allah dibaca jer karena menjadi mudhof ilaih, tanda jernya dengan kasroh sehingga dibaca Allahi.
  • اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. Dua isim yang berwarna merah beri’rob jer dengan tandanya berupa kasrah.

Baca juga: apa itu kalimat huruf?

Kesimpulan

Hanya i’rob jazem yang tidak bisa masuk ke dalam kalimat isim karena i’rob jazem menjadi ciri khas dari kalimat fiil.

I’rob jer dan jazem adalah i’rob yang menjadi ciri khas dari kalimat tertentu, di mana i’rob jer adalah ciri khas isim sedangkan i’rob jazem adalah ciri khas fiil.

Demikian penjelasan lengkap 3 i’rab yang bisa masuk pada kalimat isim. Baca juga: ilmu nahwu shorof dasar.