Beranda » Agama » Penjelasan Lengkap, Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Untuk Membaca Al Quran

Penjelasan Lengkap, Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Untuk Membaca Al Quran

jumanto.com – Hukum mempelajari ilmu tajwid. Al Quran adalah kitab suci agama Islam sekaligus mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahhu ‘Alaihi Wasallam. Di dalam menurunkan Al Quran, Allah menurunkannya beserta dengan tata cara membacanya.

Tata cara membaca Al Quran ini diajarkan Nabi kepada Shahabat, Shahabat kepada Tabi’in, Tabi’in kepada Tabi’ut Tabi’in dan seterusnya hingga akhirnya sampailah kepada kita saat ini.

Nah, ilmu yang digunakan untuk mempelajari tata cara membaca Al Quran inilah yang kemudian disebut dengan ilmu tajwid.

Tajwid sendiri berasal dari kata Jawwada – Yujawwidu – Tajwidan yang artinya memperbagus, memperindah.

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah agar kita bisa membaca Al Quran sesuai dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya yang kemudian diajarkan turun temurun hingga sampai kepada kita.

Baca: Pengertian Ilmu Tajwid.

Hukum Membaca Al Quran dengan Tajwid

Menurut pendapat ulama, hukum membaca Al Quran sesuai dengan tajwid hukumnya fardu ‘ain, atau wajib bagi setiap individu.

Setiap orang yang ingin membaca Al Quran dengan baik dan benar, tentu harus belajar ilmu tajwid terlebih dahulu.

Tanpa mempelajari ilmu tajwid, membaca Al Quran jadi kurang indah, dan bisa terperosok kepada kesalahan membaca yang bisa mengakibatkan perubahan makna.

Hukum bila membaca al quran salah, bisa menjadi dosa jika merubah makna

Saya contohkan begini, ada tulisan arab seperti ini:

قَالَ

Tulisan arab tersebut bisa dibaca dengan 4 cara bagi orang yang belum belajar ilmu tajwid:

  1. Dibaca qola, baik qo dan la nya dibaca pendek.
  2. qoola, qoo dibaca panjang dan la dibaca pendek.
  3. qolaa, qo dibaca pendak dan laa dibaca panjang.
  4. qoolaa, baik qoo dan laa dua-duanya dibaca panjang.

Mana yang benar dari 4 bacaan di atas setelah kalian belajar ilmu tajwid?

Yap, cara membaca yang benar adalah yang kedua, yaitu qoo dibaca panjang dan la dibaca pendek.

Karena jika salah panjang pendeknya, bisa merubah makna.

Bandingkan قَالَ dengan قَلٰى yang ada di surat Ad-Dhuha.

Keduanya merupakan kata yang berbeda.

Nah, bacaan panjang pendek, atau di ilmu tajwid masuk ke bab Mad, itu merupakan salah satu materi penting di dalam ilmu tajwid yang harus dipelajari.

Jika membaca panjang pendeknya salah, bisa merubah makna, merubah makna Al Quran, bisa berdosa.

Itulah mengapa membaca Al Quran sesuai dengan tajwid itu wajib, fardu ‘ain, karena tanpa kaidah tajwid, bisa menyebabkan perubahan makna.

Ini belum masuk ke makharijul huruf.

Keutamaan ilmu tajwid: menjadi petunjuk bagi pembaca Al Quran, bagaimana cara membaca Al Quran sesuai dengan yang seharusnya.

apa hukumnya mempelajari ilmu tajwid jelaskan
apa hukumnya mempelajari ilmu tajwid jelaskan

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Untuk Membaca Al Quran

Para ulama sendiri berpendapat, bahwa mempelajari ilmu tajwid itu hukumnya fardu kifayah, sedangkan membaca Al Quran sesuai dengan ilmu tajwid hukumnya fardu ‘ain.

Maksudnya gimana?

Di dalam membaca Al Quran, jika kita bisa membaca sesuai dengan panjang pendeknya, itu berarti kita sudah mengamalkan ilmu tajwid, meskipun kita tidak tahu, apakah itu mad thabi’i, mad jaiz munfashil, mad wajib muttashil, dan sebagainya.

Membaca Al Quran sesuai dengan panjang pendeknya: fardhu ‘ain. Tapi mengetahui atau belajar jenis-jenis mad, tahu dengan detail, itu hukumnya fardu kifayah.

Jika kita sudah membaca Al Quran dengan benar, meskipun kita tidak tahu apa hukum tajwidnya, misalkan kita tidak tahu kalau itu namanya idzhar halqi, maka sudah cukup.

Sedangkan mempelajari ilmu mendetail tentang idzhar halqi, itu fardu kifayah.

Tujuannya kenapa dihukumi fardu kifayah adalah agar ilmu ini tetap bisa bertahan sampai kapanpun, tetap ada yang mempelajari ilmu tajwid walau cuma satu dalam suatu daerah.

Fardu kifayah adalah kewajiban yang dibebankan kepada sekelompok orang, di mana jika salah satu dari mereka sudah melakukan, maka sudah gugur kewajiban orang lain di kelompok tersebut.

Jika kalian ingin belajar ilmu tajwid, kalian bisa memulainya dari ilmu tajwid dasar, seperti hukum nun mati dan tanwin bertemu huruf hijaiyah.

Setelah itu bisa lanjut ke tajwid lengkap seperti makharijul huruf hingga shifatul huruf.

Baca juga: Tajwid Ikhfa Haqiqi.

Kesimpulan

Membaca Al Quran sesuai dengan kaidah tajwid: fardu ‘ain.

Hukum belajar ilmu tajwid lebih mendetail: fardu kifayah.

Demikian hukum mempelajari ilmu tajwid untuk membaca Al Quran pada materi tajwid kali ini. Baca juga: 100+ Contoh Bacaan Idgham Bighunnah.