Beranda » Bisnis » Pengertian Ghunnah Secara Bahasa dan Istilah, Tingkatan & Contohnya

Pengertian Ghunnah Secara Bahasa dan Istilah, Tingkatan & Contohnya

pengertian ghunnah menurut bahasa dan istilah
<

jumanto.com – Pengertian Ghunnah Secara Bahasa dan Istilah, Tingkatan dan Contohnya. Di dalam belajar ilmu tajwid, kita akan mengenal istilah ghunnah baik di bab nun mati maupun bab mim mati serta bab idgham, utamanya saat ada ba mati bertemu dengan mim serta al ta’rif bertemu dengan nun.

Untuk memperdalam materi bacaan ghunnah dan memperluas ilmu tajwid kita, maka kita akan memperluas pemikiran kita, bahwa nanti idzhar halqi pun akan masuk ke dalam tingkatan ghunnah yang akan kita pelajari.

Padahal, selama ini kita belajar, idzhar itu harus dibaca jelas, tidak berdengung.

Tapi dilihat dari sisi materi ghunnah, maka idzhar halqi dan idzhar syafawi pun nanti bisa dikategorikan ke dalam tingkatan ghunnah.

So, penasaran apa itu ghunnah, apa saja hurufnya, bagaimana cara membacanya, dan apa saja tingkatannya?

Silakan baca artikel lengkapnya di sini.

Pengertian Ghunnah di Dalam Ilmu Tajwid

Dalam pelajaran ilmu tajwid, yang menggunkan istilah ghunnah ada:

Selain yang menggunakan istilah ghunnah, nanti di tingkatan ghunnah, ternyata masih ada juga bacaan ghunnah lainnya.

So, mari kita mulai dulu pembelajaran kali ini dengan apa itu bacaan ghunnah menurut bahasa dan istilah.

Menurut bahasa atau lughah

Di dalam mendefinisikan sesuatu dalam ilmu agama, pasti dikenal dua definisi: secara bahasa dan secara istilah.

Termasuk saat belajar fiqih dan cabang ilmu keislaman lainnya.

Saya kutip dari kitab العقد المفيد في علم التجويد, berikut ini definisi ghunnah secara bahasa dan istilah:

وهي لغة صوت يخرج من الخيشوم، لا عمل للسان فيه

Ghunnah menurut bahasa artinya suara yang keluar dari pangkal hidung, tidak ada perbuatan lisan di dalamnya.

Dalam bahasa Indonesia, gunnah biasa diterjemahkan dengan berdengung.

pengertian ghunnah menurut bahasa dan istilah
pengertian ghunnah menurut bahasa dan istilah

 

Dua huruf hijaiyah yang memiliki sifat ghunnah tersebut adalah mim dan nun, yang mana mim dan nun jika dibaca dalam keadaan apa pun pasti memiliki ghunnah.

Inilah yang nanti akan dibagi ke dalam berbagai tingkatan ghunnah.

Secara istilah

Definisi ghunnah selanjutnya adalah menurut istilah.

Dalam gambar di atas, di kitab al ‘iqdu al mufidu fi ‘ilmi attajwid, disebutkan pengertian ghunnah secara istilah:

واصطلاحا صوت لذيذمركب في جسم النون والميم، يخرج من الخيشوم، يكون في حالة غنتهما

Yang dimaksud dengan ghunnah menurut istilah adalah suara enak yang tersusun dari huruf nun dan mim, keluar dari pangkal hidung, suara itu ada pada keadaan ghunnahnya nun dan mim.

Huruf-huruf Ghunnah

Jadi pengertain gunnah di atas, terutama definisi gunnah menurut istilah, maka dapat kita sebutkan huruf huruf ghunnah sebagai berikut:

  • nun
  • mim

Jadi, ada dua huruf ghunnah.

Untuk mengetesnya, silakan pencet hidung kalian, saya jamin kalian tidak akan bisa mengucapkan nun dan mim secara sempurna.

Hal ini disebabkan ghunnah keluar dari pangkal hidung, hidung bagian atas, dan jika hidung ditutup maka ghunah tidak akan keluar.

Kalian tidak akan bisa mengucapkan nun dan mim saat hidung ditutup.

4 Tingkatan Ghunnah Menurut Ulama Qura’

Setiap nun dan mim yang diucapkan itu memiliki ghunnah.

Dan panjang pendeknya ghunnah di dalam mengucapkan nun dan mim itu berbeda-beda.

Nah, panjang pendeknya ghunnah di dalam melafalkan nun dan mim inilah yang dinamakan dengan tingkatan ghunnah.

Ada yang ghunnahnya dibaca panjang sampai beberapa ketukan, ada yang hanya dibaca satu ketukan.

Berikut ini macam-macam ghunnah berdasarkan tingkatannya:

1. Ghunnah Akmal dan Contohnya

Pembagian gunnah yang pertama adalah ghunnah akmal, yaitu ghunnah yang paling sempurna tingkatannya.

Ghunnah akmal terdapat pada:

  • ghunnah musyaddadah: jika ada nun bertasydid atau mim bertasydid, contohnya: وَمِمَّا, اٰمَنَّا.
  • idgham bighunnah: jika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ي ن م و, contohnya: هُدًى مِّنْ, غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ, مَنْ يَّقُوْلُ, .
  • idgham mimi, jika ada mim mati bertemu dengan mim, contohnya: فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ.
  • idgham mutaqaribain, contohnya: ارْكَبْ مَعَنَا.
  • idgham syamsiyah khusus al ta’rif bertemu dengan nun, contohnya: وَمِنَ النَّاسِ.

Contoh ghunnah di surat Al Baqarah di atas, harus dibaca paling panjang dengungnya dibanding dengung tingkatan di bawah yang akan kita bahas selanjutnya.

Ghunah akmal atau yang sangat sempurna ini, harus diberikan hak yang sama panjangnya, antaranya ghunnah musyaddadah dan idgham yang telah disebutkan di atas.

2. Ghunnah kamilah dan Contohnya

Tingkatan ghunnah yang kedua adalah kamilah, yaitu berdengung secara sempurna, namun tingkatnya masih di bawah akmal.

Kamilah artinya sempurna.

Ghunnah kamilah terdapat pada:

  • iqlab, yaitu jika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’, contohnya: عَذَابٌ اَلِيْمٌ بِمَا.
  • ikhfa haqiqi, yaitu jika ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan 15 huruf (ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك) , contohnya: ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ.
  • ikhfa syafawi, yaitu jika ada mim sukun bertemu dengan huruf ba, contohnya: وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ.

3. Ghunnah naqishah dan Contohnya

Tingkatan ghunnah selanjutnya adalah ghunnah naqishah yang artinya berdengung dengan tidak sempurna.

Ghunah naqishah ini terjadi jika adan nun sukun, tanwin, atau mim dibaca idzhar.

Jadi, ghunah naqishah terdiri dari:

  • idzhar halqi, jika ada nun sukun atau tanwin bertemu أ ح خ ع غ ه, contohnya: سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ.
  • idzhar syafawi, yaitu saat ada mim sukun bertemu dengan selain huruf mim dan ba, contohnya: اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ.

4. Ghunnah anqash dan contohnya

Tingkatan ghunah yang terakhir adalah anqash yang berarti berdengung yang paling tidak sempurna, sangat tidak sempurna.

Hal ini terjadi jika ada nun atau mim berharakat, baik fathah, kasrah maupun dhammah.

Contohnya di juz ‘amma: عَنِ النَّبَاِ, نَجْعَلِ الْاَرْضَ, نَوْمَكُمْ.

5 Tingkatan Ghunnah

tingkatan ghunnah di dalam kitab al qoo'idatul madaniyah fi tajwidi kalami rabbil bariyyah
tingkatan ghunnah di dalam kitab al qoo’idatul madaniyah fi tajwidi kalami rabbil bariyyah

Selain membagi tingkatan ghunnah menjadi 4, ada juga yang membaginya menjadi 5 dan 2.

Contoh kitab tajwid yang membahas ghunnah terbagi menjadi 5 tingkatan adalah kitab: القاعدة المدنية في تجويد كلام رب البرية.

Kenapa bisa dibagi menjadi 5?

Karena untuk ghunnah akmal, dibagi lagi menjadi dua:

  1. ghunnah akmal untuk idgham bighunnah khusus nun mati/tanwin bertemu ya’ dan wawu.
  2. ghunnah akmal selain point satu.

Jadi khusus idgham bighunnah ya dan wawu, ada di bawah ghunnah akmal, tapi di atas ghunnah kamilah.

Cara Membaca Ghunnah

Ghunnah akmal dan kamilah dibaca dengan panjang berdengungnya, jadi jangan terburu-buru, melainkan harus ditahan sepanjang dua harakat.

Namun, dua harakatnya ghunnah berbeda dengan dua harakatnya mad thabi’i.

Dua harakatnya ghunnah lebih panjang dari mad thabi’i.

Sementara untuk ghunnah naqishah dan anqash, dengungnya hanya dibaca satu ketukan sehingga lebih tidak terdengar berdengung, tapi jika hidung ditutup, maka tidak akan keluar dengung/suara nun dan mimnya.

Kesimpulan

  • Pengertian ghunnah bisa didefinisikan secara bahasa dan istilah.
  • huruf ghunnah ada dua: nun dan mim.
  • tingkatan ghunnah disusun berdasarkan panjang pendeknya membaca ghunnah/dengung.
  • Cara membaca ghunnah: ada yang panjang (dua harakat) ada yang pendek (satu ketukan).

Demikian materi tajwid pengertian bacaan ghunnah menurut bahasa dan istilah serta contoh, tingkatan dan cara membacanya. Baca juga: Contoh Ikhfa Haqiqi dalam AlQuran.