Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Apa Itu Dhamir Munfashil? Ini Pengertian, Contoh, Dan Pembagiannya

Apa Itu Dhamir Munfashil? Ini Pengertian, Contoh, Dan Pembagiannya

dhamir munfashil dalam bahasa arab
<

jumanto.com – Di saat membahas isim dhomir, salah satu pembagian isim dhomir yang banyak dibahas adalah dhamir munfashil dan muttasil, contohnya dalam Al Quran, pengertiannya, serta dhomir munfashil ada berapa, apakah 14, 12, atau berapa?

Penggunaan dhamir munfashil dan muttashil sebenarnya sudah sering kita jumpai di dalam Al Quran dan hadits Nabi, hanya saja karena kita hanya sekedar membaca, tidak memperhatikan, maka sering terlewat ilmu yang seperti ini.

Oleh karena itu, dalam usaha memahami Al Quran dan Sunnah, mau gak mau kita harus belajar Bahasa Arab, mulai dari yang paling dasar, dengan menghafal mufrodat dan belajar nahwu shorof dasar.

Salah satu materi nahwu dasar di dalam Bahasa Arab adalah pembahasan isim dhomir atau kata ganti dalam bahasa arab.

Nah, pada tulisan sebelumnya, saya telah menuliskan 7 jenis dhomir di dalam bahasa arab.

Salah satunya adalah dhomir munfashil ini.

Mari kita bahas lebih detil pengertian dhomir munfashil beserta contoh dan pembagiannya.

Apa Itu Dhamir Munfashil?

Dhamir munfashil adalah dhamir yang terpisah, bisa berdiri sendiri, tidak tergantung pada kalimah lainnya, bisa diletakkan di awal kalam dan bisa jatuh setelah lafadz illa (إلاّ).

Berbeda dengan dhomir muttashil, yang harus bersambung dengan kalimah lainnya, bisa isim, fiil atau huruf.

Dua istilah ini sangat dikenal selain dhamir bariz dan dhamir mustatir.

Nah, selanjutnya, jika ingin belajar dhamir, kita juga harus akrab dengan istilah-istilah lain seperti:

  • dhamir rafa’
  • dhomir mutakallim
  • dhomir fi’il amr
  • dhomir fi’il madhi
  • dhomir fi’il mudhari’
  • dan sebagainya

2 Macam Dhamir Munfashil Dalam Bahasa Arab

Jumlah dhamir munfashil sendiri ada 24 (tanpa pengulangan) atau 28 (dengan pengulangan).

Dhomir munfashil dibagi menjadi beberapa istilah kelompok yaitu:

  • dhamir munfashil rafa’ (marfu’): ada 12 atau 14 dhomir.
  • dhamir munfashil nashab (manshub): ada 12 atau 14 dhomir.

Berikut ini penjelasan pembagian dhamir munfashil berdasarkan i’rabnya:

a. Dhomir munfashil rofa’

Berikut ini tabel 14 Dhamir munfashil marfu’ selengkapnya

Dhamir Munfashil Rafa’
Bacaan Latin Artinya
هُوَ Huwa Dia laki-laki
 هُمَا Huma Mereka berdua laki-laki
 هُمْ Hum Mereka laki-laki
 هِيَ Hiya Dia perempuan
هُمَا Huma Mereka berdua perempuan
هُنَّ Hunna Mereka Perempuan
 اَنْتَ Anta Kamu laki-laki
 اَنْتُمَا Antuma Kalian berdua laki-laki
 اَنْتُمْ Antum Kalian laki-laki
 اَنْتِ Anti Kamu perempuan
 اَنْتُمَا Antuma Kalian berdua perempuan
 اَنْتُنَّ Antunna Kalian perempuan
 اَنَا Ana Aku/Saya
نَحْنُ Nahnu Kita/Kami

Perhatikan yang saya kasih warna merah, keduanya adalah pengulangan karena bisa digunakan untuk lk ataupun pr (mudzakkar atau muannats bisa).

Jadi, aslinya, jumlah dhamir munfashil marfu’ hanya ada 12.

Ditulis 14 untuk memudahkan saat menghafal.

b. Dhomir munfashil nashob

Pembagian dhamir munfashil yang kedua adalah dhamir munfashil mansub, yang terdiri atas 14 huruf sebagai berikut:

Dhamir Munfashil Nashob Bacaan Latin Artinya
اِيَّاهُ Iyyaahu Dia laki-laki
اِيَّاهُمَا Iyyaahuma Mereka berdua laki-laki
اِيَّاهُمْ Iyyaahum Mereka laki-laki
اِيَّاهَا Iyyaahaa Dia perempuan
اِيَّاهُمَا Iyyaahuma Mereka berdua perempuan
اِيَّاهُنَّ Iyyaahunna Mereka Perempuan
اِيَّاكَ Iyyaaka Kamu laki-laki
اِيَّاكُمَا Iyyaakuma Kalian berdua laki-laki
اِيَّاكُمْ Iyyaakum Kalian laki-laki
اِيَّاكِ Iyyaaki Kamu perempuan
اِيَّاكُمَا Iyyaakuma Kalian berdua perempuan
اِيَّاكُنَّ Iyyaakunna Kalian perempuan
اِيَّايَ Iyyaaya Aku/Saya
اِيَّانَا Iyyaanaa Kita/Kami

Yang saya kasih warna merah juga merupakan pengulangan sehingga aslinya hanya ada 12 dhamir munfasil mansub.

Kedua dhamir di atas digunakan pada susunan mubtada’ khobar atau jumlah ismiyah.

Penjelasan Dhamir Huwa

Dhomir huwa ini bisa dituliskan dengan huruf ha’-nya disukun, jika:

  • jatuh setelah wawu: contohnya ada di kitab alfiyah: وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيلاَ. Huruf ha; disitu dituliskan dengan sukun.
  • jatuh setelah fa‘, contohnya di dalam Al Quran: فهْوَ على كلِّ شيءٍ قدير.

Nah, setelah mempelajari ini, tentu kita tidak mudah menyalahkan orang yang membaca Al Quran tidak sesuai dengan tulisannya.

Karena ternyata dhamir huwa saja bisa dibaca dengan sukun huruf ha’nya dalam kondisi tertentu.

Inilah gunanya belajar dan tahu ilmu, tidak merasa benar sendiri dan yang beda dengan kita lalu kita vonis sesat masuk neraka.

Faidah Dhamir

  • Dhamir yang ada pada (أنت , أنتِ , أنتما, أنتم, أنتنّ) itu sejatinya adalah أن. Adapun ta’  yang mengikutinya adalah huruf khithob.
  • Dhamir yang ada pada (هم وهما وهنّ) sejatinya adalah Ha’ (الهاء) sedangkan mim, alif, dan nun musyaddadah adalah huruf tambahan.
  • mim dan alif pada أنتما dan هما adalah dua huruf yang menunjukkan kepada tatsniyah, atau mim adalah huruf ‘imad dan alif adalah tanda tatsniyah.
  • mim yang ada pada أنتم  dan هم adalah tanda jamak mudzakkar yang berakal.
  • nun musyaddadah pada أنتنّ dan هنّ adalah tanda jamak muannats.

Contoh Dhamir Munfashil Dalam Al-Quran

Berikut ini beberapa contoh penerapan kata ganti terpisah di dalam Al Quran:

  • Surat Al Fatihah ayat 5: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . Dhamir munfasil manshub karena menjadi maf’ul bih.
  • Surah Al Baqarah ayat 8: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ . Dhamir munfasil marfu’.
  • Ali Imran Ayat 2: اللَّهُ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ . Dhamir munfasil marfu’.

Kesimpulan

Dhomir munfashil adalah kebalikan dari dhomir muttasil.

Dhamir ini diklasifikasikan menjadi dua: dhamir marfu’ dan dhamir manshub.

Demikian penjelasan mengenai pengertian, contoh, dan pembagian dhamir munfashil dalam bahasa arab. Baca materi utama: nahwu shorof pemula.