Cara Bersedekap Saat Shalat, Posisi Tangan Kanan Di Atas Tangan Kiri

By | March 28, 2019

jumanto.com – Bagaimana sih sifat shalat Nabi, apakah hanya seperti yang ditulis oleh Syech Albani? Tentu saja tidak. Tata cara shalat Nabi ada banyak riwayat, dan dari dalil-dalil yang ada itulah akhirnya timbul ikhtilaf, salah satunya soal cara bersedekap saat shalat, dan juga posisi tangan ada di sebelah mana. Bersedekap dalam shalat yang benar itu bukan harus berada di atas dada, yang selain di atas dada lalu dibilang salah. Perbedaan pendapat dalam bersedekap di dada dan selain dada adalah sebuha keniscayaan karena banyaknya dalil tentang bagaimana Nabi melakukan shalat.

Ya, betul, Nabi bersabda, shalluu kamaa roaytumuunii usholli. Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Pertanyaannya, pernahkah kita melihat Nabi bersedekap dalam shalat secara langsung dengan mata kepala kita? Pernahkah kita melihat dengan mata kepala kita, di mana posisi tangan Nabi saat sedang berdiri bersedekap dalam shalat?

Jelas kita tidak menjumpai bagaimana cara bersedekap Nabi ketika shalat, langsung dengan penglihatan kita.

Kita sebagai ummat beliau, hanya melihat gambaran bersedekap dalam shalat yang dilakukan Nabi, di dalam dalil-dalil hadis, yang ternyata riwayat hadisnya pun ada dalam berbagai redaksi.

Di antara redaksi hadis yang satu dengan yang lain, sering muncul tata cara shalat Nabi yang berbeda, dan inilah yang akhirnya menimbulkan perbedaan pendapat di antara para ulama madzhab.

Sebagian ulama madzhab ada yang berpendapat, shalat tidak bersedekap pada saat berdiri. Sebagian ulama lagi berpendapat, bersedekepa dalam shalat dilakukan di bawah pusar. Sebagian ulama lagi, berpendapat meletakan tangan di antara pusar dan dada pada saat bersedekap.

Dan ulama mutaakhirin, macam Syeck Albani, memiliki pendapat lain yang berbeda dengan pendapat ulama 4 madzhab tentang bersedekap, yaitu meletakkan tangan di atas dada.

Orang Islam yang cerdas adalah yang mengakui keluasan Ilmu di dalam Islam itu sendiri. Orang Islam yang baik, yang menerima dengan lapang dada keluasan pendapat dari para ulama yang mereka semua mengambil dalil dari Quran dan Sunnah.

Tidak ada satu ulama madzhab pun yang tidak mengambil dalil dari Quran dan Sunnah. Hanya saja, pada saat menyimpulkan hukum dari dalil Quran dan Sunnah tadi, sering terjadi pengambilan kesimpulan yang berbeda dikarenakan banyaknya dalil dan terkadang antara dalil satu dengan lainnya berbeda bahkan bertentangan, atau sebab-sebab lainnya.

Saya mengutip perkataan Ustadz Hanif Luthfi yang cukup bagus:

Kadang sebuah masalah sepele menjadi tidak sepele di tangan orang-orang sepele. Keluasan pendapat menjadi sebuah hal yang sempit bagi orang-orang yang berpemikiran sempit. Hukum fiqih yang asalnya luas dan boleh berbeda, menjadi yang berbeda pasti salah.

Kalian boleh menganggap bahwa pendapat yang kalian ambil adalah yang benar. Bahkan harus yakin yang kalian amalkan itu benar.

Namun, saat kalian menganggap pendapat kalian yang paling benar dan pendapat lain yang berbeda dengan kalian PASTI SALAH, itulah penyakit yang harus dihilangkan.

Keluasan ilmu dari para ulama mengenai hukum bersedekap saat shalat, hendaknya menjadi khazanah keilmuan yang perlu disikapi dengan bijak, bukan untuk mencaci yang berbeda pendapat dan menggolongkan mereka masuk neraka lalu sampai dibilang kafir juga.

Dalil Hadis Cara Bersedekap Saat Shalat, Posisi Tangan Kanan Di Atas Tangan Kiri

Bersedekap adalah salah satu permasalahan ikhtilaf di antara para ulama, termasuk nanti soal bersedekap setelah ruku’ atau saat i’tidal.

Sebagian orang mengamalkan bersedekap ketika i’tidal.

Namun, di dalam tulisan ini, kita ingin menyampaikan salah satu dalil hadis yang tidak membahas masalah perbedaan posisi tangan saat shalat baik pria maupun untuk wanita.

Hadis ini tidak membahas masalah bersedekap di dada, di antara pusar dan dada, dan sebagainya. Kita tidak sedang mempermasalahkan mazhab maliki tidak bersedekap, atau mengulas sifat shalat Nabinya Albani.

Cara Bersedekap Saat Shalat, Posisi Tangan Kanan Di Atas Tangan Kiri
Ilustrasi gambar posisi tangan saat bersedekap berdiri

Berikut ini sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi tentang meletakan tangan kanan di atas tangan kiri saat shalat:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ هُلْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّنَا فَيَأْخُذُ شِمَالَهُ بِيَمِينِهِ
 قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ وَغُطَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَسَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ هُلْبٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ يَرَوْنَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ يَمِينَهُ عَلَى شِمَالِهِ فِي الصَّلَاةِ وَرَأَى بَعْضُهُمْ أَنْ يَضَعَهُمَا فَوْقَ السُّرَّةِ وَرَأَى بَعْضُهُمْ أَنْ يَضَعَهُمَا تَحْتَ السُّرَّةِ وَكُلُّ ذَلِكَ وَاسِعٌ عِنْدَهُمْ وَاسْمُ هُلْبٍ يَزِيدُ بْنُ قُنَافَةَ الطَّائِيُّ (رواه الترمذي)

Dari Qabishah bin Hulb dari Ayahnya ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami, lalu beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” HR. Tirmidzi (w. 279 H)

Dari hadits ini kita bisa melihat, di mana posisi tangan kiri dan tangan kanan pada saat bersedekap di dalam shalat.

Posisi tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat mengimami shalat yaitu dengan memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya serta meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya.

Hadis di atas tidak menjelaskan posisi tangan saat bersedekap apakah di dada, pusar, bawah pusar, antara dada dan pusar, atau di mana.

Untuk permasalahan posisi tangan saat bersedekap saat shalat, ini penjelasan dari Imam Abdurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwazi Syarah Sunan Tirmidzi:

  • Mazhab Imam Abu Hanifah meletakkan tangannya di bawah pusar, dan untuk perempuan diletakkan di atas dadanya.
  • Imam Malik bependapat dengan tiga pandangan: paling Masyhur melepaskan kedua tanganya (tidak bersedekap), pendapat kedua meletakkan antara dada dan pusar, dan pendapat yang ketiga adalah memilih antara melepaskan dan meletakkanya antara dada dan pusar.
  • Imam Syafi’i juga berpendapat dengan tiga pendapat: meletakkan kedua tangan antara dada dan pusar (pendapat yang paling Masyhur di kalangan Syafi’iyah), pendapat kedua meletakkan dua tangan di dada dan pendapat ketiga di bawah pusar.
  • Imam Ahmad juga berpendapat dengan tiga pendapat: pertama diletakkan di bawah pusar (pendapat yang paling masyhur di kalangan Hanabilah), kedua diletakkan di bawah dada, dan pendapat ketiga memilih antara kedua pendapat tersebut.

Kesimpulan

So, ada banyak pendapat terkait cara bersedekap saat shalat, dan itu semua sebenarnya diambil dari banyak dalil, selain hadis di atas tentunya, karena hadis di atas tidak membahas dalil perbedaan masalah bersedekap.

Perbedaan pendapat harus disikapi dengan binyak, tidak saling mencela dan menyalahkan, merasa paling benar sementara yang lain pasti Salah.

Mudah-mudahan hadis Cara Bersedekap Saat Shalat, Posisi Tangan Kanan Di Atas Tangan Kiri ini bisa menambah wawasan keilmuan kita. Baca juga: Doa Menghadapi Kesulitan Keuangan dari Nabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *