Candi Borobudur Peninggalan Kerajaan Dinasti Syailendra Menurut Catatan Sejarah

By | April 12, 2019

jumanto.com – Mempelajari sejarah singkat Candi Borobudur dari beberapa artikel, membuat saya menemukan salah satu kesimpulan mengenai sejarah candi terbesar di Indonesia ini. Candi Borobudur merupakan peninggalan dari Kerajaan Dinasti Syailendra, dengan raja saat itu adalah Samaratungga. Dari Catatan Sejarah, yang saya ambil dari berbagai sumber yang menerangkan sejarah Candi Borobudur lebih lengkap, deskripsi mengenai Candi Borobudur memang tidak jauh berbeda.

Saat sekolah dulu, di antara kita pasti pernah belajar sejarah Candi Borobudur lengkap di buku-buku sejarah. Candi yang bercorak agama Budha ini telah banyak diulas di situs wikipedia, unesco, perpusnas, dan masih banyak lagi termasuk situs resmi Candi Borobudur.

Misteri Candi Borobudur memang terus diteliti oleh ahli sejarah peserta para ilmuwan lain, demi melihat kembali pada tahun berapa sebenarnya Candi ini dibangun. Penelitian juga terus dikembangkan untuk melihat sejarah Candi Borobudur merupakan peninggalan kerajaan siapa, dan sebagainya.

Dengan melihat berbagai catatan yang ada, melihat letak Candi Borobudur dari berbagai sudut termasuk dari sudut candi di dekatnya, yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon, penerliti tentunya akan mengambil kesimpulan mengenai sejarah dari Candi Borobudur ini.

Catatan Sejarah Candi Borobudur Merupakan Peninggalan Kerajaan Dinasti Syailendra

Candi Borobudur dan Candi Prambanan merupakan peninggalan kerajaan yang berbeda. Keduanya juga mempunyai corak yang berbeda. Satunya merupakan candi Agama Buddha sedangkan satunya lagi merupakan candi kerajaan agama Hindu.

Candi Borobudur dan Candi Prambanan juga merupakan candi yang berbeda dengan Candi Muaro Jambi yang pernah saya kunjungi, yang disebut-sebut sebagai candi peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Baca: Candi Muaro Jambi.

Gambaran Candi Borobudur, secara umum berbentuk kotak, dengan satu stupa utama di tengah. Berbeda dengan Candi Prambanan yang lebih mengutamakan ketinggian candi dibandingkan lebar candi.

Candi Borobudur sendiri terbilang sangat luas. Luas dinding Candi Borobudur secara keseluruhan menurut data dari perpusnas.go.id mencapai 1500 m2, yang dihiasi dengan 1460 panel relief, masing-masing memiliki lebar 2 m.

Sejarah Candi Borobudur berbeda dengan sejarah Candi Prambanan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Candi Borobudur ini merupakan peninggalan Nabi Sulaiman, karena dikatakan Istana Nabi Sulaiman juga ditemukan. Benar atau tidaknya, tentu harus diteliti lagi.

Yang jelas, dari catatan sejarah yang resmi telah diakui Unesco, wisata Candi Borobudur ini tidak dicatat sebagai peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman.

Dari cerita rakyat mengenai Candi Borobudur pun, sebelumnya belum pernah beredar kaitan antara Nabi Sulaiman dengan Candi Borobudur.

Misteri Borobudur memang selalu menarik untuk dikaji oleh para peneliti, dengan memanfaatkan berbagai prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno beserta catatan latar belakang candi borobudur lainnya.

Candi Borobudur Peninggalan Kerajaan Dinasti Syailendra Menurut Catatan Sejarah
Sejarah Peninggalan Candi Borobudur Kerajaan Masa Lampau

Dari berbagai sumber yang saya baca, secara keseluruhan, menyebutkan bahwa pembangunan Candi Borobudur selesai di masa kerajaan Dinasi Syailendra.

Dari Situs Perpusnas, saya ambil data mengenai sejarah pembangunan Candi Borobudur pada masa kerajaan masa lampau sebagai berikut:

  • Dari tulisan yang ada di beberapa batu di Candi Borobudur, para ahli berpendapat bahwa candi ini mulai dibangun sekitar
    tahun 780 M
    , di masa pemerintahan raja-raja Wangsa Sanjaya.
  • Pembangunan Candi Borobudur sendiri dikatakan, baru selesai
    sekitar tahun 830 M, di masa pemerintahan Raja Samaratungga dari
    Wangsa Syailendra.
  • Arsitek candi Borobudur disebutkan bernama
    Gunadharma, meskipun belum didapatkan informasi tertulis tentang nama tokoh arsitektur ini.
  • Candi Borobudur terkubur oleh lava letusan Gunung Merapi
    di tahun 950 M.
  • Candi Borobudur baru ditemukan kembali pada tahun 1814 atas jasa Sir
    Thomas Stamford Raffles.
  • Raffles memerintahkan Cornelius (Warga Belanda) untuk membersihkan batu-batu yang ditemukan di bukit dekat Desa Boro, di mana batu-batu tersebut terdapat pahatan-pahatan dengan gambar aneh dan belum pernah mereka jumpai.
  • Batu-batu penuh misteri tadi ditemukan setelah serombongan orang mendatangi sebuah bukit di Karesidenan Kedu di bukit dekat Desa Boro tadi, setelah membersihkan bekas-bekas abu gunung berapi di sana.
  • Proses pembersihan batu-batu dilanjutkan oleh Residen Kedu saat itu, Hartman.

Itulah beberapa sejarah singkat dari Candi Borobudur sampai ditemukan setelah tertumpuk abu vulkanik letusan gunung Merapi dari situs Perpusnas.

Baca: Candi Borobudur Terletak Di Provinsi Jawa Tengah Bukan Jogja.

Referensi Bacaan Tentang Sejarah Pembangunan Candi Borobudur Pada Masa Kerajaan Masa Lampau

Dari situs-situs resmi tadi, kita tidak terlena dengan dongeng candi borobudur yang beredar selama ini, tapi belajar dari catatan sejarah resmi yang telah diakui.

Borobudur sebagai candi budha peninggalan dinasti syailendra menjadi salah satu pelajaran sejarah yang banyak dikaji.

Demikian artikel Candi Borobudur Peninggalan Kerajaan Dinasti Syailendra Menurut Catatan Sejarah. Baca Juga: HTM Candi Borobudur Terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *