Beranda » Agama » Bahasa Arab » Nahwu » Belajar Syarah Jurumiyah Bab Af’al (Kalimat Fiil), Penjelasan Dan Contoh

Belajar Syarah Jurumiyah Bab Af’al (Kalimat Fiil), Penjelasan Dan Contoh

bab af'al pembagian kalimat f'il kitab jurumiyah
<

jumanto.com – Materi belajar syarah atau penjelasan kitab matan jurumiyah kali ini kita akan membahas tentang bab af’al atau kalimat fiil dalam Bahasa Arab. Materi ini melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang pengertian kalam, bab i’rob, alamat i’rob dan mu’robat.

Setelah menguraikan tentang kalam dan i’rob, pengarang kitab Jurumiyah melanjutkan dengan bab af’al.

Bagi kalian yang belum membaca materi sebelumnya, bisa baca materi berikut:

Mari kita lanjutkan materi kitab jurumiyah selanjutnya tentang bab af’al.

Apa Itu Af’al Dalam Nahwu?

Dalam bahasa arab dituliskan dengan اَلْأَفْعَالُ.

Af’al adalah bentuk jamak taksir dari kata fi’lun, yang artinya kalimat-kalimat fiil.

Jadi, dalam bab ini yang akan dibahas adalah macam-macam kalimat fiil dengan beragam karakteristiknya.

Terutama berkaitan dengan i’rob dari kalimat fiil itu sendiri.

Baca juga: tanda-tanda fiil.

Penjelasan / Syarah Jurumiyah Bab Af’al (Kalimat Fiil)

بَابُ اَلْأَفْعَالِ

Bab Af’al

اَلْأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ : ماض وَمُضَارِعٌ, وَأَمْرٌ, نَحْوَ ضَرَبَ, وَيَضْرِبُ, وَاضْرِبْ.

Kalimat fiil ada tiga: madhi, mudhari’ dan amr, seperti: dhoroba, yadhribu, dan dhorban.

Fiil madhi mabni ‘alal fathi

Fiil madhi adalah kata kerja yang menunjukkan arti telah.

Contohnya: ضَرَبَ, telah memukul.

فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ اَلْآخِرِ أَبَدًا.

Maka fiil madhi itu selalu berharakat fathah akhirnya.

Fi’il madhi tidak mengalami i’rab.

Fiil madhi itu mabni ‘alal fath, yaitu harakat akhirnya selalu fathah, dengan syarat jika dia tidak bertemu dengan wawu jamak dan dhomir rofa’ yang berharakat.

Dhomir rofa’ yang berharakat adalah kata ganti yang bestatus sebagai fa’il / naibul fa’il, dan dia berharakat.

Baca: isim dhomir.

Jika bertemu dengan wawu jamak, maka fiil madhi mabni ‘aladh-dhommah, dan jika bertemu dhomir rofa’ yang berharakat maka dia mabni ‘alas-sukun.

Contohnya:

  • fiil madhi ‘alal fath: ضَرَبَ. tetap menggunakan fathah.
  • fiil madhi yang bertemu wawu jamak: ضَرَبُوْا. tetap menggunakan dhommah.
  • fiil madhi yang bertemu dhomir rofa’: ضَرَبْنَ، ضَرَبْتَ، ضَرَبْتُمَا، ضَرَبْتُمْ، ضَرَبْتِ، ضَرَبْتُنَّ، ضَرَبْتُ، ضَرَبْنَا.

Mengahafalkan akan mudah jika sudah menghafalkan tasrif fi’il madhi.

Baca lengkap di sini: apa itu fi’ il madhi.

Fiil Amar selalu jazm

Fiil amr adalah kata perintah.

Contohnya: اِضْرِبْ! pukullah!

وَالْأَمْرُ : مجزوم أَبَدًا.

Fiil amr selalu jazm.

Jazm-nya fi’il amr itu sesuai dengan jazm-nya fiil mudhari’.

  • Jika mudhari’nya jazm dengan membuang nun, maka fiil amr-nya juga dengan hadzfun-nun, contohnya: jazm fiil mudhari-nya لَمْ يَنْصُرَا, maka fiil amarnya adalah اُنْصُرَا.
  • Jika mudhari’nya jazm dengan membuang huruf akhir, maka fi’il amarnya juga demikian, misalkan jazm mudhari لَمْ يَرْمِ (dari asalnya يَرْمِي) maka fiil amarnya adalah اِرْمِ.

Mudah-mudahan bisa dipahami ya.

Baca: contoh fi’il amr.

Fiil mudhari’

Fiil mudhari adalah kata kerja yang menunjukkan arti sedang / akan.

Contohnya:

يَضْرِبُ (Dia laki-laki) sedang / akan memukul.

والمضارع مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى اَلزَّوَائِدِ اَلْأَرْبَعِ اَلَّتِي يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ “أَنَيْتُ” وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا, حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ.

Fi’il mudhori’ adalah fiil yang di awalnya ada salah satu dari 4 huruf mudhoroah yang terkumpul dalam perkataanmu “anaitu”, dan dia selalu marfu’ (dalam keadaan rofa’) sampai masuk kepadanya amil nawasib atau amil jawazim.

Berbeda dengan fiil madhi dan amr yang mabni, fiil mudhari ini mu’rab.

Akhir katanya akan berubah, sesuai dengan amil yang masuk padanya.

Pada dasarnya fiil mudhari akan selalu rofa.

Kecuali, masuk padanya:

  • amil nawasib: amil yang membuat fiil mudhori menjadi nashob.
  • amil jawazim: amil yang membuat fiil mudhori menjadi jazm.

Amin nawasib dan jawazim bisa kamu baca di materi selanjutnya.

Baca juga: contoh kalimat fi’il mudhari.

Kesimpulan

Kalimat fiil itu ada yang mu’rab dan ada yang mabni.

Fiil madhi dan amr itu mabni.

Sedangkan fiil mudhori itu mu’rob.

I’rab asalnya adalah rofa’, kecuali masuk padanya amil nawashib, maka dia menjadi nashob, atau kemasukan amil jawazim, maka dia menjadi jazm.

Di materi selanjutnya kita akan belajar:

  • amil nawashib.
  • amil jawazim.
  • marfuatul asma.

Demikian materi Belajar Syarah Jurumiyah Bab Af’al (Kalimat Fiil) beserta Penjelasan Dan Contoh. Kembali ke materi utama: panduan belajar nahwu shorof.