Monday, November 12, 2018

author photo
jumanto.com - Saat ada tetangga kita meninggal dunia, atau saudara kita, atau orang lain yang beragama Islam mati, kita sebagai ummat islam berkewajiban melaksanakan sholat jenazah atau sholat mayit, baik jenazahnya laki-laki, perempuan, dewasa, atau anak kecil. Oleh karena itu kita mesti belajar mengenai tata cara melaksanakan sholat jenazah, dari niat, rukun, hukum, pahala, apakah harus berjamaah, dan sebagainya.

Sholat jenazah sendiri terbilang unik, berbeda dengan sholat pada umumnya, lebih unik dibandingkan dengan sholat gerhana bulan atau gerhana matahari.

Baca: Hukum Sholat Gerhana Bulan Setelah Sholat Shubuh.

Keunikan sholat jenazah atau sholat mayit ini terletak pada tata caranya, di mana dalam pelaksanaan sholat mayit ini tidak ada ruku', sujud, atau duduk.

Semua prosesi sholat mayit dari awal sampai akhir dilakukan dengan cara berdiri dan sama sekali tidak membutuhkan waktu lama sehingga sangat disayangkan kalau kita sampai merasa malas untuk melaksanakan sholat jenazah yang pahalanya luar biasa.

Di dalam sholat jenazah juga tidak dikenal istilah roka'at, karena tidak ada ruku' di dalamnya. Jadi tidak ada istilah sholat jenazah berapa roka'at, yang ada adalah bahwa sholat jenazah itu empat takbir.

Sholat jenazah dilaksanakan dengan cara berdiri, dimulai dengan niat di dalam hati bersamaan dengan takbirotul ikhrom yang pertama, kemudian setelah masing-masing takbir, kita membaca bacaan dan doa yang telah ditentukan.

Sama sekali tidak ada ruku' dan sujud di dalamnya, semua dilakukan dengan cara berdiri, unik dan satu-satunya sholat yang dilakukan tanpa ruku' dan sujud.

Hukum Niat di Dalam Sholat Jenazah


Menurut pendapat jumhur ulama, bahwa niat di dalam sholat mayyit ini merupakan rukun. Rukun adalah sesuatu yang ada di dalam aktivitas ibadah yang jika ditinggalkan maka ibadahnya menjadi tidak sah.

Jadi, jika sholat jenazah dilakukan tanpa niat, maka sholat jenazahnya tidak sah, karena niat termasuk daripada rukun sholat jenazah menurut pendapat jumhur ulama (Madzhab Malikiyah, Syafi'iyyah, dan Hanabilah).

Sementara menurut pendapat di dalam Madzhab Hanafiyah, niat sholat jenazah bukan termasuk rukun, namun merupakan syarat dari sholat jenazah.

Dalil yang menjadi landasan mengapa niat ini masuk ke dalam rukun ibadah adalah Hadis Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam dari Shohabat Ibnu 'Umar yang berbunyi:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنّيَّاتِ

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya"(HR. Muttafaq Alaihi).

Hadis ini ada di bab pertama dari kitab Arba'in Nawawiyah yang sering dikaji di majlis-majlis ilmu.

Dari hadis ini maka rukun setiap ibadah yang pertama biasanya adalah niat.

Ibadah tanpa niat maka dihukumi tidak sah.

Lafadz Bacaan Niat Sholat Mayit Baik Laki-laki maupun Perempuan (Wanita)


Niat sendiri letaknya di dalam hati, bukan di lisan. Jadi, seseorang yang berniat sholat mayit, maka wajib meniatkan di dalam hatinya bahwa dia akan melaksanakan sholat fardhu kifayah atas jenazah atau si mayit.

Jika melaksanakan sholat jenazah tapi tidak ada niat di dalam hatinya, maka sholat jenazah dianggap tidak sah.

Hukum melafalkan niat sholat jenazah


Seperti telah disebutkan di atas, bahwa letaknya niat sholat jenazah adalah di dalam hati, bukan di lisan.

Padahal, mayoritas orang Indonesia biasanya melafalkan niat sebelum sholat.

Lalu bagaimana hukumnya melafalkan niat sebelum melaksanakan sholat?

Di dalam Madzhab Syafi'i sendiri, melafalkan niat ini hukumnya sunnah.

Tujuan dari melafalkan niat adalah agar hati lebih terbantu dalam meniatkan sholat. Setelah melafalkan niat, hati akan lebih konsentrasi dalam berniat sehingga mencegah dari kelupaan niat atau salah niat.

Bacaan niat sholat jenazah berjamaah untuk mayit laki-laki dan perempuan


Jika ingin melafalkan niat, guru-guru dan ulama kita sudah banyak menuliskan tata cara melafalkan niat sholat jenazah dan apa yang harus dibaca dalam niat tersebut.

Sholat jenazah sendiri bisa dilakukan dengan cara berjamaah maupun dikerjakan sendiri tanpa berjamaah, misalkan telat datang pas jamaah sholat jenazah sudah selesai.


Untuk bacaan niat sholat jenazah laki-laki secara berjamaah, berikut ini lafadz niatnya:


lafadz doa bacaan Niat Sholat Mayit
lafadz doa bacaan Niat Sholat Mayit laki laki


Lafadz niat sholat jenazah untuk mayit laki-laki dalam tulisan latin kurang lebih "usholli 'ala haadzal mayyiti arba'a takbiirootin fardhol kifayati ma'muman/imaman lillaahi ta'aalaa"

Yang artinya kurang lebih "Aku niat shalat atas mayit laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”

Jika menjadi ma'mum, baca ma'muman lillahi ta'ala, sementara kalau jadi imam baca imaman lillahi ta'ala.

Adapun jika sholat jenazah secara munfarid atau sendiri tidak berjamaah, bacaan niatnya tidak perlu mengucapkan ma'muman atau imaman.


اُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ  ِللهِ تَعَالَى


Sedangkan doa niat sholat jenazah perempuan yang dilakukan secara berjamaah adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا/إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

“Saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”

Lafadz niat di atas cukup pendek sehingga mudah sekali dihafalkan.
Perlu diperhatikan, bahwa sekalipun kita melafalkan niat sholat mayit di atas, tapi jika di dalam hati tidak ada niat, maka sholat jenazah dianggap tidak sah, karena letaknya niat ada di dalam hati, sementara talaffudz niat adalah sunnah menurut madzhab kita.

Kapan Waktunya Niat Sholat Jenazah?


Niat adalah menyengaja melakukan sesuatu yang dibarengkan dengan pekerjaan awalnya. Pekerjaan awal dari sholat jenazah adalah takbirotul ikhram, maka waktunya niat adalah pada saat takbirotul ikhram.

Jadi, pada saat kita mengucapkan Allahu Akbar, maka berbarengan dengan saat itu, di dalam hati kita harus berniat untuk melaksanakan sholat jenazah.

Niat di dalam hati tidak harus menggunakan lafadz arab di atas, bisa dengan menekankan di dalam hati dengan niat "aku niat sholat atas ini mayyit laki-laki empat takbir fardhu kifayah ma'mum karena Allah Ta'ala".

Kewajiban Lainnya Terhadap Mayyit


Sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban ummat Islam terhadap ummat Islam lain yang meninggal dunia.

Jika yang meninggal bukan orang Islam, maka tidak boleh disholati.

Kewajiban ummat Islam terhadap ummat Islam lain yang meninggal dunia ada empat yaitu:

  1. Memandikan si mayyit.
  2. Mengkafani si mayyit.
  3. Mensholati mayyit.
  4. Menguburkan mayyit.

Oleh karena itu, selain belajar.tata cara sholat jenazah dan bacaannya baik laki laki maupun perempuan, tahu doa setelah sholat jenazah, tahu niat sholat jenazah berjamaah, kita pun perlu belajar tata cara memandikan jenazah, tata cara mengkafani jenazah, dan tata cara menguburkan jenazah.

Perlu tahu juga niat memandikan jenazah atau doa saat menguburkan jenazah untuk kesempurnaan pengurusan jenazah.

Kiranya itu saja sementara mengenai niat sholat mayit baik laki-laki maupun perempuan yang harus kita tahu, mudah-mudahan bisa diamalkan, dan jangan alergi terhadap perbedaan pendapat jika kalian berbeda pendapat dengan madzhab yang kita anut. Baca juga: Pahala Puasa Asyura.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post