Friday, November 23, 2018

author photo
jumanto.com - Penghasilan ojek online di awal-awal keberadannya yang lumayan menggiurkan membuat banyak orang yang berbondong-bondong mendaftar Gojek dan Grab, sehingga penumpang pun kemudian makin dimanjakan karena pengemudi yang makin banyak dan makin mudah menggunakan ojek serta taksi online. Namun, keberadaan Gojek dan Grab bukan tanpa masalah, banyak Driver Gojek minta cancel pesanan, pun halnya dengan driver Grab.

Saya pernah dapat pengalaman pesan Grab di Lampung, dari rumah menuju ke Bandara Lampung (nama Bandara Lampung adalah Bandara Radin Inten II).

Setelah dapat driver ternyata driver Grab minta cancel tanpa alasan yang jelas. Padahal, saat chat saya, dia minta tarif ditambahin, saya bilang saya bayar dua kali lipat, eh setelah itu dia minta cancel pesanan.

Kasus Driver Gojek minta cancel pun pernah saya alami, dengan berbagai alasan tentunya yang kadang alasannya dibuat-buat dengan alasan yang sudah klasik banget: Ban Bocor, atau yang sejenisnya.

Pengalaman driver gojek yang minta cancel order tentu menjadi pengalaman buruk buat penumpang apalagi kalau lagi diburu-buru, seperti saat mau ke bandara.

Gak cuma driver GoRide yang minta cancel, banyak juga kasus driver GoCar atau GrabCar yang minta cancel dengan alasan tertentu.

Kenapa Driver Gojek dan Grab Minta Cancel, Padahal Mereka Bisa Cancel Sendiri?


Alasan mengapa driver Gojek minta cancel kepada penumpang adalah, kalau si driver yang cancel sendiri, nanti penilaian performa mereka turun.

Jika performat driver gojek turun lalu berada di bawah batas yang telah ditetapkan, maka insentif atau bonus yang didapat tidak dapat dicairkan atau diklaim.

Jadi, agar performa mereka tetap bagus, mereka meminta agar penumpang saja yang cancel pesanan.

Saat penumpang Gojek cancel pesanan, mereka tidak kena charge. Tapi kalau driver yang cancel, performa mereka jadi turun.

Agar permorma naik, atau stabil, mereka meminta penumpang cancel pesanan Gojek.

Selain itu, driver gojek juga biasanya meminta agar penumpang memberikan rate bintang 5, sering kan dapat permintaan gitu?

Tujuannya, agar penilaian driver tetap bagus dan pencairan bonus harian atau insentif pun tetap lancar tanpa kendala.

alasan driver gojek minta cancel pesanan ke penumpang
alasan driver gojek dan grab minta cancel pesanan ke penumpang

5 Alasan Driver Gojek Minta Cancel Kepada Penumpang


Saya gak setuju kalau ada penumpang yang meng cancel Gojek tanpa alasan. Demikian halnya juga dengan Driver Gojek yang minta cancel pesanan, saya juga kurang suka. Kecuali ada alasan yang benar dan gak diada-adakan.

Misalkan alasannya karena ban bocor, tapi karena benar-benar bocor, atau kecelakaan di jalan (mudah-mudahan gak terjadi).

Selain alasan yang dibenarkan, ada beberapa alasan mengapa driver Gojek atau Grab minta pesanannya dibatalkan, di antaranya:

1. Driver Gojek minta cancel karena pelanggan bayar pakai GoPay


Alasan pertama mengapa Driver Gojek atau Grab minat pesanan dibatalkan oleh penumpang adalah karena si penumpang bayar pakai GoPay atau pakai Ovo.

Jika penumpang bayar pakai GoPay, selain tarif yang lebih murah, driver juga gak dapat langsung uangnya sehingga malas untuk menjemput penumpang.

Terkadang, ada yang dilempar ke driver lain, dan terkadang ada juga yang minta cancel pesanan.

Saya juga beberapa kali mendapatkan perlakuan seperti itu, karena bayar pakai GoPay, maka driver enggan untuk menjemput.


2. Driver Gojek minta cancel karena jarak antar terlalu jauh


Alasan pengemudi Gojek dan Grab meminta pelanggan untuk membatalkan Gojek atau Grab yang dipesannya selanjutnya karena alasan jarak antar yang jauh.

Makin jauh, makin besar tarif Gojek dan Grab, tapi bagi driver yang mengejar insentif mungkin kurang sesuai.

Driver biasanya lebih memilih rute perjalanan yang pendek tapi sering sehingga target poin sehari terpenuhi dan bonus pun bisa dicairkan.

3. Driver minta penumpang meng cancel Gojek karena arah perjalanan tidak searah


Alasan selanjutnya mengapa driver minta penumpang cancel pesanannya adalah karena arah penumpang tidak searah dengan arah driver mau pulang atau mau ke tujuan tertentu.

Banyak driver yang memang tidak menjadikan Gojek dan Grab ini untuk mencari penghasilan, tapi untuk sekedar "membayari" ongkos bensin.

Jadi, daripada berangkat kerja mobilnya kosong atau motornya kosong misalkan, mending sekalian mengambil penumpang yang searah.

Jika penumpang tidak searah, maka akan dicancel atau minta dicancel ke pelanggan.

4. Driver Gojek atau Grab minta pesanan dibatalkan karena tidak ingin dipotong oleh Perusahaan Gojek


Sebagaimana kita ketahui bersama, dari sebagian yang kita bayarkan kepada driver Gojek dan Grab, ada persentase yang akan dipotong oleh Perusahaan Gojek dan Grab.

Jika kita bayar 5000, mungkin 1000 akan masuk ke Perusahaan Gojek dan 4000 baru menjadi hak driver.

Nah, untuk menghindari berbagi penghasilan ini, ada juga driver yang minta di tengah jalan agar pesanan dicancel saja sama penumpang.

Tujuannya agar semua yang dibayarkan penumpang masuk ke kantong pribadi tanpa harus "setor" ke Gojek.

Saya pernah sekali naik GrabCar dan di tengah jalan driver minta pesanan dicancel.

5. Driver minta cancel pesanan ojek online karena dapat penumpang yang sama 3 kali dalam seminggu


Menurut informasi yang saya dapat, di salah satu perusahaan ojek online ada peraturan bahwa driver tidak boleh mengangkut penumpang yang sama 3 kali dalam seminggu.

Kebijakan ini mungkin disebabkan ada oknum-oknum yang nakal yang ingin mendapatkan bonus atau insentif dengan cara yang tidak benar atau tidak sportif.

Nah, kira-kira itulah 5 alasan mengapa driver Gojek minta cancel pesanan kepada pelanggannya. Baca juga: Pesan GoFood di Jakarta.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post