Tuesday, September 4, 2018

author photo
jumanto.com - Makanan khas Purbalingga baik hewani maupun nabati tidak terlalu jauh dengan makanan khas Purwokerto. Beberapa snack asli Purbalingga dapat kalian jumpai di toko pusat oleh-oleh khas Purbalingga, atau saat jalan-jalan ke pasar, kalian akan mendapati jajanan khas Purbalingga seperti ondol atau saya biasa menyebutnya condol.

Makanan khas Purbalingga juga bakalan kalian dapati saat kalian mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di Purbalingga. Penjual makanan di sana biasanya menyediakan makanan khas Purbalingga beserta jajanan dan oleh-oleh khas Purbalingga.

Ke manapun kalian mengunjungi tempat wisata di Purbalingga, pasti ada makanan khas yang dijual di sana, termasuk saat jalan-jalan ke Owabong, Desa Wisata Panusupan, Air Terjun atau Curug, dan berbagai destinasi liburan lainnya.

Purbalingga sendiri merupakan salah satu eks Karesidenan Banyumas bersama dengan Banjarnegara, Banyumas, dan Cilacap.

Tidak hanya logat bahasa yang sama, makanan khas di Purbalingga dan beberapa kabupaten yang saya sebutkan tadi juga mirip-mirip, gak jauh beda.

Makanan Khas Purbalingga baik Snack, Jajanan, Maupun Oleh-oleh untuk Dibawa Pulang


Sebagai orang yang dibesarkan di Purbalingga, menghabiskan masa kecil di sana, dan tentu saja terbiasa dengan masakan khas Purbalingga, saya selalu kangen dengan cita rasa masakan khasnya.

Oleh karena itu, tiap mudik ke Purbalingga dari Lampung, saya selalu mencari makanan khas Purbalingga yang cita rasanya gak bakalan saya dapetin di tempat lain.

Purbalingga sendiri tidak memiliki garis pesisir, jadi cita rasa masakannya tidak terpengaruh oleh ikan laut dan asinnya garam. Tidak ada pantai di Purbalingga, sehingga orang Purbalingga gak kenal laut hehehe.

Orang Purbalingga kenalnya sungai. Ada dua sungai besar yang mengaliri wilayah Purbalingga, yaitu Sungai Klawing dan Sungai Serayu.

Desa tempat saya tinggal saat masih kecil dulu, merupakan desa perbatasan yang dialiri sungai Serayu, jadi tiap hari mandi di sungai meskipun kena marah orang tua :D

Eh, kembali lagi soal makanan khas Purbalingga, sebagai penghasil gula merah, orang Purbalingga suka dengan masakan dengan rasa manis, meskipun gak nolak juga kalai dikasih masakan pedas atau sedikit asin :D

Nah, berikut ini beberapa snack, jajanan, dan makanan khas Purbalingga yang harus kalian coba saat liburan mengunjungi objek wisata di Purbalingga:

1. Sroto, makanan khas Purbalingga dan juga Purwokerto yang selalu bikin kangen


sroto khas purbalingga

Makanan khas Purbalingga yang satu ini adalah kuliner Purbalingga yang paling saya buru saat mudik atau pulang kampung ke rumah orang tua.

Tidak pernah saya lewatkan untuk mencicipi gurihnya sambal kacang pada sroto yang merupakan ciri khas dari sroto Purbalingga.

Baca selengkapnya pada tulisan saya: Enaknya Sroto Purbalingga.

Orang Purbalingga menyebut soto khas Purbalingga ini dengan sebutan sroto, bukan soto.

Saat kalian main ke Purbalingga, wajib hukumnya nyicip sroto Purbalingga, atau sroto kriyik panganan khas Purbalingga.

Beberapa sroto terkenal di Purbalingga di antaranya ada Sroto So Bojong (karena ada daun so nya), Sroto Bancar, dan Sroto Jatisaba.

Namun, kalau favorit saya sih, Sroto Tirtawi di Dusun III, Catutan, Desa Pelumutan, dan Sroto Pringgading, Senon, Purbalingga.

Selain harganya yang murah, rasa srotonya memang khas banget Purbalingga, menggunakan krupuk karag, krupuk yang terbuat dari singkong dengan warna merah putih.

Tutorial resep cara memasak sroto Purbalingga sudah banyak banget dibahas di internet dan kalian tinggal nyari saja resepnya jika ingin mencoba sendiri di rumah.

Komposisi sroto Purbalingga biasanya terdiri atas suwiran daging ayam, kecambah, daun muncang, kadang pakai mie bihun, ketupat, dan yang paling khas tentu saja sambal kacang yang kemudian diguyur pakai kuah sroto yang khas Purbalingga banget.

Duh, nikmatnya sampai ke ubun-ubun, masakan khas Purbalingga ini selalu bikin kangen :D

2. Mendoan asli, karena banyak mendoan palsu di luar Purbalingga


mendoan

Kalau mau mencicipi mendoan asli, datanglah ke Purbalingga, Purwokerto, dan sekitarnya, karena mendoan di sini memang bener-bener asli.

Memang apa bedanya mendoan asli dengan mendoan "palsu"?

Bedanya tempenya gaes hehehe.

Mendoan asli Purbalingga, menggunakan tempe tipis yang memang dibikin khusus untuk mendoan.

Sementara mendoan yang dijual di luar Purbalingga, biasanya mereka menggunakan tempe biasa yang diiris tipis-tipis, sehingga saya sebut mendoan "palsu", hehehe.

Rasanya jelas beda dong, mendoan asli Purbalingga karena dibuat dari tempe khas, jadinya lebih nendang dan khas banget deh.

Paling enak kalau malem-malem, nongkrong di kaki lima, sambil makan mendoan plus jaesu, duh, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? :D

Resep cara membuat mendoan juga sebenarnya sederhana banget, dengan bahan-bahan standar seperti membauat gorengen, dan kalian bisa mencobanya di rumah.

3. Ondol atau Condol, jajanan khas Purbalingga


makanan khas purbalingga condol sindik

Makanan khas Purbalingga selanjutnya yang suka bikin saya kangen juga adalah ondol, atau orang Pelumutan menyebutnya dengan condol.

Jadi, condol ini adalah jajanan khas Purbalingga yang dibuat dari singkong yang telah diparut/diselip, kemudian dibentuk bulat seukuran lebih besar sedikit dari kelereng, kemudian digoreng, setelah dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu.

Ondol khas Purbalingga tentu saja rasanya gurih, mengenyangkan, dan enak banget buat jajanan pagi teman kopi atau teh panas.

Jaman saya kecil dan bertahan hingga sekarang, pedagang condol keliling dari rumah ke rumah menjajakan dagangannya sebelum menjual condol di Pasar Grumung atau Pasar Penican dan Pasar Bojong.

Kalau dulu, condol biasanya ditusuk pakai bambu, satu tusuk isinya 10 biji, dan kami menyebutnya condol sindik.

Tertarik kan pengin tahu kayak apa rasanya jajanan khas Purbalingga ini? Yang jelas beda rasanya dengan gebleg/geblek yang ada di Lampung.

4. Buntil, masakan khas Purbalingga dengan bahan utama dari daun talas


buntil masakan khas purbalingga

Orang Purbalingga, terutama di desa saya, Pelumutan, biasa masak sayur memanfaatkan tanaman yang ada di sekitarnya.

Daun dan batang talas pun dimasak jadi sayur, pun halnya dengan batang "lompong", tanaman sejenis talas yang pohonnya lebih besar.

Batang dan daun talas enak banget kalau disayur santan dan sampai sekarang saya masih suka kalau ada yang masakin.

Selain dimasak dengan santan, daun talas juga dimasak dengan dicampur parutan kelapa, ikan teri, campuran berbagai bumbu khas, yang kemudian dikukus dan jadilah masakan yang namanya buntil.

Buntil ini juga enak dan gurih saat dijadikan lauk buat makan, apalagi kalau masih panas dan ada sambelnya, duh langsung laper deh perut hehehe.

Dimana kita bisa menemukan buntil saat ini?

Kalau kalian dateng ke pasar-pasar tradisional di Purbalingga, kalian bakalan menemukan buntil ini, terkadang dibuat dari daun talas, terkadang menggunakan daun singkong atau daun pepaya.

Cobain deh kalau kalian ke Purbalingga, pasti rasanya unik kalau belum pernah ngerasain :D

5. Permen Davos, permen khas Purbalingga, nostalgia masa kecil


permen davos khas purbalingga

Jaman saya kecil, saya biasanya beli permen davos kalau lagi pengin jajan permen. Permen davos sendiri merupakan permen rasa mint, yang ada di Purbalingga sejak tahun 1931. Legendaris banget bukan?

Silakan searching saja di Google: Permen Davos, dan kalian pun bakal menjumpai betapa istimewanya permen khas Purbalingga ini yang melegenda banget.

Apakah saat ini masih dijual atau gak, saya kurang tahu, tapi kalau iklan-iklan di marketplace masih banyak tuh. Sudah lama saya gak makan permen Davos :D

6. Jipang Kacang Gula Merah, snack khas Purbalingga buat oleh-oleh


jipang kacang khas purbalingga

Purbalingga merupakan salah satu penghasil gura merah, atau gula jawa. Gula merah dihasilkan dari nira pohon kelapa yang direbus sampai airnya menguap dan menyisakan gula yang kemudian mengeras setelah didiamkan.

Karena kaya akan gula merah, beberapa oleh-oleh khas Purbalingga tidak jauh-jauh dari gula merah, seperti jipang kacang gula merah, kacang goreng campur gula merah yang rasanya manis dan cocok buat kalian jadikan oleh-oleh.

Di daerah saya, gak saya temukan jipang kacang gula merah, kebanyakan masyarakat daerah utara yang memproduksi penganan khas Purbalingga ini.

7. Cimplung, semanis masyarakat Purbalingga yang ramah-ramah :D


cimplung goreng khas purbalingga

Masih belum jauh-jauh dari gula merah, ada makanan khas Purbalingga lainnya yang bernama cimplung.

Cimplung adalah umbi-umbian yang direbus di dalam air nira yang mendidih dan rasanya tentu saja manis.

Cimplung ini biasanya terbuat dari singkong, ubi jalar/mantang/munthul, talas, dan umbi-umbian lain yang direbus di dalam air nira saat mau membuat gula.

Orang kampung biasanya memanfaatkan nira yang mendidih untuk memasak makanan lainnya, daripada cuma masak nira makanya dimanfaatkan juga untuk merebus ubi di dalamnya.

Menikmati cimplung bisa langsung dimakan setelah masak, atau bisa juga digoreng, jadilah cimplung goreng.

Beberapa tempat wisata di Purbalingga seperti Jembatan Cinta, menjual cimplung goreng, khas banget Purbalingga.

Selain cimplung goreng, kamu juga bisa menikmati es nira lho, atau kami menyebutnya es badheg. Jadi, nira yang sudah direbus, belum jadi gula, kemudian dicampur dengan es batu, dan rasanya seger banget, manis nikmat.

8. Kacang Asin Mirasa, Oleh-oleh khas Purbalingga dari masa ke masa


kacang mirasa snack khas purbalingga

Jika kalian jalan-jalan ke Kota Purbalingga, di arah antara Usman Jannatin Park ke Terminal Purbalingga, di sebelah kiri jalan akan kalian jumpai toko pusat oleh-oleh khas Purbalingga yang namanya Mirasa.

Salah satu snack oleh-oleh khas Purbalingga yang dijual di sana adalah Kacang Asin Mirasa yang memang sudah legend banget di kota Purbalingga.

Keistimewaan kacang asin Mirasa adalah proses pembuatannya.

Sebelum disangrai dengan menggunakan pasir, kacang ini direndam dulu di dalam air selama sehari semalam.

Setelah direndam air, esoknya, kacang ini kemudian dilumuri dengan garam dan dibiarkan lagi berada dalam bak dalam satu hari satu malam.

Kacang kemudian dijemur sampai kering, setelah kering barulah kacang disangrai menggunakan pasir. Rasanya pasti berbeda dong dengan kacang asin lainnya.

9. Sate Blater, makanan khas kota Purbalingga yang berbeda dengan sate madura

sate blater khas purbalingga

Desa Blater di Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, merupakan desa yang terkenal dengan satenya. Makanya  kalau dengar kata Blater, pasti ingat sate ayamnya.

Sate Blater berbeda dengan sate madura, karena sate Blater Purbalingga sebelum dimasak akan direndam dulu dalam bumbu khas yang diracik oleh pemilik sate.

Proses pembakarannya pun sedikit berbeda, sate dibakar sambil berkali-kali dilumuri bumbu khas.

Sate Blater Purbalingga ini konon bisa tahan selama 3 hari.

10. Kacang Umpet Purbalingga, gurihnya bikin mulut gak mau berhenti makan


kacang ngumpet purbalingga

Karena kacangnya ada di dalam balutan tepung gurih, makanya kacang ini disebut kacang umpet atau kacang sembunyi.

Dari penampakannya saja sudah kelihatan betapa gurihnya kacang umpet Purbalingga ini.

Untuk mendapatkan oleh-oleh khas Purbalingga ini, kalian bisa membelinya di toko oleh-oleh khas Purbalingga dan biasanya tersedia di sana bersamaan dengan keripik, tahu krispy atau keripik tahu, dan berbagai snack lainnya.

Selain makanan khas Purbalingga di atas, sebenarnya masih ada beberapa makanan khas lainnya yang tidak bisa saya sebutkan di tulisan ini seperti es durian, gulai melung, dan roti toso.

Selain mencicipi masakan khas Purbalingga, jangan lewatkan juga untuk mencicipi bakso terkenal di Purbalingga, mengunjungi berbagai tempat makan romantis di Purbalingga, serta berburu kuliner di tempat makan enak Purbalingga.

Kedai Kebun Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah bisa menjadi salah satu alternatif kalian berwisata kuliner di kota Purbalingga.

Nah, kiranya itu saja Makanan Khas Purbalingga yang mirip-mirip dengan kuliner khas Purwokerto dan Banjarnegara. Baca Juga: 25 Curug Cantik di Purbalingga yang Sayang Banget Buat Dilewatkan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post