Saturday, December 16, 2017

author photo
Jumanto.Com - Lagi nyari info harga tiket masuk Grafika Cikole Lembang, Lokasi, Foto-foto, dan wahana yang ada di tempat wisata yang ada rumah hobbitnya ini? Tempat wisata di Bandung memang keren-keren banget, salah satunya Grafika Cikole Lembang Bandung ini, yang harus menjadi salah satu list destinasi liburan kalian di Bandung.

Di hari ketiga liburan di Bandung, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Grafika Cikole Lembang, setelah melihat foto rumah penginapannya yang unik serta rumah hobbitnya di beberapa akun instagram.

Sensasi berada di tengah-tengah hutan pinus dengan penginapan yang unik, membuat saya terpesona menikmati suasana yang gak bisa ditemukan di tempat lain.

Grafika Cikole Lembang
salah satu penginapan yang ada di Grafika Cikole Lembang Bandung
Nama jalan di Grafika Cikole Lembang Bandung unik-unik, kalau yang di atas, Jalan Sama Aku, Kawin sama temen aku hahaha, nohok.
Keberadaan Grafika Cikole Lembang ini agak mirip dengan tempat wisata Rumah Kurcaci di Purbalingga, hanya saja kalau di Kampung Kurcaci Purbalingga pohonnya bukan pohon pinus.

Pengalaman berwisata di Grafika Cikole Lembang mungkin bakalan lebih seru kalau sekalian menginap di penginapan yang ada di tempat wisata ini.

Lokasi Grafika Cikole Lembang dan Rute


Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang Bandung terletak di Jalan Tangkuban Perahu Km 8 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Letak Grafika Cikole Lembang Bandung ini satu arah dengan jalan menuju tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu Subang.

Alamat Grafika Cikole Lembang ini masih masuk ke Kabupaten Bandung Barat, berbeda dengan Tangkuban Perahu dan Ciater yang sudah masuk ke Wilayah Kabupaten Subang, meskipun jaraknya sebenarnya cukup dekat.

Selain Grafika Cikole, masih ada juga tempat wisata lain di dekat Grafika Cikole ini, seperti tempat wisata Cikole Jayagiri Resort, Zone 235 Outdoor Training Center Cikole, dan Orchid Forest.

Rute menuju Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang


Saat mengunjungi Grafika Cikole Lembang, kami menempuh rute lewat Dago Giri, karena kami menginap di Airy Eco Syariah Dago Atas Bandung.



Kami melewati jalanan yang menanjak di Dago Giri, melewati tempat wisata Dago DreamPark, Rumah Miring, terus bergerak lurus mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Google Maps.

Jalan ke Grafika Cikole Bandung lewat Dago Giri memang cukup asyik, suasana yang asri, serta jalanan yang memberikan sensasi sendiri.

Siapkan kendaraan dalam keadaan prima ya karena jalanan menanjak cukup tajam banyak berada di jalur ini.

Harga Tiket Masuk Grafika Cikole


Setelah parkir motor di tempat parkir khusus motor, kami diarahkan menuju pintu masuk oleh satpam sekalian beli tiket masuk Grafika Cikole di sana.

Pagi itu masih cukup sepi, mungkin karena hari Senin, baru setengah 10 pagi juga. Saat membeli tiket masuk, kami sekalian nanya tempat makan ada di mana, eh ternyata belum siap.

Mereka baru buka tempat makan pukul 10 pagi (paling cepat).

harga tiket masuk grafika cikole

Kami pun kemudian membayar biaya tiket masuk Grafika Cikole Lembang Bandung untuk 2 orang dengan harga masing-masing Rp15.000, total harus bayar 30 ribu rupiah.

Alya gak dikenakan biaya tiket masuk.

Tiket masuk tersebut dapat ditukarkan dengan satu wahana outbound atau ditukarkan dengan makanan di Pendopo, atau bisa juga ditukarkan dengan souvenir.

Karena kami pagi itu belum sarapan, perut keroncongan, sementara resto Grafika Cikole belum buka, maka kami memutuskan untuk menukar dengan makanan saja di Pendopo yang letaknya gak jauh dari pintu masuk dan resto.

Menukar makanan pendopo, kecewa gak ada mendoan, pelayanannya gak jelas


Karena sudah kelaperan, kami pun langsung menuju pendopo untuk menukarkan voucher tiket masuk Grafika Cikole dengan snack atau makanan.

Kata mas-mas yang jual tiket masuk, voucher ini bisa ditukarkan dengan mendoan, pisang keju, dan snack lainnya.

Begitu kami sampai di Pendopo, kami langsung bilang mau menukarkan voucher. Kami pun dipersilakan untuk duduk, dan kami pilih duduk di balkon outdoor.

Setelah kami baca, ternyata penukaran tiket masuk Grafika dengan makanan pun baru dibuka pukul 10.00, sementara waktu masih menunjukkan pukul 10 kurang 5 menit.

Kami lihat pelayan masih sibuk mempersiapkan makan siang, mungkin pesanan orang-orang yang seang bermain outbound di Grafika Cikole.

Cuma yang kami sayangkan, selama kami duduk di Pendopo, sama sekali gak ada pelayan yang menghampiri kami, menanyakan mau menukar dengan menu apa.

Sampai 15 menit lebih, kami dibiarkan duduk-duduk saja, tanpa ada satu pun pelayan yang datang.

pendopo grafika cikole
senyum getir menunggu pelayan mengantarkan menu :D

Untung kami bawa buah anggur yang kami beli di tengah perjalanan sebelumnya, jadi kami bisa menunggu ketidakpastian ini dengan mengunyah buah anggur sampai kembung hehehe.

Gak sabar dengan pelayanan yang gak jelas ini, mama kemudian nanya sama pelayan di dalam pendopo.

Apa jawabannya?

Gak ada mendoan. Gak ada pisang yang mau mama pesan. Trus adanya apa?

Katanya cuma ada bakso goreng sama sosis goreng.

Yah, apa mau dikata, terpaksa saya menahan ludah, membayangkan mendoan hangat dengan cabe rawit terhidang di meja yang gagal, lalu cuma bisa dapat bakso goreng dua tusuk isi 4 biji.

makanan grafika cikole

Saya pesan bakso goreng sementara Alya pesan sosis goreng, masing-masing dapat dua tusuk, wah kurang banget kalau cuma segini, gak bisa ganjel perut.

Untungnya rasa bakso goreng dan sosis gorengnya enak, sedikit mengobati kekecewaan kami pada pelaanan layana voucher tiket Grafika Cikole di Pendopo.

Menikmati Kuliner Khas Sunda di Saung Lesehan Grafika Cikole Lembang Bandung


Dari penginapan, kami sengaja gak sarapan dulu, karena memang berencana sarapan di Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang.

Sayangnya, saat sampai di lokasi, restoran Saung Lesehan belum buka, karena mereka baru buka jam 10.

Sebenarnya Grafika Cikole Bandung ini punya beberapa restoran:
  • Restoran Sunda.
  • Resto Sangkuriang.
  • Aula Dayang Sumbi.
  • Pendopo Hutan.
  • Saung Lesehan.

Sayangnya, saat saya tanya, Resto Sangkuriang yang lokasinya ada di dekat pintu masuk dan tempat parkir mobil, katanya cuma melayani khusus rombongan.

Sedangkan pendopo, untuk menukar voucher kami saja gak terurus.

Akhirnya, kami memilih mencicipi kuliner di Saung Lesehan Grafika Cikole Bandung.

Harga makanan di Saung Lesehan


Secara umum, harga makanan di Saung Lesehan Grafika Cikole gak jauh beda dengan harga makanan di resto-resto yang ada di Bandung. Jangan bandingkan harganya dengan makanan kaki lima, pasti jauh.

Saat pesan makanan kaki lima, kemarin saya kaget lho beli bubur ayam di Bandung harganya cuma 5 ribu rupiah per porsi, saat mau ke Farm House Lembang Bandung. Kaget benar kami dengan harganya.

Berikut ini beberapa foto menu dan harga makanan di Saung Lesehan Grafika Cikole, sayangnya gambarnya memang kurang jelas:

harga makanan grafika cikole

menu makanan saung grafika cikole


menu makanan grafika cikole

Menu makanan yang kami pesan


Setelah duduk di saung, waitress membawakan kami daftar menu, lalu kami pun memilih menu yang akan kami pesan.

Di Grafika Cikole ini, kami memesan menu makanan ini:
  • nasi timbel komplit pakai ayam (pesanan mama): 45 k.
    nasi timbel ayam
  • nasi timbel komplit pakai ikan (pesanan saya): 45 k.
    nasi timbel ikan
  • 2 gelas bandrek: 15 k.
  • es jeruk: 20 k.
  • teh manis: 10 k.
  • Total pesanan: 150 k.
  • pajak 15 k.
  • biaya layanan (service) 7,5 k.
  • Total harus bayar: 172,5 k.

harga makanan di grafika cikole

Ternyata selain kena pajak, kena juga biaya service sebesar 7.500 rupiah.

Untuk rasa, menurut kami standar banget, malah kurang menurut kami, hanya menang suasana saja, harga terbilang mahal juga untuk minumannya.

suasana makan di saung grafika cikole
saat makan di saung lesehan Grafika Cikole Lembang

Dibandingkan dengan Kampung Daun, rasa makanan dan suasana tentu kalah jauh. Kalau mau cari kuliner, mending ke Kampung Daun, tapi kalau mau menikmati wisata alam, bisa juga lah datang ke Grafika Cikole Lembang.

Foto-foto di Grafika Cikole Bandung


Setelah kenyang makan, dan hujan sudah mulai reda, menyisakan sedikit gerimis, kami pun kemudian keliling-keliling menjelajah area Grafika Cikole Lembang sampai ke ujung.

Pondok wisata alam Grafika Cikole Lembang


pondok wisata alam grafika cikole

Pertama-tama, kami foto-foto di sekitaran pondok wisata alam Grafika Cikole Lembang. Pondok wisata alam sendiri merupakan penginapan yang berada di sela-sela pepohonan pinus, berbentuk rumah kayu atap segitiga,

Pondok ini memiliki kapasitas 6 orang dengan tarif per malamnya 1 juta rupiah belum termasuk 15% pajak dan biaya service.

Beberapa tenda camping juga digelar di depan Pondok Wisata Alam ini.

Selain pondok wisata, Grafika Cikole juga memiliki hotel dengan harga kamar per malamnya sekitar 460 ribu.

Penginapan unik di Terminal Wisata Grafika Cikole


penginapan unik grafika cikole

Setelah foto foto mengambil gambar di sekitaran Pondok Wisata Alam, kami melanjutkan penjelajahan kami, hingga sampai ke kompleks penginapan dengan atap warna putih berbentuk kerucut.

Awalnya, saya pikir cuma tenda-tenda kemah, ternyata sebuah penginapan yang disewakan juga.

Grafika Cikole Camping Ground


grafika cikole camping ground

Buat kalian yang mau menginap di Grafika Cikole, ada 3 jenis penginapan di Grafika Cikole: Pondok Wisata Alam, Hotel, dan Camping Ground.

Camping Ground sendiri ada dua, yaitu Camping Ground keluarga dengan kapasitas 4 orang, tarifnya 460 ribu per malam belum termasuk biaya service dan pajak 15%.

Baca Juga: Harga Paket Wisata di Grafika Cikole Lembang Bandung.

Selain camping ground keluarga, Grafika Cikole juga menyediakan tipe camping ground massal untuk kemah anak sekolah, perusahaan, instansi pemerintah, atau kegiatan massal lainnya yang mau outbound di Grafika Cikole.

Sayangnya, saat saya cari di Traveloka dan Agoda, penginapan Grafika Cikole ini sepertinya beleum bekerja sama dengan mereka.

Foto-foto lainnya di Grafika Cikole


Berikut ini beberapa gambar Grafika Cikole Lembang yang bisa saya upload di sini. Sebenarnya masih banyak foto yang saya simpan, cuma gak bisa kan saya upload semua di sini hehehe. Ada juga air terjun mini di Grafika Cikole Lembang.

Rumah Kurcaci


rumah kurcaci

 TWGC Camping Land


twgc camping land

 Rumah Hobbit Mini dalam Wajan


rumah hobbit mini dalam wajan

Rumah Hobbit atau Kurcaci?


rumah hobbit

Kebun Strawberry Grafika Cikole


kebun strawberry grafika cikole


Grafika Cikole sendiri sebenarnya merupakan tempat wisata alam yang paling cocok dikunjungi kalian yang mau main outbound.

Ada berbagai macam pilihan paket wisata outbound dengan berbagai harganya.

Untuk mendapatkan tiket lebih murah bisa silakan cari harga paket wisata Grafika Cikole atau tiket terusan sehingga bisa lebih hemat.

Kesimpulan


Kuliner yang ada di Grafika Cikole Lembang menurut saya kurang recommended, kecewa dengan penukaran tiket masuk di pendopo, dan rasa makanan di saung pun kurang nendang.

Untuk tempat foto-foto, bisa foto prewedding, foto narsis buat diunggah di akun instagram dan keperluan foto lainnya, tempat ini cukup OK.

Paling tepat kalau mau ke sini saat mau bermain outbound, dengan berbagai pilihan tarif harganya.

Kiranya demikian saja review singkat mengenai Grafika Cikole Lembang Bandung berdasarkan pengalaman jalan-jalan di Bandung kemarin. Baca Juga: Penginapan murah yang ada di Bandung.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post