Wednesday, December 27, 2017

Asyiknya Liburan ke Floating Market Lembang Bandung, Tiket Masuknya Mahal Sih Hehehe

author photo
Jumanto.Com - Rencana awalnya siang hari mau jalan-jalan ke Dusun Bambu lalu malamnya makan malam di Kampung Daun Lembang Bandung. Sayangnya siang hari Bandung diguyur hujan deras, rencana awal pun gagal dan akhirnya malah nyasar ke Floating Market Lembang Bandung.

Hari Sabtu, 18 November 2017 lalu, setelah check in penginapan di Airy Eco Pasteur Mulyasari Bandung, tiba-tiba hujan deras langsung mengguyur kota Bandung.

Di sepanjang perjalanan dari Bandara Bandung menuju Airy Rooms Mulyasari Culdesac memang mendung sudah menggelayut begitu hitamnya, beberapa kali meneteskan air sedikit, tinggal nunggu tumpahnya saja.

Alhamdulillah, air hujan tumpah dengan derasnya setelah kami sampai di penginapan sehingga kami gak sempat basah-basahan di tengah jalan.

Sempat galau juga, sudah direncanakan hari pertama di Bandung mau jalan-jalan ke Dusun Bambu dan makan malam di Kampung Daun, sepertinya bakalan gagal karena hujan deras dan suhu di penginapan terasa dingin banget, padahal tanpa AC dan kipas angin pun gak nyala.

Setelah menunggu cukup lama, mendekati waktu ashar, hujan akhirnya berangsur-angsur berkurang intensitasnya, meskipun rintik-rintik air hujan masih terlihat.

Karena terlalu sayang jika berdiam diri saja di penginapan sepanjang hari, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk keluar, menerobos hujan rintik-rintik, memakai mantel yang saya bawa dari Lampung dan mantel dari tempat sewa motor.

Dekat-dekat penginapan hujan masih rintik-rintik, tapi makin jauh perjalanan hujan kembali berkurang hingga akhirnya di daerah Lembang hujan pun sudah berhenti, seolah-olah mengobati kekesalan hati karena terjebak macet.

Kami pun mampir isi bensin di Pom Bensin di daerah Lembang, lalu cek google maps, ke arah mana lagi untuk menuju Dusun Bambu.

Ternyata kami nyasar, melenceng jauh, kami malah mengambil arah ke Grafika Cikole dan Tangkuban Perahu.

Kami pun memutar balik, melewati kemacetan padat, menuju arah Dusun Bambu Lembang Bandung.

Gak Sengaja Menemukan Lokasi Floating Market Lembang Bandung


floating market lembang bandung
Kota Mini, salah satu Wahana di Floating Market Bandung

Floating Market Lembang Bandung memang sudah kami agendakan untuk dikunjungi di hari berikutnya saat kami liburan di Bandung.

Hari pertama, planning kami, kami bisa mengunjungi dua tempat wisata di Bandung, Dusun Bambu dan Kampung Daun.

Saat mengambil arah kembali ke Dusun Bambu, tepat setelah persimpangan, di sebelah kiri jalan, ternyata kami melihat spanduk besar bertuliskan "Floating Market" disertai petunjuk arah.

Setelah berdiskusi singkat, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Floating Market Lembang Bandung saja sore itu, mumpung sudah sampai di sini.

Dusun Bambu dan Kampung Daun kami agendakan di hari berikutnya.



Di pom bensin tadi kami gak memperhatikan lokasi Floating Market Lembang, tahu-tahu sudah nyasar saja ke tempat wisata ini. Nyasar yang membawa bahagia hehehe.
Alamat Floating Market Lembang Bandung ini berada di Jalan Grand Hotel No 33 E, Lembang, Bandung, No Telpon (022) 2787766.

Harga Tiket Masuk Floating Market Lembang Bandung


Setelah mengikuti petunjuk arah yang ada di spanduk, berjarak sekitar 100 meteran saja dari spanduk tadi, kami sudah sampai di loket masuk Floating Market Bandung.

Di sebelah kanan, mobil dan bus-bus ada juga yang baru mau masuk.

Saya mengambil jalur di sebelah kiri, berhenti sebentar untuk membayar tiket masuk Floating Market Lembang Bandung.

Ada petugas yang menghampiri setiap pengendara untuk memberikan tiket masuk floating Market Bandung.

Setelah saya tanya, berapa yang harus saya bayar, Mas yang bawa tiket bilang, "60 ribu rupiah untuk 3 orang".

tiket masuk floating market lembang

Anak kecil 5 tahun seumuran Alya sudah dikenakan tiket masuk. Biaya tiket masuk Floating Market ternyata 20 ribu rupiah per orang, mungkin karena hari Sabtu/Weekend.

Harga tiket masuk ke floating market sebenarnya gak mahal-mahal banget, tapi tiket masuk ke setiap wahana nanti yang ternyata bikin kantong bolong hehehe.

Setelah membayar biaya masuk Floating Market Lembang, saya dikasih 3 lembar tiket masuk Floating Market, sambil dikasih tahu kalau tiket masuk bisa ditukarkan dengan minuman di pintu masuk.

Jenis minuman yang bisa ditukarkan dengan tiket Floating Market Lembang ada lemon tea, millo, dan beberapa jenis kopi/cocolatte.

Kami pun segera meluncur ke tempat parkir motor, lalu segera masuk ke Floating Market Lembang buat menikmati eksotisme tempat wisata di Bandung yang satu ini.

Beli Makanan di Pasar Terapung "Floating Market Bandung"


Karena belum makan siang, maka kami kelaperan banget sore itu. Awalnya memang kami mau makan di Dusun Bambu, eh sampai kesorean perut belum terisi juga.

Begitu sampai di Floating Market Lembang, kami langsung berkeliling pasar terapung mencari makanan yang menggugah selera kami.

pasar terapung floating market

Kebetulan juga begitu masuk ke Floating Market Lembang, kami langsung diarahkan ke pasar terapung, jadinya ya pas banget lah dengan suasan perut kami yang galau kelaperan hahaha.

Sebelum membeli makanan, kami pun membeli koin dulu, mengingat makanan yang ada di Floating Market ini bayarnya pakai koin.

Saya beli 50 ribu dulu, karena koin yang sudah dibeli gak bisa ditukarkan lagi.

Daripada beli kelebihan, lebih baik kurang, nanti bisa beli lagi.

Setelah beli koin buat beli makanan di Floating Market Lembang, kami berkeliling melihat-lihat makanan yang ada di Floating Market.

Harga makanan di floating market lembang berkisar mulai dari 10 ribu rupiah, dengan nilai kelipatan  5 ribu rupiah, karena koin yang dijual memang kelipatan 5 ribu rupiah.

Mendoan di Floating Market Bandung


Bingung mau beli makanan apa di Floating Market, tiba-tiba mata saya menangkap ada makanan favorit saya yang dijual di Floating Market Bandung.

MENDOAN.

mendoan floating market

Begitu melihat mendoan, lidah saya langsung meleleh, kaki langsung bergerak mendekat ke arah penjual, lalu saya tanya mendoannya berapaan.

Harga mendoan di Floating Market cuma 10 ribu rupiah, dapat dua buah mendoan jumbo, yang ternyata sudah bikin perut kenyang juga hehehe.

Yah, gak mahal-mahal amat lah.

Satu porsi mendoan seharga 10 ribu rupiah dilengkapi dengan beberapa biji cabai serta kecap.

Rasanya?

Maknyus. Enak. Bikin kangen Purbalingga hehehe.

Recommended deh mendoan yang ada di Floating Market Lembang Bandung.

Lontong Kari Ayam, Sate Ayam, Bubur Ayam, dan Cilok



Selain memesan mendoan, saya juga memesan lontong kari ayam di Floating Market dengan harga 20 k. Untuk rasa, kurang pas di lidah, terlalu asin. Jadinya terasa aneh di lidah.

Alya yang kelaperan pilih sate ayam seharga 30 k. Saya yang ikut nyicip sate ayam, rasanya enak, bumbunya pas, gak seperti lontong kari ayam yang saya pesan.

Sate dilengkapi dengan lontong, meskipun lotongnya terlalu sedikit hehehe. Alya habis juga makan satu porsi sate plus lontong.

Sementara mama memesan bubur ayam dan cilok. Bubur ayamnya enak, ciloknya juga enak. Tapi, kami jadi kekenyangan karena terlalu banyak yang dimakan hehehe.

Overall, harga makanan di floating market masih terbilang wajar, rasa makanan juga lumayan, kecuali lontong kari ayam yang saya beli.

Tapi, yang paling jos tetap mendoannya hehehe.

Ngasih Makan Ikan sambil Ngelihat Pengunjung Naik Perahu


Mama membeli sebungkus pakan ikan seharga 5k, buat ngasih makan ikan yang ada di samping pasar terapung, sambil menyaksikan para pengunjung yang naik perahu.

Ikan di sini gede-gede banget, karena banyak dikasih makan sama pengunjung mungkin. Alya sampai gak berani mendekat karena ikannya gede-gede.

floating market bandung

naik perahu floating market lembang
naik perahu

floating market lembang
floating market lembang
Selain di samping pasar terapung, sebelum naik ke Kota Mini, kita juga bisa ngasih makan ikan kecil di sana.

Atau kalau mau ngasih makan angsa juga ada, sekalian juga ngasih makan kelinci di rumah kelinci dan main juga sama domba-domba yang ada di floating market :D

Foto-foto Floating Market Lembang


Selepas kenyang dan ngasih kenyang ikan juga, kami berkeliling floating market, sayangnya kami belum sempat foto foto di kampung Jepang dan Korea yang ada di Floating Market.

Melewati pasar terapung, ada jembatan kecil dengan pepohonan rindang di kanan kiri, di sini cakep juga buat foto-foto.

foto floating market lembang

Di sebelah kirinya ada mushola, baik mushola laki-laki maupun perempuan, dilengkapi toilet dan tempat wudhu laki-laki dan perempuan terpisah.

Berikut beberapa foto hasil kami berkeliling Floating Market Lembang Bandung:

review floating market
asyiknya jalan jalan di floating market
isi floating market
floating market yang teduh dan hijau
liburan di floating market lembang
jembatan apung floating market
Mau upload lebih banyak foto di sini kayaknya terlalu banyak ya, jadi masih banyak foto bagus di laptop ni hehehe.

Oh ya di Floating market ini , selain ada taman kelinci, taman miniatur kereta, kampung jepang dan korea, kota mini, dan beberapa wahana lain, ada juga kolam renang Floating Market Lembang khusus jilbabers. Keren kan.

Kalau mau cari hotel dekat Floating Market Lembang juga ada jadi gak perlu khawatir soal penginapan.

Jangan lupa juga kunjungi tempat wisata lain di Bandung macam De Ranch Lembang Bandung, Kampung Wajah Wonderland, Jendela Alam, Grafika Cikole, Tangkuban Perahu, dan masih banyak tempat liburan lainnya di Bandung.

Demikian saja cerita Liburan ke Floating Market Lembang Bandung kami beserta info tiket masuknya. Perhatikan jam buka Floating Market Lembang ya kalau mau dateng ke sini. Baca juga: Review Penginapan Murah Airy Eco Pasteur Mulyasari Bandung.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post