Tuesday, August 29, 2017

Trip Singkat ke Pulau Pasaran, Si Penghasil Ikan Teri Terbaik di Lampung

author photo
Jumanto.Com - Lho, ada Pulau Pasaran di Lampung ya? Sebelah mananya Pulau Pahawang? Emangnya ada ya Tempat Wisata di Lampung yang namanya Pulau Pasaran? Di mana sih lokasi Pulau Pasaran? Kok gak pernah lihat peta Pulau Pasaran Lampung?

Hahaha, kalau kalian gak pernah denger nama Pulau Pasaran Lampung, padahal sudah lama tinggal di Lampung, artinya kalian kudet alias kurang apdet :D

Atau bisa jadi kalian kurang piknik, terlalu sibuk dengan kerjaan kantor, yang gak akan pernah habis meskipun kalian kerjain tiap hari hehehe.

Santailah sejenak, buang jauh-jauh masalah kerjaan, luangkan waktu Sabtu dan Minggu kalian buat keluarga, dan datanglah menengok kehidupan masyarakat pinggiran kota di Pulau Pasaran, maka kalian akan melihat sisi lain dari Kota Bandar Lampung yang sangat berbeda dari kehidupan kalian selama ini.

pulau pasaran
Jembatan Pulau Pasaran Lampung

Alamat Pulau Pasaran Lampung


Pulau Pasaran Lampung terletak di Teluk Betung Timur, tepatnya berada di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung.

Pulau ini memiliki luas sekitar 12 atau 13 hektar, yang terdiri dari 2 RT (hasil saya ngobrol singkat dengan penduduk setempat).

Buat kalian yang mau dateng ke Pulau Pasaran Lampung, gampang banget caranya. Buka google maps, setting tempat kalian berada, dan setting tempat tujuan "Pulau Pasaran", maka kalian akan dikasih rute buat menuju Pulau Pasaran Bandar Lampung ini.

Sesampai di Jalan Teluk Bone, kalau bingung mau arah ke mana untuk menuju Pulau Pasaran Teluk, tanyalah warga sekitar, pasti bakal dikasih tahu.

Berikut ini jalan menuju Pulau Pasaran Bandar Lampung dan peta Pulau Pasaran hasil dari Google Maps:



Kemarin saya jalan menuju Pulau Pasaran ini lewat Jalan Basuki Rahmat, lalu gak lewat Pasar Cimeng, tapi masuk jalan setelahnya, lewat Jalan Dr. Setia Budi - Jalan RE Martadinata - Jalan Teluk Ratai - Jalan Teluk Bone - Masuk ke Jalan setapak yang ada Gapura bertuliskan "Selamat Datang di Pulau Pasaran", lalu jalan masuk sekitar 500 meter dan melewati Jembatan Pulau Pasaran.

Untuk ke Pulau Pasaran ini bisa menggunakan perahu atau bisa juga membawa motor langsung sampai ke Pulau Pasaran melewati Jembatan Pulau Pasaran yang dibangun tahun 2014 lalu.

Sebelumnya, akses ke Pulau Pasaran ini hanya bisa dicapai menggunakan perahu.

Pulau Pasaran Bandar Lampung sendiri pada awalnya merupakan hasil reklamasi mandiri dari warga setempat yang menumpuk batu karang membentuk sebuah pulau.

Awalnya luasnya gak seberapa, hingga akhirnya banyak warga yang menumpuk material juga di sana membentuk reklamasi mandiri dan jadilah Pulau Pasaran yang luasnya seperti sekarang dapat kita lihat.

Sore Hari di Pulau Pasaran Lampung


Trip ke Pulau Pasaran Teluk kali ini benar-benar trip yang singkat banget, karena tujuan utama saya sebenarnya mau nyari makan malem bareng keluarga di malam Minggu.

Karena berangkat dari rumah sekitar pukul 5 sore, daripada lama nunggu waktu malam, saya pun berinisiatif untuk mengunjungi Pulau Pasaran di Teluk Betung Timur ini.

Di Jalan Teluk Bone, sebelum masuk ke Jembatan Pulau Pasaran, bau-bau khas kampung pesisir penghasil ikan dengan rumah-rumah yang padat mulai tercium.

Sesampai di Pulau Pasaran, makin jelas bau ikan teri kering yang memenuhi areal perkampungan.

pulau pasaran lampung
Matahari sudah mau tenggelam, sunset di Pulau Pasaran

Sayangnya, sampai di Pulau Pasaran sudah mendekati waktu maghrib. Meskipun perjalanan gak nyasar, tetap sampai di Pulau Pasaran matahari sudah mau tenggelam.

Air laut pun sudah surut, menyisakan tanah-tanah berlumpur di sepanjang kanan dan kiri Jembatan Pulau Pasaran.

Terlihat beberapa bangunan dari kayu/bambu membentuk kerucut yang saya sendiri kurang tahu buat apa, mungkin buat keramba atau tempat memelihara ikan.

pulau pasaran bandar lampung
Entah ini buat apa fungsinya

Setelah berhenti sejenak untuk mengambil foto dari tengah Jembatan Pulau Pasaran, kami melanjutkan perjalanan memasuki perkampungan pulau.

Terlihat beberapa warga sedang memberesi jemuran ikan teri, mengingat waktu sudah sore. Ada juga keramaian sebuah tenda yang ternyata ada kegiatan pengajian di malam harinya.

Kami bergerak menggunakan sepeda motor melewati jalanan setapak di Pulau Pasaran, yang ternyata jauh lebih luas dibandingkan gambaran saya sebelumnya.

Ternyata ada pula sebuah masjid cukup besar di tengah-tengah perkampungan warga Pulau Pasaran. Mengingat waktu menjelang sholat, setelah muter-muter keliling pulau, kami pun mampir ke masjid buat sholat maghrib.

masjid pulau pasaran

Selepas sholat, barulah kami pulang mencari tempat makan yang akhirnya mampir ke Warung Pedas S Parman Bandar Lampung.

Kami belum sempat melihat aktivitas warga Pulau Pasaran membuat ikan teri asin. Buat kalian yang mau baca aktivitas warga Pulau Pasaran dapat membaca tulisannya Om Yopie di kelililnglampung.net.

Finally, Pulau Pasaran Lampung, sebagai sentra penghasil ikan, merupakan sisi tersendiri dalam melengkapi kehidupan kota Bandar Lampung yang berwarna-warni.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post