Friday, August 18, 2017

Pantai Pandawa Bali: Hasrat yang Tak Terpuaskan

author photo
Jumanto.Com - Pantai Pandawa Bali, atau penduduk lokal menyebutnya Pantai Kutuh Bali, sedangkan turis Australia menyebutnya Secret Beach, karena dulunya pantai ini merupakan pantai tersembunyi di Bali yang terletak di balik bukit kapur. Tak heran dulu banyak turis telanjang dada (topless), tapi sekarang gak lagi :D

Alangkah beruntungnya kalau kalian dulu jalan-jalan ke Pantai Pandawa Kutuh ini ya, masih bisa menikmati pemandangan turis-turis berjemur tanpa kain penutup hehehe.

Tapi, kalau sekarang jangan ngarep lagi ya, karena Pantai Pandawa Bali ini kini malah lebih ramai dikunjungi sama wisatawan domestik, meskipun masih banyak juga turis asing yang dateng ke sini.

Pantai Pandawa Bali adalah tujuan terakhir jalan-jalan kami menikmati tempat wisata di Bali. Setelah berkunjung ke Pantai Kuta, dilanjutkan ke Tanah Lot, terakhir kami melipir ke Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Awalnya sih saya pengin main ke Pantai Dreamland, cuma karena sopir yang membawa kami bilang katanya Pantai Dreamland ini sekarang kalah sama Pantai Pandawa, maka kami putuskan untuk dateng ke Pantai Pandawa saja.

Kalau melihat sejarah Pantai Pandawa, kawasan pantai ini dulunya dikenal dengan nama pantai “PENYEKJEKAN”.

Nama Pantai Pandawa sendiri diambil didasari spirit kisah lima Pandawa yang selama 12 tahun diasingkan ke hutan dan Goa Gala-gala.

Kisah pandawa ini dinilai sejalan dengan kehidupan masyarakat adat Kutuh yang dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2010 berjuang membelah tebing untuk melepaskan diri keterpinggiran dan keterasingan kehidupan.

Tahun 2012 kawasan pantai ini kemudian dinyatakan sebagai kawasan wisata yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum, dan dikenallah dengan nama Pantai Pandawa Bali.

Demikian konon asal usul Pantai Pandawa.

Akses Menuju Pantai Pandawa Bali


pantai pandawa bali
gambar ini milik akun instagram @melati_risma

Dari Tanah Lot Bali, kami bergerak ke arah selatan menuju Pantai Pandawa. Untuk mempercepat perjalanan, kami memilih jalan lewat jalan tol Bali, jalan tol yang berada di atas perairan laut.

Jalan yang kami lalui bermacam-macam, dari tanah perkotaan sampai tanah perdesaan yang masih banyak pepohonan, sampai tanah kering berupa kapur saat mendekati lokasi Pantai Pandawa.

Kami juga melewati "Puja Mandala", sebuah tempat di Bali yang di situ terdapat 5 tempat ibadah dari 5 agama yang ada di Indonesia.

Di Puja Mandala tersebut terdapat Pura, Gereja, Masjid, dan Wihara.

Karena pertama kalinya berkunjung ke daerah Kutuh ini, dan memang pertama kalinya datang ke Bali, jujur saja saya masih bingung dengan rute yang kami tempuh.

Tapi semua rute sudah terlihat jelas kok di Google Maps, sehingga kalau kalian pengin tahu rute menuju Pantai Pandawa dari Bandara atau dari Denpasar, tinggal buka google Maps saja.

Akses menuju Pantai Pandawa Bali memang agak susah bagi pengunjung yang gak bawa kendaraan pribadi. Belum ada angkutan umum menuju Pantai Pandawa setahu saya.

Alternatifnya, kita bisa menyewa sepeda motor menuju Pantai Pandawa dengan biaya sewa sekitar 70 ribu per 24 jam.

Atau bisa juga sewa mobil di Bali seperti saya, plus sopirnya juga biar gak bingung sama rute yang mau ditempuh.

Harga Tiket Masuk Pantai Pandawa Bali


Jika sudah memasuki daerah dengan bukit-bukit kapur di sebelah kanan dan kiri jalan, itu artinya kita sudah dekat dengan Pantai Pandawa Bali.

Selanjutnya, kita akan memasuki jalan dua arah, yang satunya akan ada gerbang pembelian tiket masuk, dan satu arahnya lagi merupakan jalan arah keluar pantai.

Di sini kita harus membayar biaya tiket masuk Pantai Pandawa terlebih dahulu:
  • Biaya masuk Pantai Pandawa 8.000 per orang.
  • Biaya parkir motor 2.000 per motor.
  • Biaya parkor mobil 5.000 per mobil.
*) harga tiket masuk dapat berubah sewaktu-waktu.

Setelah membayar tiket masuk, kami pun kembali jalan menuju Pantai Pandawa Kutuh, menuruni jalanan hasil dari tebing yang dibelah, menyaksikan pemandangan Pantai Pandawa yang memukau di bawah, dan hiasan patung Dewi Kunti serta Tokoh Pandawa di tebing sebelah kiri jalan.

Menikmati keindahan Pantai Pandawa Kutuh terasa lebih berkesan saat kita mengambil gambar dari atas, di jalan dekat dengan tulisan raksasa "Pantai Pandawa".

Hasrat yang Tak Terpuaskan di Pantai Pandawa Kutuh


pantai pandawa

Sayangnya, kami sampai di Pantai Pandawa Bali sudah kesorean banget, gak lama dari kami sampai, waktu maghrib sudah datang.

Dari Tanah Lot, kami berangkat sudah hampir pukul setengah 6 sore WITA. Keasyikan main-main di Tanah Lot.

Alhasil, hampir setengah 7 malam WITA barulah kami parkir di lahan parkir, sementara waktu maghrib di Bali pukul 06.45 WITA.

foto pantai pandawa lampung

Pengunjung sudah sepi. Pengunjung yang ada pun sudah bersiap-siap mau pulang. Hanya ada beberapa turis yang sedang main pasir di pinggiran pantai.

gambar pantai pandawa

Sudah gitu, air laut Pantai Pandawa sudah sangat surut, menyisakan pemandangan yang kurang cantik, dibandingkan saat pantai sedang pasang.

Aktivitas paling asyik kalau pantai sedang surut adalah bermain kano, tapi berenang di Pantai Pandawa saat air laut sedang pasang nampaknya jauh lebih asyik.

Ombak pun hanya sampai di tengah laut, terpecahkan oleh bebatuan karang, sementara di pinggiran pantai tersisa air yang sangat tenang, beginilah suasanai Pantai Pandawa Bali saat air laut sedang surut.

Jalan-jalan kami ke Pantai Pandawa Bali menyisakan hasrat yang belum terpuaskan. Ah, gak puas banget nih jalan-jalan ke Pantai Pandawa Kutuh kesorean.

This post have 2 komentar

avatar
Blog Heru Satria delete August 28, 2017 at 3:29 AM

Kapan ya bisa maen kebali? So beautifull...

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete August 28, 2017 at 1:28 PM

Bali memang gak ada duanya ya mas

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post