Monday, July 24, 2017

Pengalaman Ikut USM STIS: Menginap Gratis, Keseruan, dan Tak Terlupakan

author photo
Jumanto.Com - Pengalaman Ikut USM STIS: Menginap Gratis, Keseruan, dan Tak Terlupakan. Sudah pernah ikut USM STIS? STIS adalah salah satu sekolah kedinasan di Indonesia yang saat saya daftar dulu cuma diperuntukkan bagi lulusan SMA/MA jurusan IPA. Jadi sekolah kedinasan ini gak menerima lulusan jurusan IPS dan Bahasa (selain IPA).

Selepas lulus SMA, saya cuma mendaftar dua perguruan tinggi, dan dua-duanya merupakan perguruan tinggi kedinasan.

Satu, saya daftar STAN di Balai Diklat Keuangan Jogja bersama kawan-kawan SMA, yang kedua saya daftar STIS di Kantor BPS Jawa Tengah di Semarang. Dua pengalaman ikut USM STIS dan STAN ini sama-sama saya ambil di tahun 2006 (sudah 11 tahun ya :D)

Mengapa ikut USM STIS di Semarang?


Tahun 2006 waktu itu, selepas lulus SMA, awalnya sebenarnya saya nemenin kawan yang mau daftar kuliah di IAIN Walisongo Semarang. Nah, sekalian nemenin kawan, saya sekalian daftar juga di STIS.

Awalnya gak tahu sih apa itu STIS, tapi begitu dapat kabar dari kawan kalau STIS ini sejenis STAN, akhirnya saya daftar juga.

Saya nginep di mushola kampus waktu itu, kebetulan kawan saya ini punya kenalan mahasiswa yang jadi marbot di mushola, namanya Mas Majid.

Bersama dengan Mas Majid inilah kami menginap di mushola IAIN Walisongo Semarang.

Teringat betul waktu itu harga makanan masih murah banget. Satu porsi nasi dengan sayur dan lauk tempe harganya 1.400 rupiah. Tambah es teh manis jadi 2.000.

Kalau inget-inget jaman tahun 2006 di IAIN Walisongo ini rasanya murah-murah banget harga makanan hehehe.

Setelah mengantarkan kawan daftar kuliah, saya pun kemudian mendaftar STIS di Kanwil BPS Jateng di Semarang, dekat dengan Simpang 5.

Pengalaman Ikut USM STIS di Semarang Tahun 2006


USM STIS terdiri dari 3 tahap yaitu:
  • Tes Tahap I: Matematika, Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum.
  • Tes Tahap II: Psikotest dan Wawancara.
  • Tes Tahap III: Kesehatan.

Tes Tahap I: Tes Tertulis


pengalaman ikut usm stis

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, Tes Tahap I digelar pada tanggal 15 Juli 2006. Sehari sebelum tes USM STIS, saya sudah berangkat dari rumah menuju Semarang.

Saya berangkat seorang diri tanpa kawan.

Karena uang terbatas, gak ingin bingung nyari penginapan, saya kemudian nekad datang lagi ke kampus IAIN Walisongo Semarang buat numpang nginep lagi di mushola IAIN Walisongo. Tidur di atas keramik dengan alas tikar tanpa selimut.

Oh iya, saya belum punya HP waktu itu.

Paginya, saya datang pagi-pagi ke lokasi ujian untuk mencari dulu ruang ujian.

Tempat USM STIS di Semarang waktu itu saya dapat di SMK 7 Semarang (kalau gak salah), dekat juga dengan Simpang Lima.

Dari IAIN Walisongo ke Simpang Lima Semarang, saya naik Damri dengan ongkos 2.500.

Setelah sarapan di Simpang Lima, saya langsung jalan kaki menuju SMK 7 dan mencari lokasi Tes USM STIS.

Seperti yang sudah diumumkan, tes tertulis USM STIS terdiri dari 3 soal: Matematika, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum.

Singkat waktu, tes tertulis USM STIS pun akhirnya selesai saya lewati. Dari masing-masing soal tersebut, saya hanya mampu mengerjakan setengahnya (kurang lebih).

Menunggu selama 12 hari, akhirnya pengumuman hasil tes pertama STIS pun akhirnya keluar. 27 Juli 2006, saya datang ke warnet untuk melihat hasil tes tertulis USM STIS.

Hasilnya?

Alhamdulillah, LULUS. Saya pun kemudian ikut tes tahap II, yang digelar di Semarang, di gedung Golkar.

Tes Tahap II STIS: Psikotest dan Wawancara


Jika menghadapi tes pertama STIS saya belajar, untuk tes tahap II ini saya sama sekali gak belajar. 0% gak baca apa-apa.

Kenapa?

Karena saya sama sekali gak tahu apa itu psikotest. Perkiraan saya sih ya paling kayak tes psikologi aja. Apalagi jaman itu internet masih kurang dikenal di Purbalingga sehingga informasi pun kurang.

Wawancara pun sama sekali gak ada persiapan.

Kembali menginap di mushola IAIN Walisongo, kali ini saya dateng bareng teman SMA saya yang daftar STIS di Semarang juga, Ardianto.

Sesuai dengan jadwal, test pertama adalah psikotest, di Gedung Golkar. Saat dikasih soal, saya baru tahu kalau soal psikotest tuh kayak gini. Kayak tes IQ.

Saya ikuti Psikotest sampai selesai.

Hari selanjutnya, tinggal tes wawancara, masih tanpa persiapan juga.

Apa sih yang ditanyakan di test wawancara stis dan jawabannya?


Yang ditanyakan saat wawancara waktu itu kebanyakan seputar opini. Misalkan, jika kampus STIS menetapkan kebijakan harus pakai seragam, apakah kamu mau nurut atau gak? dan sebagainya.

Waktu itu saya ditanya juga, apa prestasi saya, apa yang membuat saya bangga.

Pertanyaan paling sulit buat saya adalah pertanyaan terakhir.

Selain STIS, kamu daftar kuliah di mana lagi?

Saya jawab, STAN.

Ditanya lagi, jika kamu ketrima di STAN dan STIS, mana yang mau kamu pilih?

Nah di sinilah pertanyaan yang paling sulit untuk saya jawab.

Kalau saya bilang STIS, maka saya bohong karena saya lebih prefer ke STAN. Kalau saya bilang STAN, maka saya khawatir gak lolos tes tahap II ini.

Setelah tes tahap II USM STIS selesai, akhirnya pengumuman pun tiba.

Hasilnya?

Saya GAK LULUS hehehe.

Iya saya gak lolos di tahap II USM STIS ini. Berhenti sudah pengalaman ikut USM STIS saya sampai di sini.

Saya belum sempat mencicipi tes kesehatan STIS meliputi apa saja, rasanya kuliah di STIS, tes kesehatan gigi STIS.

Tapi kawan saya, Ardianto, lulus dan ikut Tes Tahap III, yang akhirnya lulus juga kemudian kuliah di STIS dan sekarang sudah bekerja di BPS.

Lalu gimana nasib saya?


Alhamdulillah, saya ketrima di STAN, dan sekarang sudah bekerja di BPKP dari tahun 2009.

Itulah pengalaman ikut USM STIS tahun 2006 lalu yang sampai sekarang gak bisa saya lupakan. Punya pengalaman UMS STIS atau USM STAN juga? Share di sini ya hehehe.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post