Friday, July 28, 2017

Masjid Agung Bandung Sekarang: Alamat, Sejarah, Wisata, dan Pernak-perniknya

author photo
Jumanto.Com - Masjid Agung Bandung Sekarang: Alamat, Sejarah, Wisata, dan Pernak-perniknya. Masjid Agung Bandung yang kini dikenal dengan nama Masjid Raya Bandung, adalah salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pertama kali turun dari Uber Motor di Alun-alun Bandung dari West Point Hotel, saya belum sadar kalau ini adalah Masjid Agung Bandung. Soalnya, dari samping luar, kelihatan kecil. Saya kira ini masjid biasa.

Ternyata ini bukan masjid biasa, tapi masjid yang luar biasa.

Dari awal kali melihat bangunan ini, saya langsung tahu kalau ini adalah masjid, dari dua buah menaranya yang terlihat menjulang tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan masjid yang ada.

Di sebelah timur masjid, barulah terlihat dengan jelas tulisan "Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat", yang menyadarkan saya bahwa ini adalah Masjid Agung Kota Bandung. Dari sisi ini, terlihat betapa megahnya masjid yang sudah berumur dua ratusan tahun ini.

Alamat Masjid Raya Bandung


masjid agung bandung

Masjid Raya Bandung terletak persis di sisi barat Alun-alun kota Bandung, atau berada di dekat ruas Jalan Asia-Afrika, pusat Kota Bandung.

Masjid Agung Bandung dan Alun-alun Kota Bandung adalah dua tempat wisata yang saling mendukung. Nyaman banget nongkrong di Alun-alun Kota Bandung, begitu dengar adzan langsung jalan sebentar ke masjid dan sholat di sini.

Sangat mudah menemukan alamat Masjid Agung Bandung Provinsi Jawa Barat karena posisinya memang berada persis di pusat Kota Bandung.

Adapun hotel dekat Masjid Agung Bandung ada Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann, yang bersejarah banget terutama terkait dengan Konferensi Asia Afrika Tahun 1955.

Rute masjid raya Bandung sangat mudah, bisa ditempuh dengan berbagai macam kendaraan umum baik transportasi konvensional maupun transportasi online macam Uber, Grab, dan Gojek.

Buat kalian yang datang ke Kota Bandung, belum lengkap rasanya kalau belum melipir ke Alun-alun Bandung dan Masjid Agung Bandung.

Sejarah Masjid Raya Bandung


Sesuai dengan namanya, Masjid Raya Bandung, atau yang dulunya bernama Masjid Agung Bandung, masjid ini merupakan masjid terbesar di kota Bandung dan katanya dapat menampung jamaah sampai 14.000 orang.

Mengetahui sejarah Masjid Agung Bandung ini cukup menarik ternyata, karena tempat ibadah orang Islam ini tetap terpelihara keberadaannya sampai sekarang meskipun sudah mengalami beberapa kali renovasi dan tampilan.

Nah, berikut ini sejarah Masjid Agung Bandung dari awal berdiri (Masjid Agung Bandung tempo dulu) sampai sekarang:

Awal mula berdirinya Masjid Agung Bandung (1812)


Beberapa informasi penting terkait berdirinya Masjid Agung Bandung:
  • Masjid Raya Bandung didirikan pada tahun 1812 M.
  • Pada saat awal didirikan, Masjid Raya Bandung ini bernama Masjid Agung Bandung.
  • Masjid Agung Bandung didirikan berbarengan dengan dipindahkannya Pusat Kota Bandung dari Krapyak.
  • Awal mula didirikan, Masjid Agung Bandung memiliki arsitektur panggung tradisional, tiangnya masih kayu, dindingnya anyaman bambu, dan atapnya rumbia (tradisional banget kan?).

Renovasi Pertama Masjid Agung Bandung (1826)


Pada tahun 1826 M, Masjid Agung Bandung direnovasi. Dinding yang tadinya berupa anyaman bambu diganti dengan kayu. Demikian halnya dengan atap masjid. Renovasi ini dilakukan satu tahun setelah terjadi kebakaran di alun alun Kota Bandung.

Renovasi Kedua Masjid Agung Bandung (1850)


masjid agung bandung tempo dulu

Atas instruksi Bupati R.A. Wiranatakusumah IV, pada tahun 1850 Masjid Agung Bandung kembali direnovasi dan diperluas.

Pada renovasi Masjid Agung Bandung Tahap 2 ini, dinding masjid yang tadinya kayu diganti dengan bata, dan atapnya diganti dengan genteng dan dibentuk limas bersusun tiga (masyarakat menyebutnya Bale Nyungcung).

Renovasi masjid juga dilakukan karena adanya pembangunan Jalan Asia Afrika (dulu namanya Jalan Groote Postweg).

Renovasi Masjid Agung Bandung Ketiga (1875)


Renovasi Masjid Agung Bandung yang ketiga ini dengan ditambahkannya pondasi serta pagar tembok yang mengelilingi masjid. Dengan demikian kondisi masjid semakin kuat.
 .

Renovasi Masjid Agung Bandung Keempat (1900)


masjid agung bandung 1929

Pada tahun 1900 ini, dibuatlah Mihrab dan Pawestren (teras yang ada di samping kanan dan kiri) untuk memfasilitasi kegiatan masyarakat Bandung di Masjid Agung yang semakin banyak (perayaan hari besar keagamaan, pengajian, dan lain-lain).

Perombakan Masjid Agung Bandung Kelima (1930)


Dua buah menara yang ada di sebelah kanan dan sebelah kiri dibangun pada renovasi yang kelima ini (1930 M). Puncak menaranya dibuat mirip dengan bentuk atap masjid.

Selain dua buah menara, pendopo masjid juga dibuat sebagai teras Masjid Agung Bandung.

Perombakan Masjid Agung Bandung Keenam (1955)


masjid agung bandung 1955-1970

Pada tahun 1955 ini terjadi perombakan masjid agung besar-besaran, terutama bentuk kubahnya, dari yang tadinya "sunda banget" menjadi "timur tengah banget".

Perombakan bentuk kubah ini merupakan rancangan dari Presiden Soekarno.

Kemudian, dua buah menara masjid yang dibangun sebelumnya serta pawestren dan teras depan juga dibongkar, menyisakan ruangan masjid yang besar. Halaman masjid pun menjadi sempit, seperti sekarang ini.

Renovasi besar-besaran pada tahun 1955 ini berkaitan juga dengan adanya Konferensi Asia Afrika di Bandung. Para peserta KAA Bandung ini sholat di Masjid Agung Bandung sehingga masjid ini tentunya memerlukan ruangan yang besar.

Renovasi Masjid Agung Bandung Ketujuh (1970)


Kubah Masjid Agung Bandung yang telah dibangun pada tahun 1955 rusak pada tahun 1967. Pada tahun tersebut kubah masjid sempat diperbaiki, tetapi akhirnya diganti pada tahun 1970.

Kubah yang awalnya berbentuk bawang diubah menjadi tidak berbentuk bawang lagi.

Renovasi Masjid Agung Bandung Kedelapan (1973)


Pada tahun 1973 Gubernur Jawa Barat menerbitkan Surat Keputusan yang isinya untuk merenovasi Masjid Agung Bandung lagi. Kali ini, lantai masjid dibuat lebih luas dan bertingkat.

Jadi, Masjid Agung Bandung akhirnya punya 3 ruang utama:
  • Ruang basement digunakan sebagai tempat wudhu.
  • lantai dasar untuk tempat sholat dan kantor DKM.
  • lantai atas merupakan mezanin yang berhubungan dengan serambi luar.

Selain itu, dibuat juga menara baru di depan masjid yang ornamennya terbuat dari logam, bulat seperti bawang, sedangkan atap masjid dibuat menjadi bentuk joglo.

Renovasi Masjid Raya Bandung Kesembilan (2001)


masjid raya bandung sekarang
 
Pada tahun 2001 terjadi penataan ulang Alun alun Kota Bandung yang berimbas juga pada renovasi Masjid Raya Bandung. Kedua proyek ini menjadi satu kesatuan.

Renovasi pada tahun 2001 inilah yang membentuk wajah Masjid Raya Bandung seperti yang sekarang ini kita lihat.

Adapun arsitektur dari Renovasi Majid Raya Bandung tahun 2001 yaitu:
  1. Ir. H. Keulman.
  2. Ir. H. Arie Atmadibrata.
  3. Ir. H. Nu’man.
  4. Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya.

Perubahan pada penataan ulang Masjid Agung Bandung di antaranya:
  • atap masjid diubah dari bentuk limas menjadi kubah besar setengah bola dengan diameter 30 meter yang kemudian menjadi kubah utama.
  • tambahan 2 kubah dengan diameter 25 m yang diletakkan di atas bangunan tambahan.
  • menara setinggi 81 meter (awalnya direncanakan 99 meter seperti nama Asmaul Husna, tapi karena alasan keselamatan penerbangan akhirnya cuma 81 meter saja yang disetujui).
  • parkir kendaraan di basement dan di atasnya dijadikan taman.

Renovasi Masjid Agung Bandung dimulai pada 25 Februari 2001 dan diresmikan pada 4 Juni 2003 oleh Gubernur Jabar, H.R. Nuriana.

Pada 13 Januari 2004, proses penataan ulang Masjid Agung Bandung dinyatakan selesai dan digantilah nama Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat. Masjid Raya Bandung ini berstatus sebagai masjid Provinsi Jawa Barat.

Wisata Masjid Agung Bandung


Selain menjadi tempat beribadah umat Islam, Masjid Agung Bandung atau Masjid Raya Bandung juga dijadikan sebagai tempat wisata, terutama dua buah menara kembar di sisi kanan dan sisi kirinya.

Menara dengan ketinggian 81 meter ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin melihat Bandung dari ketinggian.

Dari menara kembar ini, kita bisa melihat pemandangan kota Bandung 360 derajat.

Sayangnya, saat berkunjung ke Masjid Raya Bandung kemarin saya belum sempat naik ke lantai 19 menara Masjid Raya Bandung ini.

Untuk dapat menikmati Wisata Menara Masjid Raya Bandung ini pengunjung harus membayar tiket masuk. Harga tiket masuknya, untuk dewasa 3 ribu rupiah dan untuk anak-anak 2 ribu rupiah (harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu).

Buat kalian yang datang ke Masjid Agung Bandung, jangan lupa untuk mengambil gambar Masjid Agung Bandung ya, plus main-main di rumput sintetis alun-alun Kota Bandung, dijamin anak-anak bakalan betah main seharian.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post