Thursday, June 15, 2017

Jembatan Gentala Arasy Jambi, Sang Ikonik Yang Mesti Kalian Kunjungi

author photo
Jumanto.Com - Jembatan Gentala Arasy Jambi, Sang Ikonik Yang Mesti Kalian Kunjungi. Sudah pernah ke Palembang? Biasanya, siapapun yang datang ke Palembang, pasti akan selfie-selfie di Jembatan Ampera yang melintasi Sungai Musi.

Nah, kalau kalian lagi main ke Jambi, ada satu tempat wisata sekaligus tempat kuliner yang wajib kalian kunjungi juga nih layaknya Jembatan Ampera di Palembang, yaitu Jembatan  Gentala Arasy atau Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy.

Tempat ini merupakan tempat ikonik banget di Kota Jambi dan siapapun yang ada di Jambi pasti mengenal tempat ini, seperti halnya Masjid Seribu Tiang (Masjid Al Falah), Monas, Ancol, Jembatan Aur Duri, dan Candi Muaro Jambi.

Panjang Jembatan Gentala Arasy Jambi


jembatan gentala arasy jambi

Jembatan Gentala Arasy Jambi sebenarnya merupakan gabungan dari dua bangunan, yaitu Jembatan Pedestrian yang melintasi Sungai Batanghari, dan Museum sekaligus Menara Gentala Arasy yang merupakan sebuah tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.

Jembatan Arasy atau Titian Arasy


Jembatan Pedestrian Arasy merupakan sebuah jembatan dengan panjang sekitar 532 meter dan lebar sekitar 4,5 meter yang menghubungkan antara Taman Tanggo Rajo Ancol di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi dengan Menara Gentala Arasy di Seberang Kota Jambi (Sekoja).

Jembatan Arasy ini dibuat khusus untuk pejalan kaki sehingga gak akan kita jumpai kendaraan yang melintasi jembatan pedestrian ini.

Jembatan Gentala Arasy Jambi dibangun sejak tahun 2012 lalu dan baru diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 12 Februari 2015.

Jembatan ini memiliki konsep kabel penahan yang ditopang oleh 2 buah tiang pancang setinggi kurang lebih 60 meter, dimana tiang pancang ini kalau malam akan terlihat lebih indah karena warna-warni lampu yang menyorot tiang pancang ini.

Dari atas Jembatan Pedestrian Arasy, kita bisa menyaksikan panjangnya Sungai Batanghari, yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera.

Di bawah jembatan akan kita jumpai perahu-perahu kecil yang lalu lalang, serta beberapa perahu besar yang mengangkut batu bara.

Jembatan Arasy ini juga merupakan tempat yang cocok banget buat kita olah raga, jogging, atau cuma sekedar jalan santai saja. Cukup berkeringat juga lho menyeberangi jembatan Arasy ini, 500 meter lebih lho panjangnya. 1 km bolak-balik, lumayan kan.

Museum dan Menara Gentala Arasy


menara gentala arasy

Nama Gentala Arasy sendiri konon diberikan oleh Budayawan dari Jambi, Bapak H. Junaidi T Noor. Gentala Arasy ini merupakan singkatan dari Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayuti yang merupakan mantan Gubernur Jambi  (1994-1999) yang berasal dari Kota Jambi Seberang (mohon dikoreksi jika salah).

Arti Gentala Arasy sendiri bisa ditafsirkan sebagai "lonceng pengatur waktu yang menjulang tinggi". Sesuai dengan namanya sih, mengingat setelah sampai di seberang dari Jembatan Gentala Arasy, akan kita jumpai menara yang menjulang tinggi yang kalau dilihat dari kejauhan bentuknya menyerupai menara masjid.

Pertama kali saya melihat Menara Gentara Arasy ini pun, saya kira bangunan tersebut merupakan menara masjid, ternyata setelah saya dekati, gak ada masjid di situ.

Oh iya, di puncak Menara Gentala Arasy ini terdapat jam besar yang membuat tempat ini menurut saya mirip-mirip dengan yang ada di London sana hehehe.

Buat kita yang mau belajar sejarah, bisa juga mengunjungi Museum Gentala Arasy yang ada di lantai dasar dari Menara Arasy ini. Sayangnya, saya gak sempet masuk ke museum karena waktu itu museum sudah tutup, maklum sudah malam.

Di dalam Museum Gentala Arasy ini kita akan menjumpai Mushaf Al Quran terbesar dengan ukuran 180 x 170 cm serta berbagai informasi mengenai sejarah perkembangan Islam di Jambi.

Jam buka museumnya saya kurang tahu juga, buat kalian yang tahu bisa diinfokan di kolom komentar yaaa.

Di depan museum, terlihat juga tempat-tempat nongkrong di Jambi sekaligus tempat kuliner. Asyik banget jalan-jalan ke Jembatan Gentala Arasy ini sekaligus menikmati budaya Seberang Kota Jambi yang masih terpelihara hingga kini.

Selain menikmati sejarah, kita juga bisa menikmati wisata air dengan naik perahu melintasi Sungai Batanghari di dekat Jembatan Gentala Arasy Jambi ini. Tinggal datang saja ke dermaga kapal pariwisata, lalu kita akan diantar oleh pengemudi perahu.

Gentala Arasy Malam Hari


jembatan gentala arsy
jembatan gentala arsy di malam hari, sayangnya kamera saya jelak buat foto malam

Saya datang ke Jembatan Gentala Arasy Jambi sore hari, tepat menjelang buka puasa, setelah jalan-jalan dari Jambi Paradise.

Gak sampai 5 menit setelah turun dari Gojek, adzan maghrib berkumandang. Saya membeli sebotol air mineral serta peyek kacang di Monas Jambi ini, lalu bergerak melintasi Jembatan Gentala Arasy untuk mencari masjid di seberang Jembatan Arasy.

Awalnya, saya pikir Menara Gentara Arasy ini adalah masjid karena bentuknya memang mirip banget sama menara masjid.

Ternyata saya salah. Gak ada masjid di kompleks Menara Gentala Arasy ini. Saat saya bergerak ke toilet yang ada di samping Museum Gentala Arasy, saya pun kecewa banget. Ternyata toiletnya gelap, gak ada lampu, rusak, gak terurus, dan sangat memprihatinkan.

Bangunan yang sudah menghabiskan banyak uang rakyat ini kurang terawat keberadaannya.

Akhirnya, saya mencari masjid lain yang saya dengar suara adzannya. Jadilah saya sholat di Masjid lokal yang ternyata cukup cantik juga. Masjid dari kayu, dan khas banget milik masyarakat Seberang Kota Jambi.

Keindahan Jembatan Gentala Arasy di Malam Hari


Selepas sholat maghrib, saya kembali bergerak menyebrangi Jembatan Gentala Arasy, menuju Ancol Jambi untuk kemudian segera pulang ke Hotel Luminor, mengejar waktu sholat tarawih.

Jembatan Gentala Arasy di malam hari ternyata jauh lebih cantik, dengan lampu warna-warni yang menyorot tiang penyangga jembatan.

Di ujung jembatan, terlihat jelas tulisan "Jambi Kota Seberang" dan di sisi lainnya ada tulisan "Gentala Arasy".

Menghabiskan malam di Jembatan Gentala Arasy ini sungguh hal yang mengasyikkan, sambil ngobrol sama keluarga atau sama kawan, sekaligus menikmati jajanan.

Lampu-lampu di kanan dan kiri jembatan membuat kegelapan segera hilang, berubah menjadi cahaya temaram yang akan menemani sepanjang perjalanan kita dari Menara Gentala Arasy sampi ke Taman Tanggo Rajo, Ancol, Jambi.

Malam itu, meskipun suasana gak terlalu ramai, tetap dapat saya jumpai beberapa orang tua yang mengajak anaknya jalan-jalan di Jembatan Gentala Arasy ini. Muda-mudi yang selfie juga lebih ramai dibandingkan dengan awal kedatangan saya di ikon Provinsi Jambi ini.

Kedatangan saya memang kurang tepat, bersamaan dengan waktu berbuka puasa serta mendekati waktu sholat tarawih. Suatu saat nanti, jika ke Jambi lagi, saya akan kunjungi lagi Ikon Kota Jambi yang satu ini.

Selamat jalan Jembatan Gentala Arasy Jambi, mudah-mudahan keberadaanmu tetap terpelihara, tidak ditelantarkan oleh Pemerintah setempat.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post