Friday, June 16, 2017

Hotel Luminor Jambi: Review, Pengalaman, dan Kekecewaan

author photo
Jumanto.Com - Hotel Luminor Jambi: Review, Pengalaman, dan Kekecewaan. 22 Mei s.d. 9 Juni 2017, selama kurang lebih 3 minggu, saya bersama kawan seperjuangan, menginap di Hotel Luminor Jambi, dalam rangka mengikuti Diklat Pembentukan Auditor Ahli di Lingkungan Inspektorat Se Provinsi Jambi, dengan tambahan peserta 5 orang dari BPKP dan 3 orang dari Inspektorat Kepulauan Meranti, Riau.

Berbagai suka duka selama menginap di Hotel Luminor Jambi akan saya ceritakan di tulisan ini. Namun, ini hanya penilaian pribadi saya, dari sudut pandang pengalaman saya selama menginap di Hotel Luminor Jambi selama kurang lebih 3 minggu.

Hotel Luminor Jambi sendiri merupakan sebuah hotel baru, yang belum lama berdiri di Kota Jambi. Hotel ini masih berdiri dengan kokoh dengan penampakan mewah dari luarnya, dan berbentuk sebuah bangunan modern yang arsitekturnya cukup bagus menurut saya.

Lokasi Hotel Luminor Jambi


hotel luminor jambi

Hotel Luminor Jambi beralamat di Jalan Mpu Gandring No.72, Solok Sipin, Telanaipura, Kota Jambi. Lokasinya berada di daerah yang biasa orang kenal juga dengan nama "Kebun Jeruk", tapi bukan Kebun Jeruk Jakarta ya :D

Di Jambi ini juga ternyata ada Kebun Jeruk lho, beserta Ancol, dan Monasnya, mirip-mirip dengan Jakarta nih jadinya :D

Lokasi Hotel Luminor Jambi tepat berada di depan RS Islam Arafah.

Luminor Hotel Jambi terletak tidak jauh dari Swiss-Belhotel Jambi. Jarak antara kedua hotel paling cuma 200 meter. Bedanya, Luminor Hotel masuk sekitar 50 meter ke dalam dari Jalan Raya (Jalan Utama), sedangkan Swiss-Belhotel terletak persis di pinggir Jalan Utama.

Untuk sampai ke Hotel Luminor ini, dari Bandara bisa naik ojek dengan ongkos sekitar 30 ribu rupiah atau naik taksi dengan ongkos 70 ribu rupiah. Kalau naik Gojek, cuma 16 ribu rupiah.

Lahan Parkir Luminor Hotel Jambi Sempit


Lahan Parkir di Luminor Hotel Jambi memang terlihat kurang luas. Hal ini dikeluhkan masyarakat karena katanya sering menimbulkan kemacetan. Gak heran kalau awal Maret 2017 lalu, salah satu anggota DPRD Jambi meminta agar izin Hotel Luminor ini dikaji kembali.

Apalagi di depan hotel ini terdapat rumah sakit juga yang ramai dengan kendaraan tentunya. Belum lagi ditambah tempat-tempat kuliner di samping Hotel Luminor Jambi.

Review Pengalaman Menginap di Hotel Luminor Jambi


Berikut ini review saya mengenai Hotel Luminor Jambi berdasarkan pengalaman menginap selama 3 minggu di hotel ini:

Lokasi


Untuk lokasi cukup strategis, mudah dijangkau, berada di perkotaan, dan pilihan transportasinya juga cukup banyak. 4/5.

Kamar Hotel Luminor Jambi


kamar hotel luminor jambi

Waktu itu saya dapat kamar 525, yang terletak di lantai 5. Di Hotel Luminor Jambi gak ada lantai 2 dan 4, yang ada Lantai 1,3,5,6,7,8.

Untuk ukuran luas kamar menurut saya cukup untuk dua orang. Sayangnya, ukuran kamar mandinya terlalu mini. Kekecilan. Masih kurang besar sedikit. Untuk kebersihan kamar mandi, cukup terjaga. Gak bau juga.

Selain itu, yang bikin kurang nyaman kalau menginap berdua sama kawan, yaitu pintu kamar mandinya yang terbuat dari kaca. Agak gimana gitu, saat kita nongkrong, buang air, atau mandi, tubuh kita kelihatan dari luar.

Serasa diintip sama kawan sendiri sih jadinya, ngerasa kurang nyaman. Udah gitu, pintu gak bisa dikunci pula.

Antara tempat mandi dengan toiletnya juga gak ada penghalang kain/pintu kaca sehingga kalau mandi lantai jadi basah semua.

Gantungan baju di kamar mandi minim banget, cuma satu, itu aja ketinggian, sehingga kalau mandi agak susah gantungin baju gantinya.
 
Satu lagi yang bikin gak nyaman, suara dari kamar sebelah terdengar jelas banget dan keras dari kamar saya. Setelah saya cek, ternyata di tempat pemasangan kaca, dekat hordeng, ada lubang sekitar 1 cm yang memanjang dari atas ke bawah sepanjang kaca.

Pantas saja suara kamar sebelah terdengar jelas. Mudah-mudahan pemilik hotel membaca tulisan saya ini sehingga lubang itu bisa segera dikasih nut biar rapet.

Rating kamar menurut saya 2/5.

Lobi dan Tempat Nongkrong


lobi hotel luminor jambi

Untuk suasana lobinya, cukup nyaman, ada tempat nongkrongnya, indoor dan outdoor, sehingga enak juga buat duduk-duduk sambil baca koran atau sekedar bersantai.

Di tempat nongkrong ada tivinya juga, bisa buat nonton bareng kalau lagi ada bola atau moto GP.

Untuk lobi dan tempat nongkrongnya saya kasih rate 4,5/5.

Hotel Luminor Resto


resto hotel luminor jambi

Untuk suasana restonya cukup oke, ada pilihan indoor dan outdoor. Cuma karena berada di perkotaan jadi gak ada pemandangan yang menarik yang bisa dipandang saat sedang makan :D

Saya kasih rate 4/5 untuk fasilitas restonya.

Ruang Kelas


ruang pertemuan hotel luminor jambi

Ruang kelas atau ruang rapat/pertemuan cukup lengkap fasilitasnya. Suhu ruangan bisa diatur. Untuk ruang pertemuan saya kasih rate 4/5 juga.

Mushola


Seperti kebanyakan hotel dan tempat perbelanjaan lainnya, tempat ibadah kurang diperhatikan. Mushola sempit banget, apalagi kalau ada acara buka bersama. Akhirnya, salah satu ruang pertemuan dijadikan tempat sholat.

Rate mushola, 2/5.

Wifi


Wifi gratis disediakan sama hotel Luminor. Sayangnya, menurut saya jaringannya gak stabil dan menurut saya lemot. Beberapa kali connect wifi dan mau buka detik.com aja lelet banget. 2/5.

Tarif Kamar Hotel


Untuk tarif kamar per malam, saya kurang tahu, karena kemarin panitia semua yang ngurusin administrasinya. Untuk tarif kamar hotel Luminor bisa dicek di website resminya.

Yang Bikin Saya Kecewa dengan Luminor Hotel Jambi


Ada beberapa hal yang membuat saya kecewa berat dengan Hotel Luminor Jambi, terutama dengan makanan yang ada di Restonya.

1. Menyajikan nasi basi


Pernah sekali waktu itu, waktu kita mau makan sahur, ada kejadian yang parah banget. Begitu mau makan, eh ternyata nasi yang disajikan buat kami sudang berair, bau pula, basi. Waduh, parah banget kontrol manajemen hotelnya, bisa sampai nasi basi disajikan buat tamu, lolos dari kontrol.

Setelah kita bilang sama pegawai di resto ini, baru diganti. Beneran deh, parah banget kontrol manajemen, kalau sampai nasi basi kok lolos dari pengawasan dan disajikan sama pelanggan.

2. Gak kebagian lauk, gara-gara banyak orang luar yang buka bersama di Hotel Luminor


Waktu saya nginep di Hotel Luminor, pihak hotel punya promo menarik, yaitu paket Bukber 75 ribu rupiah, all you can eat alias makan sekenyangnya.

Program ini memang mebuat resto hotel jadi kian ramai. Sayangnya, mereka melupakan kami yang sudah memesan paket fullboard selama 3 minggu.

Saat kami mau makan selepas sholat maghrib, kami sudah kehabisan lauk karena jatah lauk kami dimakan sama orang-orang yang buka puasa bersama. Parahnya, jatah makan kami memang gak dipisah dari mereka. Harusnya kan dipisah, karena jatah makan kami kan sudah dipesan untuk sekian orang selama 3 minggu.

Lebih parah lagi, setelah lauk habis, ternyata mereka juga gak punya persediaan lauk cadangan di dapur. Alhasil, kami disuruh menunggu mereka masak dulu, menjelang waktu isya baru lauk disajikan kembali.

Kawan pun akhirnya pada makan di luar.

Kejadian seperti ini gak cuma sekali dua kali.

3. Kami disuruh jangan pulang dulu, mau dikasih souvenir, ternyata souvenirnya cuma ini


Selepas ujian selesai, datanglah pegawai hotel menghampiri kami, katanya kami akan diberikan souvenir. Saya pikir sih souvenirnya kaos, gantungan kunci, payung, atau apa lah yang berkesan buat dijadikan kenang-kenangan karena kami sudah menginap di hotel ini selama 3 minggu dan memberikan pemasukan kepada mereka ratusan juta rupiah.

Ternyata apa coba souvenirnya?

Pulpen saudara. Pulpen. :D

Hahaha, gak sebanding banget, ratusan juta yang sudah panitia bayar, dikasih souvenir cuma pulpen. Mending sih gak usah ngasih souvenir, malah pandangan saya jadi gak ilfeel gini. Kalau gak ngasih souvenir juga kami gak minta. Tapi karena mereka janji ngasih souvenir ini lah yang malah jadi bikin kecewa berat.

Saya pun gak ambil tu souvenir. Pulpen banyak di kantor saya.

Sisi Positifnya


Resto Hotel Luminor Jambi memang parah menurut saya. Selama 3 minggu di Hotel Luminor, hampir tiap hari tipe lauknya sama. Ikan Nabulumbi (ikan goreng tepung) dan ayam. Sampai banyak banget kawan yang bosen dan akhirnya makan di padang.

Tapi ada satu menu yang saya suka, dan kawan-kawan pun suka. yaitu menu makanan tradisional. Di sana ada sayuran rumahan dan tempe/tahu/bakwan goreng yang cocok di lidah kami.

aneka masakan tradisional hotel luminor

Untuk bubur ayamnya kurang, keasinan. Soto atau bakso juga kurang, karena kuahnya ternyata sering sudah dingin.

Kesimpulan


Masih perlu banyak yang dibenahi oleh Hotel Luminor demi melayani pelanggannya. Padahal kelasnya sudah hotel berbintang, tapi terlihat masih kurang bagus manajemennya. Bisa-bisanya nasi basi disajikan dan lauk sampai kehabisan.

Demikian review singkat saya mengenai Hotel Luminor Jambi berdasarkan pengalaman pribadi selama mengninap 3 minggu di sana.

Baca Juga: Jambi Paradise, tempat wisata air paling lengkap di Jambi.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post