Sunday, May 28, 2017

Candi Muaro Jambi, Kompleks Candi Terbesar di Asia Tenggara yang Asyik Banget Buat Dikunjungi

author photo
Jumanto.Com - Candi Muaro Jambi, Kompleks Candi Terbesar di Asia Tenggara yang Asyik Banget Buat Dikunjungi. Jambi ternyata punya benda-benda peninggalan sejarah dan tempat wisata yang kalau kita kunjungi secara langsung ternyata sangat menakjubkan. Salah satu satu wisata Jambi yang membuat saya langsung jatuh hati di kunjungan saya yang pertama adalah Candi Muaro Jambi.

candi muaro jambi

Candi Muaro Jambi ini merupakan sebuah kompleks bangunan candi-candi yang menurut ahli sejarah/arkeolog dikatakan sebagai pusat pendidikan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Candi Muara Jambi merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya, berdasarkan informasi dari para sejarawan.

Saat saya berkunjung ke Candi Muaro Jambi ini dan ngobrol-ngobrol sama arkeolog yang sedang memugar sebuah candi, arkeolog ini berpendapat bahwa Candi Muaro Jambi ini asal-usulnya merupakan pusat pendidikan.

Salah satu alasan bahwa candi ini merupakan kompleks pendidikan, karena di tempat ini tidak ditemukan benda-benda berupa senjata. Jika tempat ini merupakan kerajaan, tentunya akan ditemukan senjata misal tombak atau senjata-senjata lainnya.

Letak Candi Muaro Jambi dan Luasnya


Sesuai dengan namanya, Candi Muaro Jambi terletak di Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 26 km dari Kota Jambi.

Alamat Candi Muaro Jambi selengkapnya berada di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia.

Candi Muaro Jambi ini terletak di tepi Sungai Batanghari sehingga lokasinya strategis banget karena berada di jalur transportasi air, yaitu sungai Batanghari.

Secara lokasi, Candi Muaro Jambi terletak sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28'32" Timur 103* 40'04".

Kompleks Candi Muaro Jambi ini memang luas banget. Saat saya ngobrol-ngobrol sama para pemugar candi ini, katanya luas kompleks Candi Muaro Jambi mencapai 13.000 hektar. Tapi menurut data wikipedia, luasnya 3981 hektar.

Entah mana yang benar.

Yang Jelas, Kompleks Candi Muara Jambi merupakan kompleks candi terluas di Asia Tenggara, jauh lebih luas dibandingkan Kompleks Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Oh iya, Candi Muaro Jambi ini merupakan sebuah kompleks candi yang begitu luas sehingga letaknya tidak hanya di satu Desa, melainkan mencakup beberapa Desa yaitu: Desa Muaro Jambi, Dusun Baru, Danau Lamo, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk Jambu dan Dusun Mudo.

Luas banget kan? Bayangkan saja, kompleks candi ini berada di lahan yang mencakup 7 desa tadi.

Kemarin pas kami berkunjung ke Muaro Jambi, kami sih masuknya lewat Pintu Masuk yang ada di Desa Muaro Jambi. Di sini kami bisa mengunjungi candi-candi di Kompleks Candi Muaro Jambi dan beberapa tempat wisata lainnya yang sudah dikelola.

Arah Jalan ke Candi Muaro Jambi


Hari Kamis, 25 Mei 2017, kami (sebagian peserta Diklat Pembentukan Auditor Ahli Hotel Luminor 2017), memanfaatkan waktu liburan sebelum bulan Puasa buat jalan-jalan ke Candi Muaro Jambi.

Kami menggunakan 4 mobil, 3 mobil milik pegawai Inspektorat Provinsi Jambi dan 1 mobil milik Pak Jumardi, dari Inspektorat Kabupaten Kerinci.

Transportasi menuju Candi Muaro Jambi memang masih cukup susah. Belum ada angkutan umum menuju Kompleks Candi Muaro Jambi ini. Sekarang memang sudah aja Gojek di Jambi, cuma gak tahu bisa gak ya pesan Gojek dari Kota Jambi ke Candi Muaro Jambi.

Cara paling mudah kalau mau jalan-jalan ke Candi Muaro Jambi adalah dengan sewa kendaraan/rental mobil atau naik taksi.

Kebetulan, karena sebagian dari kami memang asli dari Kota Jambi, jadi saya bisa numpang sama mobil orang asli Jambi ini hehehe.

Dari Hotel Luminor, kami menuju Jembatan Aurduri 2, menyeberang Jembatan ini, dan di ujung jembatan langsung disambut gapura "Selamat Datang di Kabupaten Muaro Jambi".

Cukup dekat sebenarnya lokasi Candi Muaro Jambi dari Kota Jambi ini.

Dari Jembatan Aurduri 2, tinggal jalan lurus terus mengikuti jalan utama, sampai ketemu spanduk Selamat Datang di Candi Muaro Jambi, lalu ambil arah ke kanan melewati jalan yang lebih sempit, ngepres untuk lewat dua mobil berpapasan.

pintu masuk candi muaro jambi

Sekitar 5 km dari spanduk ini, akhirnya sampailah kami di Pintu Masuk Candi Muaro Jambi, parkir mobil, pesan tiket masuk, dan kemudian mengeksplore kekayaan candi-candi yang ada di Muaro Jambi ini.

Sejarah Candi Muaro Jambi dan Asal-usulnya


Saya bukan ahli sejarah, jadi cuma mau menuliskan singkat sejarah Candi Muaro Jambi dan Asal usul Candi Muaro Jambi ini berdasarkan informasi yang saya baca dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan arkeolog yang sedang memugar 3 buah candi di Muaro Jambi.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Kompleks Candi Muaro Jambi ini diperkirakan merupakan sebuah "kampus" pada masa kerajaan Sriwijaya berdasarkan bukti-bukti benda-benda sejarah yang ditemukan di kompleks ini.

Situs Purbakala Candi Muaro Jambi ini diyakini sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Sumatera di masa pemerintahan kerajaan Sriwijaya.

Berdasarkan data dari Wikipedia, Candi Muaro Jambi ini diperkirakan dibangun pada abad ke 11 Masehi.

Awal mula ditemukan Kompleks Candi Muaro Jambi


S.C. Crooke adalah orang pertama yang disebut sebagai penemu dari benda bersejarah di Provinsi Jambi ini. Pada tahun 1824, Letnan Inggris ini melaporkan tentang adanya Kompleks Candi di dekat Sungai Batanghari pada saat melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer.

Lebih dari 150 tahun kemudian, yaitu di tahun 1975, barulah penemuan S.C. Crooke ini mendapat perhatian dari Pemerintah Indonesia.

Pemugaran yang dipimpin oleh R. Soekmono selanjutnya dilakukan di tahun tersebut dan hasilnya 9 buah candi di Kompleks Muaro Jambi ini berhasil di pugar.

Candi Muaro Jambi telah diusulkan ke Unesco di tahun 2009 untuk menjadi salah satu warisan dunia.

Nama-nama Candi Muaro Jambi yang Kami Kunjungi


Candi Gumpung Muaro Jambi


candi gumpung muaro jambi

Begitu masuk ke Kompleks Candi Muaro Jambi, di bagian paling depan sebelah kiri sudah langsung terlihat bangunan besar candi dari batu bata merah berbentuk kotak. Candi ini bernama Candi Gumpung. Sayangnya, kami gak sempet mendekat ke Candi ini, jadi cuma bisa melihat dari kejauhan.

Gak enaknya jalan bareng, apalagi bersama ibu-ibu yang banyak, ya itu, kita jadi kurang bebas mau mengeksplore tempat wisata di Jambi ini. Masih banyak banget yang belum sempat saya kunjungi seperti Telago Rajo, Kanal Tuo, dan beberapa candi lainnya yang ada di Kompleks Candi Muaro Jambi.

Di Candi Gumpung Muaro Jambi ini terlihat ramai juga pengunjung yang asyik lagi foto-foto.

Oh iya, sebelum ngomong lebih jauh mengenai Candi di Muaro Jambi ini, candi-candi di Sumatera gak memakai bahan berupa batu seperti candi-candi yang ada di Pulau Jawa ya.

Candi di Pulau Sumatera menggunakan bahan dasar berupa batu bata merah, termasuk Candi Muara Takus di Riau dan Candi Muaro Jambi di Provinsi Jambi ini.

Jadi candi-candi yang ada di Muaro Jambi ini akan terlihat berwarna merah, berbeda dengan candi di Jawa yang berwarna bebatuan.

3 Candi baru yang sedang di Pugar di Muaro Jambi


kompleks candi muaro jambi

Selain Candi Gumpung, di sampingnya, ada sebuah kompleks candi juga yang saya lihat sedang dipugar. Total ada 3 buah candi yang sedang direkonstruksi ulang, melengkapi keberadaan candi yang sudah dipugar sebelumnya.

3 buah candi ini ditarget selesai dalam 3 bulan. Jadi, kalau 3 bulan lagi datang ke sini, mungkin kalian sudah bisa melihat 3 buah candi dengan ukuran kecil di kompleks Muaro Jambi ini.

Candi Tinggi Muaro Jambi


candi tinggu muaro jambi

Setelah itu, kami jalan lagi ke sebelahnya lagi, di sini ada sebuah candi yang paling cantik menurut saya, namanya Candi Tinggi, dengan bentuk yang semakin ke atas semakin mengecil, layaknya candi-candi lain.

Sayangnya, pintu candi ini dikunci dan ada tulisan dilarang naik ke candi. Mungkin khawatir ambruk kali ya hehehe.

Di depan candi Tinggi ini serta di sebelahnya juga ada sekumpulan batu bata merah yang belum dipugar.

Candi Astano Muaro Jambi


candi astano

Setelah foto-foto bareng di Candi Tinggi, kelompok kami terpecah jadi dua. Orang-orang Jambi yang mungkin sudah bosan kali yah dateng ke sini, memilih menunggu saya dan 3 orang lainnya di parkiran. Kami berempat kemudian menyewa sepeda untuk mengelilingi candi-candi lainnya yang terletak sekitar 1,5 km dari Candi Tinggi ini.

Asyik banget lho ternyata naik sepeda di Candi Muaro Jambi ini, murah juga biaya sewanya, cuma 10 ribu rupiah sepuasnya.

Jalan atau trek sepedanya juga sudah lumayan bagus, berupa jalan beton dengan lebar sekitar 1,5 meter. Sudah gitu, suasananya alamiah banget, melewati kebun-kebun dengan dominasi tanaman utama berupa pohon duku dan beberapa ditanami coklat/kakao juga.

Sayangnya, pas ke sini pas gak musim duku. Coba pas musim, bisa kekenyangan buah duku nih hehehe.

Kalau kalian dateng ke Candi Muaro Jambi ini, kudu sewa sepeda, biar liburan kalian makin seru dan makin sehat tentunya.

Candi pertama yang kami temui adalah Candi Astano. Cukup banyak juga pengunjung yang sedang asyik foto-foto di Candi Astano ini. Sayangnya, karena waktu sudah sore, jadi kami cuma berhenti sebentar, ambil gambar, lalu jalan lagi dan gak sempet masuk ke dalam kompleks Candi Astano.

Oh ya, gak perlu takut kehausan saat bersepeda ke tempat ini karena ada beberapa penjual makanan dan minuman kok yang jualan di kompleks Candi Astano ini.

Candi Sialang Muaro Jambi


candi sialang

Setelah mengunjungi Candi Astano, kami melanjutkan sepeda kami menuju candi selanjutnya, Candi Sialang, yang berjarak sekitar 700 meter dari Candi Astano.

Berbeda dengan Candi Astano yang sudah dipugar dan bentuknya cukup cantik, Candi Sialang yang kami kunjungi masih berupa gundukan batu bata yang belum dipugar, dikelilingi dengan kanal kecil, sama seperti Candi Astano yang dikelilingi kanal kecil juga.

Candi Tinggi I


candi tinggi 1

Di seberang candi Tinggi, ada sebuah kompleks candi lainnya, yaitu Candi Tinggi 1. Meskipun namanya Candi Tinggi 1, tapi bentuk candinya justru malah pendek banget, sangat berbeda dengan Candi Tinggi, yang memang memiliki bentuk cukup tinggi dibandingkan candi lainnya di Muaro Jambi.

Selain candi-candi yang telah saya sebutkan di atas, masih banyak juga candi lainnya seperti Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, dan Candi Kembar Batu.

Selain itu, setidaknya ada 80an candi lainnya yang masih berbentuk gundukan yang belum dipugar, itu yang sudah ditemukan. Yang belum ditemukan saya yakin masih banyak lagi dengan kompleks candi yang begitu luas. Sangat layak menurut saya jika Candi Muaro Jambi dijadikan sebagai warisan dunia.

Selain kompleks candi, di Candi Muaro Jambi ini juga kita bisa menikmati wisata aira di Kanal Kuno, keliling kanal menggunakan perahu. Kemudian ada Telago Rajo, yang konon merupakan tempat pemandian raja dulu dan memiliki misteri juga, serta ada juga museum dengan berbagai koleksinya yang belum sempat saya kunjungi kemarin.

Karena berangkat sudah siang, baru sampai di Candi Muaro Jambi mendekati waktu Ashar, jadi kurang puas banget deh jalan-jalan ke Candi Muaro Jambi kemarin.

Harga Tiket Masuk Candi Muaro Jambi


Harga Tiket Masuk Candi Muaro Jambi sesuai dengan SK adalah 3 ribu rupiah per orang. Kemudian untuk kendaraan yang kita bawa akan dikenakan biaya parkir sebesar 3ribu rupiah untuk motor, 5 ribu rupiah untuk mobil, dan 10 ribu rupiah untuk bus.

Candi Muaro Jambi ini biasanya ramai dikunjungi sama anak-anak sekolah yang kemudian mendapat tugas membuat makalah Candi Muaro Jambi.

Pas kami datang kemarin, cukup ramai juga kok pengunjung Candi Muaro Jambi, meskipun gak seramai candi Prambanan atau Candi Borobudur tentunya.

Candi Muaro Jambi menurut saya asyik banget buat dijadikan tempat wisata keluarga, banyak tempat untuk nongkrong, duduk-duduk sambil makan bareng, dan yang pasti suasana alamnya amazing banget buat saya. Pengin dateng lagi kapan-kapan ke Candi Muaro Jambi ini karena kemarin belum puas. Penasaran juga dengan Candi Muaro Jambi?

Baca Juga: Jambi Paradise, tempat wisata air paling lengkap di Jambi.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post