Wednesday, April 12, 2017

Pantai Queen Artha Lampung, Antara Kondom dan Sendal Yang Hilang

author photo
Jumanto.Com - Pantai Queen Artha Lampung, Antara Kondom dan Sendal Yang Hilang. Siang itu, sekitar pukul 1 siang, setelah menemani Alya berenang di Taman Pemandian Cibiah Batuputu, kami langsung cabut menuju Pantai Queen Artha Lampung.

Pantai Queen Artha Lampung
Bermain di Pasir Timbul Queen Artha

Jalanan di kawasan Batu Putu, sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di tahun 2012 lalu, sampai hari Minggu 10 April 2017 kemarin saat saya melewati jalanan tersebut untuk ke sekian kalinya, kondisinya masih sama: rusak, tak terjamah pembangunan, lobang di sana-sini, miris.

Padahal, kawasan Batu Putu ini merupakan salah satu kawasan dengan potensi wisata cukup bagus, memanjang sampai ke Kemiling.

Di deretan jalanan dari Batu Putu sampai Kemiling kita dapat menjumpai berbagai tempat wisata mulai dari Wira Garden, Taman Wisata Bumi Kedaton, Taman Cibiah, Air Terjun Batu Putu, Air Terjun Talang Mulya, Taman Kupu-kupu Gita Persada, hingga Penangkaran Rusa Tahura WAR.

Seandainya jalanan di kawasan ini lebih diperhatikan, pasti bakalan lebih memikat wisatawan yang mau datang ke kawasan ini :)

Lokasi Pantai Queen Artha Lampung


Pantai Queen Artha merupakan salah satu deretan Pantai di Teluk Lampung, yang selama ini selalu saya lewati kalau jalan-jalan ke pantai.

Sayangnya, karena penampakan dari pinggir jalan yang sama sekali gak menarik, saya pun gak pernah berniat mampir ke pantai yang dulunya bernama Pantai Sekarwarna ini.

Beberapa hari sebelum berkunjung ke Pantai Queen Artha Lampung, saya sempat melihat postingannya Mas Tri Sujarwo mengenai Pantai Queen Artha. Ternyata, daleman Pantai di Pesawaran Lampung ini gak jelek-jelek amat.


Akhirnya, di akhir pekan, kami memutuskan untuk menghabiskan sore hari di Pantai Queen Artha Pesawaran Lampung.

Pantai Queen Artha sendiri secara administratif terletak di Kabupaten Pesawaran, tepatnya berada di Desa Lempasing, tidak jauh dari Villa Gardenia, Kuburan Cina, dan PPI Lempasing.

Keberadaan Pantai Queen Artha yang berada persis di pinggir jalan raya Teluk Lampung membuat pantai ini sangat mudah ditemukan.

Persis setelah "Gapura Selamat Datang Kabupaten Pesawaran", di sebelah kiri jalan, kalian akan menemukan salah satu pantai favorit masyarakat Bandar Lampung ini.

Inilah Daleman Pantai Queen Artha Lampung


Setelah melewati jalan masuk pantainya yang masih berupa jalan Onderlagh, saya langsung membawa motor ke pojok pantai dekat dengan mushola.

Di sinilah saya menemani Alya mandi ria, berenang ke tengah laut melihat orang sedang mancing, dan main pasir di "pasir timbul" yang saat kami datang masih ada dua buah, membentuk LOVE, lalu perlahan-lahan pasir timbul tersebut hilang tertelan air yang mulai pasang.

mandi di pantai queen artha lampung

Cukup lama juga saya bermain-main air di Pantai Queen Artha bersama Alya. Ceria sekali Alya bermain-main di pantai, tertawa bahagia, lari-lari kejar-kejaran sama saya.

Kondom, Ngintip Orang Pacaran, dan Sendal Hilang di Pantai Queen Artha


Di tengah-tengah saya lagi main sama Alya, ada hal yang menggelitik saya dan membuat saya tertawa di dalam hati. Saat saya sedang bermain di tengah pantai, di bebatuan pinggiran pantai yang jauh dari pengunjung, ada sepasang sejoli yang sedang asyik pacaran.

Tanpa diketahui sepasang sejoli tadi, saya lihat, ada seorang lelaki berbaju hijau kecoklatan, mengendap-endap di rerimbunan pohon, ngintip sepasang sejoli yang lagi pacaran tadi.

Kalau pasangan ini pindah tempat, si pengintip lari, jingkrak-jingkrak. Lalu mengendap-endap lagi buat ngintip. Begitu seterusnya. Dan saya bener-bener tergelitik dengan tingkah si pengintip tadi. Saya sih gak tahu apa yang dilakukan sepasang sejoli ini karena memang jauh dari pandangan.

Di Pantai Queen Artha ini memang banyak pasangan sejoli yang main ke pantai sekedar untuk pacaran saja. Memang ada spot rimbun yang bisa dipakai buat bersembunyi hehehe.

Saat saya minggir ke pantai, menghampiri mama yang sedang tiduran di pondokan, tak sengaja, mata saya menangkap benda yang gak layak dibiarkan berserakan di pantai. Benda tersebut adalah bungkus KONDOM merek SU*RA.

Wah, kok bisa ada bungkus kondom di bawah pondokan ya. Apa yang dilakukan dengan bungkus kondom ini di pondokan Pantai Queen Artha? wkwkwk.

Sudah gitu, saat nyari-nyari sendal yang saya taruh di pinggir pantai, eh, sudah hilang, lenyap entah ke mana. Niat amat ya orang ngambil sendal, padahal sendal yang saya bawa cuma sendal jepit seharga 10 ribuan.

Akhirnya, daripada pulang nyeker, saya beli sendal di warung Pantai Queen Artha seharga 15 ribu rupiah, 5 ribu lebih mahal dibandingkan kalau beli di warung dekat rumah.

Harga Tiket Masuk Pantai Queen Artha


Begitu masuk ke Pantai Queen Artha, kami langsung dikasih selembar tiket masuk, dan disuruh membayar 15 ribu rupiah per motor. Kalau tiket masuk mobil, sekitar 25 ribu rupiah per mobil.

Kami juga menyewa sebuah pondokan di Pantai Queen Artha dengan harga sewa 30 ribu rupiah per pondokan dan sewa tikar dengan tarif 10 ribu rupiah per tikar.

Masih wajar lah, gak mahal-mahal amat tiket masuknya.

Rate Tempat Wisata Pantai Queen Artha Lampung


Kalau saya kasih nilai, tempat wisata di Lampung yang satu ini saya kasih nilai 3/5 saja. Pantai Queen Artha sebenarnya asyik buat wisata keluarga, cukup rindang oleh pohon waru, serta pasir putih di pinggiran pantainya lumayan.

Hanya saja, di beberapa lokasi ada batu karang yang berbahaya bagi pengunjung. Selain itu, di lokasi tertentu, dasar pantainya justru bukan pasir, melainkan lumpur yang gak cocok buat mandi pengunjung. Sama seperti Pantai Batu Mandi.

Kalau mau mandi di Pantai Queen Artha harus tepat memilih lokasinya, seperti di lokasi saya mandi bersama Alya.

Oh iya, kalau mau lebih seru lagi, bisa juga menyeberang ke Pulau Tangkil biar liburan kalian makin seru dari Pantai Queen Artha ini.

Demikian tulisan singkat saya saat jalan-jalan ke Pantai Queen Artha Lampung, salah satu tempat wisata yang populer di Sai Bumi Ruwa Jurai, mudah-mudahan bisa menjadi referensi wisata kalian. Selamat jalan-jalan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post