Tuesday, April 25, 2017

Air Terjun Way Jelay Tanggamus, Tersembunyi Tapi Cantiknya Masyaa Alloh

author photo
Jumanto.Com - Air Terjun Way Jelay Tanggamus, Tersembunyi Tapi Cantiknya Masyaa Alloh. Sudah pernah jalan-jalan ke Tanggamus Lampung? Orang biasanya mengenal air terjun di Tanggamus cuma air terjun Way Lalaan, padahal masih banyak banget air terjun di Tanggamus ini yang belum terexplore. Salah satu air terjun yang lokasinya masih tersembunyi ini adalah Air Terjun Way Jelay (ada juga yang nulis Way Jelai) di Kota Agung, Tanggamus.

Perjalanan saya ke Air Terjun Way Jelay Kota Agung ini berkesan banget, karena ini adalah perjalanan terlama saya sejak jalan-jalan di Lampung. Dua jam jalan kaki naik turun bukit (banyak jalan datarnya juga sih hehehe), dan dua jam jalan kaki juga pulangnya dari air terjun.

Total 4 jam jalan kaki, pulang pergi, dari tempat penitipan motor di rumah warga ke lokasi Air Terjun Way Jelay Tanggamus.

Selain itu, jalan-jalan di Lampung kali ini juga seru banget, karena punya kenalan baru dari anak-anak muda yang hobi jalan-jalan yang tergabung dalam komunitas @t3ampaal atau singkatan dari Team Pencinta Alam Adventure Lampung.


Rombongan jalan-jalan ke Air Terjun Way Jelay kemarin terdiri atas: @edwinzumilham @busmirizki @liansyahapri @andraini_suci @ahmad_jiwandha @anampetarung @rahmat_ronaldo @jhony_andi98 @dahriyusuf dan beberapa orang lainnya yang belum sempat saya hafal namanya satu per satu. Saya punya kekurangan menghafal nama orang ^_^

Awal Mula Ikut Trip ke Air Terjun Way Jelay Tanggamus


Keikutsertaan saya dalam rombongan jalan-jalan T3ampaal (baca: Timpaal) ini sebenarnya gak direncanakan. Awalnya, libur panjang di akhir pekan kemarin saya bersama mama dan Alya mau trip ke Kalianda Lampung Selatan, pengin menjelajah tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi saat ngetrip ke Kalianda dulu.

Rencananya sih pengin main ke Air Terjun Way Tayas, menjelajah pantai-pantai cantik di Pesisir Kalianda dan Rajabasa, dan kalau bisa air-air terjun lain di Lampung Selatan. (Kalau ada yang mau ke Air Terjun di Kalianda ajak-ajak saya ya hehehe).

Sayangnya, hari Jumat pagi, saat Alya bangun tidur, eh Alya langsung minta ke Gisting, ke tempat mbah. Jadinya, gagal deh rencana kami buat main ke Kalianda.

Setelah itu, saya kirim pesan lewat instagram Mas Edwin, salah satu anggota T3ampaal, jadi gak ke Air Terjun Lembah Misteri di Airnaningan, karena kabar sebelumnya Mas Edwin bilang mau ke Air Terjun Lembah Misteri.

Ternyata, setelah dirapatin malam Sabtunya, gak jadi T3ampaal jalan-jalan ke Air Terjun Lembah Misteri, diganti ke Air Terjun Way Jelay Kota Agung.


Saya searching di google, berapa lama jalan kaki kalau ke Air Terjun Way Jelay. Hasilnya, pernah ada yang ke sana dan mereka jalan kaki selama dua jam.

Saya kirim pesan lagi ke Mas Edwin, saya tanya, "Mas, jalan kaki ke Air Terjun Way Jelay 2 jam ya?".

"Gak sampai mas, satu jam aja", jawab Mas Edwin.

Sempat ragu juga, mana yang benar. Dua jam atau satu jam.

Dengan modal nekad, saya bilang, "Saya gabung mas, ikut jalan2 ke Air Terjun Way Jelay".

Akhirnya, saya pun ikut jalan menjelajah kebun-kebun coklat melewati bukit-bukit dan menyeberang sungai, sampai ke Air Terjun Way Jelay Tanggamus juga, dan pulang dengan selamat hehehe.

Berangkat Ngaret


Dari informasi awal, berangkat dari Bandar Lampung kata Mas Edwin pukul 8 pagi. Yah, kebiasaan orang Indonesia lah, kalau bilang jam 8 berarti jam 9. Tapi ini ngaretnya lama. Katanya berangkat jam 8, eh jam 10 baru berangkat dari Bandar Lampung, lama amat ya ngaretnya ^_^

Karena saya sudah ada di Gisting, jadi saya menunggu di Gisting saja. Jam 9 pagi, Mas Edwin bilang sudah berangkat dari Bandar Lampung. Jadi perkiraan saya, jam 11 baru sampai di Gisting.

Setelah mengantarkan Bapak Mertua ke Campang, saya langsung berangkat menuju Puskesmas Gisting, menunggu rombongan dari Bandar Lampung datang. Tepat pukul 11 siang saya sampai di Puskesmas Gisting. Ternyata rombongan T3ampaal dari Bandar Lampung gak sampai-sampai juga.

Pukul 11.30, mereka masih belum sampai. Saya telepon, gak diangkat juga. Padahal katanya jam 9 sudah berangkat dari Bandar Lampung. Harusnya sih jam 11 sudah sampai di Gisting.

Barulah pukul 11.40 dapat kabar dari Mas Edwin kalau mereka sebentar lagi sampai.

Sekitar pukul 11.50, rombongan sampai di Puskesmas Gisting. Kita pun langsung jalan ke Kota Agung, menuju Air Terjun Way Jelay, tujuan utama trip kami kali ini.

Sempat Lupa Rute Menuju Air Terjun Way Jelay Kota Agung


air terjun way jelay tanggamus
aliran air terjun Way Jelay yang cukup deras

Guide utama kami menuju Air Terjun Way Jelay adalah Mas Edwin, karena beliau inilah yang sudah ke air terjun ini dua minggu yang lalu.

Lokasi Air Terjun Way Jelay ini berada di Desa Sinar Lebak, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus Lampung.

Acuannya, dari Pantai Terbaya lurus terus ke arah Kota Agung sampai ketemu lampu merah. Di Lampu merah ini, kita ambil arah kanan, lurus terus sampai mentok, masuk melewati Pekon Teratas, tapi bukan Pekon Teratas Dusun Lamuran.

Rutenya berbeda dengan rute menuju Air Terjun Tepusan Lamuran.

Setelah mentok, akan ada dua jalan beton setapak, yang satu lurus sedangkan satunya lagi ke arah serong kanan. Ambil yang arah serong kanan, lurus ikuti jalan beton setapak sampai ketemu beberapa rumah warga. Di rumah warga inilah kami menitipkan kendaraan kami.

Setelah itu, selanjutnya tinggal jalan kaki selama kurang lebih dua jam menuju Air Terjun Way Jelay. Kalau belum pernah ke sini, harus bawa guide penduduk setempat, untuk diantar sampai ke lokasi air terjun. Kalau gak, dijamin nyasar.

Kami saja, yang sudah dipandu sama Mas Edwin, yang dua minggu sebelumnya datang ke sini, sempat bingung juga arah jalan menuju Air Terjun Way Jelay setelah menempuh jalan kaki setengah perjalanan. Mas Edwin lupa arah menuju air terjunnya karena memang tidak ada penunjuk jalan sama sekali, apalagi jalan di kebun yang lebar dengan pemandangan sama berupa pohon-pohon coklat.

Kemudian, saat menemui sebuah rumah (entah itu rumah atau cuma tempat tinggal sementara selama di kebun), kami meminta Bapak pemilik rumah untuk mengantar kami, menjadi guide ke Air Terjun Way Jelay.

Akhirnya, sampai juga kami curug yang cantik di Kabupaten Tanggamus ini.

Kisah Jalan-jalan Ke Air Terjun Way Jelay Tanggamus Selengkapnya


Sesampai di Kota Agung, kami mampir sebentar di masjid setelah belok kanan dari lampu merah. Selepas sholat dzuhur, kami melanjutkan perjalanan menuju perkampungan terakhir untuk menitipkan kendaraan.

penitipan kendaraan di rumah warga

Biaya penitipan kendaraan seikhlasnya, saya juga kurang tahu kemarin koordinator jalan-jalan ini ngasih uang berapa. Per orang, kemarin kami iuran 10 ribu untuk ngasih pemilik rumah yang kami titipi motor dan guide yang mengantarkan kami.

Penduduk setempat cukup ramah menerima pengunjung yang mau berkunjung ke Air Terjun Way Jelay. Yang penting kalian jangan sombong kalau mau main ke sini ya hehehe.

Perjalanan melewati kebun-kebun coklat, menuju Air Terjun Way Jelay


Jalanan menuju Air Terjun Way Jelay Tanggamus pertama-tama berupa jalan setapak dari beton, dengan hiasan pohon coklat di sebelah kanan dan kiri sepanjang perjalanan. Di antara pohon-pohon coklat ini, tumbuh menjulang tinggi pohon-pohon durian, yang menyisakan durian kecil-kecil yang rontok di tanah sepanjang perjalanan kami.

jalan menuju air terjun way jelay

Buat kalian yang mau jalan-jalan ke sini, abis lebaran saja ya. Karena, setelah lebaran nanti, makin asyik nih jalan-jalan ke Air Terjun Way Jelay, bisa menikmati durian langsung dari pohonnya, di tengah-tengah kebun coklat yang rindang dan suara gemericik air sungai yang jernih ^_^.

Jalan beton setapak tidak panjang, kurang lebih sekitar 200 meter saja. Setelahnya, kami pun menyeberang sungai kecil, dan airnya seger banget, jernih pula.

sungai aliran air terjun way jelay

Total, sampai ke Air Terjun Way Jelay, kalau saya hitung, kurang lebih kami harus menyeberangi sungai sebanyak 9 kali.

Setelah menyeberangi sungai yang pertama, jalan berganti menjadi jalan tanah. Sebenarnya gak ada jalan yang dibuat. Hanya ada tanah-tanah bekas motor lewat dan bekas injakan kaki yang membentuk jalan semu.

Kami terus jalan mengikuti bekas roda motor, sampai bekas jalanan roda motor habis. Motor pemilik kebun memang ada yang masuk ke kebun ini, tapi tidak bisa sampai ke air terjun.

Setelah jalan cukup jauh, kurang lebih jalan kaki 1,5 jam, kami kebingungan rute mana yang harus diambil, karena bekas injakan kaki orang sudah gak kelihatan lagi membentuk jalan semu. Akhirnya saya, Mas Edwin, dan Mas Busmi menghampiri sebuah rumah, ada seorang Bapak di situ.

Kami pun minta si Bapak untuk mengantarkan kami menuju air terjun Way Jelay.

Hujan turun deras, saat kami sudah mau sampai air terjun Way Jelay


Di saat perjalanan kami tinggal beberapa menit saja dari air terjun Way Jelay, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Saat berangkat, cuaca sebenarnya masih panas banget. Saat pertama kali jalan kaki, cuaca juga masih panas.

Di pertengahan perjalanan, mendung sudah mulai gelap. Kami berharap agar hujan gak turun duluan sebelum kami sampai di air terjun Way Jelay.

Apa mau di kata, kehendak Tuhan berkata lain. Hujan pun mengguyur kami, padahal perjalanan menuju air terjun sudah dekat.

Jadilah kami basah-basahan sebelum sampai air terjun.

Makan bareng dengan kuah air hujan


Sesampai di air terjun, kami mencari tempat untuk berlindung. Kami temukan sebuah batu yang cukup besar, untuk menjadi atap barang-barang kami dari air hujan.

Sebelum berangkat, saya belum sempat makan nasi. Baru sarapan gorengen. Sesampai air terjun, perut sudah lapar bener.

Kami mengeluarkan bekal masing-masing, lalu dikumpulkan di atas spanduk yang kami bawa, kemudian makan bareng-bareng. Meskipun tetesan air hujan akhirnya menjadi kuah makan kami, rasanya tetap enak, karena sudah kelaperan hahaha.

Gak bisa foto banyak di Curug Way Jelay


Kondisi hujan membuat saya kurang puas mengambil gambar. Sedikit sekali gambar yang bisa saya ambil. Untungnya, kawan yang lain ada yang membawa action cam.

foto air terjun way jelay

Tapi foto itu hanyalah salah satu media untuk mengenang perjalanan saya. Kenangan sebenarnya, ada di hati saya.

Keistimewaan Air Terjun Way Jelay ini adalah air terjunnya yang cukup deras, dengan aliran air terjun yang cukup tinggi. Kayaknya sama tingginya dengan Air Terjun Lembah Pelangi di Ulubelu.

Jumlah aliran air terjunnya pun sebenarnya gak cuma satu. Ada beberapa. Yang pertama, adalah pemandangan utamanya, berupa aliran air terjun yang paling besar, berada di tengah-tengah. Suaranya besar banget, dan saat tertiup angin membuat hawa dingin yang cukup menusuk tulang.

Di sebelah kirinya, ada aliran air terjun kecil. Kemudian, di sebelah kanan, ada juga aliran air terjun, gak sebesar air terjun pertama, tapi aliran airnya berkelok-kelok, gak langsung turun ke bawah, dan hanya bisa dilihat kalau mendekat. Dari jauh gak kelihatan karena tertutup bebatuan pelindungnya.

Satu air terjun yang kecil banget juga saya jumpai, terletak memisah dari ketiga air terjun tersebut.

Di sebelah kanan dan kiri air terjun, tumbuh subur pohon-pohon paku, tumbuhan khas di perhutanan atau kebun-kebun di dataran tinggi yang jarang dijamah manusia.

Akhirnya


Air Terjun Way Jelay merupakan salah satu air terjun di Tanggamus yang cantik dan masih alami banget. Gak heran, batu-batu di sekitaran air terjun masih banyak yang licin dengan lumut, mungkin karena jarang di jamah manusia.

Kondisi alamnya juga masih bersih dari sampah plastik.

Saat mengunjungi Air Terjun Way Jelay harus hati-hati, karena kondisi bebatuan yang licin tadi, takut terpeleset.

Air Terjun Way Jelay Tanggamus buat saya indah banget, dan saya benar-benar gak punya kata-kata buat menggambarkan keindahannya.

Waktu jualah yang akhirnya harus memisahkan kami dengan air terjun cantik di Tanggamus ini. Setengah 7 malam lewat, kami akhirnya tiba di tempat penitipan motor, lalu jalan pulang ke rumah sekitar pukul 19.30 malam. Perjalanan yang sangat mengesankan buat saya.

Pengin jalan-jalan ke Air Terjun Way Jelay juga? Siapkan fisik dulu ya.

Jika sudah kuat, silakan datang ke Air Terjun Way Jelay Tanggamus ini untuk membuktikan bahwa Tanggamus memang layak menjadi destinasi wisata kalian. Selamat berpetualang menjelajah perkebunan coklat yang rindang.

This post have 2 komentar

avatar
Fajrin Herris delete April 26, 2017 at 12:01 AM

Segar banget pasti itu mandi disana Mas. Ah kalau dolan" kabarin atuh Mas..

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete April 26, 2017 at 1:59 AM

Mas Fajrin dan Lemes Traveler tuh yang mestinya kabar-kabar saya kalau mau dolan2 hehehe

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post