Thursday, February 16, 2017

Marines Eco Park Lampung, Pantai di Tanah Marinir

author photo
jumanto.com - Marines Eco Park Lampung, Pantai di Tanah Marinir. Pernah mendengar Marines Eco Park? Kalau belum pernah denger, wajar juga sih. Tempat wisata di Lampung ini memang belum terlalu lama dibuka, tepatnya baru dibuka di bulan Desember 2015 lalu.

marines eco park
Alya di Jembatan Cinta Marines Eco Park

Sebelumnya, berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol saya sama penjual makanan di warung Pantai Batu Mandi, pantai ini sebelumnya bernama Pantai Lembing.

Saya yang penasaran banget sama pantai yang satu ini, akhirnya kesampaian juga untuk melihat secara langsung keberadaan Marines Eco Park setelah foto-foto di Muncak Teropong Laut di Desa Munca, dekat dengan Pantai Tirtayasa.

Marines Eco Park ini diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi.

Oh iya, Tahun 2016 lalu, Marines Eco Park merupakan tempat dilaksanakannya Festival Pahawang 2016 lho.

Entah mengapa Festival Pahawang 2016 kok digelar di Marines Eco Park, bukan di Pulau Pahawang hehehe.

Demi Marines Eco Park, Hujan Bukan Halangan :)


Saat masih di Muncak Tirtayasa, cuaca masih panas. Matahari juga masih terlihat terik. Meskipun terlihat dengan jelas awan hitam sudah menggelayuti daerah pantai dari Pantai Mutun sampai pantai-pantai lain di Teluk Lampung.

Begitu keluar dari Muncak Teropong Laut, cuaca mulai gelap, angin berhembus sedikit kencang, tinggal menunggu hujan turun dari langit.

Lewat PPI Lempassing, masih aman, belum ada gerimis yang turun.

Lewat Pantai Mutun, masih aman juga, meskipun gerimis mulai turun sedikit. Tapi gak terasa, karena saking sedikitnya.

Masuk ke Pasar Hanura, lalu Pantai Dewi Mandapa, masih aman karena gerimis juga masih kecil banget.

Begitu mau sampai Dermaga Ketapang, tempat penyeberangan ke Pulau Pahawang, hujan turun dengan derasnya.

Lewat Pantai Klara dan Pantai Batu Mandi terus sampai ke Batalyon Infanteri, hujan turun dengan deras. Kita pun berhenti di Batalyon Infanteri, mampir ke masjid, untuk sholat.

Setelah itu, lanjut lagi, menuju Marines Eco Park, setelah bertanya kepada penduduk setempat.

Dan lagi-lagi hujan turun dengan lebat. Ternyata lokasinya juga jauh dari Pantai Klara.

Untungnya jalanan tidak terlalu parah, relatif bagus, meskipun ada beberapa kerusakan serta ada jalan yang longsor juga.

Alhasil, benar-benar hujan-hujanan sepanjang perjalanan, cuma karena penasaran pengin tahu Marines Eco Park Lampung ^_^.

Dan Ini Dia Marines Eco Park Lampung


marines eco park lampung
Gerbang masuk Marines Eco Park

Setelah perjalanan yang cukup panjang, menguras tenaga, waktu, dan pikiran, akhirnya sampailah kita di Marines Eco Park Lampung ^_^.

Kalau dilanjutkan terus, sampai deh ke Teluk Kiluan hehehe.

Di pertigaan Padang Cermin, ada tulisan "Teluk Kiluan 32 km". Wah, sudah dekat berarti ya. Hmmm, kapan-kapan deh lanjut ke Teluk Kiluan.

Sampai di gerbang masuk Marines Eco Park, hujan sedikit reda, tinggal gerimis saja. Dari depan gerbang masuk ini, terlihat beberapa remaja wanita sedang foto-foto di lapangan. Hmmm, maksa amat ya, ujan-ujan aja foto-foto di lapangan hehehe.

Kita langsung masuk saja, menjelajahi jengkal demi jengkal tanah berpasir di Pantai Marines Eco Park ^_^.

Sepi. Iya, sepi pengunjung. Mungkin karena hujan.

Penjaga tiket masuknya juga gak ada. Jadi kita asal masuk saja, gak ada tiket masuk :)

Ujan kali ya, jadi males si penjaganya, karena pengunjungnya sedikit hehehe.

Lumayan lah, wisata gratis hihihi.

pantai marines eco park
suasana pantai yang sepi, mendung, gelap, gak cocok buat renang

Harapan awalnya, kita sebenarnya mau mandi di Pantai Marines Eco Park ini, memenuhi janji saya sama Alya. Apa mau di kata, ternyata suasana pantai Marines Eco Park ini sangat tidak mendukung untuk mandi. Pantainya tenang banget, gak berombak.

Selain itu, kelihatannya pantai ini berlumpur. Air sedang surut juga.

Kecewa banget.

Alya nagih terus mau mandi di laut.

Hmmm, akhirnya saya janjikan, untuk mandi di pantai dekat pantai Klara saja, dan ini benar-benar di luar planning :)

Di Marines Eco Park ini, saya ajak Alya menuju Jembatan Cinta, lalu foto-foto di sana.

jembatan cinta marines eco park
hujan di jembatan cinta

Di jembatan cinta, terlihat dengan jelas, air laut memang sedang surut.

Perahu-perahu, yang mungkin disewakan untuk snorkling pengunjung, terlihat tergeletak di belakang Jembatan Cinta.

Lihat ke kiri, pondokan-pondokan tanpa penghuni terlihat berjejer.

Ada satu pondokan yang ada penghuninya. Di sampingnya ada ban-ban yang disewakan, kano, banana boat, mungkin ia si pemilik barang-barang yang disewakan ini. Namun, suasana sepi tetap terlihat karena ketiadaan pengunjung.

Ada satu tempat yang benar-benar ramai, tempat karauke. Beberapa orang terlihat sedang bernyanyi ria, membelah suara rintik hujan, dan sedikit memecah kehampaan suara manusia di Marines Eco Park sore itu.

Ah, kita datang di waktu yang tidak tepat. Di kala hujan turun mengusir manusia dari tempat ini. Di kala laut sedang surut.

Kecewa.

Kecewa, karena Marines Eco Park ternyata tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post