Wednesday, December 28, 2016

Sroto Purbalingga Dalam 4 Rasa, Siapa Mau Coba?

author photo
jumanto.com - Sroto Purbalingga Dalam 4 Rasa, Siapa Mau Coba?. Kayaknya judulnya terlalu berlebihan ya hehehe. Sebenarnya saya cuma mau bilang, ini adalah pengalaman saya merasakan sroto Purbalingga di 4 lokasi yang berbeda.

Ceritanya, mudik ke Purbalingga di pertengahan Desember 2016 kemarin, adalah balas dendam saya, setelah hampir satu tahun tidak merasakan nikmatnya sroto Purbalingga. Jadinya begitu sampai di Purwokerto, saya pun langsung mencicipi kuliner khas kota Purbalingga, Purwokerto, dan sekitarnya, yaitu SROTO.

Saya adalah penggemar sroto sejati, penikmat sroto asli Purbalingga, apalagi sroto asli buatan masyarakat Desa Pelumutan :)

Sroto Purbalingga, Makanan Khas Kota Perwira


Bagi masyarakat eks Karesidenan Banyumas, sroto pasti sudah familiar banget. Di desa-desa hingga sampai di kota, makanan yang satu ini dijual di mana-mana. Sangat mudah menemukan sroto di Kabupaten Purbalingga, berbeda jauh dengan di Lampung.

Di Lampung, pernah beberapa kali menemukan warung bertuliskan "Sroto Sokaraja", sayangnya selalu gagal memuaskan lidah saya. Rasanya jauh berbeda dari sroto yang asli.

Tak heran, tiap saya pulang kampung, saya langsung memesan sroto, buat balas dendam karena lama gak bisa merasakan kuah sroto dengan bumbu kacangnya yang super nikmat.

Yang jelas, sroto adalah kuliner khas Kota Purbalingga yang harus terus dilestarikan, dan saya yakin kuliner ini akan terus bertahan tanpa tergerus oleh jaman, karena kenikmatannya yang tiada tara. Gak percaya? Silakan coba sendiri. Rasa sroto ini benar-benar berbeda dari soto-soto yang ada di Indonesia.

Mencicipi Sroto Purbalingga di 4 tempat


Meskipun sebelum mudik, sempat mencicipi sroto sokaraja di Lampung, namun, karena kurang puas, begitu sampai Purwokerto, saya langsung terbayang-bayang sama sroto. Oleh karena itu, begitu naik mobil, dan kebetulan mama juga sudah kelaparan, saya pun meminta sopir travel untuk mengantarkan saya ke warung sroto terdekat.

Secara keseluruhan, berikut ini 4 warung sroto yang saya cicipi selama mudik ke Purbalingga kemarin:

#1. Sroto Lama Purwokerto


sroto lama purwokerto
Sroto di warung sroto lama Purwokerto

Dari stasiun kereta api Purwokerto, kita diantarkan ke Warung Sroto Lama Purwokerto. Kita orang pun nurut saja, karena kita emang gak tahu warung sroto yang enak di Purwokerto.

Tidak menunggu terlalu lama, sroto pun akhirnya datang juga. Pengunjung warung ini cukup ramai, berarti kayaknya enak.

Sroto pun tersaji di meja. Saya langsung mengambil sambal kacang, sampai kuah sroto menjadi kental tercampur sambal kacang. Makan sroto memang paling enak kalau kuahnya kental sama sambal kacang, kalau orang Purbalingga bilang "buket".

Setelah saya aduk-aduk sampai buket, saya langsung mencicipi, dan rasanya? Lumayan lah. Cukup enak di lidah saya. Sayangnya, kerupuknya gak pakai "karag", jadi rasanya masih kalah sama Sroto Tirtawi Desa Pelumutan langganan saya.

Overall, rasa cukup enak, dan puas banget karena sambalnya bisa mengambil sepuasnya. Mantap lah. Untuk harganya, menurut saya lumayan mahal, 15 ribu rupiah per porsi, tapi masih wajar karena di kota :)

#2. Sroto Purbalingga di Kampung Kurcaci


sroto purbalingga di kampung kurcaci
sroto di kampung kurcaci, pakai karag

Hari berikutnya, setelah sampai di Purbalingga, kita memutuskan untuk jalan-jalan ke Kampung Kurcaci, tempat incaran utama saya di Purbalingga untuk saya kunjungi.

Setelah lelah jalan-jalan keliling Kampung Kurcaci dan Curug Lawang, perut mulai keroncongan, dan kita pun memutuskan untuk mencoba makan di warung-warung di kompleks Kampung Kurcaci Purbalingga.

Mama pesan mie ayam bakso, Alya dan Fiqih pesan popmie, sedangkan saya yang masih ingin balas dendam, kembali memesan sroto, my favourite food hehehe.

Berbeda dengan sroto lama Purwokerto, sroto di Kampung Kurcaci menggunakan krupuk karag, jadi original banget. Sayangnya, kupatnya pakai kupat plastik. Untuk rasa, lumayan lah, untuk ukuran kuliner di sekitar tempat wisata. Tapi, kurang banyak, jadi baru ganjal perut saja hehehe.

Harganya saya lupa, kalau gak salah antara 7-9 ribu rupiah per porsinya. Masih murah-murah para penjual di warung Kompleks Kampung Kurcaci.

#3. Sroto Pringgading, Senon, Purbalingga


sroto purbalingga di Pringgading, Desa Senon
sroto Pringgading, Senon, Purbalingga

Dua hari berikutnya, saya kembali ngidam sroto. Kali ini, sroto yang saya coba adalah sroto di Dukuh Pringgading, Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga.

Awalnya, saya mau pesan sroto langganan saya, Sroto Tirtawi Desa Pelumutan, tapi Bapak merekomendasikan sroto di Pringgading ini.

Akhirnya, saya bersama Lilik saya berangkat ke Pringgading dan makan sroto di sana. Hmmm, di antara 4 sroto yang saya coba, sroto di Pringgading ini yang paling muantap. Krupuknya pakai karag, porsinya mantap, dan sambal kacangnya juga kita ambil sendiri sepuasnya.

Recommended deh untuk dicoba kalau datang ke Purbalingga. Rasanya memang enak, meskipun tetap lebih enak Sroto Tirtawi Pelumutan sih hehehe.

Harga per porsinya juga murah banget lho, cuma 9 ribu rupiah per porsi. Jauh banget sama sroto lama Purwokerto dan Sroto Bancar Pak Djoko.

#4. Sroto Bancar Pak Djoko


sroto bancar pak djoko
sroto bancar Pak Djoko dekat SMP 5 Purbalingga

Setelah mengurus surat pindah untuk keperluan membuat KTP elektronik, saya pun pengin coba Sroto Bancar Pak Djoko di dekat SMP BM.

Warung ini sebenarnya bukan cuma menyediakan sroto, ada juga bakso dan mie ayam. Saya pesan sroto saja, sroto ayam, karena ada sroto sapi juga.

Hmmm, tempat ini paling mengecewakan buat saya. Harganya mahal banget. Masa beli 1 porsi sroto ayam, 1 klanting kecil, dan es teh manis harganya 24 ribu. Paling mahal di antara sroto-sroto yang pernah saya coba. Kapok deh.

Rasa juga biasa saja menurut saya. Karena bumbu kacangnya sudah dijatah, jadi gak bisa ngambil sampai "buket" kayak di sroto Lama Purwokerto atau Sroto Pringgading.

Hmmm, gak lagi-lagi deh makan sroto di Sroto Bancar Pak Djoko ini.

Nah, itulah pengalaman saya mencicipi Sroto Purbalingga di 4 tempat yang berbeda. Kapan-kapan, Sroto Tirtawi wajib saya kunjungi lagi, kemarin belum sempat hehehe.

Penasaran kan sama sroto, kuliner khas Purbalingga? Monggo dolan maring Purbalingga. Purbalingga keren :)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post