Friday, December 9, 2016

Menikmati Pantai Pasir Putih Lampung di Sore Hari

author photo
jumanto.com - Menikmati Pantai Pasir Putih Lampung di Sore Hari. Ini adalah cerita liburan kita dua bulan lalu, tepatnya liburan di hari Minggu 16 Oktober 2016. Karena mau ke Pantai di sekitar Pantai Sari Ringgung dan sekitarnya sudah bosan, makanya kita pengin main ke pantai yang belum pernah kita kunjungi, yaitu Pantai Pasir Putih Lampung Selatan.

pantai pasir putih lampung
Naik kano di Pantai Pasir Putih

Meskipun lokasi Pantai Pasir Putih Lampung sebenarnya cukup dekat dari Kota Bandar Lampung, tapi kita ternyata belum pernah mampir lho hehehe. Makanya, buat ngobatin rasa penasaran, pengin tahu daleman (dalamen? wkwkwkw) dari Pantai Pasir Putih, kita pun akhirnya untuk memutuskan untuk jalan jalan ke pantai ini di pertengahan Oktober lalu.

Alamat Pantai Pasir Putih Lampung


Pantai Pasir Putih Lampung Selatan terletak di daerah Tarahan. Pantai ini berada di dekat perbatasan antara Kota Bandar Lampung dengan Kabupaten Lampung Selatan. Pantai Pasir Putih berbasan dengan Pantai Selaki,

Sekarang ini, mudah sekali kalau mau berkunjung ke Pantai Pasir Putih Lampung, dengan hadirnya Google Maps. Lokasi Pantai ini sudah ditandai di Google Maps, jadi gampang banget deh menemukan lokasinya.

Pantai Pasir Putih juga letaknya sangat strategis, persis ada di pinggir jalan raya by pass Soekarno Hatta menuju Bakauheni. Kalau dari Bandar Lampung, setelah melewati gapura selamat datang di Kabupaten Lampung Selatan, di sebelah kanan jalan nanti akan ada Gapura masuk ke Pantai Pasir Putih. Ada tulisannya Pantai Pasir Putih juga kok.

Pantai Pasir Putih Lampung ini sepertinya dikelola oleh TNI. Sejak masuk sampai ke dalam, warna loreng-loreng TNI menghiasi beberapa lokasi. Saat saya baca di internet, Pantai ini konon dulunya merupakan tempat latihan perang para prajurit TNI.

Biaya Masuk Pantai Pasir Putih


Kita sampai di Pantai Pasir Putih Lampung sore hari, persis habis Ashar. Setelah shola Ashar di Pom Bensin, kita langsung menuju pintu gerbang Pantai Pasir Putih.

Di Pintu Gerbang, sudah ada penjaga yang meminta uang tiket masuk. Kita bertiga, naik satu motor, dikenakan tiket masuk 15 ribu rupiah saja. Untuk harga tiket masuk pastinya saya kurang tahu sih, dihitung per orang atau per kendaraan seperti di Pantai Mutun.

Cukup murah sih menurut saya, 3 orang dengan satu motor membayar 15 ribu. Masih terjangkau dan masih wajar lah untuk ukuran wisata di Lampung.

Duh, Pantai Pasir Putih Kok Kotor Kayak Gini Yaaaaa


Kalau melihat namanya, kita pikir kita akan menjumpai hamparan pantai dengan pasir berwarna putih yang lembut dan luas. Sayangnya, itu semua hanya ada dalam angan-angan. Kenyataannya?

Pantai yang kita jumpai kotor dengan sampah para pengunjung yang tidak bertanggungjawab. Sampah-sampah plastik bersama tumbuhan laut terlihat mengambang di permukaan air dari pinggir pantai sampai agak ke tengah. Sangat jauh dari harapan pantai pasir putih yang indah.

Di antara pantai-pantai di Lampung yang pernah saya kunjungi, pantai ini merupakan pantai paling kotor airnya dengan sampah-sampah plastik dan sisa-sisa tumbuhan laut. Hmmmm, miris benar melihatnya.

Padahal, dulunya di tahun 1990an, pantai ini katanya sangat indah dengan hamparan pasir putihnya. Namun, sekarang ini terlihat kurang menarik, selain pasir putih yang tidak terlihat lagi karena arus air laut yang sering pasang, permasalahan sampah-sampah pengunjung juga belum teratasi.

Kalau di Pulau Condongnya mungkin lebih kece kali ya. Sayangnya kita belum sempat menyeberang ke Pulau Condong dari Pantai Pasir Putih ini. Kapan-kapan mungkin kalau ada kesempatan, pengin juga menyeberang melihat keindahan Pulau Condong.

Sewa Kano


Meskipun terlihat kotor, sudah kadung sampai di pantai, Alya yang dari rumah tidak sabar ingin mandi di laut, langsung minta turun ke air. Saya pun menemani Alya bermain air, lalu menyewa perahu kano kecil, dengan biaya sewa 25 ribu rupiah, sepuasnya.

Ternyata asyik juga bermain kano di pantai. Selama ini kalau main ke pantai belum pernah sewa kano sih. Paling juga sewa ban.

Di Pantai Pasir Putih ini, banyak penyewa ban dan kano, jadi tidak perlu khawatir tidak kebagian ban atau kano. Harga sewa kalau kita bisa nego, bisa dapat harga lebih murah.

Meskipun terlihat kotor, namun ternyata Pantai Pasir Putih ini ramai pengunjung juga. Entahlah pengunjung darimana, mungkin para pengunjung yang cuma sekedar singgah setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Sumatera atau sebaliknya.

Pukul 5 sore lewat, kita memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kita di Pantai Pasir Putih. Kamar bilas di Pantai Pasir Putih cukup nyaman, airnya banyak, sejuk juga. Kalau di Pantai Mutun atau Pantai Sari Ringgung, agak susah kalau bilas pas pengunjung lagi ramai.

Kesimpulan


Pantai ini, meskipun kondisinya kini kurang terawat, ternyata masih memiliki banyak pengunjung. Mungkin karena lokasinya yang strategis sehingga banyak pengendara mobil yang singgah di pantai ini untuk beristirahat melepas lelah sepanjang perjalanan.

Kalau untuk liburan, pantai ini menurut saya kurang recommended. Saya lebih suka pantai-pantai di Lampung yang lain seperti Pantai Embe, Pantai Bagoes, Pantai Canti Indah, dan Pantai Dewi Mandapa Pesawaran.

Demikian cerita liburan kita di Pantai Pasir Putih Lampung. Happy Travelling.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post