Saturday, November 12, 2016

Asyiknya Ke Taman Nasional Way Kambas Lampung Naik Damri dari Rajabasa

author photo
Asyiknya Ke Taman Nasional Way Kambas Lampung Naik Damri dari Rajabasa (jumanto.com) - Tanggal 11-13 November 2016, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar acara akbar berupa Festival Way Kambas 2016. Spanduk-spanduk iklan acara Festival Way Kambas ini pun dipajang di seluruh penjuru Lampung.

Saya, mama, dan Alya, yang selama ini belum pernah main ke Way Kambas, mendengar ada acara Festival Way Kambas, langsung membuat planning untuk bisa datang ke acara tersebut. Masa selama ada di Lampung belum pernah berkunjung ke tempat wisata di Lampung yang satu ini, sayang bukan?

taman nasional way kambas

Awalnya, kami rencanakan untuk berangkat hari Minggu, 13 November 2016, karena hari tersebut ada Festival Buah, dan juga ada acara penutupan Festival Way Kambas. Namun, saat saya bertanya ke Pool Damri di Rajabasa, keberangkatan bis dari Way Kambas katanya paling akhir pukul 1 siang.

Mendengar jawaban salah seorang petugas Damri tersebut, maka kami memutuskan untuk berangkat hari Sabtu, 12 November 2016 dan kami rencanakan untuk menginap satu hari di Way Kambas.

Ke Taman Nasional Way Kambas Lampung dari Rajabasa


Pukul 7.00 pagi, kami berangkat dari rumah, mampir sebentar di Indomaret membeli minuman dan snack, lalu langsung meluncur menuju Pool Damri di Rajabasa.

Saya mengantarkan mama dan Alya dulu ke Pool Damri serta membeli bekal sarapan dan makan siang di depan pool.

Setelah meletakkan tas bawaan di depan kantor Damri, mama dan Alya stand by di sana, sementara saya kembali naik motor ke Bundaran Rajabasa, menitipkan motor ke Titipan Motor Rajawali, kemudian naik ojek kembali ke Pool Damri.

Baru membuka nasi buat sarapan, bus Damri Rajabasa-Way Kambas tiba-tiba muncul di depan kami, padahal baru makan beberapa suap dan tangan masih kotor memegang nasi dan sayur.

Kami pun buru-buru naik ke bus Damri. Penumpang bus Damri kali ini cukup banyak, meskipun belum penuh.

bus damri raja basa ke way kambas

Busnya masih baru, warna busnya biru, persis dengan bus Trans Lampung yang beroperasi dari Bandara Raden Intan dan Itera-Unila.

Jam 8 pagi bus Damri ke Way Kambas pun langsung meluncur, mengambil rute lewat Bundaran Rajabasa juga, lalu bergerak menuju Bandara Raden Intan, Metro, Sekampung, Tridatu, kemudian ke Way Kambas.

Di pertengahan jalan, penumpang rombongan yang mau ke Way Kambas semakin menambah keramaian kami di dalam bus.

Tarif Bus Damri Rajabasa-Way Kambas dan Jadwal Keberangkatan


Informasi yang saya dapatkan dari petugas Damri sebelumnya ternyata salah. Damri dari Way Kambas ternyata beroperasi 3 kali sehari, yaitu pukul 6 pagi, pukul 13.30 siang, dan pukul 16.00 sore.

Sedangkan dari Rajabasa, bus Damri berangkat dari Pool Damri pukul 8.00 pagi. Waktu Tempuh bus Damri Rajabasa-Way Kambas kurang lebih 3 jam saja.

Jadi kalau kita mau ke Way Kambas, bisa kok cuma satu hari saja, tidak usah menginap. Berangkat dari Rajabasa pukul 08.00 pagi, sampai di Way Kambas pukul 11.00 siang. Puas lah main-main bersama gajah Way Kambas dari pukul 11.00 siang sampai pukul 16.00 sore.

Karena ternyata ada bus Damri yang berangkat dari Way Kambas pukul 16.00, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk tidak menginap, meskipun sudah bawa baju ganti juga :)

Tarif Damri Rajabasa-Way Kambas cukup murah, cuma 25 ribu rupiah saja per orang. Kita juga bisa naik bus Damri ini cuma sampai Metro dengan tarif 15 ribu rupiah, atau cuma sampai pertengahan jalan, tidak sampai ke Way Kambas.

Nah, untuk yang mau ke Way Kambas naik Damri, tidak perlu khawatir. Naik Damri dari Rajabasa-Way Kambas ternyata sangat enak, karena Damri ini langsung mengantarkan kita masuk ke Pusat Pelatihan Gajah di Way Kambas.

Jadi kita tidak perlu ngojek lagi karena bus ini memang langsung sampai ke lokasi.

Namun, untuk kepulangan, jangan pukul 16.00 baru ke bus Damri di Way Kambas. Usahakan pukul 15.30 sudah di bus, karena kemarin saya pulang, bus Damri berangkat pukul 15.40 dari Way Kambas.

Tiket Masuk Taman Nasional Way Kambas


Saat kami naik Damri Rajabasa-Way Kambas, kami tidak dimintai tiket masuk ke Taman Nasional Way Kambas. Jadi tiket masuk kami gratis.

Entahlah, apa karena kami naik bus Damri, atau sedang ada acara Festival Way Kambas, sehingga kami satu rombongan bus tidak dimintai tiket masuk ke Way Kambas.

Kalau baca-baca di internet sih katanya harga tiket masuknya sekitar 25 ribu rupiah ya.

Taman Nasional Way Kambas Lampung Dibanjiri Pengunjung


Saat kami sampai di pintu gerbang Way Kambas, hujan langsung mengguyur kami. Khawatir juga, baru sampai malah langsung hujan. Sepanjang perjalanan, mendung memang sudah menggelayut di atas kami, dan akhirnya tumpah juga di Pintu Gerbang Way Kambas.

Di Pintu Gerbang Way Kambas ada papan penunjuk arah, kalau lurus akan menuju pusat reservasi Badak Sumatera Way Kanan, dan kalau ke kanan akan menuju Pusat Pelatihan Gajah (sekitar 9 km dari Pintu Gerbang).

Bus Damri yang kami naiki segera menembus hujan yang turun, bergerak menuju Pusat Pelatihan Gajah.

Di pertengahan jalan, alhamdulillah, hujan berhenti.

Berlawanan arah dengan kami, ada beberapa mobil, motor, maupun pejalan kaki yang bergerak pulang. Pagi itu memang habis ada acara Fun Run 10 km Way Kambas, salah satu agenda acara Festival Way Kambas 2016.

Jalan yang kami lewati bukan jalan aspal yang bagus, melainkan jalan penuh lubang, tapi tidak terlalu parah sih. Hanya saja membuat bus goyang-goyang dan terasa benar kasarnya jalanan. Kanan kiri jalan merupakan hutan lebat dengan pepohonan dan semak.

Sesampai di Pusat Pelatihan Gajah Taman Nasional Way Kambas, kami pun kaget bukan kepalang. Ternyata keramaian pengunjung bukan main. Lautan manusia ada di mana-mana. Parkir mobil, motor, dan bus pun penuh. Penjual beramai-ramai menggelar lapaknya.

pengunjung taman nasional way kambas
Keramaian pengunjung taman nasional way kambas

Berbeda 180 derajat dibandingkan perjalanan kami tadi yang tidak terlalu ramai, malah terkesan sepi karena dikelilingi hutan lebat.

Seorang penjaga toilet bahkan mengatakan, hari sebelumnya jauh lebih ramai. Hari kedatangan kami mereka bilang sepi. Hmmm, yang ramai begini saja dibilang sepi, gimana hari kemarin yang mereka bilang ramai itu ya.

Sayangnya, terlalu banyak motor trail yang lewat dan menarik gas keras-keras, benar-benar mengganggu telinga. Kasihan juga hewan-hewan di situ, takut stress mendengar suara kendaraan yang begitu bising.

Atraksi Gajah, Naik Gajah, Foto Bareng Gajah di Way Kambas Lampung



Sebelum berangkat, kami khawatir kalau di Taman Nasional Way Kambas tidak ada penjual makanan, sehingga kami pun membawa bekal nasi yang kami beli di depan pool Damri.

Sesampai di TN. Way Kambas, ternyata banyak sekali penjual makanan, minuman, baju, boneka dan lain-lain. Melihat boneka gajah Alya pun langsung minta beli dan kami pun membeli dua boneka gajah.

Selepas buang air kecil, kami makan siang di pinggiran kolam tempat mandi gajah. Asyik sekali duduk-duduk di atas rerumputan, memandang padang rumput yang luas, sambil sesekali melhat gajah Way Kambas minum air di kolam pemandian.

makan siang di way kambas
Alya pamer boneka baru

gajah way kambas minum

Selesai makan siang, kami membeli tiket Atraksi Gajah, 20 ribu rupiah per orang. Seru sekali atraksi gajahnya. Sayangnya kami masuk ke tempat atraksi sudah mau bubar. Kami cuma bisa menyaksikan atraksi gajah ngesot, gajah menggendong pawang, gajah menendang bola, dan gajah joged.

gajah joged way kambas

Tepuk tangan pengunjung begitu ramai. Saat atraksi gajah joged, banyak juga pengunjung yang nyawer, memberikan uang kepada si gajah. Lalu si gajah Way Kambas mengambil uang menggunakan belalainya dan memberikan uang tersebut kepada si pawang.

Selesai acara atraksi, banyak pengunjung yang foto-foto bareng gajah. Kami juga foto-foto sebentar, lalu memenuhi keinginan Alya untuk naik Gajah.

naik gajah way kambas
Alya sama Mama naik gajah Way Kambas

Untuk dapat naik gajah, kami juga harus membeli tiket naik gajah, 20 ribu rupiah lagi per orang. Kali ini Alya ceria sekali bisa naik gajah, padahal sebelumnya saat di Lembah Hijau malah ketakutan saat disuruh naik Gajah.

Sudah melihat atraksi gajah dan naik gajah, mama membeli kopi, Alya minta popmie, sementara saya sholat dulu di mushola.

Kandang Gajah


Taman Nasional Way Kambas ini luas sekali, dan Pusat Pelatihan Gajah hanya sebagian kecil dari Way Kambas. Itu pun butuh tenaga ekstra untuk jalan-jalan di sekitaran Pusat Pelatihan Gajah, capek juga ternyata jalan-jalan berkeliling.

Saya suka sekali dengan alam terbuka, sehingga sangat menikmati jalan-jalan di sekitaran Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas.

kandang gajah way kambas
Di sinilah gajah gajah dikandangkan

Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk berkeliling melihat padang rumput yang luas, kandang gajah di samping penginapan, menikmati kesejukkan duduk-duduk di pinggir kolam pemandian gajah, melihat gajah sedang makan, dan menikmati alam bebas yang menenangkan pikiran.

Yang paling menarik bagi saya adalah saat melihat gajah dibiarkan di alam terbuka, sedang makan dengan asyiknya, tanpa ada gangguan dari manusia.

gajah way kambas makan di alam terbuka
Kebebasan itu indah

Hujan dan Pulang


Baru pukul 15.00, gerimis lama-lama berubah menjadi hujan yang cukup deras. Kami lari-lari mencari bus Damri. Alhamdulillah, bus tidak terlalu jauh dari tempat kami.

Kami langsung masuk bis, terjebak dalam hujan.

Belum sempat membeli air minum, tapi hujan sudah turun deras, terpaksa kami cuma bisa duduk-duduk menunggu bis berangkat.

Awalnya cuma ada beberapa orang di dalam bus. Satu per satu pengunjung yang berangkat bersama kami ke Way Kambas pun masuk ke bus Damri.

Pukul 15.40, penumpang sudah masuk semua. Bus pun segera melaju menembus hujan yang masih turun.

Sebelum pulang, saya dikagetkan suara mama.

"Pa, babi itu", kata mama sambil menunjuk ke arah kanan.

Saya lihat lewat kaca jendela, dan sekumpulan babi sedang menatap ke arah kami. Banyak juga ternyata babi hutan di Way Kambas ini, dan langsung muncul saat hujan turun.

Monyet-monyet banyak juga bergelantungan di pohon.

Kami pun akhirnya pulang, meninggalkan keseruan bermain di Taman Nasional Way Kambas.

Kami berhenti di Bundaran Rajabasa, mengambil motor di Titipan Motor Rajawali, lalu mencari tempat makan di Way Halim, makan malam di Rumah Merah Pujasera. Sampai jumpa lagi Taman Nasional Way Kambas. Seruuu banget pokoknya.

This post have 8 komentar

avatar
Rika Destiana delete November 12, 2016 at 10:26 PM

sudah sekitar 20 tahun (terakhir sekitar tahun 1996) ndak main ke way kambas, hah ternyata sudah lama sekali yah, hahahaha. ^,^

hmm, kalau tak lihat dari gambar di artikel ini ndak banyak perubahan agaknya. dulu di sekitar pintu masuk banyak pedagang buah (pisang dan jambu air) yang bisa digunakan untuk memberi makan gajah. ^,^

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete November 13, 2016 at 2:00 AM

Karena naik damri, jadi kita gak turun di pintu gerbangnya. Sayang sekali gak bisa foto-foto di pintu gerbangnya hehehe.


Lagian, saat kami sampai di gerbang, hujan turun.

Masih ada juga pedagang buahnya kok mba. Gak ikutan ke Festival Way Kambas ya? seru banget hehehe

Reply
avatar
Yopie Pangkey delete November 14, 2016 at 2:32 AM

Seru juga naik bus ke TN Way Kambas. Memudahkan bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan dari luar Lampung. Aku belum sempat coba..

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete November 14, 2016 at 5:08 PM

Iya om, kalau transportasi ke tempat wisata mudah kayak gini, tambah ramai lah wisata Lampung. Enak banget, tinggal duduk langsung sampai pusat pelatihan gajah. Mantap.

Reply
avatar
Melly Feyadin delete November 15, 2016 at 12:55 AM

Berarti terakhir dr Way Kambas ada yang jam 6 sore ya mas. Wah asik, Damri harus betul2 memastikan komitmen nih soal angkutan ini. Biar yg mau ke sana nggak salah informasi.

Senang dengernya, ntar klo pulang ke Lampung pengen ke sana deh.

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete November 15, 2016 at 1:08 AM

Dari Way Kambas terakhir jam 16.00 mba jadwalnya, tapi kemarin kita pulang pukul 15.40 bus sudah jalan pulang.

Kalau mau aman jam 3 atau setengah 4 sore ngumpul di damri :)

Reply
avatar
abu Aliyah delete December 1, 2016 at 10:06 AM

mas kl mo naik bus cegat dijalan boleh ga karena rutenya pas lewat tempat kami

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete December 1, 2016 at 3:17 PM

Boleh kok Pak, bisa cegat di jalan atau berhenti di tengah jalan

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post