Monday, November 14, 2016

Cerita Liburan Kami di Pulau Pahawang The Hidden Paradise

author photo
jumanto.com - Cerita Liburan Kami di Pulau Pahawang The Hidden Paradise merupakan cerita liburan yang benar-benar tidak dapat kami lupakan, terutama oleh saya, mama, dan Alya. Kami sudah cukup lama mendambakan untuk dapat menikmati eksotisme Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran ini, dan kesempatan itu pun akhirnya datang juga.

Bermula dari obrolan ringan kami pegawai Sub Bagian Keuangan Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang hobi jalan-jalan, kami pun merencanakan untuk menentukan destinasi selanjutnya setelah sebelumnya liburan ramai-ramai ke Pantai Sari Ringgung.

Setelah obrolan singkat yang memang tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Pulau Pahawang di akhir pekan.

Minggu, 20 Maret 2016, kami dari Sub Bagian Keuangan, Sub Bagian Kepegawaian, dan Sub Bagian Prolap Perwakilan BPKP Provinsi Lampung akhirnya berangkat ke Pulau Pahawang Lampung.

liburan di Pulau Pahawang Lampung
Sebagian rombongan BPKP Lampung di Pulau Pahawang Kecil

Meskipun planningnya benar-benar mendadak, karena cuma beberapa hari saja mengkoordinasikan dan mencatat siapa-siapa saja yang mau ikut, akhirnya liburan kami pun berjalan dengan sangat mulus.

Kami kumpul di kantor pukul 7 pagi, lalu berangkat bersama-sama menuju Dermaga Ketapang. Rombongan semuanya membawa mobil, terkecuali saya yang memilih naik motor.

Pukul setengah 9 pagi, kami sampai di Dermaga Ketapang. Kasubag Keuangan sudah menghandle semuanya, dari sewa perahu, sewa pelampung, sampai sewa snorkling. Jadi kami pun tinggal berangkat saja.

Alya siap menuju Pulau Pahawang
Alya, anak saya, sudah pakai pelampung, tinggal berangkat

Alya kemudian dipakaikan pelampung sama mama. Alya memang suka sekali berenang di laut, meskipun usianya baru 3,5 tahun tapi hobi banget kalau diajak jalan-jalan ke laut.

Tidak heran jika sebelum berangkat ke Pulau Pahawang ini, Alya sudah geger duluan di rumah dan pamer sama teman-temannya kalau dia mau ke laut.

Sesampai di Dermaga Ketapang, Alya pun terlihat semangat sekali dan keceriannya membuat saya lebih ceria menghabiskan akhir pekan di Pulau Pahawang.

Perahu Pun Berangkat ke Pulau Pahawang


Pukul 9 pagi, perahu yang kami sewa pun akhirnya berangkat menuju Pulau Pahawang Besar. Kami menggunakan dua perahu, karena rombongan kami cukup banyak sehingga tidak muat jika memakai satu perahu.

perahu ke pulau pahawang
Perahu yang membawa kami ke Pulau Pahawang

Suasana ombak tenang, matahari sangat cerah, tidak terlihat ada mendung sama sekali. Cuaca sangat bersahabat mengantarkan kami membelah lautan.

Suara mesin perahu terdengar lebih dominan dibandingkan dengan suara kami, disertai dengan gemericik air yang tertabrak perahu menyisakan buih-buih putih di sebelah kanan dan kiri perahu.

Kami sangat menikmati perjalanan kami, hingga perjalanan selama 40 menit pun tidak terasa, tahu-tahu sudah sampai saja di dekat Pantai Pulau Pahawang Besar.

Pulau Pahawang Besar


Destinasi kami yang pertama pada adalah Pulau Pahawang Besar, namun bukan Pahawang Besar yang ada dermaganya. Kami dibawa oleh pengemudi perahu ke Pulau Pahawang Besar yang dekat dengan Villa Kudus.

Perahu tidak berhenti di pinggir pantai, tapi cukup jauh dari pantai. Di sinilah kami memulai liburan kami yang penuh ceria, berenang-renang menikmati jernihnya air laut yang bersih dari sampah, dengan pemandangan bawah laut yang cantik.

Saya yang memulai petualangan ini duluan. Melihat air laut yang begitu jernih, saya langsung terjun ke dalam air. Awalnya saya pikir cuma setinggi saya saja kedalaman air, setelah terjun ke dalam air tenyata masih cukup dalam air lautnya sampai tangan saya pun tidak dapat menggapai permukaan air.

Pemandangan di bawah laut Pahawang Besar memang benar-benar cantik. Ikan-ikan terlihat berenang-renang dengan bebas menikmati laut yang begitu jernih. Saya pun dapat melihatnya dengan jelas, tidak keruh sama sekali.

Alam bawah laut Pulau Pahawang Besar
Ikan-ikan berenang bawah laut Pulau Pahawang Besar

Yang lebih seru lagi, ikan-ikan tidak kelihatan ketakutan saat kita dekati, rasanya si ikan-ikan ini merasa begitu dekat dengan manusia sehingga tidak ada yang perlu ditakuti. Hanya saja, saat mau saya tangkap, ternyata kabur juga :)

Melihat saya nyemplung, Alya yang hobi banget sama air langsung minta turun. Saya pun membawa Alya berenang-renang di tengah lautan, melihat indahnya biota bawah laut, dan ramai-ramai bersama kawan-kawan yang lain mengeksplore keindahan Pulau Pahawang Besar.

pulau pahawang besar: the hidden paradise
Saya dan Alya berenang di Pulau Pahawang Besar

menikmati pulau pahawang
Alya betah sekali berenang di Pulau Pahawang Besar

Bukan cuma saya dan Alya yang snorkling di Pulau Pahawang Besar ini. Mama yang sama sekali tidak bisa renang pun akhirnya memberanikan diri berenang-renang ke tengah lautan memakai pelampung dan akhirnya keasyikan snorkling melihat pemandangan biota bawah laut.

Hampir seluruh rombongan turun ke laut, bercanda dan tertawa, menikmati surga tersembunyi di Kabupaten Pesawaran Lampung. Benar-benar The Hidden Paradise.

Tidak heran jika Pulau Pahawang ini menjadi destinasi wisata unggulan Provinsi Lampung mengingat pemandangan bawah lautnya yang benar-benar eksotis.

Berikut ini adalah video saya saat snorkling dan berenang bersama Alya di Pulau Pahawang Besar.



Bagaimana, tertarik juga kan ingin menikmati indahnya alam bawah laut di Pulau Pahawang Lampung?

Setelah 1 jam lebih kami bermain-main di tengah lautan, kami pun memutuskan untuk istirahat dulu di pantai, sekalian makan siang dan sholat dhuhur.

Berenang rupanya capek juga, dan sesampai di pantai, saya pun langsung makan dengan lahapnya. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?

The Real Hidden Paradise: Pulau Pahawang Kecil


Setengah 1 siang lewat, setelah makan siang dan sholat dhuhur, kami malanjutkan liburan kami ke tujuan selanjutnya, yaitu Pulau Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang Kecil tidak terlalu jauh dari Pulau Pahawang Besar, hanya perjalanan beberapa menit saja menggunakan perahu.

Sebelum sampai di pantai, ternyata keindahan Pulau Pahawang Kecil ini begitu nyata. Keindahan bawah lautnya sudah langsung terlihat dari atas perahu. Air jernihnya nyata, dan pemandangannya langsung tembus ke pemandangan bawah air yang mempesona.

Foto di bawah ini bisa menjadi saksi betapa indahnya alam bawah laut Pulau Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang Kecil
Jernihnya air, pemandangan bawah lautnya pun kelihatan begitu indah

Bukan cuma pemandangan bawah lautnya yang indah, pantai pasir putihnya pun sangat mempesona, sangat berbeda dengan pasir putih yang ada di pantai-pantai di Lampung.

Pemandangan pantai Pulau Pahawang Kecil yang paling menakjubkan menurut saya adalah adanya gumuk pasir atau pasir timbul yang memanjang berkelok-kelok, seolah-olah ujungnya menyambung ke pulau di seberangnya.

Pulau Pahawang The Hidden Paradise
Inilah Pulau Pahawang The Hidden Paradise

Terlihat betapa elok pasir berkelak-kelok yang memanjang di atas, dan tempat ini merupakan spot favorit untuk berfoto-foto ria.

Sesampai di Pantai Pulau Pahawang Kecil, saya tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan foto-foto yang menarik di Pahawang Kecil ini.

Setelah puas berfoto-foto, saya pun langsung berenang agak ke tengah, menikmati keindahan biota bawah laut di Pulau Pahawang Kecil.

Saat saya menyelam ke dalam air, terlihat betapa indahnya pemandangan di bawah laut ini. Pemandangannya betul-betul indah dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Saya begitu terpesona oleh alam bawah lautnya. Saya, mama, dan Alya pun betah sekali bermain-main di sini sambil bercanda ria. Liburan di Pulau Pahawang ini tidak pernah bisa kami lupakan.

Sayangnya, saat kami masih betah bermain-main di Pulau Pahawang Kecil, mendung tiba-tiba muncul dan langit terlihat begitu gelapnya.

Kami pun memutuskan untuk segera berkemas, kembali naik ke perahu, kemudian memutuskan untuk pulang ke daratan saat hasrat belum sepenuhnya terpuaskan. Kami pulang ke daratan dengan diguyur hujan dan goyangan ombak yang cukup menegangkan.

Selamat jalan Pulau Pahawang, The Hidden Paradise di Kabupaten Pesawaran. Suatu saat kami akan berkunjung kembali, untuk memenuhi hasrat kami yang belum terpuaskan.

This post have 4 komentar

avatar
love from Jogja delete November 14, 2016 at 5:54 AM

sumpeh jadi pengin ikutan nyebur kalau lihat laut yang bening begitu...#pecintaairlaut

Reply
avatar
Melly Feyadin delete November 15, 2016 at 12:49 AM

Pengen ke sana lagi aku mas, seruuu bgt snorkeling di Pulau Pahawang.

Reply
avatar
Jumanto dotcom delete November 15, 2016 at 12:52 AM

Sama nih Mba Mel, kemarin belum puas. Belum mampir Pulau Kelagian, belum mampir dermaganya, belum mampir Tanjung Putus, belum mampir lihat nemo, duh masih banyak yang belum dieksplore :)

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post