Sunday, October 16, 2016

Yakin Tidak Ingin Ke Jawa Tengah Setelah Melihat Pesonanya?

jumanto.com - Sebagai orang yang besar di Jawa Tengah, dan mempunyai nenek moyang di Jawa Tengah, sama sekali bukan hal yang berat buat saya untuk mempromosikan Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Bukan cuma karena faktor "daerah saya", namun kekayaan Jawa Tengah dilihat dari berbagai aspek pun turut menggugah saya untuk menuliskan Pesona Jawa Tengah pada postingan saya kali ini.

Jawa Tengah buat saya adalah rumah tercinta saya, tempat saya menghabiskan masa-masa kecil yang begitu indah, dan sekarang saya harus meninggalkannya karena faktor pekerjaan.

Meskipun saya sebenarnya lahir di Lampung, namun karena dari umur 3 tahun saya dibawa orang tua ke Jawa Tengah, dan tumbuh besar di sana, ikatan batin saya dengan Jawa Tengah tidak bisa diputuskan oleh jarak dan waktu.

Nah, Jawa Tengah sendiri memilki banyak sekali potensi dilihat dari berbagai aspek. Sangat tidak rugi kalau anda mau berkunjung ke Jawa Tengah karena kekayaan daerah dan kemudahan transportasinya menuju Provinsi tersebut.

Profil Singkat Jawa Tengah


peta jawa tengah
Wilayah Jawa Tengah dalam peta

Sesuai dengan namanya, Provinsi Jawa Tengah terletak di tengah-tengah pulau Jawa, dengan batas-batas sebagai berikut:
  • Utara: Laut Jawa
  • Timur: Provinsi Jawa Timur
  • Selatan: Samudera Hindia dan DIY
  • Barat: Provinsi Jawa Barat

Jawa Tengah dibentuk berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 1950 tanggal 4 Juli 1950. Pusat Pemerintahan Jawa Tengah berada di Kota Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah.

Saat ini, Provinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota dengan total luas wilayah mencapai 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa (1,70% luas Indonesia).

Untuk geografisnya, Jawa Tengah saya bilang cukup lengkap. Laut ada, sungai ada, pegunungan banyak, dataran rendah juga iya. Kelengkapan kontur geografis menjadikan Jawa Tengah mempunyai destinasi wisata yang lengkap.

Transportasi Menuju Jawa Tengah


Jika anda ingin menikmati Pesona Jawa Tengah, tidak perlu khawatir dengan aksesnya. Berbagai pilihan  transportasi menuju Jawa Tengah bisa anda pilih sesuai dengan budget anda.

Untuk transportasi jalur udara, setidaknya ada dua Bandar Udara besar di Jawa Tengah, yaitu Bandar Udara Achmad Yani di Semarang dan Bandar Udara Adi Sumarmo di Solo. Sedangkan Bandar Udara lainnya berupa Bandar Udara Wirasaba di Purbalingga dan Bandar Udara Tunggul Wulung di Cilacap.

Bandar Udara Achmad Yani dan Bandar Udara Adi Sumarmo merupakan bandar udara internasional sehingga memudahkan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Jawa Tengah.

Selanjutnya, transportasi menggunakan kereta api ada tiga pilihan, yaitu lewat jalur utara, jalur tengah, dan jalur selatan. Kereta api juga melayani berbagai rute antar kabupaten/kota di Jawa Tengah sehingga memudahkan anda untuk menjelajahi Jawa Tengah.

Sedangkan transportasi menggunakan bus maupun travel jumlanya sudah tidak terhitung lagi. Sangat mudah berkeliling Jawa Tengah menggunakan transportasi bus maupun travel.

Berwisata keliling Jawa Tengah menjadi lebih mudah karena transportasi antara satu kabupaten/kota dengan kabupaten/kota yang lain sudah terjangkau oleh angkutan umum.

Pesona Kuliner Jawa Tengah


Dengan jumlah kabupaten/kota yang begitu banyak (35 kabupaten/kota), menjadikan Jawa Tengah kaya sekali akan pesona kulinernya.

Tiap-tiap daerah di Jawa Tengah memilki makanan khas masing-masing dan rasanya juga enak dan unik.

Terlalu disayangkan jika berkunjung ke Jawa Tengah tapi tidak mencicipi makanan khas di Jawa Tengah.

Setidaknya, berikut ini 10 pesona kuliner khas Jawa Tengah yang sudah diakui kenikmatannya:

kuliner khas jateng
Kuliner khas jawa tengah

1. Sroto Purbalingga


Ini adalah kuliner favorit saya. Setiap saya pulang kampung ke rumah orang tua di Purbalingga, wajib bagi saya untuk mencicipi soto khas masyarakat Banyumas ini.

Iya, sroto sebenarnya sama dengan makanan berkuah lain yang biasa disebut soto, hanya saja orang Purbalingga dan sekitarnya menyebutnya dengan kata "sroto", bukan soto.

Sroto dapat dengan mudah dijumpai di Purbalingga serta daerah-daerah lain di Eks Karesidenan Banyumas. Kalau di Purbalingga, sroto yang terkenal ada di daerah Bancar. Semua orang Purbalingga pasti sudah tahu keberadaan sroto Bancar ini.

Ciri khas dari sroto adalah bumbunya yang memakai bumbu kacang sehingga rasanya benar-benar gurih, berbeda dari soto lainnya.

Di samping itu, di kampung saya, Desa Pelumutan, sroto masih asli, dengan krupuknya berupa "karag". Karag adalah krupuk yang terbuat dari singkong dan diberi warna merah putih.

Saat ini, sroto yang benar-benar asli dengan krupuk memakai "karag", sudah tidak terlalu banyak dijumpai. Kebanyakan sudah memakai krupuk yang dijual di pasar-pasar. Rasanya tentu beda, dan saya lebih suka sroto yang memakai "karag".

2. Mendoan


Masih belum jauh-jauh dari Purbalingga dan Banyumas, ada kuliner khas masyarakat Banyumas yang sudah sangat terkenal, yaitu mendoan.

Mendoan adalah tempe tepung yang digoreng setengah matang, dan rasanya enak sekali saat dinikmati dalam keadaan hangat lalu memakai cabe rawit.

Kalau kami orang Purbalingga menyebutnya "nyigit". Makan mendoan sambil menggigit cabe rawit mentah. Pedes-pedes gurih.

Mendoan ini juga merupakan salah satu kuliner yang tidak pernah saya tinggalkan kalau saya pulang kampung. Di Lampung, tempat saya tinggal saat ini, belum bisa menemukan mendoan yang original.

Oiya, sebetulnya tidak semua tempe cocok untuk dibuat mendoan. Untuk membuat tempe mendoan, dipakai tempe khusus yang tipis, di mana tempe itu memang dibuat khusus sebagai bahan baku mendoan.

Jadi tidak perlu mengiris-iris tempe lagi untuk membuat mendoan.

Kalau mendoan yang dibuat dari tempe yang diiris tipis-tipis, rasanya berbeda dengan mendoan yang dibuat dari tempe khusus.

Di Purbalingga inilah saya masih mendapati mendoan yang benar-benar original, dengan tempe tipis yang memang khusus dibuat untuk bahan baku mendoan.

Belum pernah coba kan? Ayo datang ke Purbalingga.

3. Es Dawet


Nah, kalau saya lagi main ke alun-alun Purbalingga nih, siang hari yang lagi terik, paling enak tuh minum es dawet.

Manisnya asli manis gula jawa. Apalagi Purbalingga kan memang terkenal sebagai penghasil gula jawa, seperti desa saya Desa Pelumutan.

Hampir tiap rumah di kampung halaman saya merupakan penghasil gula jawa. Jika anda ingin mendapatkan gula jawa asli, silakan datang ke Desa Pelumutan.

Es Dawet pun ternyata tidak hanya menyebar di Jawa Tengah, sampai di Lampung pun sudah banyak penjual es dawet.

Es Dawet yang paling terkenal sebenarnya adalah es dawet dari tetangga Kabupaten saya, yaitu Kabupaten Banjarnegara.

Tentunya sudah pada tahu kan Es Dawet Ayu Khas Banjarnegara? Terkenal banget lho es dawet ini. Rugi kalau jalan-jalan ke Purbalingga atau Banjarnegara tidak mencicipi Es Dawet Ayu.

4. Lumpia Semarang


Lumpia sendiri diketahui sebagai kuliner khas Jawa Tengah yang merupakan perpaduan antara kuliner rakyat Tiongkok dan kuliner masyarakat Jawa Tengah.

Lumpia paling terkenal adalah Lumpia Semarang. Orang Semarang sendiri ada yang menyebutnya Lumpia dan ada juga yang menyebutnya Lunpia.

Secara bahasa, Lumpia atau Lunpia berarti kue yang lunak atau lembut, diambil dari bahasa Tiongkok, Lum atau Lun yang berarti lunak/lembut dan Pia yang berarti kue.

Jika anda sedang berkunjung ke Semarang, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Semarang yang satu ini ya.

Ada banyak sekali macam-macam lumpia dengan berbagai isi. Jika ingin menikmati lumpia yang benar-benar asli, maka Semarang adalah pilihan paling tepat.

5. Tahu Petis


Masih di Semarang, ada lagi jajanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota ini, yaitu tahu petis. Sesuai dengan namanya, kuliner ini berbahan dasar tahu yang digoreng.

Dinamakan tahu petis karena tahu yang sudah digoreng tadi dimakan dengan menggunakan petis, yaitu saus yang warnanya hitam kental yang terbuat dari udang dicampur dengan bumbu-bumbu khas.

Rasa petis ini manis dan sedikit asin. Enak banget setelah petisnya ditaruh di tengah-tengah tahu yang digoreng, dinikmati saat masih hangat, lalu dimakan sambil menggigit cabe rawit mentah. Manis, asin, pedas, dan gurih, klop benar.

Gimana, membayangkan saja sudah ngiler kan?

6. Nasi Liwet Solo


Jika Jogja punya gudheg, Solo juga punya nasi khas, namanya nasi liwet. Nasi liwet adalah nasi yang dimasak setengah matang menggunakan santan, lalu dimasak lagi memakai kukusan sampai nasinya matang.

Sama halnya dengan gudheg yang sangat mudah dijumpai di Kota Jogja, nasi liwet juga banyak sekali dijajakan di Kota Solo.

Nasi liwet biasanya berisi lauk khas yaitu sayur labu, suwir ayam, tahu bumbu kuning, dan ampas santan. Sisanya, untuk lauk tambahan, anda bisa memilih pakai lauk sesuka anda. Biasanya pilihannya ada ati ampela, kepala ayam, ceker, sayap, atau telur.

Penasaran kan sama rasanya? Langsung saja dicoba saat berkunjung ke Kota Solo, Jawa Tengah.

7. Gethuk Goreng Sokaraja


Saat saya jalan-jalan ke Jogja, lalu membeli oleh-oleh di Pusat Oleh-oleh Jogja, ternyata apa yang saya dapati?

Gethuk Goreng Sokaraja. Dan gethuk itu asli buatan Sokaraja, benar-benar dikirim dari Sokaraja.

Gethuk goreng Sokaraja memang sudah sangat terkenal. Sampai Pusat Oleh-oleh khas Jogja pun menjual gethuk goreng ini.

Kalau di Sokaraja sendiri, berderet-deret tuh toko penjual gethuk goreng yang rasanya gurih dan manis ini. Makanan dari singkong pun ternyata bisa menjadi kuliner yang enak dan disukai banyak orang.

Sebenarnya gethuk goreng ini bukan cuma di Sokaraja sih, di daerah saya, Purbalingga, gethuk goreng pun dengan mudahnya didapatkan.

Sampai saat ini di kampung halaman saya tiap pagi masih ada ada penjual yang menjajakan keliling jajanan pasar, salah satunya adalah gethuk goreng ini.

Sampai teman sekantor saya di sini, saat saya mudik ke Purbalingga, oleh-oleh yang diminta juga Gethuk Gorang Sokaraja.

8. Mangut Beong


Kalau tadi sudah banyak membahas kuliner dari Purbalingga, Banyumas, Semarang, dan Solo, kali ini Magelang nih yang punya makanan khas.

Selain kupat tahu Magelang, kota ini juga punya makanan khas lain berupa Mangut Beong.

Mangut beong adalaha kuliner berupa mangut dengan bahan dasar berupa ikan beong, yaitu ikan yang bentuknya sekilas mirip lele dan hanya bisa ditemukan di sungai.

Bahan-bahan untuk membuat Maung Beong ini di antaranya daging ikan beong, cabe merah, hijau, dan rawit, lengkuas (laos), bawang merah dan putih, daun serai, kunir, jahe, kencur, daun salam, tomat,daun jeruk, dan kelapa.

Menu Mangut Beong banyak dijumpai di Kecamatan Borobudur. Jadi, kalau anda sedang jalan-jalan ke Borobudur, jangan lupa tuh buat mencicipi kuliner khas Magelang yang satu ini, dijamin selera makan anda makin lahap.

9. Brekecek


Kalau melihat namanya sih, seperti khas banget nama punya orang ngapak. Iya, Brekecek ini memang punya masyarakat dengan logat Bahasa Jawa ngapak, tepatnya Cilacap.

Brekecek ini memiliki bahan dasar utama berupa kepala ikan Jahan. Cilacap sendiri merupakan daerah pesisir sehingga ikan pun dapat dengan mudah dijumpai di Kabupaten ini.

Brekecek memiliki cita rasa yang khas pada kuahnya yaitu gurih, manis dan pedas. Rasa kuahnya juga meresap sempurna ke dalam kepala ikan Jahan, dan sensasi menyeruput kepala ikan inilah yang bikin makan tambah nikmat.

Menikmati brekecek paling pas adalah dengan memakannya pada saat masih hangat bersama dengan nasi yang empuk. Apalagi kalau perut lagi keroncongan, bakalan lahap deh makan anda. Jadi laper kan membayangkan makanan?

Brekecek dapat dengan mudah dijumpai di Cilacap. Siap berkunjung ke Cilacap?

10. Nasi Gandul


Nasi Gandul adalah kuliner khas daerah Pati. Dinamakan nasi gandul, sejarahnya, karena orang yang berjualan nasi ini pertama kalinya di tahun 1955, konon bernama Pak Meled, menjajakannya dengan cara di dipikul keliling kampung.

Itulah mengapa akhirnya nasi ini disebut Nasi Gandul.

Cara penyajian nasi gandul ini sangat khas, yaitu disajikan di atas "pincuk" daun pisang. Sampai sekarang pun masih.

Hanya saja sendoknya sekarang sudah memaki sendok stainless. Kalau di awal-awal adanya nasi ini, sendoknya juga ternyata memakai daun pisang lho. Unik kan?

Nasi Gandul ini merupakan nasi yang diberikan kuah berwarna kecoklatan di atasnya, seperti kuah pindang. Lauk utamanya biasanya berupa daging sapi.

Selain daging sapi, ada juga pilihan lauk lainnya seperti telur pindang dan aneka jeroan seperti babat dan iso. Lauk ini akan disuwir-suwir lalu ditaruh di atas nasi, lalu disiram pakai kuah kari yang berwarna kecoklatan tadi yang masih panas.

Belum pernah mencicipinya kan? Kapan-kapan yuk kita coba makanan khas yang satu ini.

Nah,  itulah tadi 10 kuliner yang sudah cukup terkenal di Jawa Tengah. Selain 10 kuliner tadi, sebenarnya masih banyak sekali makanan khas Jawa Tengah seperti tahu aci Tegal, wingko babat, nopia, dan berbagai makanan khas kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Jawa Tengah memang benar-benar kaya akan kuliner, dan rugi sekali jika kita tidak mencicipinya saat liburan di Jawa Tengah.

Pesona Bahasa Jawa Tengah


Selain kulinernya yang khas dan unik, masyarakat Jawa Tengah juga memiliki keunikan dalah hal bahasa. Meskipun sama-sama menggunakan Bahasa Jawa, ternyata ada perbedaan pengucapannya lho di beberapa daerah.

Secara umum, penggunaan Bahasa Jawa di Jawa Tengah dibedakan menjadi dua, yaitu Bahasa Jawa Kulonan dan Bahasa Jawa Tengahan.

1. Bahasa Jawa Kulonan


Bahasa Jawa Kulonan ini biasa dikenal dengan istilah Bahasa Jawa Ngapak, di mana pengucapan bahasanya menggunakan logat "a", berbeda dengan Bahasa Jawa Tengahan yang menggunakan logat "o".

Bukan cuma logat "a", masyarakat di sebelah barat Jawa Tengah juga biasa mengucapkan huruf  "k" dan "g" dengan jelas, berbeda dengan masyarakat timur Jawa Tengah.

Orang timur biasanya tidak mengucapkan "k" dengan jelas, dan huruf "g" biasanya terkesan dibaca "k". Contohnya kata "enak", "endhog", dan "wareg".

Dalam bahasa khas ngapak dikenal juga kata-kata khusus, seperti "nyong" atau "inyong" yang berarti saya. Kata ini tidak dikenal di daerah lain.

Bahasa Jawa Ngapak sendiri juga sebenarnya berbeda-beda logatnya. Secara umum, ada dua logat ngapak, yaitu logat Banyumasan dan logat Tegal.

Logat Banyumasan biasa digunakan oleh warga eks Karesidenan Banyumas, sedangkan logat Tegal digunakan oleh masyarakat Tegal.

2. Bahasa Jawa Tengahan


Jika bahasa ngapak terkesan kasar dan biasanya dianggap lucu, Bahasa Jawa Tengahan ini terdengar lebih halus.

Bahasa Jawa Tengahan ini juga secara garis besar terbagi atas dua dialek yaitu dialek Solo dan dialek Semarang.

Bahasa Jawa Dialek Solo atau Surakarta mirip dengan Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta. Bahasa Jawa inilah yang dikatakan sebagai Bahasa Jawa baku untuk diajarkan baik nasional maupun internasional.

Sedikit berbeda dengan Dialek Solo, Dialek Semarang senang menyingkat suatu frasa, misalkan lampu abang ijo disingkat "bangjo".

Dialek semarang juga punya kata-kata khas seperti “Piye, jal?” (Bagaimana, coba?) dan “Yo, mesti!” (Iya, pasti!) serta penggunaan partikel “ik” untuk mengungkapkan kekaguman atau kekecewaan.

Selajutnya, untuk daerah-daerah lain yang terletak di daerah perbatasan antara Bahasa Ngapak dengan Bahasa Jawa Tengahan inil, bahasa jawa mereka merupakan campuran di antara dua tipe Bahasa Jawa Bahasa Jawa Ngapak dan Bahasa Jawa Tengahan.

Oleh karena itu, berdasarkan data dari wikipedia, penggunaan Bahasa Jawa di Jawa Tengah dikelompokkan juga menjadi:
  • dialek Pekalongan (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang)
  • dialek Kedu (Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang)
  • dialek Bagelen (Kabupaten Purworejo)
  • dialek Semarangan (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak)
  • dialek Muria/Pantura Timur (Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati)
  • dialek Blora (Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora)
  • dialek Surakarta (Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar)
  • dialek Banyumasan (Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap)
  • dialek Tegal (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang)

Bagaimana, unik bukan penggunaan Bahasa Jawa di Jawa Tengah ini?

Eh, ada satu lagi, selain menggunakan Bahasa Jawa, sebagian masyarakat Jawa Tengah juga ada yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa kesehariannya lho.

Bahasa Sunda ternyata masih digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Brebes bagian barat dan selatan serta Kabupaten Cilacap bagian utara.
Bukan Bahasa Jawa saja yang digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah. Bahasa Sunda pun masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa Tengah

Pesona Wisata Pantai di Jawa Tengah


Jawa Tengah memiliki dua buah garis pantai, yaitu garis pantai di sebelah utara yang merupakan garis pantai Laut Jawa dan garis pantai di sebelah selatan yang merupakan garis pantai Samudera Hindia.

Karena memiliki garis pantai yang cukup panjang yang melewati beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, maka Jawa Tengah juga cukup kaya akan pesona pantainya.

Beberapa pantai di Jawa Tengah yang wajib anda kunjungi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata anda adalah:

1. Kepulauan Karimunjawa


kepulauan Karimunjawa
Kepulauan Karimunjawa, sumber: wikipedia

Karimunjawa atau Taman Nasional Karimunjawa merupakan destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Keberadaannya merupakan surga yang begitu indah bagi pariwisata Jawa Tengah. Bukan cuma wisatawan domestik, wisatawan luar negeri pun banyak yang tertarik berlibur ke Kepulauan ini.

Karimunjawa sendiri merupakan kepulauan dengan 27 gugusan pulau yang berada di ujung utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan Karimunjawa memiliki luas daratan sekitar 1.500 hektar dan luas perairan sekitar 110.000 hektar.

Untuk mencapai Karimunjawa, anda bisa menggunakan jalur udara atau jalur laut.

Jika memilih jalur udara, anda bisa datang ke Bandara Ahmad Yani Semarang untuk naik pesawat menuju Bandara Dewadaru di Karimunjawa.

Untuk jalur laut, ada 3 alternatif yang bisa digunakan, yaitu naik kapal dari Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, dari Pelabuhan Kartini di Jepara, atau dari Kendal (mulai buka sejak Agustus 2016).

Apa saja sih yang bisa dinikmati di Karimunjawa?


Di Kepulauan Karimunjawa yang sedemikian luasnya, anda tidak hanya menikmati keindahan pantai dengan pasir putihnya yang jumlahnya begitu banyak. Di Karimunjawa anda juga bisa menikmati beberapa keindahan laut dan daratan, di antaranya:
  • Keindahan terumbu karang bahwa laut di Taman Nasional Karimunjawa.
  • Hutan Mangrove.
  • Kolam Hiu.
  • Legon Lele.
  • Gunung Karimunjawa.
  • Bukit Love
  • Bukit Nyamplungan.
  • Bukit Joko Tuo 

Selain wisata alam, ada juga wisata religi dengan berkunjung ke:
  • Makam Sunan Nyamplungan.
  • Makam Sayid Kambang.
  • Makam Sayid Abdullah.

Untuk menikmati keindahan Karimunjawa, butuh waktu setidaknya 4 hari, sehingga disarankan untuk menginap beberapa hari di sana agar lebih puas mengeksplorasi berbagai destinasi wisatanya.

Penginapan banyak tersedia di Karimunjawa karena tempat ini memang merupakan wisata unggulan Provinsi Jawa Tengah.

Sudah siap untuk berkunjung ke Karimunjawa?

2. Pantai Menganti Kebumen


pantai menganti kebumen
Keindahan Pantai Menganti yang dikelilingi bukit hijau

Jika di Pantai Utara ada Kepulauan Karimunjawa, di Pantai Selatan ada Pantai Menganti yang terletak di Kabupaten Kebumen. Pantai ini terkenal juga sebagai duplikasi dari Pantai di New Zealand.

Kemiripannya terletak pada keberadaan pantainya yang dikelilingi oleh bukit hijau yang indah sehingga membawa perasaan pengunjung seolah-olah berada di Selandia Baru.

Pantai Menganti juga memiliki ciri khas berupa jajaran pohon kelapa. Selanjutnya, di bagian barat, ada Tebing Bidadari, sebuah tebing yang besar dan tinggi.

Di Pantai Menganti, anda tidak hanya menikmati pemandangan pantai saja. Saya sarankan juga agar anda mengunjungi Menara Mercusuar dan Tanjung Karangbata di sebelah tenggara pantai Menganti.

Di Tanjung Karangbata disediakan gubuk-gubuk untuk berteduh. Dari sini anda bisa menikmati luasnya Samudera Hindia dan sebuah pulau karang serta beberapa pantai lainnya seperti Pantai Pecaron dan Pantai Karangbata.

Di pantai Menaganti ini anda juga bisa melakukan surfing dan menikmati ikan yang masih segar hasil tangkapan dari nelayan.

Jika anda berkunjung ke Pantai Menganti di musim penghujan, pemandangannya akan lebih mempesona, karena tebing-tebing sebelah barat Pantai Menganti akan dihiasi oleh empat buah air terjun yang jatuh dari ketinggian lebih dari 30 meter.

Cantik bukan?

3. Pantai Widarapayung Cilacap


pantai widara payung cilacap
Pantai Widara Payung dengan ombaknya yang cukup besar

Ciri khas dari Pantai Selatan adalah ombaknya yang besar. Nah, di Cilacap, ada sebuah pantai yang sangat cocok dijadikan tempat berselancar karena ombaknya yang cukup besar, yaitu Pantai Widarapayung.

Alat selancar bisa anda bawa sendiri dari rumah atau menyewanya di pantai ini.

Fasilias dari Pantai Widarapayung di antaranya ada lahan parkir, MCK, restoran, tempat pemandian, kolam renang, mushola, warung kecil dengan berbagai kulinernya.

Aktivitas yang bisa anda dilakukan yaitu main voli pantai, selancar, bermain layang-layang, melihat sunset, berjemur, bermain pasir, dan menyaksikan ritual sedekah bumi di bulan Sura.

Pantai Widarapayung dipenuhi dengan pepohonan kelapa. Dari pantai ini anda juga bisa melihat Pulau Nusakambangan.

4. Pantai Bandengan Jepara


Pantai Bandengan Jepara
Pantai yang selalu ramai di Jepara

Konon, pantai ini dinamakan Pantai Bandengan, karena saat itu, Amir Hasan, Putera dari Sunan Muria, saat akan menuju Karimunjawa untuk mendalami ilmu agama, menemukan banyak sekali ikan bandeng di pantai ini.

Awalnya, pantai ini bernama Pantai Tirto Samudro atau juga sering disebut Pantai Klein Scheveningen. Namun, pantai ini lebih terkenal dengan sebutan Pantai Bandengan.

Jarak Pantai Bandengan dari pusat kota Jepara Cuma 7 km saja sehingga sangat mudah dijangkau.

Di pantai Bandengan ini anda bisa menikmati pasir putihnya yang halus dan menikmati berbagai wahana wisata seperti banana boat, jetski, ATV, kano, wave house (ombak buatan untuk surfing), sandal raksasa, taman bermain anak, dan sewa ban.

Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini di antaranya berenang, bermain pasir, olah raga air, voli pantai, dan bermain sepeda air.

5. Pulau Panjang Jepara


Pulau Panjang Jepara
Pasir putih di Pulau Panjang Jepara

Selain Kepulauan Karimunjawa, Jepara juga punya pulau kecil yang cantik bernama Pulau Panjang. Keberadaannya mungkin mirip-mirip dengan Pulau Pahawang dan Pulau Pisang di Lampung.

Keistimewaan Pulau Panjang ini adalah pantai pasir putihnya serta terumbu karangnya yang cantik. Airnya juga jernih membuat pemandangan semakin eksotis.

Tidak hanya menikmati pantai dan dunia bawah lautnya, anda juga bisa berjalan-jalan di hutan tropis yang ada di tengah-tengah pulau. Pohon-pohonnya menjulang tinggi dihiasi dengan perdu dan semak sebagai tempat burung laut tinggal.

Anda juga bisa melakukkan kegiatan trekking keliling pulau yang tentunya membuat liburan anda semakin menarik di Pulau Panjang Jepara.

6. Pantai Laguna Bopong


Pantai Laguna Bopong
Ada Laguna di Pantai Bopong

Kabupaten Kebumen juga ternyata mempunyai pantai dengan lagunanya yang cantik, yang terbentuk dari aliran sungai berkelok-kelok lalu menyisakan "pulau mini" di tengahnya.

Pantai tersebut bernama Pantai Laguna Bopong, yang dihiasi dengan pohon cemara yang rindang serta pasir pantai berwarna kecoklatan.

Tempat ini cantik sekali dijadikan background foto-foto anda, dijamin tidak akan kecewa hasilnya. Paling enak datang ke Pantai Laguna Bopong ini saat rerumputan masih hijau, cantik benar pemandangannya.

Kalau sudah puas bermain-main dan berfoto-foto di laguna, selanjutnya tinggal bermain ke pantai dan berenang bermain-main dengan ombaknya.

Asyik bukan? Anji vokalis Drive juga sudah pernah ke Pantai Laguna Bopong ini lho, masa anda belum? :)

Nah, itu tadi beberapa pantai cantik yang ada di Jawa Tengah. Sebenarnya, masih ada puluhan pantai cantik lainnya di Jawa Tengah sebagai destinasi wisata anda seperti Pantai Nampu, Pantai Karang Jahe, Pantai Logending, Pantai Suwuk, dan Pantai Pecaron.

Wisata Pantai di Jawa Tengah memang banyak sekali yang mempesona dan menggoda untuk dikunjungi. Oleh karena itu, anda tinggal datang saja ke pantai utara atau pantai selatan, maka akan anda jumpai berbagai pilihan wisata laut di sana.

Pesona Wisata Alam Jawa Tengah


Jawa Tengah sendiri terkenal dengan keindahan alamnya, karena adanya beberapa gunung yang ada di Provinsi tersebut.

Adapun pesona wisata alam di Jawa Tengah yang dapat anda nikmati di antaranya:

1. Mendaki Gunung di Jawa Tengah


Bagi para pencinta alam yang hobi mendaki gunung, Jawa Tengah adalah destinasi yang sangat cocok. Di Provinsi Jawa Tengah ini setidaknya ada 10 Gunung yang bisa dijadikan tempat anda menyalurkan hobi mendaki, yaitu:
  1. Gunung Slamet.
  2. Gunung Sindoro.
  3. Gunung Sumbing.
  4. Gunung Merbabu.
  5. Gunung Prau.
  6. Gunung Lawu.
  7. Gunung Ungaran.
  8. Gunung Telomoyo.
  9. Gunung Andong.
  10. Gunung Merapi.

Puncak Gunung Sindoro
Pengalaman mendaki Gunung Sindoro

Saya sendiri baru pernah sekali mendaki gunung di Jawa Tengah, yaitu Gunung Sindoro. Memandang pemandangan Jawa Tengah dari puncak Gunung Sindoro memang begitu indah dan mempesona, setelah di pagi harinya menyaksikan matahari terbit dengan warna keemasan yang cantik.

2. Kampung Kurcaci Purbalingga


rumah kurcaci purbalingga
Rumah kurcaci di Kampung Kurcaci Purbalingga

Tidak hanya Lembang Bandung yang punya wisata sejenis rumah hobbit, Purbalingga juga mempunyai sebuah wisata menarik berupa Kampung Kurcaci di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Di sini anda bisa menjelajah indahnya hutan damar, menikmati wisata sekolah alam, dan berfoto-foto di depan rumah kurcaci.

Pencinta air terjun juga dapat menikmati segarnya air yang jernih di Curug Lawang di Kampung Kurcaci Purbalingga.

Tidak hanya itu saja, anda masih akan dimanjakan dengan adanya Giant Swing, Camping Ground, Rumah Pohon, Permainan Tradisional, dan Perpustakaan Kampung Kurcaci.

Menarik bukan? Silakan datang ke Kampung Kurcaci Purbalingga sekalian menikmati kebun strawberry dan Goa Lawa Purbalingga.

3. Dataran Tinggi Dieng


kawasan candi dieng
Candi-candi Hindu di Dieng

Siapa sih yang belum mengenal Dataran Tinggi Dieng. Tempat wisata yang satu ini sangat terkenal karena memiliki sejuta pesona yang selalu menarik wisatawan untuk berkunjung.

Dataran Tinggi Dieng ini kabarnya merupakan dataran tinggi tertinggi kedua di dunia setelah dataran tinggi di Nepal lho. Keren bukan?

Dataran Tinggi Dieng terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Tidak heran jika kedua kabupaten tersebut selalu mempromosikan tempat wisata yang satu ini.

Dataran Tinggi Dieng menyimpan banyak sekali tempat wisata, di antaranya:
  • Telaga Warna, memiliki warna air yang berwarna-warni.
  • Telaga Pengilon, terletak bersebelahan dengan Telaga Warna, tapi airnya tidak berwarna.
  • Telaga Merdada, telaga terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng.
  • Telaga Cebong.
  • Kawah Sikidang.
  • Kawah Sileri.
  • Kawah Sinila yang meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa.
  • Kawah Candradimuka.
  • Candi Gatotkaca.
  • Candi Bima.
  • Candi Arjuna.
  • Candi Semar.
  • Candi Sembadra.
  • Candi Srikandi.
  • Candi Setyaki.
  • Gangsiran Aswatama.
  • Candi Dwarawati.
  • Gua Semar.
  • Gua Jaran.
  • Gua Sumur.
  • Sumur Jalatunda.
  • Dieng Plateau Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
  • Museum Dieng Kailasa.
  • Arung Jeram Dieng.
  • Tuk Bima Lukar atau mata air Sungai Serayu.
  • Bukit Sikunir Dieng.
  • Pendakian Gunung Prau.
  • Batu Ratapan Angin.
  • Gardu Pandang di Dieng.

Selain menikmati wisata dari Dataran Tinggi Dieng yang sangat banyak ini, anda juga bisa menikmati hasil pertanian khas masyarakat Dieng yaitu kentang. Sayang sekali kan kalau belum pernah berkunjung ke Dieng?

4. Baturraden


wisata baturraden
Keindahan wisata Baturraden

Wisata alam di Jawa Tengah yang selanjutnya adalah Kawasan Wisata Baturraden yang berada di kaki Gunung Slamet, Purwokerto, Banyumas.

Tempat wisata yang satu ini juga sudah sangat terkenal karena beberapi kali juga mendapatkan penghargaan dalam bidang pariwisata.

Saat memasuki Kawasan Wisata Baturraden, khususnya melewati Bumi Perkemahan, terasa benar sejuknya pepohonan yang rindang menjulang tinggi di kawasan ini.

Hawa dingin dan sejuk pun langsung terasa saat memasuki kawasan Wana Wisata Baturraden.

Beberapa wahana wisata yang dapat anda nikmati di Kawasan Wisata Baturraden di antaranya ada Pancuran Pitu dan Pancuran Telu, Bumi Perkemahan Baturraden, Kebun Raya Baturraden, Taman Kaloka Widya Mandala, Wana Wisata Baturraden, Telaga Sunyi, dan Teater Alam Baturraden.

Satu tempat wisata yang masih baru dan sedang ngehits di Purwokerto yaitu SmallWorld. Jangan lupa berkunjung ya ke tempat wisata yang satu ini.

Selain empat wisata alam menarik di atas, Jawa Tengah juga masih mempunyai berbagai wisata alam lainnya yang tidak bisa saya tuliskan pada kesempatan kali ini.

Pesona Wisata Air Jawa Tengah


Berbagai wisata air baik air terjun, sungai, waduk, maupun wisata air buatan (waterpark) ada di Jawa Tengah. Anda tinggal memilih mau berkunjung ke mana.

Secara singkat, berikut ini gambaran wisata air yang ada di Provinsi Jawa Tengah:

1. Air Terjun di Jawa Tengah


Curug Tanalum
Curug Nagasari Purbalingga yang menggoda

Kontur geografis Jawa Tengah dengan begitu banyak gunung yang ada di Provinsi ini membuat Jawa Tengah kaya sekali akan wisata air terjun.

Di kabupaten saya sendiri, Kabupaten Purbalingga, banyak sekali dijumpai air terjun (curug) cantik seperti Curug Nini, Curug Tempuran, Curug Tuntung Laut, Curug Ciputut, Curug Sumba, Curug Wana Tirta, Curug Silintang dan Silawang, Curug Nasagari, Curug Aul, dan masih banyak lagi Curug di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Selain banyaknya air terjun di Kabupaten Purbalingga, di Jawa Tengah masih banyak puluhan air terjun lain seperti Air Terjun Bidadari di Semarang, Air Terjun Grojogan Sewu di Karanganyar, Air Terjun Curug Sewu di Kendal, Air Terjun Grinjingan Sewu di Pati, Air Terjun Songgolangit di Jepara, Curug Bengkawah di Pemalang, Air Terjun Kedung Kayang di Magelang, dan Air Terjun Kali Pancur di Semarang.

Rasanya butuh waktu berbulan-bulan untuk dapat menikmati seluruh air terjun yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

2. Waduk Di Jawa Tengah


waduk gajah mungkur
Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Wahana wisata berupa waduk di Jawa Tengah tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Beberapa waduk yang ada di Jawa Tengah di antaranya:
  • Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.
  • Waduk Cacaban di Tegal.
  • Waduk Bentolo dan Waduk Tempuran di Blora.
  • Waduk Kedung Ombo, Waduk Cengklik, dan Waduk Badhe di Boyolali.
  • Waduk Malahayu di Brebes.
  • Waduk Sempor di Kebumen.
  • Waduk Mulur di Sukoharjo.
  • Waduk Mrica Banjarnegara.

3. Waterpark di Jawa Tengah


owabong
Owabong, salah satu Waterpark di Jawa Tengah

Bagi anda yang suka berenang di kolam renang, menikmati wahana waterboom atau slide, bersenang-senang dengan kolam ombak, tidak usah ragu-ragu untuk datang ke Jawa Tengah.

Jawa Tengah juga punya sejumlah waterpark keren yang siap memanjakan pengunjung dengan berbagai wahana dan fasilitasnya.

Beberapa waterpark yang ada di Jawa Tengah di antaranya:

a. Owabong


Kalau di Purbalingga, anda dapat bermain ke Owabong alias Objek Wisata Air Bojongsari.

Waterpark yang satu ini terbilang lengkap fasilitasnya, mulai dari kolam renang olympic, waterboom, ember tumpah, kolam arus, kolam bebas tsunami, kolam permainan, kolam sesat, kolam pesta air, sirkuit gokart, flying fox, theatre 4D, anjungan dirgantara, dan yang paling anyar ada juga kolam ombak sagara.

Tidak hanya berenang dan bermain air, di Owabong juga anda bisa melaksanakan kegiatan outbond, dan bagi anda yang ingin menginap disediakan juga cottage.

b. Surya Yudha Park


Bergeser dari Purbalingga ke arah selatan, di Kabupaten Banjarnegara, ada Surya Yudha Park. Tempat wisata yang satu ini cukup lengkap karena menyediakan hotel, sport center, dan karaoke, selain keberadaan waterpark yang selalu ramai pengunjung.

Surya Yudha Waterpark isinya tidak berbeda jauh dengan Owabong, yaitu waterboom, kolam renang prestasi, kolam arus, kolam ombak tsunami, kolam anak-anak, kolam lagoon, flying fox, arung jeram, dan kolam terapi ikan.

c. Jepara Ocean Park


Jepara punya satu wisata air buatan yang super keren untuk dikunjungi, yaitu Jepara Ocean Park (JOP). Jepara Ocean Park ini menempati lahan seluas 11 hektar sehingga bisa dibayangkan kan betapa luasnya.

Lokasinya juga cukup dekat dari pusat kota, sekitar 6 km saja. Tidak sampai 10 menit, anda sudah bisa sampai ke JOP dari pusat Kota Jepara.

Wahana yang ada di JOP ini di antaranya 36 buah seluncuran (wow banyak banget kan), kolam arus 400 meter, kolam dengan 2 ember tumpah besar, wisata perahu tradisional, outbond, flying fox, water jetpack, banana boat, jetsky, kiddy play, taman rekreasi, gokart, dan paintball.

Pokoknya, sangat lengkap lah Jepara Ocean Park ini, cocok sekali dijadikan tempat liburan keluarga.

d. Water Blaster


Semarang, sebagai ibu kota Jawa Tengah, juga punya waterpark yang kece, yaitu Water Blaster Semarang. Meskipun luasnya tidak seluas Jepara Ocean Park, namun waterpark yang satu ini merupakan favorit bagi masyarakat Kota Semarang.

Di Water Blaster ini, anda dapat meluncur di atas slide luncur arus dengan ketinggian 25 meter di atas permukaan tanah dan meluncur cepat serta berputar sepanjang 230 meter. Berani coba? Sensasinya pasti langsung deg deg ser.

Wahana yang dimiliki Water Blaster Semarang yaitu wave pool, boomerang, bandulan, beach, blaster warrior, cross over dengan ATV, glacier cave, great wall, jungle tree, paint ball, dan slide race.

Pesona Wisata Sejarah Jawa Tengah


Berbagai benda-benda peninggalan sejarah, baik dari jaman Kerajaan Hindu Budha, Kerajaan Islam, sampai dengan benda-benda peninggalan penjajahan Belanda, masih berdiri dengan kokoh di Jawa Tengah.

Oleh karena itu, di Jawa Tengah, akan dengan mudah kita jumpai berbagai benda-benda bersejarah yang merupakan heritage yang harus kita jaga.

Benda-benda bersejarah di Jawa Tengah yang telah menjadi tempat wisata menarik di antaranya:

1. Candi Borobudur


candi borobudur
Candi Borobudur yang mengagumkan

Siapa sih yang belum tahu Candi Borobudur? Warisan dunia yang satu ini adalah keajaiban dunia yang merupakan ciri khas dari Indonesia.

Candi Borobudur masih berdiri dengan gagah dan megah sampai saat ini dan selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Meskipun orang banyak mengenal Borobudur ini sebagai wisata Jogja, tapi sebenarnya Borobudur ini terletak di Magelang, Jawa Tengah, melengkapi keberadaan candi-candi lainnya di Magelang seperti Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Ngawen, Candi Asu, Candi Pendem, Candi Lumbung, Candi Canggal, Candi Selogriyo, Candi Losari, Candi Gunung Sari, dan Candi Umbul.

Kalau anda ingin melihat banyak candi di Jawa Tengah, datanglah ke Magelang, maka banyak sekali anda jumpai candi di daerah ini, selain kompleks candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

2. Keraton Surakarta


museum keratorn surakarta
Koleksi Museum Keraton Surakarta

Bukan cuma Jogja saja yang terkenal dengan wisata keratonnya, Surakarta pun punya tempat bersejarah yang masih menjaga tradisinya. Tempat tersebut adalah Keraton Surakarta.

Keraton Surakarta ini didirikan pada tahun 1744 oleh Sunan Paku Buwono II. Keraton Surakarta masih berdiri kokoh hingga saat ini menjadi sebuah tempat istimewa yang menyimpan banyak nilai sejarah.

Di kompleks Keraton Surakarta ini, anda juga bisa melihat koleksi Museum yang menyimpan berbagai barang peninggalan keraton serta fragmen candi-candi di Jawa Tengah.

Selain menikmati keindahan arsitektur Keraton Surakarta, bermain ke alun-alun, dan berkunjung ke museum, anda juga dapat menikmati budaya-budaya jawa yang masih dipelihara sampai sekarang, yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu, seperti grebeg, sekaten, kirab mubeng beteng, pusaka, dan tari-tarian sakral.

Bagi anda pencinta sejarah dan budaya, Keraton Surakarta adalah destinasi wisata paling cocok buat anda.

3. Benteng Van Der Wijck


benteng van der wijck
Benteng yang masih kokoh meskipun usianya sudah 2 abad

Dari namanya, sebenarnya sudah kelihatan, kalau benteng ini adalah benteng peninggalan Belanda. Jangan pernah menyangsikan kekuatan bangunan kolonial Belanda, meskipun sudah berabad-abad, bangunan ini masih kokok dan kekar.

Di dalam Benteng Van Der Wijck ini anda dapat menemukan berbagai informasi sejarah mengenai Benteng Van Der Wijck.

Tempat favorit untuk berfoto-foto yaitu dari atap benteng. Bentuk atap bentengnya unik, berbentuk segitiga bertingkat-tingkat, dihiasi dengan pemandangan sekitarnya yang indah, kece banget deh dijadikan tempat foto selfie.

Keindahan benteng ini juga telah dimanfaatkan oleh Sutradara film The Raid. Sudah pernah nonton The Raid kan? Ya, benteng ini menjadi salah satu lokasi syuting film The Raid.

Meskipun namanya benteng, tapi ternyata bukan cuma menikmati bangunan kuno saja lho. Anda juga dapat mengajak anak anda menikmati berbagai macam permainan anak serta area bermain.

Anda bisa mengajak anak anda naik kereta keliling di lantai 2 Benteng Van Der Wijck, bahkan ada juga kolam renang, taman bermain, dan bola air. Tiket masuknya pun cukup murah, dengan kualitas tempat wisatanya yang tidak murahan.

Tertarik dengan Benteng Van Der Wijck?.

4. Museum Purbakala Sangiran


museum purbakala sangiran
Koleksi fosil Museum Purbakala Sangiran

Selain Candi Borobudur dan Candi Prambanan, ada satu lagi bangunan bersejarah di Indonesia yang masuk kategori warisan dunia, yaitu Museum Purbakala Sangiran.

Memalukan sekali bukan, jika anda hobi jalan-jalan ke luar negeri, tapi warisan dunia di dalam negeri belum pernah anda kunjungi?

Ya, Museum Purbakala Sangiran ini merupakan situs arkeologi manusia purba paling lengkap di Asia karena fasilitas yang ada mampu memberikan informasi sejarah kehidupan manusia purba.

Di Museum Purbakala Sangiran ini terdapat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba yang dapat anda lihat.

Museum Purbakala Sangiran yang layak baru dibangun pada tahun 1980 setelah sebelumnya hanya berupa museum "seadanya". Museum ini berisi benda-benda fosil hasil penelitian.

Museum Purbakala Sangiran dilengkapi juga dengan perlengkapan audio visual bagi pengunjung yang ingin menyaksikan fosil peninggalan kehidupan prasejarah.

Bukan cuma melihat-lihat benda-benda fosil, di Museum ini anda juga dapat menikmati keindahan alam Sangiran dari ketinggian melalui Menara Pandang.

5. Candi Sewu


candi sewu
Candi Sewu yang merupakan World Heritage

Saat jalan-jalan ke Kompleks Candi Prambanan, saya pikir cuma Candi Prambanan saja yang dapat saya nikmati.

Ternyata, di lokasi paling pojok, ada kompleks candi yang cukup besar, dan saya baca ada tulisan "Candi Sewu, Klaten".

Awalnya saya pikir kompleks Candi Prambanan ini semuanya masuk ke wilayah Provinsi DIY, ternyata Candi Sewu ini malah masuk ke wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Kompleks Candi Sewu sendiri merupakan salah satu benda peninggalan sejarah yang menakjubkan. Sesuai dengan namanya, di kompleks ini banyak sekali terdapat candi, baik yang masih berdiri dengan kokoh maupun yang tinggal bebatuan.

Betul-betul tidak rugi berkunjung ke Candi Sewu ini, menakjubkan dan bernilai seni tinggi. Sayangnya, lokasi Candi Sewu ini memang paling jauh jika dibandingkan candi-candi lainnya di kompleks Candi Prambanan sehingga bisa jadi orang pun tidak tahu kalau ada Candi Sewu ini kompleks ini.

Selain lima benda bersejarah tersebut, masih banyak juga benda bersejarah lainnya yang kece di Jawa Tengah seperti Museum Kereta Api Ambarawa, Kota Lama, dan Lawang Sewu.

Jawa Tengah betul-betul kaya akan sejarah. Yuk belajar lebih dekat lagi dengan wisata sejarah Jawa Tengah.

Pesona Seni Jawa Tengah


Kesenian Jawa Tengah juga tidak kalah terkenal dengan kesenian dari daerah-daerah lain. Adapun beberapa kesenian dari Jawa Tengah yaitu:

1. Wayang Kulit


Keberadaan wayang kulit sebagai kesenian Jawa Tengah tidak hanya dapat dinikmati di Jawa Tengah. Di Lampung sini, saya pun masih dapat menyaksikan pertunjukan kesenian ini dengan mudah.

TV Lokal Lampung pun ada yang secara rutin menayangkan kesenian wayang kulit.

Mungkin karena faktor banyaknya transmigran dari Jawa Tengah inilah yang menjadikan kesenian wayang kulit pun dapat dinikmati di Lampung.

Wayang kulit sendiri merupakan kesenian yang menceritakan suatu kisah epos pewayangan berupa mahabharata atau ramayana, dan si pencerita ini biasa disebut dalang.

Dalang ini dengan lihai memainkan tangan menggerakkan wayang, lalu dengan lihai juga mengganti suara-suaranya untuk memerankan suara tokoh wayang yang sedang dimainkan.

Dalam memainkan wayang ini, dalang akan diiringi musik yang berasal dari gamelan, dan si sinden akan menyanyikan syair-syair dalam Bahasa Jawa.

Saya yakin sekali, anda pun pasti pernah menyaksikan pagelaran wayang kulit ini, meskipun cuma sekilas.

2. Berbagai Jenis Tari-tarian


Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, Jawa Tengah pun memiliki tari-tarian khas.

Tari-tarian khas Jawa Tengah di antaranya ada Tari Merak, Tari Gambyong, Tari Rancak Denok, Tari Serimpi Sangupati, Tari Topeng Lengger, Tari Kethek Ogleng, Tari Jlantur, Tari Prawiroguno, dan Tari Bambangan Cakil.

Kalau kami orang Purbalingga dan Banyumas, punya tarian khusus yaitu Ebeg. Ebeg atau jaran kepang ini merupakan jenis tari-tarian, yang ujung-ujungnya akan ada orang yang kesurupan.

Jaman saya kecil, setiap ada orang hajatan, kalau nanggap, biasanya nanggap wayang kulit, lengger, atau ebeg ini.

Ebeg sendiri selalu ramai akan penonton, karena biasanya bikin penasaran, orang yang kesurupan itu mau minta makanan apa.

Kesenian ebeg pun dibawa sampai ke daerah Lampung sini, dan baru saja beberapa hari yang lalu di dekat rumah saya di Lampung ada kesenian ebeg untuk memperingati bulan Sura.

3. Ketoprak


Jaman saya kecil, saya bersama orang tua dan kakek serta tetangga-tetangga saya suka nonton tv bareng. Maklum, hanya beberapa orang saja yang punya tv waktu itu.

Saat malam hari, acara yang disiarkan adalah ketoprak, sehingga saya pun menjadi tahu kesenian yang satu ini.

Ketoprak merupakan seni pentas drama tradisional, karena berupa pentas drama maka ketoprak ini akan membawakan alur cerita tertentu.

Cerita yang dibawakan juga macam-macam, bisa berupa cerita legenda, cerita sejarah, bahkan cerita fiksi.

Orang-orang tua sekarang saya yakin masih banyak yang jatuh hati pada kesenian ketoprak, nostalgia dengan masa-masa muda dulu.

Kalau anak-anak muda sekarang sih saya yakin lebih tertarik menonton film di bioskop dibandingkan dengan menonton kesenian ketoprak.

Miris juga ya, lama-kelamaan kesenian ini bisa hilang ditelan jaman.

4. Batik


Batik merupakan ciri khas Indonesia. Tiap daerah di Indonesia punya batik khas masing-masing. Nah, untuk batik Jawa Tengah ini, secara umum dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu Batik Semarang, Batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Tegal, dan Batik Rembang.

Batik Semarang lebih banyak dipengaruhi oleh budaya China dan Eropa sehingga pada umumnya memiliki warna dasar oranye kemerahan dan motifnya berupa fauna yang lebih menonjol dibandingkan dengan flora.

Berbeda dengan Batik Semarang, Batik Solo justru memiliki warna dominan coklat soga kekuningan. Pola yang terkenal dari Batik Solo adalah "sidomukti" dan "sidoluruh".

Batik Pekalongan lebih banyak dipengaruhi lagi oleh berbagi etnis seperti China, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang. Motif Batik Pekalongan di antaranya berupa:
  • Batik Jlamprang yang dipengaruhi oleh etnis India dan Arab.
  • Batik Encim dan Klangenan yang dipengaruhi oleh peranakan Cina.
  • Batik Belanda.
  • Batik Pagi Sore.
  • Batik Hokokai yang ramai sejak penjajahan Jepang.

Batik Tegal didominasi oleh warna coklat dan biru dengan model yang berwarna-warni dan motifnya berupa rengrengan besar atau melebar. Motif batik tegal banyak mengambil motif aneka flora dan fauna di sekitar Tegal.

Terakhir, Batik Rembang, memiliki motif batik yang terkenal berupa Batik Lasem yang sudah diekspor ke pasar internasional.

5. Kenthongan


Kesenian khas Jawa Tengah terakhir yang saya tuliskan di sini adalah kenthongan atau "thek-thek". Kenthongan ini merupakan kesenian musik khas dari Purbalingga dan Banyumas.

Sesuai dengan namanya, alat utama untuk dari kenthongan adalah kenthong, yang terbuat dari bambu, dan biasanya menggantung di pos-pos ronda.

Kenthongan, yang pada awalnya lebih sering digunakan untuk keperluan ronda dan sebagainya, berkat kreativitas masyarakat Banyumas termasuk Purbalingga, kini telah menjadi kesenian yang unik dan menarik untuk dinikmati.

Musik kenthongan bambu ini merupakan kesenian kolektif yang dimainkan sekitar 40-50 orang. Peralatan musik yang digunakan biasanya berupa kenthong bambu, gambang, tepak, bedug, kendang, icik-icik, simbal, dan terkadang menggunakan angklung sebagai pelengkap.

Bagaimana suaranya ya?

Ternyata, gabungan dari berbagai alat musik tadi hasilnya sangat memukau lho. Biar anda tidak kesulitan membayangkan seperti apa hasilnya, langsung saja saksikan video kesenian khas dari kampung halaman saya ini:


Luar biasa bukan? Silakan datang ke Purbalingga dan saksikan pertunjukan Kenthongan secara live.

Kesimpulan


Yah, rasanya sudah terlalu panjang saya menuliskan Pesona Jawa Tengah ini, dan ini pun sebenarnya belum seberapa dan belum mewakili semua pesona yang ada di Jawa Tengah.

Menuliskan pesona Jawa Tengah tidak akan cukup dituliskan dalam satu postingan blog.

Setidaknya, setelah membaca tulisan saya, anda bisa melihat betapa kayanya pesona Jawa Tengah, yang semuanya menarik untuk dijadikan destinasi wisata anda.

Pesona kuliner, pesona bahasa, pesona pantai, pesona alam, pesona wisata air, dan pesona sejarahnya sangat luar biasa.

Kita belum membahas budaya masyarakat Jawa Tengah yang unik dan menarik untuk diperbincangkan.

Jawa Tengah begitu kaya, Jawa Tengah begitu cantik, Jawa Tengah punya banyak tempat unik dan menarik.

So, yakin tidak ingin berkunjung ke Jawa Tengah?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

14 komentar

Jadi pengen pulkam ke pati mas, kangen sego gandul T.T

Wah, wong pati tah hehehe. Pengin nyicip juga mba, boleh sini kirim ke Lampung :)

Wohhh banyak yang belum aku sambangi :-(

Sama Mas, pengin juga ke Karimunjawa nih :)

Aku kaget pas lihat foto di benteng Van Der Wijck ini mas...foto mbaknya bikin aku gagal fokus.... :) semoga sukses ya mas....

hahaha gayanya keren tuh. Aamiin. Makasih mba. Ilmu dari Mba Yuni belum keserap nih.

ternyata orang pelumutan ya,, saya juga bukan asli jawa tengah mas, tapi udah terlanjur betah disini hehe,, btw.. postingannya ajib buanget mas bro,, kalo menang jangan lupa traktir ya,, hehe

Iya main ke Pelumutan sini hehehe. Banyak tulisan yang lebih bagus. Tulisan mas Kawan Unik juga bagus. Mudah-mudahan Pariwisata Jawa Tengah makin maju.

iya menang kalah sih itu biasa,, yang penting seneng aja bisa nulis bebas yg mau ditulis,, hehe...

Jadi blogger memang enak kan, bebas berekspresi hehehe

Jawa Tengah memang keren, kudu berkunjung ke Jawa Tengah nih.

Pesona Jawa Tengah memang keren, tidak akan kalah dengan daerah lainnya

Wahh, superlengkap deh, mantap nih tinggal cus deh kejawa tengah...
Mudah2an dapet nominasi mas!

aamiin, mudah-mudahan qobul :)

Makasih doanya mas.


EmoticonEmoticon