Saturday, October 8, 2016

Biaya Masuk Pantai Dewi Mandapa Naik

jumanto.com - Pantai Dewi Mandapa memang sedang ngehits di Lampung, terutama di kalangan anak muda. Sampai saya pun ternyata juga tertarik untuk mencoba mencicipinya, entah saya masih tergolong anak muda atau bukan :)

Kalau lihat umur sih kayaknya masih muda ya, orang baru 27 tahun. Tapi kalau lihat sudah punya anak 1, rasanya sudah gak muda lagi ya hahaha.

Ah urusan muda atau tua gak masalah lah. Yang penting pernah mencicipi menjadi anak muda di Pantai Dewi Mandapa Pesawaran hehehe.

pantai dewi mandapa lampung
Pintu masuk menuju Pulau Cinta

Pantai Dewi Mandapa Pesawaran ini memang kebanyakan didatangi sama anak-anak muda yang mayoritasnya merupakan pasangan laki dan perempuan. You know who lah.

Kayaknya cuma kami doang deh yang datang ke sana sambil bawa anak :).

Kalau saya perhatikan, yang ada isinya laki-laki datang sama pacarnya, atau lagi foto prewedding. Memang sih ada 1 atau 2 lah yang datang ramai-ramai bersama keluarga, tapi lebih dari 90% pengunjung adalah anak muda.

Lokasi Dewi Mandapa Lampung


Mudah banget sih sebenarnya menemukan Pantai Dewi Mandapa Lampung. Kalau yang sudah terbiasa jalan-jalan ke Pulau Pahawang, Pantai Klara, Pantai Sari Ringgung, atau Marines Eco Park saya yakin tidak akan kesulitan menemukannya.

Lokasi Pantai Dewi Mandapa Lampung ada di Kabupaten Pesawaran, tepatnya di Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Pantai Dewi Mandapa sendiri terletak persis di tengah-tengah antara Dermaga Ketapang (penyeberangan ke Pulau Pahawang) dan Pantai Sari Ringgung.

Jadi, untuk menuju Pantai Dewi Mandapa Lampung ini, dari arah Bandar Lampung, setelah Pantai Sari Ringgung, nanti akan ada Pertamina di sebelah kanan jalan. Masih lurus lagi, sampai ketemu Pom Bensin AKR di sebelah kiri jalan.

Dari AKR ini, jalan sedikit sekitar 100-200 meter, jalan pelan-pelan saja, lalu akan ada plang kecil penunjuk arah menuju ke Pantai Dewi Mandapa.

Jalan ke Pantai Dewi Mandapa pertama-tama berupa onderlagh, sekitar 50 meter. Setelahnya, jalanan berupa tanah, belum dikasih onderlagh, apalagi diaspal.

Jalan masuk ke Pantai Dewi Mandapa memang tidak terlalu lebar, tapi mobil bisa masuk dengan aman. Kalau bus besar kelihatannya agak susah.

Biaya Masuk Pantai Dewi Mandapa


Sebelumnya saya juga sudah membaca beberapa tulisan traveler blogger yang sudah lebih dahulu datang ke Pantai Dewi Mandapa. Saat mereka datang ke sana, harga masuk Pantai Dewi Mandapa masih 5 ribu rupiah.

Barusan saja saya liburan ke Pantai Dewi Mandapa bersama mama dan Alya, dan ternyata harga tiket masuk ke Pantai Dewi Mandapa sudah naik.

Pertama kali sampai di Dewi Mandapa, sebelum masuk, sudah ada portal. Di Portal ini kami harus membayar Rp10.000,- per motor. Untuk mobil kalau tidak salah Rp30.000,-.

Setelah masuk, ternyata parkir kendaraan masih harus bayar lagi. Parkir motor tarifnya Rp3.000,- dan tarif parkir mobil Rp5.000,-.

Setelah parkir motor, kami pun langsung menuju ke Pulau Cinta Pantai Dewi Mandapa. Ternyata, kami harus membayar Rp10.000,- per orang. Total kami pun harus membayar Rp20.000,-. Alya karena masih kecil belum dihitung.

Sebelumnya, tarif masuk ke Pulai Cinta Dewi Mandapa cuma 5 ribu rupiah, kini sudah naik.

Setelah menikmati Pulau Cinta, kami pun berkunjung juga ke Dermaga Asmara, dan ternyata lagi-lagi harga masuknya sudah naik.

Per orangnya sekarang harus membayar Rp10.000,- sehingga kami pun harus mengeluarkan uang lagi Rp20.000,-.

Jika ditotal, pengeluaran kami untuk masuk ke Pantai Dewi Mandapa Lampung sebagai berikut:
  • Biaya Tiket Masuk: Rp10.000,-
  • Parkir Motor: Rp3.000,-
  • Biaya Masuk ke Pulau Cinta: Rp20.000,-
  • Biaya Masuk ke Dermaga Asmara: Rp20.000,-
                       Total: Rp53.000,-

Kalau menurut saya, terlalu cepat pengelola Dewi Mandapa menaikkan harga tiket masuknya. Kalau saya perhatikan, rasanya beda jauh antara wisata di Lampung dengan di Purbalingga.

Di Lampung, apa-apa serba dimahalin. Parkir motor saja Rp3.000,-. Lalu, baru ramai sedikit sudah dinaikkin tiket masuknya. Di pertigaan pas mau masuk ke Pantai Dewi Mandapa, pun ternyata ada 3 orang anak muda juga yang ujung-ujungnya minta duit.

Bandingkan sama Owabong Purbalingga, dari jaman saya SMA sampai sekarang, harga tiket masuk masih 23 ribu rupiah untuk hari libur, padahal fasilitas makin bertambah, tapi tiket masuk belum naik sampai sekarang.

Mudah-mudahan manajemen pariwisata di Lampung lebih baik lagi sih, biar pengunjung juga makin nyaman menikmati wisata di Lampung.

Ngapain aja sih di Pantai Dewi Mandapa Lampung?


Meskipun namanya pantai, tapi Pantai Dewi Mandapa ini memang kurang cocok untuk dijadikan tempat berenang.

Tempat ini lebih cocok dijadikan tempat foto-foto selfie dan juga refreshing menghilangkan kejenuhan suasana perkotaan.

Di Pantai Dewi Mandapa ada dua tempat unggulan yang ramai pengunjung, yaitu Pulau Cinta dan Dermaga Asmara.

1. Pulau Cinta Dewi Mandapa


pulau cinta dewi mandapa
Dermaga kayu menuju Pulau Cinta Dewi Mandapa

Spot yang paling ramai pengunjung adalah Pulau Cinta. Di samping tempatnya yang cukup luas, serta ada pasir putih halusnya yang bisa dijadikan tempat untuk berenang, di Pulau Cinta ini juga ada pondokan-pondokan, ayunan, dan spot foto yang cantik.

santai di pulau cinta
Menikmati semilir angin di Pulau Cinta

Untuk mencapai Pulau Cinta, kita harus berjalan melewati jalan selebar sekitar 1 meter, yang terbuat dari kayu, seperti jalan menuju Dermaga.

Setelah sampai di Pulai Cinta, kita pun bisa mengambil foto-foto yang cantik dengan latar yang cantik pula. Bukan cuma foto-foto sih, Alya juga malah asyik mandi dan main ayunan di Pulau Cinta ini.

Ada dua tempat yang selalu ramai dengan anak-anak muda yang sedang berfoto-foto, yang pertama adalah balkon dengan hiasan payung seperti jamur, dan yang kedua balkon dengan hiasan berupa bunga.

payung jamur pulau cinta
Payung jamur di pantai Dewi Mandapa

Cukup nyaman juga lho duduk-duduk di Pulau Cinta sambil menikmati semilir angin, dan melihat ikan-ikan di bawah kaki kita yang kita kasih makan jajanan.

bunga di pulau cinta
Bunga raksasa di Pulai Cinta

Lebih enak kalau matahari lagi bersembunyi di balik awan, tidak bersinar terik, nyaman dan tambah betah duduk berlama-lama.

2. Dermaga Asmara


dermaga asmara dewi mandapa
Balkon cinta berbentuk Love di Dermaga Asmara Dewi Mandapa

Spot yang kedua ada yang namanya Dermaga Asmara. Sama seperti Pulau Cinta, kita juga harus melewati jalan di atas kayu selebar sekitar 1 meter, lalu di ujungnya ada sebuah dermaga berbentuk love. Di tengah-tengah dermaga ini tumbuh pepohonan yang membuat suasana menjadi lebih rindang.

Dermaga Asmara ini sebenarnya memiliki banyak cabang, cabang yang satu menuju dermaga/balkon cinta dan ujung lainnya ada yang menuju ke sekumpulan pohon bakau.

ujung lain dermaga asmara
Sisi lain dari Dermaga Asmara Dewi Mandapa

Tidak berbeda dengan Pulau Cinta, Dermaga Asmara juga merupakan spot yang asyik dijadikan tempat foto-foto, hanya saja kalau di Dermaga Asmara ini memang tidak ada tempat untuk mandi.

Oiya, bisa juga ke Pulau Pahawang lewat Pantai Dewi Mandapa


Saat kami mau pulang, sempat ngobrol-ngobrol sebentar sama tukang parkirnya. Ia menawarkan juga kepada kami, siapa tahu mau menyeberang ke Pulau Pahawang, bisa juga lewat Pantai Dewi Mandapa ini.

Atau kalau mau menyewa perahu dengan tujuan lain juga bisa, tidak hanya Pulau Pahawang.

Pantai Dewi Mandapa bisa dijadikan alternatif untuk menyeberang ke pulau-pulau lain di Teluk Lampung.

Untuk harga sewa kapalnya kami juga tidak bertanya. Yang jelas tergantung tawar menawar antara pemakai jasa sewa perahu dengan si penyewa.

Yah, itulah tadi pengalaman yang barusan saya rasakan bersama mama dan Alya saat berkunjung ke Pantai Dewi Mandapa Pesawaran Lampung. Saya cuma berharap agar pengelolaan pariwisata di Lampung makin baik dan bebas dari pungutan-pungutan yang berlebihan.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

2 komentar

duhhh makin mahal yah.. :(
sy baru sekakli k sni tpi udah mkir lgi klw mau k sana... luamayn merogoh kocek hanya utuk hunting foto hehe...

Bener banget, merogoh kocek hanya untuk hunting foto. Masih di Lampung tah. Belum selesai ya tugas belajar di UNILA


EmoticonEmoticon