Friday, September 2, 2016

Taman Kupu-kupu Gita Persada, Perjumpaan Yang Tak Disengaja

Setengah tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 5 Maret 2016, dari rencana awal mau ke Wira Garden, ternyata kami malah sampai ke Taman Kupu-kupu Gita Persada. Kunjungan ke taman cantik ini memang tidak kami rencanakan, karena justru kami malah tidak tahu kalau di Lampung ada taman asri seperti ini.

taman kupu-kupu gita persada
Mama dan Alya saat baru sampai di Taman Kupu-kupu Gita Persada

Awalnya, kami cuma mau jalan-jalan ke Wira Garden di kawasan Batuputu, tapi ingin mencoba rute baru. Biasanya, untuk menuju kawasan Batuputu kami lewat Jalan Imba Kesuma, lalu menuju Teluk, dan belok kanan di perempatan setelah Great.

Kalau mau lewat rute biasanya, rasanya sayang banget, kurang berpetualang. Masa lewat jalan yang itu lagi, jadinya gak tahu jalan-jalan lain di Bandar Lampung.

Karena ingin mencoba suasana baru, maka kami mencoba rute baru, lewat Kemiling. Pagi itu, kami pun langsung meluncur dari rumah kami di Sukabanjar, Gedong Tataan, menuju Kemiling.

Karena memang belum tahu jalan, kami cuma sekedar jalan saja. Dari pom bensin di Kemiling, kami jalan lurus terus, ketemua SMA 7, lurus lagi. Setelah jalan cukup jauh, ternyata jalan yang kami lewati jalan buntu. Nyasar.

Kami malah melewati tanah lapang yang luas, dengan pemandangan perbukitan Kemiling. Jalannya juga terlihat sepi, sepertinya merupakan kompleks yang akan dibangun perumahan.

nyasar di kemiling
Salah jalan, harusnya belok setelah SMA 7 Bandar Lampung

Setelah mentok dan ketemu jalan tanah, akhirnya kami balik lagi menuju SMA 7 Bandar Lampung. Sebelum SMA 7, ada jalan ke kiri, kami pun mencoba jalan lewat sini. Dan ternyata jalan ini lumayan ramai kendaraan, feeling saya, benar kalau jalan ini merupakan jalan menuju Wira Garden Lampung.

Terus lurus mengikuti jalan utama, melewati daerah baru yang belum pernah kami lewati sebelumnya, lalu ketemu Desa Sumber Agung.

Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rahman


Di Desa Sumber Agung, di sebelah kiri jalan kami temukan Tempat Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rahman. Melihat tulisan ini, kami pun berhenti, lalu kami sepakat untuk masuk ke dalamnya.

Terlihat beberapa mahasiswa Unila baru saja turun dari mobilnya, sepertinya mereka mau meliput atau membuat sebuah tulisan, karena setelah itu mereka mewawancarai salah satu pengelola Penangkaran Rusa.

Di tempat parkir juga kami lihat beberapa orang sedang memasukkan durian ke dalam mobil, lalu di sebelah kiri ada sisa-sisa festival durian, yang baru digelar hari sebelumnya.

Tidak heran memang, karena Desa Sumber Agung ini memang terkenal dengan duriannya, sehingga layak jika Desa ini dijadikan salah satu Desa Wisata.

Kami langsung mengajak Alya untuk melihat koleksi rusa-rusa di Penangkaran Rusa Tahura WAR ini. Koleksinya memang cukup banyak. Sayangnya, pintu gerbangnya di kunci dan sepertinya tidak boleh masuk, sehingga kami cuma bisa melihat rusa-rusa dari luar.

koleksi rusa tahura war
Alya sedang menyaksikan rusa-rusa di Penangkaran Rusa Tahura WAR

Tidak jauh dari kami, ternyata ada juga kelinci-kelinci yang cantik sedang asyik makan rumput. Kami berusaha menangkapnya, tapi ternyata susah juga ^_^. Kami berharap mudah-mudahan tempat ini bisa terus dilestarikan oleh pemerintah setempat.

Taman Butterfly


Setelah puas melihat-lihat rusa di Tempat Penangkaran Rusa, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Wira Garden Lampung. Hari masih cerah dan tidak ada tanda-tanda hujan akan datang.

Dari Penangkaran Rusa, kami ambil jalan menuju arah kiri. Sebenarnya, kami pun tidak yakin kalau jalan ini akan membawa kami menuju Wira Garden, karena memang kami ingin mencoba jalan saja.

Begitu jalan beberapa menit, mata kami langsung tertuju pada sebuah tulisan di sebelah kiri jalan, "Taman Kupu-kupu GITA PERSADA".

Karena penasaran, kami pun berhenti sebentar. Dari luar, terlihat begitu sepi, dan sepertinya tidak ada apa-apa. Namun, karena penasaran, kami memutuskan untuk mencoba masuk ke dalam.

Begitu masuk, terlihat ada beberapa motor sedang diparkir. Terdengar juga keramaian orang di dalamnya, yang ternyata keramaian itu berasal dari para pekerja yang sedang bersih-bersih di taman kupu-kupu ini.

Begitu kami turun dari motor, ada seorang perempuan datang menghampiri kami, lalu memberikan dua lembar tiket kepada kami. Kami pun harus membayar tiket masuk 20 ribu rupiah untuk dua orang.

Awalnya, saya pikir ini tempat gratis, ternyata merupakan tempat wisata yang sudah dikelola.

Kami langsung jalan-jalan menikmati kerimbunan pepohonan di area ini. Daun-daun hijau membuat udara kian sejuk.

Ternyata isi di dalamnya jauh lebih indah dibandingkan apa yang terlihat dari luar. Gak nyesel deh kesasar sampai Taman Kupu-kupu Gita Persada ini.

rumah gubug taman kupu gita persada
Asyik sekali duduk di sini sambil makan bareng keluarga

Melihat ada gubug dari bambu, Mama dan Alya langsung naik ke atas, memanjat tangga. Rasanya asyik sekali kalau ramai-ramai bersama famili liburan di sini, sambil makan bareng.

Di tempat ini juga ada ayunan, perosotan, dan permainan anak yang lain. Tidak heran jika tempat ini menurut pengelolanya, banyak dikunjungi oleh anak-anak sekolah, selain belajar dengan melihat penangkaran kupu-kupu, mereka juga bisa main sepuasnya dengan udara yang masih bersih.

arena bermain anak
Arena bermain anak di Taman Kupu-kupu Gita Persada Bandar Lampung

Tempat duduk banyak disediakan di sepanjang taman, dengan bentuknya yang unik-unik juga. Kita bisa duduk-duduk menyaksikan anak kita bermain.

tempat duduk tamn kupu gita persada
Sejuk sekali duduk-duduk di bawah pohon

Dan yang lebih asyik lagi, di Taman Kupu-kupu Gita Persada ini ada beberapa rumah pohon, tapi beda dengan rumah pohon yang lain. Rumah pohon di Taman Kupu Gita Persada terbuat dari bambu.

rumah pohon di bandar lampung
Rumah pohon cantik

Kalau telat datang, bisa-bisa kita tidak kebagian lagi rumah pohonnya, termasuk kami juga tidak bisa menikmati rumah pohon ini.

ayunan kayu
Duduk santai sambil makan jajan di ayunan kayu

Lalu setelah duduk-duduk dekat rumah pohon dan menikmati ayunan kayu di salah satu cafe yang sudah tidak ada penjualnya lagi, kami melanjutkan jelajah kami melihat tempat penangkaran kupu-kupu, dan jalan ke bawah, sampai melihat aliran sungai di bawahnya.

Mama dan Alya foto-foto juga di tempat duduk berbentuk kupu-kupu lho. Cantik benar tempatnya.

kursi kupu kupu
Foto di Kursi kupu-kupu
kupu-kupu kayu
Kupu-kupu kayu warna-warni yang cantik

Tidak lama kemudian, tiba-tiba gerimis datang, padahal matahari masih terik. Gerimis dan gerimis lama-lama kian deras dan kami pun lari menuju museum Taman Kupu-kupu Gita Persada. Di sana saya, mama, dan Alya berteduh dari hujan yang kian deras, hujan yang tak di sangka-sangka.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya hujan reda. Saya sempatkan untuk berkeliling ke ujung dari Taman ini karena rasa penasaran, sampai mana ujungnya.

Puas menikmati keindahan Taman Kupu-kupu Gita Persada, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Arah Wira Garden, dan kembali disambut hujan di pertengahan perjalanan. Sampai jumpa lagi Taman Kupu-kupu Gita Persada, perjumpaan yang tidak disengaja.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon