Sunday, September 4, 2016

Taman Kain Inuh dan Taman Hijau

Taman Kain Inuh dan Taman Hijau - Ada dua kelompok masyarakat adat di Lampung, yaitu Saibatin dan Papadun. Keduanya memiliki kebiasaan yang berbeda dalam memakai pakaian adat, di mana Saibatin dalam kegiatan adat istiadatnya menggunakan kain kapal dan kain inuh, sedangkan Papadun menggunakan kain tapis.

Kain inuh sendiri merupakan kain khas bagi masyarakat pesisir, seperti warga masyarakat Kalianda pada umumnya, mengingat kontur geografisnya berada di tepi pantai.

Tak heran, untuk mengenalkan budaya dan adat istiadat Lampung Selatan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah membangun sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari Kompleks Pemda, yaitu Taman Kain Inuh.

taman kain inuh
Prototype 2 buah kain inuh

Namanya juga Taman Kain Inuh, saat kami berkunjung ke Taman ini di awal Agustus 2016, sudah ada prototype Kain Inuh di tengah-tengah taman dengan tulisan:

Kain Inuh
Sangon Warisan Saka Anjak
Sekala Beghak Kain Inuh
Gekhalne Kebalakan Asli Way Handak

Karena bukan orang asli Lampung, saya sendiri kurang tahu arti tulisan di atas. Bagi anda orang Lampung mungkin bisa mengartikannya buat kita yang belum tahu.

Taman Kain Inuh tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjaga kelestarian adat istiadat Lampung Selatan, tetapi juga bisa dijadikan sarana bermain anak dan juga ruang terbuka hijau.

Selain membangun Taman Kain Inuh, Pemkab Lampung Selatan juga telah membangun sebuah taman di Kompleks GOR Kalianda, yang bernama Taman Hijau Kalianda.

taman hijau kalianda
Tulisan Taman Hijau Kalianda di depan taman

Taman Hijau ini terletak hanya beberapa ratus meter saja dari Jalan Lintas Sumatera, tidak terlalu jauh. Jalan kaki dari Jalinsum juga cuma beberapa menit saja.

Sayangnya ....


Sebenarnya, konsep pembangunan taman ini menurut saya sangat bagus, karena bisa menjadi alternatif wisata keluarga, duduk-duduk menikmati sore bersama anak istri, lalu makan jajan di taman tersebut.

Selain itu, keberadaan taman juga menambah ruang terbuka hijau yang sangat bermanfaat bagi lingkungan. Dengan adanya taman, udara akan terasa semakin segar.

Sayangnya, keberadaan Taman Kain Inuh saat kami berkunjung ke sana, kurang terawat. Rumput-rumput terlihat tinggi-tinggi tidak pernah dipotong. Ada juga kolam ikan yang dibuat ala kadarnya. Tidak ada pagar pembatas permanen, dan berbahaya buat anak kecil.

kolam ikan di taman kain inuh
Rumput yang tidak terawat dan kolam renang tanpa pembatas permanen

Di kompleks Taman Kain Inuh juga kami temukan pecahan bekas botol minuman keras yang berserakan. Sepertinya malam harinya banyak anak-anak muda yang minum alkohol di tempat ini.

Keberadaan Taman Hijau Kalianda juga sama, malah lebih mengenaskan. Sangat tidak tertata dan seperti tidak pernah dikelola. Saya juga kurang tahu apakah Taman Hijau ini masih difungsikan atau tidak, karena saat kami berkunjung ke tempat ini begitu sepi.

Setidaknya ....


Dengan berbagai kekurangan yang ada, mudah-mudahan pemkab Lampung Selatan bisa segera membenahi kedua taman ini. Kami sebagai pengunjung kota Kalianda, berharap agar kedua taman lebih hijau dan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti mushola dan toilet.

Beberapa fasilitas arena permainan anak, jika ditambah tentunya menjadi kian menarik untuk tujuan wisata warga Kalianda, meskipun sudah ada beberapa sarana permainan anak-anak.

Alya pun sebenarnya senang juga bermain di Taman Kain Inuh, karena ada ayunan dan juga perosotan. Pertama kali datang ke Taman Kain Inuh, Alya langsung lari ke area permainan anak.

foto taman kain inuh
Alya langsung lari ke area permainan anak
aneka permainan anak
Sarana permainan anak di Taman Kain Inuh

Di samping Taman Kain Inuh, ada juga taman yang sangat hijau dengan pepohonan yang begitu rindang. Selanjutnya, setelah lewat Taman Kain Inuh, ternyata masih memanjang area taman hijau juga yang benar-benar sejuk dan nyaman untuk tempat bermain anak.

taman hijau di samping taman kain inuh
Sejuknya taman hijau seperti ini

Sejuk sekali rasanya memandang taman-taman yang hijau sepanjang lebih dari 300 meter di Kalianda, di pinggir Jalan Lintas Sumatera.

Saya sangat berharap, mudah-mudahan saat kami kembali berkunjung ke Kalianda nanti, Taman Kain Inuh dan Taman Hijau Kalianda sudah dirawat dengan baik dan menjadi tempat wisata hijau yang nyaman. Semoga....

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon