Wednesday, September 14, 2016

Mau Jadi PNS? Pertimbangkan 3 Hal Berikut

3 Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Anda Memilih Profesi PNS- Tidak dapat dipungkiri lagi, PNS masih menjadi rebutan masyarakat Indonesia. Di sisi lain, tidak sedikit pula PNS yang ternyata malah mengajukan Resign dari PNS.

Semua orang tentu punya alasan masing-masing mengapa ingin menjadi PNS, atau mengapa yang sudah jadi PNS malah ingin keluar dari PNS dengan berbagai alasan pula.

Menjadi PNS, atau keluar dari PNS, adalah sebuah pilihan hidup, yang harus dijalani oleh masing-masing pribadi. Nah, terkait begitu besarnya minat masyarakat Indonesia untuk menjadi PNS, anda mungkin termasuk salah satunya.

Jika anda memang ingin menjadi PNS, setidaknya perlu mengetahui enak dan tidak enaknya menjadi seorang PNS. Tidak selamanya juga menjadi PNS itu nyaman, banyak juga kok PNS yang galau dan gak betah. Apalagi jika harus jauh dari keluarga.

menjadi PNS
Pegawai Negeri Sipil

Setidaknya, ada 3 hal yang harus anda ketahui tentang dunia PNS, sebelum anda memutuskan untuk mendaftar CPNS dan kemudian menjadi PNS.

1. Gaji Stagnan


Jika anda memutuskan menjadi seorang PNS, maka anda harus siap dengan konsekwensi gaji bulanan yang stagnan, segitu-gitu saja. Besaran gaji PNS sudah dapat dikira-kira berapa tiap bulannya. Tidak akan jauh dari angka itu.

Naik Gaji Tiap Tahun?


Tidak juga. Tahun 2016 dan 2017 tidak ada kenaikan gaji pokok bagi PNS. Kenaikan gaji pokok selama ini pun tidak besar, paling-paling cuma 6%. Dan kalau disebut kenaikan gaji, kurang tepat juga.

Gaji PNS dinaikkan sebesar 6% itu semata-mata untuk mempertahankan daya beli PNS akibat inflasi barang-barang.

Kalau dihitung-hitung, sebenarnya gaji tidak naik, tetapi untuk penyesuaian atau kompensasi terhadap kenaikan harga barang-barang yang pasti terjadi setiap tahunnya.

Kalaupun ada kenaikan gaji berkala setiap 2 tahun sekali, atau kenaikan pangkat setiap 4 tahun bagi fungsional umum, atau bisa saja 2 tahun sekali bagi pejabat fungsional, kenaikan gaji tersebut paling juga nilainya di kisaran 70-200 ribu per bulan. Tidak banyak.

Jadi jangan terlalu berharap gaji besar dengan menjadi seorang PNS, terkecuali anda menjadi pejabat, terutama pejabat di Direktorat Jenderal Pajak atau di DKI Jakarta.

Kalau ingin mengharapkan gaji yang besar tiap bulannya, jadilah pengusaha. Anda bebas menentukan mau berapa gaji anda per bulannya.

2. Kurang Berkembang


Banyak PNS yang terlena dengan zona nyaman, berangkat pagi pulang sore, awal bulan terima gaji, meskipun kadang langsung habis buat cicilan bank :). Setelahnya, lupa dengan bakat-bakat terpendamnya yang masih bisa di asah.

Image PNS Indonesia: miskin kreativitas, pemalas, suka bolos kerja. Kurang kreativitas mungkin karena terbiasa kerja dengan rutinitas keseharian yang perubahannya tidak signifikan. Pemalas dan suka bolos kerja karena kurangnya pengawasan dari atasan, atau malah atasannya sendiri yang ngajarin :).

Bekerja menjadi seorang PNS memang tidak dituntut untuk kreatif seperti misalnya tim marketing, tim penelitian di suatu perusahaan swasta, atau seorang pebisnis yang harus memutar otak tiap harinya.

Menjadi seorang PNS akan menjadikan anda kurang terbiasa mengasah otak, terlena dengan rutinitas.

Selain itu, ternyata masih banyak juga PNS nganggur, yang sama sekali tidak ada sumbangsihnya kepada negara, justru malah menjadi benalu dalam struktur kepemerintahan.

Dan faktanya, PNS macam ini sampai saat ini masih dipelihara.

*) sambil nulis ini, saya sambil ngaca melihat potret saya sendiri :).

Memberhentikan PNS memang tidak semudah membalikan telapak tangan, karena terbentur dengan peraturan yang rigid.

Meskipun banyak PNS minim kontribusi, ternyata untuk mendepak PNS tersebut tidak bisa dilakukan, terkecuali memenuhi kriteria bisa diberhentikan.

3. Rizki Haram


Kalau anda ingin mencari rizki yang haram, banyak sekali di dunia PNS ini, tinggal pilih saja. Hahaha. Jangan ditiru ya.

Mau mencari rizki haram dengan nilai berapapun, ada di dunia PNS. Tinggal kemauan dan niat anda serta iman yang lemah, maka semuanya lancar :).

Tentu harus didukung dengan kerja sama tim yang kuat juga.

1. Suap


Yang pertama, ada namanya suap-menyuap. Biasanya PNS yang terkait di bidang pelayanan dan bidang pemeriksaan yang terlibat dengan praktik suap-menyuap.

Sebagai contoh: PNS Disdukcapil, rawan suap, supaya proses pembuatan KTP, KK, Akta Kelahiran, atau berkas kependudukan lainnya cepat jadi meskipun syarat pembuatannya tidak lengkap. Atau ada juga pungutan liar.

Atau pegawai BPK, rawan suap juga, agar Opini hasil pemeriksaan bisa memperoleh opini WTP, ada risiko suap-menyuap juga, dan apakah pernah terjadi atau tidak, silakan baca berita.

Selanjutnya, pegawai Bea Cukai, paman saya cerita sendiri kepada saya, ia bekerja di perusahaan, yang mengurusi impor barang dari luar negeri. Saat barang sampai di pelabuhan, paman saya lebih memilih menyuap pegawai bea cukai daripada harus diperiksa barangnya dan lama selesainya.

Ada juga pegawai pajak, yang rawan penyuapan, tujuannya agar pajak yang dibayar oleh wajib pajak menjadi lebih kecil.

Kemudian, kasus yang paling sering terjadi, adalah kasus suap-menyuap dalam proyek pengadaan barang/jasa. Suap menyuap terjadi kepada para oknum PNS sampai dengan anggota dewan.

Sebenarnya bukan cuma PNS sih, polisi-polisi lalu lintas di pinggir-pinggir jalan juga suka mencari tambahan uang jajan. Hayo ngaku, sering jadi korban kan hahaha.

Apa lagi mendekati hari lebaran, duh rajinnya polisi-polisi razia di mana mana. Sampai saya pernah 3 hari berturut-turut diberhentikan, padahal semuanya lengkap, akhirnya disuruh jalan lagi. Kasihan deh tuh polisi gak dapat duit dari saya wkwkwk.

Kesimpulannya: Dunia PNS Indonesia masih rawan suap-menyuap, dan jika anda memutuskan untuk memilih profesi PNS, jangan kaget nanti di dunia kerja yang sesungguhnya. Jangan sampai juga anda memakan harta dari suap.

Yang menyuap dan disuap sama-sama masuk neraka

2. Pengadaan Fiktif


Apa susahnya sih cari kwitansi, lalu tulis berapa nilainya, dan stempel? Habis itu kwitansi kasih deh ke Bendahara. Cair duitnya. Enak banget kan nyari duit bagi PNS, cuma modal kertas, bolpoin, dan stempel, bisa dapat uang jutaan lho.

Mau?

Kwitansi beli kertas, padahal kertasnya gak ada. Beli makan siang, eh makan siang untuk pribadi, bukan untuk rapat. Beli pasir, semen, batu bata, mana barangnya? Mana yang dibangun? Mana yang direhab? Ah itu sudah biasa.

Emang ada yang seperti itu?

Ada. Banyak.

Tanya saja kepada para PNS, kalau anda punya kawan PNS.

Gak takut dosa yah oknum PNS macam itu?

Yaelah, dosa mah urusan belakangan kali. Kalau urusan fulus itu gak ada rintangan. Semua terjang.
 
Itu baru yang kelas teri, belum kelas kakap.

Kalau yang kelas kakap, sudah pada baca berita kan?

Tuh orang-orang yang ketangkep akibat kasus pengadaan fiktif.

Kalau bukan pengadaan fiktif, biasanya pengadaan di-mark up, dimahalkan harganya, atau jumlah/kualitasnya dikurangin.

Masih mempertimbangkan memilih profesi menjadi PNS?

Kalau masih, setidaknya anda harus siap-siap dibenci, dirasani, dijauhi atasan dan bisa jadi kawan sejawat juga. Dicap sok bersih, sok suci. Siap-siap saja menjadi tidak populer dan karirnya mentok.

3. Perjalanan Dinas Fiktif


Yang namanya fiktif, dalam dunia PNS memang gila.

Ada pengadaan fiktif, ada perjalanan dinas fiktif, dan yang lebih gila lagi ternyata ada juga lho PNS Fiktif.

Nah kok bisa?

Sudah pernah dengar beritanya kan?

Iya, gaji selama ini dibayarkan, tapi ternyata PNS yang menerima gaji itu fiktif. Wow. Luar biasa.

Eh, kembali lagi ya ke perjalanan dinas fiktif aja ya.

Iya, perjalanan dinas fiktif sampai saat ini masih banyak sekali dijumpai di instansi-instansi pemerintah, termasuk ke anggota dewan juga.

Oknum-oknum tersebut membuat kwitansi perjalanan dinas, padahal sama sekali tidak melakukan perjalanan dinas.

Alasannya yah macem-macem lah, ada yang katanya buat kesejahteraan pegawai, buat nutupin ini itu dan segala macam.

Apapun dalihnya, Perjalanan Dinas Fiktif sudah menjadi racun yang susah dibuang di tubuh pemerintah.

Satu-satunya jalan mengatasi Perjalanan Dinas Fiktif mungkin anggaran perjalanan dinas dipangkas habis-habisan. Ayo lanjutkan pemotongan anggarannnya bu Sri Mulyani ^_^.

Dan sebenarnya masih banyak lagi sumber rizki-rizki haram seorang PNS yang bertebaran di mana-mana.

Menjadi seorang PNS memang sulit sekali membebaskan diri dari rizki yang haram.

Terkadang ada rasa tidak enak sama kawan, takut dimusuhi, takut dibenci atasan, takut dibilang sok suci, atau tergoda oleh uang untuk mentupi kebutuhan.

Dibutuhkan mental baja yang benar-benar tidak terpengaruh oleh lingkungan agar terbebas dari dosa PNS dan harus konsisten tentunya dengan idealisme.

Namun bukan berarti menjadi PNS bersih itu sesuatu yang mustahil. Tetap berusaha dan berdoa mudah-mudahan Alloh senantiasa bersama kita.

Itulah beberapa coretan saya, seputar tidak enaknya bagi PNS. Masih mau menjadi PNS? Jika iya, jadilah abdi negara yang terbaik. Negara membutuhkan orang-orang baik seperti anda.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

2 komentar

aku sudah daftar dan ikut test sepanjang umurku, tapi nggak katut :(


EmoticonEmoticon