Wednesday, September 7, 2016

8 Perbedaan Antara BPK dan BPKP

Perbedaan Antara BPK dan BPKP - Tahukah anda, bahwa selama ini berita-berita di media massa baik itu media cetak maupun media online, banyak sekali tertukar-tukar menyebut istilah BPK dan BPKP? Mereka tidak bisa membedakan mana yang harusnya tertulis BPK dan mana yang harusnya BPKP.

Perbedaan BPK dan BPKP
Perbedaan BPK Vs BPKP

Beberapa kesalahan terkait BPK dan BPKP di antaranya:
  • BPKP disebut sebagai singkatan dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi.
  • BPKP disebut sebagai singkatan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan.
  • BPKP disebut sebagai singkatan dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan.
  • Tertukar, yang seharusnya diberitakan adalah BPKP, tertulis BPK, atau sebaliknya.
  • Ada yang lebih parah lagi, BPKP dituliskan BPKB :).

Padahal, antara BPK dan BPKP merupakan dua institusi yang berbeda. Adapun perbedaan antara BPK dengan BPKP di antaranya:

1. Dasar Hukum Pembentukan


BPK


Dasar hukum dibentuknya BPK adalah UUD Tahun 1945, di pasal 23E, yang menyebutkan "Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri".

Selanjutnya, tahun 2006 telah diterbitkan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. UU 15/2006 ini menegaskan power dari BPK.

BPKP


Dasar hukum dari BPKP adalah dengan diterbitkannya Perpres Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Melihat dasar hukum pembentukan kedua lembaga tersebut di atas, jelas terlihat di mana perbedaannya dan di mana posisi serta kekuatan masing-masing berdasarkan dasar hukum

2. Kelembagaan


BPK merupakan lembaga tinggi negara yang posisinya ada di luar Pemerintah. BPK kedudukannya setara dengan MPR, DPR, DPRD, MA, dan MK.

Meskipun BPK ada di luar Pemerintah, tapi pendanaannya tetap menggunakan APBN melalui Sekretariat Jenderal BPK. Setjen BPK inilah yang ada di dalam pemerintahan.

Sedangkan BPKP, merupakan Lembaga Pemerintah non Kementerian (LPNK). BPKP ada di dalam pemerintah, dan setara dengan BPS, BNN, BNPB, dan badan atau lembaga non Kementerian lainnya.

3. Pemilihan Pimpinan


Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 23F ayat (1) disebutkan bahwa "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden".

Di ayat (2) di tambahkan "Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota".

Dengan demikian, Anggota BPK dipilih oleh DPR, kemudian Ketua BPK dipilih oleh anggota dari Anggota BPK yang telah dipilih oleh DPR.

Sedangkan Kepala BPKP dipilih oleh Presiden, sama halnya dengan Menteri-menteri yang dipilih langsung oleh Presiden.

4. Pertanggungjawaban


BPK mempertanggungjabwabkan hasil pemeriksaan keuangan negara kepada DPR, DPD, dan DPRD, sesuai dengan yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 23E ayat (2).

Sedangkan hasil pengawasan BPKP dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai atasan langsung dari BPKP.

5. Peran


BPK berperan sebagai Auditor Eksternal, yang mengawasi pemerintah dari luar, sedangkan BPKP merupakan Auditor Internal Pemerintah yang diharapkan bisa memperbaiki kualitas tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dengan mengawasi pemerintah dari dalam.

6. Penugasan


Penugasan audit di BPK berupa Audit Keuangan, Audit Kinerja, Audit dengan Tujuan Tertentu.

Sedangkan Penugasan di BPKP berupa Audit Kinerja dan Audit dengan Tujuan Tertentu.

BPKP tidak melakukan Audit Keuangan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Namun, selama ini BPKP masih melakukan audit keuangan juga atas dana-dana loan/pinjaman luar negeri sesuai dengan MoU dengan si pemberi pinjaman.

7. Jabatan Fungsional Pegawainya


Pegawai-pegawai BPK memegang Jabatan Fungsional Pemeriksa, sedangkan pegawai BPKP memegang Jabatan Fungsional Auditor. Berbeda jenis jabatan, berbeda jenis tunjangan, dan berbeda juga peraturan angka kreditnya.

8.Penghasilan


Nah, poin terakhir ini penting bagi anda yang mau mendaftar CPNS, mau memilih BPK atau BPKP, yaitu terkait perbedaan penghasilan di antara kedua lembaga tersebut.

Kalau menyinggung masalah gaji pokok, semua sama standarnya, masalah uang makan, dan tunjangan lain yang melekat pada gaji, semua juga sama standarnya.

Yang berbeda adalah Tunjangan Kinerjanya. Tunjangan Kinerja Pegawai BPK lebih besar dibandingkan dengan Tunjangan Kinerja BPKP. Silakan cari saja di Google Tunjangan Kinerja BPK dan Tunjangan Kinerja BPKP.

Selain Tunjangan Kinerja, penugasan-penugasan BPK juga lebih banyak, efeknya penghasilan juga makin banyak.

Jadi bagi para calon pelamar CPNS, kalau mau penghasilan yang lebih tinggi, BPK atau BPKP, maka pilihlah BPK :).

Demikian info singkat seputar Perbedaan antara BPK dan BPKP yang kadang membingungkan orang awam.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

2 komentar

assalamualaikum mas, terima kasih banyak ya mas, blognya sangat bermanfaat... sangat membantu. kebetulan saya jurusan keuangan daerah di IPDN. dan seperti nya ahrus banyak bealjar dengan mas. terima ksih mas.

Wa'alaikum salam. Wah dari IPDN yah, udah ahli lah dalam keuangan daerah, saya mah apa gitu :)


EmoticonEmoticon