Friday, September 16, 2016

Pantai Kahai Kalianda, Siapa Mau Coba?

Pantai Kahai Kalianda, pernah dengar namanya? Pantai Kahai Kalianda atau memiliki nama keren Krakatau Kahai Beach, berada di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Dari Kalianda kami mengambil rute lewat samping Dermaga BOM, lalu jalan lurus terus mengikuti jalan utama Kalianda - Rajabasa menyusuri jalur pantai di Pesisir Lampung Selatan.

pantai kahai kalianda
Suara gelombang menabrak bebatuan yang menenangkan

Kalau dihitung jaraknya, dari Kota Kalianda sekitar 22 kilometer dan kami tempuh dalam waktu kurang lebih 50 menit. Jalanan cukup bagus, tidak ada kerusakan yang berarti, relatif mulus.

Dari sekian pantai yang ada, ternyata Pantai Kahai ini merupakan pantai terjauh yang kami kunjungi. Sempat ragu juga, apakah ketemu atau tidak Pantai Kahai ini, ternyata setelah jalan melewati banyak sekali pantai, akhirnya ketemu juga lokasinya.

Ada Apa di Krakatau Kahai Beach?


Pertama kali tahu ada Pantai Kahai, saat saya buka instagram punya lampunginsta, lalu saya lihat ada rumah kayu berbentuk segitiga yang cantik. Lalu saya baca, ternyata ada di Pantai Kahai.

Dari situlah akhirnya saya penasaran ingin tahu seperti apa sih Pantai Kahai sebenarnya.

Sempat menjelajah dunia maya juga sebelumnya, dan membaca beberapa artikel yang mengulas keberadaan Krakatau Kahai Beach ini.

Meskipun reviewnya tidak bagus-bagus amat, namun karena penasaran, kami pun tetap memutuskan untuk mengunjungi Pantai yang katanya dilengkapi dengan fasilitas permainan anak ini.

1. Parkir


Sesampai di Krakatau Kahai Beach, kami langsung memarkir motor. Alya masih tidur saat kami sampai di pantai ini, dan sampai kami membeli tiket masuk pun masih tidur. Baru terbangun saat kami melewati portal masuk pantai.

Lahan parkir cukup luas sih. Ada di sebelah kanan tempat penjualan tiket. Mobil dan kendaraan besar macam bus juga bisa leluasa parkir di tempat yang telah disediakan.

Saat kami parkir, tidak dikenakan biaya parkir. Tapi kurang tahu juga apakah di hari lain dikenakan parkir kendaraan atau tidak. Pengalaman saya parkir gratis.

2. Kantin/Cafe


Begitu kami masuk, tidak jauh dari tempat penjualan tiket, di sebelah kanan ada sebuah kantin/cafe. Kami lihat jualannya tidak banyak, hanya beberapa jenis minuman dan makanan, mungkin kurang laku kali yah.

Saat kami berkunjung, meskipun hari Minggu, pengunjungnya memang tidak terlalu banyak. Mungkin warga Kalianda yang tiap hari menikmati pantai bosan kali ya ke pantai terus, lagian rumah mereka kan kebanyakan di pinggiran pantai.

Kami kebetulan tidak membeli makanan atau minuman di cafe yang ada di Pantai Kahai. Kami cuma berkunjung sebentar di pantai ini, sekitar 1 jam saja.

3. Kolam Bebek


bebek krakatau kahai beach
Sewa bebek air di kahai beach

Di samping kantin, ada sebuah kolam untuk naik bebek air. Bagi pengunjung yang mau sewa bebek air, harus bayar lagi lho ya.

Tiket masuk Pantai Kahai memang cuma bayar untuk tiket ke Pantainya saja, sedangkan untuk menikmati wahana yang ada harus bayar lagi, harganya beda-beda tergantung jenis wahananya.

Kalau menurut saya sih lebih asyik main bebek air di Dam Gisting Bawah, di samping kolamnya lebih besar dan lebih jernih, biaya sewanya juga lebih murah dan lebih lama waktu sewanya.

Tapi yah kalau warga Kalianda mending ke Pantai Kahai lah daripada ke Gisting, kejauhan kali :).

Saat kami berkunjung ke Pantai Kahai, ada juga pengunjung yang sedang menyewa naik bebek air ini.

4. Permainan Anak


permainan anak kahai beach
Arena permainan anak di Krakatau Kahai Beach

Banyak arena permainan anak di Pantai Kahai, sehingga pantai ini lebih cocok dikunjungi ramai-ramai, seperti anak sekolah, wisata keluarga, atau family gathering yang banyak anak kecilnya.

Masing-masing wahana permainan anak harus bayar tiket lagi.

Jenis permainan anaknya mirip-mirip dengan permainan anak yang biasa ada di pasar malam, seperti undar dan kawan-kawan.

Kalau kami sih kurang berminat dengan jenis permainan anak ini, di samping tiketnya kurang bersahabat di kantong, sudah biasa juga sih mengajak anak ke pasar malam.

Tapi dasarnya bocah, kalau ngelihat yang kayak gini tetap aja minta naik. Jadi bagi anda yang membawa anak kecil ke Pantai Kahai ini siapkan aja deh uang lebih.

Ada juga tempat bermain yang gratis seperti ayunan dan perosotan.

5. Mushola


mushola kahai beach
Tempat ibadah di Kahai Beach

Di tengah-tengah kolam untuk bermain bebek air, ada sebuah mushola dan dilengkapi juga dengan toilet serta tempat wudhu.

Antara mushola dengan sisi lainnya di seberang kolam, dihubungkan dengan jembatan kecil melengkung yang cukup kece menurut saya.

Keberadaan mushola di tempat wisata itu wajib, mengingat mayoritas penduduk kita kan muslim.

Jangan sampai wisata tapi lupa ibadah, tdak bijak banget kan kalau sarana ibadah sampai diabaikan oleh pengelola wisata?

6. Hotel dan Resort


Bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke Pantai Kahai, bisa juga kok bermalam di Krakatau Kahai Beach Hotel & Resort.

Kalau saya lihat dari luar sih bagus hotelnya. Mewah. Ada juga rumah kayunya yang cantik. Sayangnya saat saya mau ambil foto di hotel ini, ditegur sama yang bersih-bersih ruangan, jadinya saya pulang saja daripada diomel-omel ^_^.

Jadi, untuk selengkapnya, saya tidak bisa mereview hotel dan resortnya. Tapi bisa juga lihat tulisan blogger lain yang pernah menginap di Hotel Kahai ini, sepertinya review mereka bagus.

7. Waterboom


waterboom kahai beach
Kolam renang di Kahai Beach

Tepat di bawah hotel dan resort, ada sebuah waterboom dan kolam renang yang sangat bersahabat bagi anak kecil.

Tentunya harus bayar tiket masuk dulu lah sebelum bermain-main di waterboom kahai ini.

Bentuk kolamnya didesain supaya friendly bagi anak-anak, jadi anak-anak kecil menurut saya bakalan betah di kolam renang ini.

Yang gak betah mungkin orang tuanya kali yah, terlalu banyak keluar duit buat si anak hahaha.

Pantai Kahai memang merupakan pantai dengan fasilitas permainan anak terlengkap di Lampung Selatan.

8. Pondokan


gazebo kahai beach
Pondokan berjejer di pinggir pantai

Kami lihat di Pantai Kahai banyak sekali pondokan atau gazebo yang berjejer-jejer cantik. Kalau gratis atau tidak, sepertinya bayar, kami sendiri tidak menikmati gazebo ini.

Kalau wisata keluarga atau anak-anak sekolah sepertinya wajib deh memakai gazebo supaya barang-barang bisa dikumpulkan menjadi satu.

9. Tempat Berenang


pantai krakatau kahai
Pantai untuk berenang

Disediakan satu lokasi khusus untuk tempat berenang, meskipun tempat berenang di Pantai Kahai ini tidak sebagus Pantai Canti, Pantai Bagoes, Pantai Embe, atau Pantai Guci Tapal Batu.

Untuk memecah ombak, tempat berenang di Pantai Kahai dikelilingi oleh batu-batu sekitar 15 meter dari pinggiran pantai.

Saya lihat tidak banyak pengunjung yang berenang di Pantai Kahai ini, karena pantai ini mungkin memang didesain untuk tempat bermain anak, bukan untuk arena berenang di pantai.

10. Dermaga Penyeberangan


Kami juga kurang tahu apakah dermaga in masih berfungsi atau tidak. Konon sih Dermaga ini bisa untuk penyeberangan ku Pulau-pulau untuk jelajah ke Gunung Krakatau.

Untuk info selengkapnya bisa anda tanyakan kepada penjual tiket masuk saat berkunjung ke Pantai Kahai ini.

Setelah jalan-jalan keliling Pantai Kahai dan menikmati hembusan angin yang semilir, sekitar pukul 3 sore kami pun memutuskan untuk keluar dari Pantai Kahai dan melanjutkan jalan-jalan kami mandi di Pantai Canti Indah.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon