Thursday, September 1, 2016

Ternyata, ada Pantai Bagoes di Kalianda

Pantai Bagoes Kalianda - Trip 2 hari Pesawaran - Lampung Selatan kami mulai dari kunjungan kami ke Pantai yang ada di Desa Merak Belantung, yaitu Pantai Bagoes. Sebelum berkunjung ke Pantai Bagoes ini, saya sempatkan untuk surfing di dunia maya, dan menemukan Merak Belantung ini sebagai desa yang banyak pantainya.

pantai bagoes kalianda
Foto Pantai Kalianda hasil jepretan Alya

Setelah membaca beberapa artikel, kami pun memutuskan bahwa destinasi wisata pertama kami adalah Pantai Bagoes, mengingat letaknya yang paling dekat, sebelum menginap di Kota Kalianda.

Letak Pantai Bagoes memang betul-betul dekat dengan jalan raya Kalianda-Bandar Lampung, sekitar beberapa ratus meter saja dari Simpang Merak Belantung. Kalau ada pengunjung yang datang menggunakan kendaraan umum pun, bisa berhenti di Simpang Merak Belantung, kemudian jalan kaki beberapa menit saja.

Namun, bagi wisatawan dari Luar Kota Kalianda yang enggan jalan kaki, saya lihat di Simpang Merak Belantung ada pangkalan ojek. Di pangkalan ojek tersebut, terlihat beberapa tukang ojek yang mangkal, dan wisatawan dapat menyewa ojek di sini.

Untuk tarif ojek relatif, tergantung tawar menawar antara penumpang dan si tukang ojek. Namun, kalau melihat jaraknya yang sangat dekat, mungkin 5-10 ribu saja tarif ojeknya.

Plang di Pinggir Jalan


Sebagai penanda adanya Pantai Bagoes, di pinggir jalan ada plang bertuliskan "Pintu Masuk Pantai Bagus" disertai dengan arah panah.

plang pantai bagoes
Papan penunjuk jalan masuk Pantai Kalianda

Dari plang ini, sudah terlihat pantainya. Karena jarak pantai ke jalan kira-kira 200 meter saja, sehingga jelas terlihat pemandangan pantai disertai dengan suara ombak yang menggoda pengunjung untuk segera masuk ke dalam.

Kami pun sempatkan untuk mengambil gambar sebentar dari pinggir jalan, lalu masuk ke dalam menuju portal penjualan tiket.

Harga Tiket Masuk


Begitu kami masuk, ada dua orang petugas yang sedang berjaga. Sebelum membayar tiket, saya sempat bertanya-tanya sebentar ke petugasnya, dan ternyata Pantai ini beserta pantai-pantai lain dikelola oleh Bakrie Group, yaitu Grand Elty.

Selanjutnya, kami diminta membayar tiket masuk per orangnya 15 ribu rupiah. Alya tidak dikenakan tiket. Total, kami pun harus membayar tiket masuk 30 ribu rupiah untuk saya dan mama.

Setelah membayar tiket, kami pun diberikan 2 lembar tiket masuk, dan ada souvenirnya juga, berupa stiker bertuliskan Pantai Bagoes Kalianda.

Stiker ini sangat cocok ditempelkan di belakang mobil. Stiker ini juga kalau saya lihat merupakan salah satu bentuk promosi Pantai Bagoes kepada masyarakat.

Seperti Pantai Pribadi


Kami berkunjung ke Pantai Bagoes pada hari Sabtu siang, dan kondisi pantai masih sepi. Terlihat cuma ada beberapa pengunjung, membuat pantai terlihat begitu lengang. Suasana sepi, tidak berisik, dengan hembusan angin yang semilir, serta keteduhan pepohonan di sekitarnya membuat tempat ini sangat nyaman untuk menenangkan diri.

Setelah memarkir motor, Alya yang melihat ayunan langsung lari, naik ayunan, dan minta di ayun sama mama dan papanya.

main ayunan pantai bagoes
Mama dan Alya main ayunan di Pantai Bagoes Kalianda

Terlihat betapa cerianya Alya, padahal baru saja tidur di motor sepanjang perjalanan dari Panjang menuju Merak Belantung.

Tidak ada bekas-bekas habis tidur, semangat bermainnya langsung membara saat melihat ada ayunan di pinggir pantai. Kami pun menemani Alya bermain ayunan sambil menikmati suasana pantai yang sangat tenang. Berasa menikmati pantai pribadi yang bisa dinikmati sepuasnya.

Paling enak memang berkunjung ke pantai yang tidak terlalu ramai. Selain puas menikmati keindahan pantainya, kita juga tidak perlu ramai-ramai berebut kamar bilas setelah asyik main air.

Seringkali, saat kita piknik ke Pantai Mutun atau Pantai Sari Ringgung yang selalu ramai pengunjung, saat mau bilas antriannya panjang sekali. Saya sendiri pernah kedapatan air di kamar mandi kehabisan sehingga kesulitan saat mau ganti.

Pasirnya Halus


Setelah menemani Alya bermain ayunan, kami menyuruh Alya untuk memfoto saya dan mama, hasilnya seperti gambar di atas. Yah, lumayan lah hasil jepretan untuk anak seumuran 4 tahun kurang, gak jelek-jelek amat, malah cukup bagus sih.

Kita juga jalan-jalan sambil melepas alas kaki kita, merasakan halusnya pasir pantai di Pantai Bagoes. Jika dibandingkan dengan pasir di Pantai Mutun atau Pantai Sari Ringgung, pasir di Pantai Bagoes ini jauh lebih halus dan lembut sekali di kaki.

menikmati pasir pantai bagoes
Jalan kaki tanpa alas menikmati halusnya pantai Bagoes

Saat kami lewat, ada juga pengunjung yang menuliskan nama-nama mereka di atas pasir yang halus ini. Tak lupa juga, kami pun menuliskan nama Alya di atas pasir.

Asma Alya Ariqoh
Asma Alya Ariqoh, anak pertama kami, dan masih satu-satunya anak kami ^_^

Selain itu ada satu tempat yang sangat teduh dan rindang, di bawah pepohonan. Di sini kita bisa duduk-duduk dengan nyaman, bahkan enak juga dijadikan tempat untuk tiduran. Benar-benar asyik tempatnya.

tempat teduh di Pantai Bagoes
Asyiknya duduk-duduk di atas pasir di bawah rindangnya pohon ini

Setelah itu, kami melihat ada sebuah pohon dengan cabang yang banyak dan tidak tinggi. Melihat pohon yang sepertinya asyik untuk dinaiki ini, saya pun langsung saja bergelantungan di salah satu cabang, lalu naik dan duduk di atas dahan.

Melihat saya naik, Alya minta naik juga. Duh, berasa nostalgia kembali ke masa kecil, yang suka naik pohon metik buah rambutan lalu makan di atas. Serasa kembali menjadi anak kecil kalau begini rasanya.

naik pohon di pantai bagoes
Asyiknya duduk-duduk di atas pohon ini

Kami pun cukup lama duduk-duduk di atas dahan sambil menikmati hembusan angin yang menenangkan. Rasanya hilang semua rasa lelah setelah berkutat dengan kerjaan selama 5 hari di kantor. Benar-benar refreshing deh.

Makin Sore Mulai Ramai


Saat pertama kali kami datang, cuma ada beberapa orang saja, bisa dihitung dengan jari. Tapi, semakin sore, beberapa orang lain mulai berdatangan. Ada juga serombongan mobil box terbuka yang berkunjung ke Pantai Bagoes.

Mereka pun menikmati ayunan yang ada di pinggir pantai, lalu sebagian ada juga pengunjung yang datang cuma sekadar pacaran, dan ada juga pengunjung yang langsung mandi di pantai ini. Semuanya asyik dengan kegiatan masing-masing.

Alya yang melihat ada orang yang mandi di Pantai, langsung minta mandi sambil merengek-rengek. Namun, tetap kami tahan, supaya mandi nanti di pantai kedua saja, yaitu Pantai Embe.

Untuk menghibur, kembali kami ajak Alya jalan-jalan merasakan kelembutan pasir Pantai Bagoes, sambil bercanda-canda dan tertawa selepasnya.

Hari sudah makin sore, dan jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 15.30. Kami memutuskan menuju ke Mushola, sholat ashar di Pantai Bagoes ini. Sayangnya, di mushola tidak disediakan mukena bagi perempuan. Kalau sarung dan sajadah, ada cukup banyak disediakan di sini.

Tempat wudhunya persis ada di samping mushola. Ada kejadian kurang mengenakkan di sini. Pada saat kami sedang mengambil air wudhu, kami ditegur dari kejauhan oleh pengelola Pantai. Kami pun bingung apa salah kami.

Pengelola Pantai kemudian mendekati kami, dan menanyakan, "Oh, mau sholat ya mba?".

Mama menjawab iya, dan kami pun langsung tau maksudnya. Mungkin karena mereka melihat Alya main air di tempat wudhu, dikiranya kami mau memandikan Alya di tempat wudhu ini, padahal kami cuma mengambil air wudhu untuk sholat.

Penjaga pantai pun kemudian balik lagi ke pos portal masuk.

Selepas sholat ashar, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Pantai Embe. Overall, Pantai Bagoes menurut saya sangat cocok dijadikan tempat refreshing. Untuk mandi juga seru, ada bebek-bebekan juga. Ombaknya juga lumayan, tidak tenang dan tidak terlalu besar. Insyaalloh, kalau ada kesempatan kami ingin main lagi ke Pantai Bagoes Kalianda. Happy Traveling.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon