Friday, September 2, 2016

8 Alasan Mengapa PNS Enggan Jadi Bendahara

Mengapa PNS enggan jadi Bendahara? Sekitar 3 hari yang lalu, saya buka grup Bendahara di Facebook, lalu saya jumpai ada sebuah postingan yang menshare artikel tentang Gelar Bendahara. Ya, sesuai dengan PMK 126/2016, bahwa setelah ujian sertifikasi bendahara nanti, mereka yang lulus dan memperoleh sertifikat bendahara akan mendapat gelar BNT di belakang nama.

PNS Ingin Berhenti Jadi Bendahara

Namun, komentar dari anggota grup Bendahara tersebut ternyata banyak yang negatif. Kebanyakan menganggap mereka tidak butuh gelar, tapi butuh diganti, biar tidak jadi bendahara lagi.

Hmmm, kira-kira ada apa yah, kok pada enggan, malah tidak mau jadi bendahara lagi. Pasti something's wrong kan?

Jujur, kalau saya ditawari jadi Bendahara pun sebenarnya tidak mau juga. Menurut apa yang saya rasakan dan berdasarkan pengamatan saya, setidaknya ada 8 alasan mengapa PNS tidak mau menjadi Bendahara, terutama Bendahara Pengeluaran. 8 alasan tersebut adalah:

1. Risiko Kehilangan Uang Ditanggung Pribadi


Pasal 21 ayat (5) UU Nomor 1 tahun 2004 menegaskan secara jelas bahwa, “Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya”.

Jika ada kekurangan uang, misalnya diakibatkan karena kelebihan pembayaran kepada pegawai/rekanan, atau karena ada pencurian, atau sebab lain yang membuat uang hilang atau menjadi berkurang, maka kekurangan uang tersebut menjadi tanggung jawab pribadi bendahara dan harus diganti.

Siapa coba yang mau menanggung risiko seperti ini? Yah kalau uangnya sedikit, kalau berjuta-juta, bahkan puluhan atau ratusan juta gimana? Gak mungkin kan ada orang lain yang mau mengganti, dan memang itu tanggung jawab pribadi bendahara.

Saat mengambil uang di bank, repotnya kalau kantor tidak menyediakan mobil, masa mau pakai motor membawa uang puluhan atau ratusan juta? Kalai dirampok orang gimana? Dan terkadang pimpinan juga kurang peduli dengan fasilitas mobil untuk bendahara ini.

Tiap hari, seorang bendahara merasa kurang nyaman karena memikirkan risiko ini. Namanya manusia, kadang lupa, dan bisa jadi salah bayar. Kalau kelebihan bayar kepada orang kan repot, apa lagi kalau orangnya tidak jujur. Ujung-ujungnya bendahara harus mengganti uang akibat kelebihan bayar.

Risiko ini juga tidak sebanding dengan gaji atau penghasilan yang diterima oleh bendahara. So, enggan rasanya menjadi bendahara kalau melihat risiko ini.

2. Ditekan Atasan


Sudah bukan rahasia lagi, meskipun bendahara memang seharusnya independen dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun pada saat pembayaran, faktanya di lapangan berkata lain. Banyak atasan yang "memaksa" bendahara untuk membayarkan barang/jasa yang sebenarnya tidak ada anggarannya.

Padahal di dalam Pasal 21 ayat (4) UU Nomor 1/2004 disebutkan: “Bendahara Pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran apabila persyaratan pada ayat (3) tidak dipenuhi”.

Persyaratan pada ayat (3) tersebut ádalah
  • kelengkapan perintah pembayaran,
  • kebenaran perhitungan tagihan, dan
  • ketersediaan dana.

Meskipun UU sudah jelas melarang pembayaran barang/jasa yang tidak tersedia dananya, atau tidak ada di anggaran, seringkali bendahara tidak berani menolak atasannya saat disuruh untuk membayarkan barang/jasa tertentu.

3. Takut Masuk Penjara


Sudah banyak bendahara yang terjerat kasus korupsi lalu akhirnya masuk ke penjara. Mengapa bendahara bisa masuk penjara? Apakah setiap kasus korupsi selalu menyeret nama Bendahara?

Para PNS memang takut menjadi bendahara karena khawatir terseret-seret kasus korupsi. Sebenarnya, jika bendahara pengeluaran bekerja sesuai dengan kaidah peraturan yang ada, dan tidak menerima suap/pemberian/gratifikasi apapun, maka tidak perlu khawatir terlibat kasus hukum.

Namun, kebanyakan, bendahara pengeluaran justru ikut menikmati hasil korupsi, atau jelas-jelas melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga ikut terseret kasus hukum.

Bendahara melanggar peraturan bisa jadi juga karena tekanan atasan seperti poin di atas sehingga susah sekali memang bagi bendahara untuk benar-benar berjalan di atas aturan.

4. Suka Dipinjami Uang


Alasan keempat PNS tidak ingin menjadi bendahara, karena biasanya banyak pegawai yang pinjam uang ke bendahara, alasannya bendahara kan banyak uang. Mau tidak dipinjamin, kawan kita, gak enak, tapi kalau dipinjamin uangnya gak balik-balik, dan susah dimintain kembali.

Yang bikin repot, kalau akhir tahun anggaran, saat mau pengajuan GUP Nihil, tiba-tiba saat mau setor sisa UP tidak ada uang untuk disetor karena masih dipinjam teman kantor.

Atau bisa jadi malah si bendahara itu yang meminjam uangnya, mentang-mentang banyak uang pinjam dulu untuk keperluan pribadi. Saat akhir tahun baru kelabakan uangnya tidak ada untuk disetor.

5. Pekerjaannya Seabreg


Pekerjaan bendahara adalah pekerjaan rutin yang tidak ada habisnya, setiap hari pasti ada saja. Pekerjaan bendahara ini cukup banyak, dari mengambil uang di bank, antri lama di bank, kemudian harus lapor pajak juga, memungut dan menyetorkan pajak, serta aktivitas rutin lainnya.

Jika dibandingkan dengan pegawai lainnya, bendahara merupakan pegawai yang cukup sibuk, belum lagi kalau staf di keuangan cuma sedikit, sehingga harus merangkap operator SAS, SAIBA, RKAKL, dan aplikasi keuangan lainnya.

Tidak jarang seorang bendahara harus pulang malam, lembur menyelesaikan pekerjaannya di kantor.

6. Tidak Bebas


Menjadi bendahara berarti harus selalu ada di kantor. Bendahara merupakan orang yang selalu dicari-cari setiap harinya. Satu hari saja tidak ada bendahara, rasanya kantor bakalan ramai, seperti ayam kelaparan.

Untuk cuti pun, bendahara harus mikir-mikir, harus melihat tanggal yang sepi pembayaran, dan kalau terpaksa maka harus menitipkan uang kepada orang yang dipercaya untuk pembayaran keperluan kantor selama ditinggal cuti.

7. Harus Selalu Update


Peraturan yang berkaitan dengan keuangan jumlahnya sangat banyak, dan perubahannya pun terbilang cepat. Seorang bendahara harus selalu update, baik terkait dengan peraturan maupun terkait IT. Saat ini pekerjaan bendahara sudah sangat terkait dengan IT.

Untuk menyetor pajak, bendahara harus update tentang Sistem Ebilling, lalu untuk PNBP dan Pengembalian Belanja ada Simponi, dan update informasi serta aplikasi lainnya.

8. Kurang Menguasai


Alasan terakhir mengapa PNS tidak mau jadi bendahara adalah karena kurang menguasai. Menjadi bendahara memang dituntut mengetahui segala macam peraturan dan juga aplikasi-aplikasi pendukungnya.

Untuk anak-anak muda, mungkin tidak terlalu masalah karena semangat belajarnya masih tinggi. Untuk orang-orang yang sudah berumur, rasa-rasanya cukup berat untuk menjadi bendahara, selain keterbatasan ilmu mengenai IT, kemampuan menyerap  informasinya pun sudah berkurang.

Itulah 8 alasan mengapa PNS enggan untuk menjadi bendahara. Ada alasan lainnya? Monggo dilanjutkan......

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.

2 komentar

bener juga mas ... temen temen rata rata pada nolak jadi bendahara


EmoticonEmoticon