Sunday, August 14, 2016

Liburan Keluarga Ke Pantai Sari Ringgung

Setelah berkunjung ke Taman Satwa Lembah Hijau di pagi harinya, setelah dzuhur kami melanjutkan liburan kami ke Pantai Sari Ringgung. Kami menempuh jalan lewat Jalan Imba Kesuma, lalu lurus terus melewati pabrik air minum Great dan jalan lurus terus menuju belakang Perumahan Citra Garden Lampung.

Kami masih menggunakan motor ramai-ramai. Saya, mama, dan ibu mertua saya satu motor, sedangkan Mama dan Bapak serta Alya dan Fiqih satu motor lainnya.

Karena takut susah naik motor ramai-ramai seperti ini, kami pun memutuskan berhenti di Pom Bensin di Pertigaan Teluk. Di sini orang tua dan mertua saya sholat dulu di mushola, sekalian istirahat sebentar karena Alya dan Fiqih sudah lelap tertidur.

alya dan fiqih tidur
Tidur di mushola pom bensin

Dari Pom Bensin ini, mama dan ibu mertua melanjutkan perjalanan menggunakan angkot menuju Pantai Sari Ringgung. Saya pun mengantar mereka menuju pinggir jalan, sekalian menggendong Alya yang tertidur.

Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya angkot pun lewat di depan kami. Awalnya mereka cuma mau naik angkot turun di Pasar Hanura. Lalu setelah angkot datang, mama tanya kepada sopir angkotnya.

"Sampai Pasar Hanura gak bang?".

"Lewat mba".

Lalu mama pun tanya lagi, "Sampai Pantai Sari Ringgung yah Bang?".

"Iya mba lewat".

Akhirnya mereka pun naik angkot sampai Sari Ringgung. Tapi cuma sampai pinggir jalannya saja, karena untuk masuknya harus naik ojek atau kendaraan lagi.

Saat mau naik angkot, Alya malah bangun. Dengar mau naik angkot, Alya langsung teriak tidak mau. Alya tidak mau naik angkot, katanya pusing. Sehingga Alya pun naik motor bareng saya dan mama saya. Kemudian Fiqih naik motor bareng Bapak.

Di Pasar Hanura, kami mampir ke sebuah warung padang, membeli makanan untuk makan siang kami di Pantai nanti.

Pantai Sari Ringgung


Mama dan mertua saya sampai lebih dulu di Gerbang Sari Ringgung. Mereka kemudian membonceng Bapak menuju Pantai.

Sepanjang jalan, sepertinya tidak terlalu ramai pengunjung Pantai Sari Ringgung. Begitu sampai di pantainya, ternyata pengunjungnya ramai juga, meskipun tidak seramai hari libur lain. Mungkin karena hari libur mau usai, dan habis libur lebaran juga.

Melihat air laut, Alya dan Fiqih langsung minta mandi. Mereka pun minta sewa ban juga. Kami pun membiarkan mereka bermain, mandi di pantai, main ban, kemudian perosotan di Pantai Sari Ringgung ini. Mereka cuma main berdua.

main ban di pantai sari ringgung
Alya dan Fiqih berenang di Pantai Sari Ringggung

Mama gak mau mandi, mertua juga, apa lagi Bapak. Malah tiduran. Kami pun cuma menyaksikan dan mengawasi mereka asyik bermain air, sambil makan siang.

Setelah makan, mbah Tati, panggilan mereka untuk mama saya, menemani mereka main di pantai. Mereka pun semakin asyik perosotan di pantai. Senang sekali menyaksikan mereka main gembira, tertawa-tawa. Kegembiraan anak adalah kegembiraan orang tua.

perosotan di pantai sari ringgung
Asyik main perosotan di pantai sari ringgung

Adzan Ashar berkumandang, dan saya pun menuju mushola. Selepas sholat ashar barulah saya ikut berenang menemani mereka bermain-main.

Saya ikut main perosotan juga, mengajak Alya dan Fiqih tertawa-tawa. Fiqih takut-takut perosotannya, takut tenggelam saat sampai di bawah. Beberapa kali memang dia kelelep karena saat merosot tidak mau pegangan ban.

Setelah itu saya ajak Alya berenang ke tengah, dengan menggendongnya. Sementara Fiqih digendong Mbah Tati sambil takut-takut.

Kami bermain air cukup lama, sampai sekitar pukul 5 sore. Dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang, takut kemalaman.

Kali ini saya satu motor bareng mama saya, Alya dan Fiqih. Sementara Bapak satu motor bareng mama dan ibu mertua saya.

Baru jalan sebentar, dua krucil, Alya dan Fiqih sudah tidur terlelap. Fiqih duduk di depan, dan tidur dengan kepala terkulai di stang motor. Sementara Alya tidur di belakang dipegangi mama saya.

Kami pun berhenti sebentar, lalu mama saya melepaskan jaketnya, dan saya taruh di stang motor untuk bantalan tidur Fiqih. Lalu kami pun melanjutkan perjalanan kembali.

Tepat adzan Maghrib, kami mampir di warung bakso di Kemiling, makan malam sekalian sholat Maghrib. Dua krucil pun terbangun.

Selepas makan dan sholat, kami melanjutkan perjalanan pulang, dan tepat adzan Isya berkumandang, kami sampai di rumah.

Alhamdulillah, terpenuhi sudah janji saya untuk mengajak Fiqih mandi di Pantai, dan kali ini kami memilih jalan-jalan ke Pantai Sari Ringgung. Mudah-mudahan saat mereka ke Lampung lagi, kami bisa mengajaknya ke tempat lain dengan kendaraan yang lebih nyaman.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon