Sunday, July 3, 2016

Hari Ketiga di Jogja: Belajar Fisika di Taman Pintar dan Sejarah Benteng Vredeburg

Hari ketiga liburan di Jogja, Selasa, 15 September 2015, kami mulai dari Taman Pintar, dan siangnya kami berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Jogja. Dua tempat wisata yang letaknya ada di jantung Kota Jogja, dekat dengan Jalan Malioboro, dan tinggal jalan kaki saja dari satu tempat ke tempat lainnya.

Taman Pintar dan Benteng Vredeburg ini baru saya kenal saat saya googling sebelum berangkat ke Jogja. Di pusat kota Jogja, ternyata ada wisata pendidikan yang cukup menarik, sehingga kami pun memutuskan untuk kemari.

Setelah hari sebelumnya batal, karena Taman Pintar ternyata tutup di hari Senin, di hari ketiga di Jogja ini akhirnya keinginan kami untuk berkunjung ke Taman Pintar kesampaian juga.

Dari penginapan, kami berangkat sekitar pukul 8 pagi. Perjalanan kami langsung menuju Jalan Malioboro untuk kemudian menuju Taman Pintar.

Namun, sebelum ke Taman Pintar, kami mampir dulu di warung angkringan pinggir jalan, untuk mengisi perut dulu. Enaknya makan di angkringan, bisa makan kenyang dengan harga yang murah, dan enak juga sesuai dengan lidah Jawa saya.

Inilah Taman Pintar Jogja


Taman Pintar Jogja
Gedung Oval Taman Pintar Jogja

Setelah kenyang sarapan, dan membeli jajanan serta minuman untuk bekal, kami langsung cabut menuju Taman Pintar. Kami pikir pintu masuknya ada di jalan utama, tapi setelah kami berhenti mau masuk, ternyata di arahkan oleh satpam bahwa pintu masuknya lewat samping.

Kami pun jalan lagi ke depan beberapa meter, kemudian belok ke kiri. Di depan terlihat motor-motor berjejer diparkir di pinggir jalanan, dan kami langsung menuju ke sana dan memarkir motor di tempat yang masih kosong.

Belakangan baru saya tahu, kalau tempat parkir itu bernama Parkir Sriwedani, yang berada di depan Toko-toko buku di kompleks Taman Pintar Jogja.

Denah Taman Pintar


Berikut ini denah kompleks Taman Pintar Jogja untuk memudahkan saat kita berkunjung ke Taman Pintar:

denah taman pintar
Sumber gambar: liburananak.com

Pintu masuk saat saya berkunjung ke Taman Pintar ada di sebelah timur, dekat dengan Book Store dan Parkir Sriwedani. Gerbang Masuk di Jalan Panembahan Senopati ditutup.

Di dekat pintu masuk Taman Pintar, ada sebuah masjid, yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk beribadah. Di seberang masjid ada WC umum jika kita ingin buang air kecil atau BAB.

Di seberang masjid agak ke kanan, ada 3 gedung ukuran sedang, berupa dua buah PAUD yang mengapit Gedung Planetarium.

Di depan ketiga gedung ini, ada wahana bahari, dimana di tengah-tengahnya ada wahana seperti kolam renang mini, yang bernama Taman Air Menari. Di Taman Air Menari ini, ada air mancur di beberapa titik, dan kami jumpai beberapa kecil bermain air, mandi menikmati air mancur ini.

Kami berkunjung di hari kerja dan anak-anak sekolah sehingga tempat ini tidak terlalu ramai dengan anak-anak.

Di sekitaran wahana bahari ini banyak arena permainan anak gratis seperti Pipa Bercerita, Parabola berbisik, cara kerja katrol dan beberapa permainan anak lainnya.

Harga Tiket Masuk


Setelah puas bermain-main di arena playground, kami menuju Gedung Oval untuk membeli tiket masuk ke Gedung Memorabilia dan Gedung Oval-Kotak. Untuk masuk ke area Playground tidak dikenakan biaya, kecuali masuk ke ruang PAUD Rp3.000,-, Wahana Bahari Rp4.000,-, dan planetarium Rp15.000,-.

Sedangkan Tiket Masuk Gedung Memorabilia dan Gedung Oval-Kotak pada saat kami berkunjung sebesar Rp18.000,- per orang untuk saya dan mama dan untuk Alya (anak kecil) Rp10.000,-.

Ada juga Wahana Theatre 3D dengan tiket masuk Rp20.000,- untuk dewasa dan Rp15.000,- untuk pelajar dan rombongan (minimal 20 orang).

Selain Gedung Memorabilia, Gedung Oval-Kotak dan Wahana Theatre, ada juga Wahan Program Kreativitas dengan harga tiket masuk:
  • Membatik: Rp13.000/orang
  • Kreasi Gerabah: Rp10.000/orang
  • Lukis Kaos: Rp35.000/orang
  • Lukis Gerabah: Rp13.000/orang
  • Hand On Science: Rp10.000/orang
  • Presenter TV: Rp15.000/orang
  • Pelatihan Robotik: Rp50.000/orang
  • Kontes Robotik: Rp50.000/tim
  • Kontes Roket Air: Rp50.000/tim

Gedung Memorabilia


Kami memutuskan untuk membeli tiket masuk Gedung Memorabilia dan Gedung Oval-Kotak saja. Setelah membayar tiket sebesar Rp46.000,- (2 tiket dewasa dan 1 tiket anak), kami pun memulai kunjungan ke Taman Pintar ini dari Gedung Memorabilia.

Gedung Memorabilia ini ada di sebelah barat dari Kompleks Taman Pintar Jogja, berbatasan dengan Benteng Vredeburg.

Pertama kali sebelum masuk kami harus menunjukkan tiket masuk. Dan setelah sampai ke dalam, kami baru tahu kalau Gedung Memorabilia ini isinya lebih tepat dibilang museum.

Mungkin seperti namana ya, memorabilia, yang isinya benda-benda sejarah untuk mengingatkan kembali kepada pengunjung mengenai peristiwa yang dialami bangsa Indonesia.
Isi Gedung Memorabilia
Isi Gedung Memorabilia

Di Gedung Memorabilia ini kami melihat foto-foto Raja-raja Keraton Yogyakarta, dari Raja pertama sampai dengan yang terakhir. Dipajang juga foto-foto Presiden RI dari Presiden pertama sampai Presiden SBY. Pada saat kami berkunjung, belum ada foto Presiden Jokowi.

Secara umum, isi dari Gedung Memorabilia ini menggambarkan sejarah dari Kesultanan Yogyakarta, Sejarah Pendidikan Indonesia, dan Sejarah Presiden RI.

Gedung Oval


Setelah puas mengeksplorasi isi Gedung Memorabilia, kami kembali lagi ke Gedung Oval untuk masuk ke dalam. Dinamakan Gedung Oval karena bentuknya memang Oval, dan melambangkan science itu sendiri, bersama dengan Gedung Kotak.

Pertama kali kami masuk ke Gedung Oval ini, di gerbang masuknya kami sudah langsung disambut dengan aquarium raksasa dengan ikan yang besar-besar juga.
aquarium raksasa
aquarium raksasa Taman Pintar

Alya ketakutan melihat ikan besar yang ada di aquarium. Begitu juga saat kami masuk sedikit lagi ke dalam, dan disambut dengan patung-patung binatang purba. Alya kembali teriak ketakutan dan tidak mau masuk ke dalam.
patung binatang purba
patung binatang purba di Gedung Oval Taman Pintar

Selanjutnya, kami masuk ke dalam lagi dan melihat berbagai benda-benda science ada di Gedung Oval ini. Yah sesuai dengan namanya, Taman Pintar, di Gedung Oval ini banyak sekali benda-benda yang terkait dengan pelajaran Fisika.

Tidak heran juga, pada saat kami berkunjung ke sini banyak anak-anak SMA/SMK yang sedang melakukan study tour di Taman Pintar ini. Benar-benar tempat menarik untuk menambah ilmu pengetahuan.

Gedung Oval Taman Pintar ini sendiri terdiri atas 2 lantai.

Lantai 1


Lantai 1 Gedung Oval Taman pintar berupa zona untuk pengenalan lingkungan dan pertunjukan ilmu pengetahuan, terutama hal-hal terkait dengan teori fisika. Teori fisika dapat dibuktikan dengan berbagai benda-benda science yang ada di lantai 1 Gedung Oval.

Wahana yang disediakan di Lantai 1 Gedung Oval di antaranya Aquarium air tawar di pintu masuk, Dome Area, patung hewan-hewan purba, Titian Sains, Harmoni Alam, dan Sistem Tata Surya.
lantai 1 gedung oval
Lantai 1 Gedung Oval Taman Pintar

Di Lantai 1 ini kami mencoba beberapa benda-benda science seperti duduk di tumpukan paku dan memutar piringan.

Lantai 2


Di lantai 2 ini koleksi benda-benda sciencenya lebih banyak. Beberapa wahana di lantai 2 ini di antaranya Zona Ilmu Bumi, TV Cube, Zona Teknologi Konstruksi, Zona Teknologi Mesin dan Energi, Zona Teknologi Telekomunikasi, Zona Nuklir, Zona Kelistrikan, dan Zona Teknologi Komputer.

Jika pengunjung ingin merasakan seperti apa gempa bumi, bisa mencoba wahana rumah gempa di lantai 2 Gedung Oval.

Berbagai benda-benda seputar listrik juga ada di Lantai 2 seperti Plasma Ball, Ngontel sepeda supaya lampu nyala, memegang listrik sampai rambut berdiri semua, dan masih banyak lagi hal-hal yang benar-benar seru dan menarik untuk dinikmati.

Betul betul wisata pendidikan yang menarik, dan sangat cocok untuk pembelajaran anak.

Gedung Kotak


Setelah puas menikmati science di Gedung Oval, kami melanjutkan kunjungan ke Gedung Kotak Taman Pintar. Lokasinya menyambung dengan Gedung Oval sehingga tidak perlu keluar dulu.

Berbeda dengan Gedung Oval, Gedung Kotak ini terdiri atas 3 lantai. Karena kami masuk lewat Gedung Oval, maka kami pertama kali masuk ke Lantai 2.

Lantai 2


Di lantai 2 ini kami jumpai wahana pengetahuan berupa cara pengolahan susu dari sumbernya sampai menjadi susu siap jual. Setelah itu, ada juga zona pertanian, zona pengolahan migas, zona air untuk kehidupan, zona IT, zona otomotif, dan zona warisan leluhur.

Kami juga berkunjung ke perpustakaan, cuma saya lupa ada di lantai 2 atau di lantai 3. Isi lantai 2 Gedung Kotak ini tetap masih seputar ilmu pengetahuan.

Lantai 3


Lantai 3 Gedung kotak berisi zona kreativitas antara lain Wahana Animasi, Zona Science and Technology, dan Theater 4 Dimensi.

Lantai 1


Lantai 1 Gedug Kotak berisi sarana dan prasarana pelengkap berupa Exhibition Hall, Ruang Audio Visual, Radio Anak Jogja, Food Court, Souvenir Counter, Amusement Center.

Di Lantai 1 ini pengunjung dapat membeli Souvenir dan juga makanan serta minuman jika lapar. Kami sendiri memesan jus dan es krim serta cappucino karena kehausan setelah berkeliling Gedung Oval dan Gedung Kotak yang cukup melelahkan juga.

Setelah istirahat sebentar, kami pun sholat dzuhur di masjid dekat pintu masuk, lalu jalan lagi menuju Museum Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg


Kami masuk ke Museum Benteng Vredeburg lewat pintu belakang, bukan pintu depan. Awalnya, saya pikir tiket masuknya gratis, tapi ternyata bayar juga, tapi tiket masuknya sangat murah. Waktu itu kami bayar tiket masuk Rp4.000,- per orang.
museum benteng vredeburg
Pintu belakang benteng Vredeburg

Setelah masuk, kami langsung menuju diorama-diorama yang ada di Benteng Vredeburg ini. Kalau dilihat-lihat, koleksi lukisan timbul yang ada di Benteng Vredeburg ini seperti koleksi yang ada di Monas Jakarta. Lukisan perjuangan para pahlawan dalam bentuk 3 dimensi.

Kondisi Museum Benteng Vredeburg terawat dengan baik, dan koleksinya pun cukup banyak dengan berbagai benda-benda peninggalan sejarahnya.

Fasilitasnya pun lumayan. Toilet ada, mushola ada, kantin ada, cafe ada, hotspot gratis, ada perpustakaan, ruang pertunjukan, Ruang Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Pertemuan, Audio Visual & Ruang Belajar Kelompok, dan fasilitas lain.

Tidak lupa pula, pada kesempatan ini kami pun masuk ke raung pemutaran film dokumenter, film yang mengisahkan sejarah dari Benteng Vredeburg ini, dan itu gratis.

Pengunjung pun bukan hanya dari dalam negeri, banyak turis asing juga yang menikmati warisan sejarah Yogyakarta ini. Atau mereka ini keturanan para penjajah dulu ya hehehe.

Sayangnya,batere kamera dan HP kami habis sehingga tidak bisa mendokumentasikan perjalanan kami di benteng ini. Mudah-mudahan kapan-kapan bisa berkunjung lagi ke Benteng ini.

Benteng Vredeburg tidak hanya ramai di siang hari. Di malam hari, halaman benteng ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong.

Yah, itulah kisah singkat traveling hari ketiga kami di Jogja, seharian keliling Taman Pintar dan Museum Benteng Vredeburg. Perjalanan yang sangat berkesan dan bermanfaat.

Seorang PNS yang sedang belajar menulis. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Mohon maaf atas segala kekurangan.


EmoticonEmoticon